Gandeng Media, Polres Magetan Sosialisasikan Operasi Keselamatan Semeru 2023

Magetan: – Kepolisian Resort (Polres) Magetan melalui Unit Keamanan Dan Keselamatan (Kamsel) Lalu Lintas berikan imbauan dan sosialisasi pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2023, melalui siaran Radio.

Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan SIK MSi melalui Kasat Lantas Polresta Magetan AKP Trifonia Situmorang, S.I.K, S.Mi mengatakan, pelaksanaan Operasi khusus terpusat dengan sandi “Operasi Keselamatan Semeru 2023” ini adalah bagian dari upaya Polri untuk menekan angka pelanggaran dan mencegak terjadinya kecelakaan.

“Kami telah melakukan sosialisasi dan himbauan melalui siaran Radio yang terkait dengan pelaksanaan operasi keselamatan Semeru 2022 kali ini”, kata AKP Trifonia.

Ia berharap mudah-mudahan, melalui siaran radio tersebut, seluruh lapisan masyarakat di di wilayah Magetan bisa memahami dan mengetahui terkait Operasi Khusus Keselamatan Semeru 2023 ini.

Ada beberapa poin penting dalam imbauan yang disampaikan lewat radio tersebut, yakni mengenai tujuan dan target operasi sekaligus waktu pelaksanaan,

Sebagai mana disampaikan Kasat Lantas “,Operasi Keselamatan Semeru 2023′ ini digelar untuk meningkatkan kesadaran Masyarakat dalam berlalu lintas.”

“Operasi ini menitikberatkan pada imbauan persuasif, humanis dan simpatik, tindakan preventif dan tindakan lalin menggunakan e-TLE statis maupun e-TLE mobile,” ujar Kasat Lantas

Selebihnya juga disampaikan pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2023 yang digelar mulai tanggal; 7 Februari 2023 sampai 20 Februari 2023 guna mengedukasi masyarakat terkait pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas

Kemudian imbauan kepada masyarakat untuk tertib dalam berlalulintas, melengkapi surat-surat kendaran dan perlengkapan kendaraan ketika bepergian. (*)

Operasi Keselamatan 2023 adalah salah satu jenis operasi lalu lintas yang biasa digelar oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam upaya untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) sehingga dapat menekan jumlah fatalitas kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas (Humas)

Kapolres Bangkalan Bantu Bedah Rumah Warga Tanah Merah yang Hidup Sebatang Kara

Bangkalan – Badan yang sudah mulai ringkih, dan langkahnya yang tak secepat usia mudanya ternyata tak membuat Ismail (78) patah semangat dalam menyambung hidupnya.

Tinggal sebatang kara di sebuah rumah gubuk di kampung Beringin, Desa Dumajah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan membuat Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono, S.H., S.I.K., M.H trenyuh dan memberikan bantuan berupa bedah rumah kepada bapak Ismail tersebut.

Sejak istrinya meninggal 5 tahun silam, dan anak laki laki satu satunya menikah dan hijrah mengikuti istrinya, sejak itulah Ismail menjadi buruh Tani dengan penghasilan seadanya.

Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit yang didampingi Kapolsek Tanah Merah AKP Buntoro, S.H. menyambangi bangunan rumah gubuk yang kini disulap menjadi rumah layak huni.

Tangis haru pun pecah dari kelopak mata pak Ismail yang tidak menyangka jika di hari tuanya kini, ia masih bisa berteduh dari terik panas matahari dan tak lagi khawatir rumah nya kehujanan.

Senyum merekah dengan menahan haru pun terpancar dari wajah AKBP Wiwit Ari Wibisono. Tak menghiraukan peluh keringat yang mengalir di wajahnya karena panasnya terik matahari yang menyengat, AKBP Wiwit pun bersyukur bahwa bantuan gotong royong bedah rumah yang merupakan kerja sama pihak Polres dan masyarakat kini menjadi sebuah bangunan kokoh layak huni.

“Alhamdulillah apa yang telah kita kerjakan kini berbuah hasil yang manis dan membanggakan. Saya sangat senang bisa melihat bangunan rumah yang dulunya gubuk kini menjadi bangunan kokoh yang layak huni,”ungkap AKBP Wiwit.

Ia berharap pak Ismail tidak lagi khawatir kalau sudah hujan,karena atap rumah telah dipasang sesuai rumah yang layak huni.

“ Insyaallah pak, rumah bapak sekarang jauh lebih baik. Tidak bocor dan kebanjiran,” ungkap AKBP Wiwit.

Lebih lanjut lagi, AKBP Wiwit juga berjanji jika selain menjaga kamtibmas dan kondusifitas di kabupaten Bangkalan, pihaknya akan selalu mengutamakan kenyamanan masyarakat termasuk lebih memperhatikan warga yang kurang mampu agar bisa hidup dengan lebih layak.

“Sebab itulah tugas utama sebagai anggota Polri untuk selalu hadir melayani dan mengayomi,”pungkas AKBP Wiwit.

Ismail pun menghaturkan terima kasih kepada Kapolres Bangkalan yang telah peduli akan kondisi rumahnya.

“Terimakasih atas kepedulian Polres Bangkalan yang bersama sama warga dan kepala desa membedah kembali rumah saya. Semoga ini menjadi amal jariyah Polres Bangkalan dan pak Wiwit khususnya,” sambung Ismail dengan nada haru. (*)

Respon Cepat Polisi Ungkap Kasus Penganiayaan di Poltekpel Surabaya

Surabaya – Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait kasus penganiayaan yang terjadi di dalam Politeknik Pelayaran Surabaya (Poltekpel Surabaya) Jalan Gunung Anyar Boulevard, Surabaya.

Setelah Polisi memeriksa 12 saksi atas dugaan penganiayaan senior ke junior di kampus tersebut, akhirnya Polisi kini menetapkan satu orang tersangka berinisial AJP (19), warga Jalan Banyu Urip, Surabaya.

Tersangka AJP saat itu melayangkan pukulan ke arah perut korban dan membuat korban MRFA, 20, warga Bangsal, Mojokerto terjatuh dan akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

“Tersangka ini memukul korban sebanyak dua kali di bagian perut yang membuat korban tumbang saat itu,” jelas Kapolrestabes Surabaya Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan melalui Kasi Humas, Kompol Muchamad Fakih , kemarin (8/1).

Kejadian penganiayaan itu terjadi pada Minggu (5/2) pukul 19.30.

Saat itu, korban diajak empat seniornya yang salah satunya adalah AJP (19) dari ruang makan asrama ke toilet.

Korban langsung mendapat penganiayaan dengan cara dipukul beberapa kali di bagian perut dan wajahnya hingga terdapat luka luar di bibir bawah dan dagunya.

“Saat mendapat pukulan dari tersangka ke arah perut, korban langsung terjatuh,”kata Kompol Fakih.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin (6/2) dini hari.

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap jenazah korban penyebab utama korban meninggal dunia karena luka di perut.

“Penyebab meninggalnya korban karena sakit di ulu hati,” ungkapnya.

Jenazah MRFA Mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) di makamkan di pemakaman umum Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Sebelumnya sempat dilakukan ekshumasi terhadap jenazah korban oleh Team Polrestabes Surabaya bersama Tim Forensik Polda Jatim untuk mengetahui penyebab kematian mahasiswa tingkat 1 tersebut.

Fakih mengungkapkan, pihaknya masih mendalami lagi terkait adanya tersangka baru.

Kompol Fakih memastikan, tidak ada motif dendam dalam kejadian tersebut.

“Pengakuannya karena pembinaan senior ke junior, kami sangat menyayangkan masih adanya budaya pemukulan di lingkungan kampus,” pungkasnya.

Sementara itu dilansir dari Berita Jatim, pengamat pendidikan sekaligus anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur, Isa Ansori mengatakan jika kasus-kasus kekerasan di ruang pendidikan seharusnya tidak terjadi.

Menurutnya Kasus seperti yang dialami MRF ini hanya membuat wajah pendidikan di Indonesia tercoreng.

Karena sejatinya, menurut Isa, pendidikan berfungsi membuat orang tidak tahu menjadi tahu, orang yang tidak beradab menjadi beradap. Orang yang tidak santun menjadi santun.

“Sehingga di dalam tujuan pendidikan ada etik kemampuan untuk mengapresiasi dan menghargai orang lain. Nah persoalannya, kemudian terjadi kasus yang bagi saya merampok,merampas hak hidup orang lain, merampas kedamaian orang lain di lingkungan pendidikan,” ujar Isa. (*)

Polisi Amankan Oknum Kades dan Kasun Diduga Sebar Hoax di Banyuwangi

Polisi Amankan Oknum Kades dan Kasun Diduga Sebar Hoax di Banyuwangi

SURABAYA,- Polisi mengamankan empat orang yang diduga penyebar berita Hoax atau kabar bohong atas lahan Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa, menjelaskan, bahwa ini terkait kasus pertanahan HGU (Hak Guna Usaha) atas hak PT Bumi Sari yang bermula dari tahun 2018 hingga saat ini terus bergejolak.

“Jadi atas dasar kepercayaan masyarakat kepada tersangka, yaitu adanya kepemilikan tanah yang dibuat oleh tersangka yang membuat berita bohong dengan kepemilikan tanah sejak 1929. Dimana tanah itu merupakan milik dari masyarakat atas penunjukkan dari sri baginda ratu pada tahun 1929,” kata Kombes Pol Deddy Foury Millewa, di Gedung Bid Humas Polda Jatim, Rabu (8/2/2023)

Lebih jauh disampaikan, sampai sekarang Akta itu dibilang legal juga tidak karena tidak bisa menunjukkan bukti aslinya.

Sehingga Polresta Banyuwangi bekerjasama dengan Ditreskrimum Polda Jatim, untuk menelisik dan menelusuri bagaimana proses legalitas surat tersebut.

“Kasus ini dilimpahkan ke Polda Jatim, karena di Banyuwangi sendiri sering terjadi bentrokan antara karyawan dengan masyarakat, meski sampai saat ini kondisi di Banyuwangi sudah aman dan kondusif,” tambahnya.

Akibat yang ditimbulkan dari berita HOAX ini yaitu, adanya unjuk rasa dari warga Desa Pakel, kedua bentrokan antar warga desa dan karyawan yang sampai menimbulkan korban.

Bahkan masyarakat Desa Pakel juga melakukan penanaman di wilayah perkebunan.

“Jadi dengan hal tersebut ada tanaman – tanaman keras yang dipotong sekitar tiga ribu batang seluas 400 hektare dilakukan penebangan ini sangat membahayakan bagi alam, contohnya dibawah bukit ada penebangan pohon keras dan ditanam pohon pisang yang akan menyebabkan erupsi banjir dan bencana alam,” jelas Kapolresta Banyuwangi.

Sementara itu peristiwa terakhir yakni bentrokan antara warga desa Pakel dengan aparat Kepolisian, yang terjadi pada tahun 2021.

Hal ini menimbulkan konflik horizontal maupun vertikal yang tentu berawal dari informasi ataupun hasutan dari tersangka.

“Ini harus kita antisipasi jadi dengan adanya penangkapan ini bisa menimbulkan solusi yang baik bagi perkebunan dan masyarakat sendiri,” tambah Kapolresta Banyuwangi.

Sementara itu lanjut Kapolresta Banyuwangi yang menjadi konflik ini ada 4 HGU, nomor 295, 296, 297 dan 298.

“Sedangkan motif tersangka menguasai tanah di HGU nomor 295 ada sekitar 400 hektare,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit I kamneg Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Taufiqurrohman, menyampaikan, Kasus ini sudah digelar 11 januari 2023, dan dinaikan status dari saksi menjadi tersangka terhadap empat orang, pertama A, M, S, U.

“Empat tersangka ini kami tetapkan mulai 11 januari 2023 dan tepatnya kemarin setelah kami melakukan pemeriksaan kepada tersangka A, kemudian kami lakukan penahanan,” ujar AKBP Taufiqurrohman.

Kemudian selanjutnya untuk tiga tersangka lain, yaitu M, S dan U, dilakukan panggilan dua kali namun tidak hadir.

“Sehingga kami lakukan penangkapan bekerjasama dengan penyidik polresta banyuwangi,” sebut AKBP Taufiqurrohman.

Penahanan para tersangka lanjut AKBP Taufiqurrohman, dilakukan pada hari Sabtu (4/2) kemarin.

“Kami tetapkan mereka untuk dilakukan penahanan di rutan polda jatim,” lanjut dia.

Sedangkan dari keempat tersangka, mempunyai peran masing masing, tersangka A, itu mendapatkan surat kuasa dari tersangka S untuk menguruskan HGU 295 yang menurut tersangka S, bahwa HGU 295 itu adalah milik ahli waris tersangka S.

“Minta tolong kepada tersangka A namun tersangka A belum memiliki legalitas yang kuat terhadap HGU tersebut langsung menyebarkan ke masyarakat banyak, sehingga yang menyatakan bahwa HGU nomor 295 betul betul milik ahli waris tersangka A,” urainya.

Sehingga warga masyarakat di Desa Pakel, percaya dan yakin bahwa atas ucapan yang disampaikan tadi, yang mana bekum tentu benar sehingga masyarakat terpengaruh

Untuk itu kami menjerat pasal 14 dan 15 Undang Undang Nomor 1 tahun 1946 terhadap tersangka A.

“Tersangka M, S dan U. Ikut menyebarkan baik lisan maupun lewat youtube terhadap masyarakat apa yang disampaikan tersangka A juga, sehingga masyarakat lebih yakin terhadap kepemilikan HGU 295 yang dikuasi atau dikelola oleh PT Bumi Sari di desa pakel,” tutup dia.

Kepada empat tersangka akan dikenakan pasal 14 dan 15 UU, Tahun 1946 dimana ancaman hukumannya 10 tahun

Sedangkan perkembangan dalam proses penyidikan telah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 13 orang dan meminta keterangan 3 ahli yaitu dua ahli pidana dan satu ahli bahasa.

Kurang dari 24 Jam, Polisi Berhasil Amankan Seorang Ibu yang Tega Bakar Bayinya di Madiun

Kurang dari 24 Jam, Polisi Berhasil Amankan Seorang Ibu yang Tega Bakar Bayinya di Madiun

Madiun – Polres Madiun berhasil mengamankan tersangka IS seorang ibu yang tega membakar bayi yang baru dilahirkannya.

Pelaku adalah IS (38) warga Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Ia membakar bayi tersebut pada Senin (6/2/2023) malam.

Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo menuturkan tersangka IS mengaku tega membakar bayi yang baru dilahirkannya tersebut karena merasa sakit hati dengan tuduhan suami bahwa bayi itu adalah hasil hubungan gelap dengan pria lain.

“Jadi motifnya ibu ini sakit hati dituduh suaminya kalau bayi yang dilahirkan itu adalah hasil perbuatan selingkuh dengan pria lain,” ujar Kapolres Rabu (8/2/2023)

Hal tersebut diketahui setelah polisi menanyakan langsung ke tersangka IS yang berhasil amankan saat melarikan diri ke dalam hutan di desa sekitar.

“Saat ini tersangka IS masih menjalani perawatan di RSUD Dolopo Kabupaten Madiun setelah melahirkan bayi,” terang Kapolres.

Berdasarkan keterangan perangkat desa setempat, IS dikenal tertutup. Sedangkan suaminya tidak ada di rumah karena bekerja di Banyuwangi dan pulang sebulan sekali.

Kasus tersebut terungkap saat timbul kecurigaan tetangga yang terus tertutup sejak empat hari dan saat diketuk oleh warga tidak memberikan respons. Warga lalu mendobrak pintu dan mendapati bayi yang berada di tungku perapian.

Sukseskan Rangkaian 1 Abad NU, Kapolres Malang Terima Penghargaan Dari PCNU Kab. Malang

Sukseskan Rangkaian 1 Abad NU, Kapolres Malang Terima Penghargaan Dari PCNU Kab. Malang

MALANG – Kepala Kepolisian Resor Malang AKBP Putu Kholis Aryana menerima piagam penghargaan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang KH Zainul Arifin kepada Kapolres pada saat puncak peringatan 1 Abad Harlah NU di Pendopo Kabupaten Malang, Minggu (5/2/2023) malam.

Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang KH Zainul Arifin mengatakan, penghargaan tersebut diberikan dalam rangka membantu menyukseskan rangkaian peringatan 1 Abad NU di Kabupaten Malang.

Menurutnya, selain membantu pengamanan kegiatan, kepolisian juga memfasilitasi dan mengawal warga Nahdliyin Kabupaten Malang untuk berbondong-bondong hadir dan meramaikan Resepsi Peringatan 1 Abad NU di Gelora Delta Sidoarjo.

Selain kepolisian, apresiasi dan ucapan terimakasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang turut berkontribusi sehingga terselenggaranya peringatan 1 Abad NU bisa lancar dan tanpa kendala.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Malang, Polres Malang, Dandim 0818 Malang-Batu, seluruh kepala OPD, serta Camat se-Kabupaten Malang,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan, kepolisian mendukung kegiatan harlah satu abad NU adalah merupakan wujud dari sinergitas antara Pemerintah, TNI-Polri serta ulama dalam menjaga kedaulatan NKRI. Pihaknya menempatkan personil untuk pengamanan di lokasi maupun membantu pengaturan arus lalu lintas sehingga kegiatan bisa berjalan lancar.

Kapolres juga mengucapkan selamat peringatan 1 Abad NU, pihaknya berharap silaturahmi dan sinergi yang terjalin selama ini menjadi semakin erat dan solid dalam mewujudkan Kamtibmas kondusif di wilayah Kabupaten Malang.

“Tidak lupa juga, kami mewakili Polres Malang mengucapkan Selamat Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke 100 tahun, semoga NU senantiasa ada dalam keberkahan, sukses selalu dan tetap konsisten turut serta dalam menjaga keutuhan dan persatuan NKRI,” pungkasnya.

Selain Kapolres Malang, PCNU Kabupaten Malang juga memberikan piagam penghargaan kepada Bupati Malang HM Sanusi. Penghargaan diserahkan oleh Ketua PCNU Kabupaten Malang, KH Hamim Kholili, bersamaan dalam gelaran resepsi peringatan 1 Abad NU di Pendopo Kabupaten Malang.

Bupati Malang, H M Sanusi dalam sambutannya mengucapkan selamat memperingati 1 Abad NU kepada seluruh kader Nahdliyin di Kabupaten Malang. Perasaan bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap pelaksanaan resepsi pada kesempatan ini.

“Selain menjadi ajang silaturahim bagi kader Nahdliyin, mudah-mudahan kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemajuan organisasi juga percepatan pembangunan di seluruh sektor di Kabupaten Malang,” terangnya.

Dirinya juga menyampaikan, di era modern yang terus berkembang dewasa ini. Keberadaan NU diharapkan tidak hanya menjadi identitas, namun juga turut mewarnai setiap dinamika perkembangan yang terjadi. Baik itu pada sektor pendidikan, ekonomi, sosial, kemanusiaan, juga berbagai problem dan potensi konflik yang muncul di tengah-tengah masyarakat.

“Bersama-sama dengan Pemkab Malang, mari kita wujudkan pembangunan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, melanjutkan perjuangan para alim ulama dan umara di masa lampau dengan memperkuat rasa cinta terhadap tanah air,” paparnya.

Berikan Pembekalan Umum Rapim TNI-Polri, Ketua MPR RI Bamsoet Ingatkan Kesiapan TNI-Polri Hadapi Tantangan Dunia Digital

Berikan Pembekalan Umum Rapim TNI-Polri, Ketua MPR RI Bamsoet Ingatkan Kesiapan TNI-Polri Hadapi Tantangan Dunia Digital

JAKARTA – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengajak para peserta Rapat Pimpinan TNI-Polri 2023 agar siap menghadapi berbagai tantangan dunia digital seperti metaverse, yang dapat mengancam keamanan, pertahanan, dan kedaulatan Indonesia. Karena itu, sangat penting bagi personel TNI dan Polri untuk dapat menguasai artificial intelligence, cloud computing, hingga blockchain. Mengingat dunia saat ini sedang menghadapi perang generasi kelima (G-V) berupa peperangan siber dan informasi di dunia digital, yang dikenal juga dengan cyber warfare.

“Kedaulatan bangsa dan negara tidak boleh hanya bertumpu pada kekuatan fisik militer, karena potensi ancaman akan hadir dalam berbagai aspek, baik ekonomi, sosial-budaya, politik-ideologi, dan berbagai ancaman lainnya yang bersifat soft power. Karena itu, TNI dan Polri juga perlu semakin mewaspadai ancaman nirmiliter yang merusak ideologi negara, yang berpotensi hadir melalui dunia digital seperti metaverse, artificial intelligence, cloud computing, hingga blockchain,” ujar Bamsoet saat memberikan pembekalan umum pada Rapat Pimpinan TNI – Polri 2023, di Jakarta, Rabu (8/2/23).

Rapim TNI-Polri 2023 selain dihadiri oleh Presiden Jokowi, juga dihadiri Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Pertahanan Letjen TNI (purn) Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (purn) Moeldoko, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar, Kepala BNN Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, para Kapolda dan Pangdam se-Indonesia, serta para pejabat utama Mabes Polri dan Mabes TNI.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, dunia pernah digemparkan berbagai kasus serangan melalui dunia digital. Pada 7 Mei 2021, misalnya, terjadi serangan ransomware yang menargetkan jaringan pipa bahan bakar terbesar di Amerika Serikat. Pada 9 Februari 2022 terjadi serangan sim swapping yang menargetkan korban terkenal di Amerika Serikat, pencurian tersebut diyakini mencapai USD 100 juta dalam bentuk kripto. Sementara pada 29 Maret 2022, dilaporkan serangan hacker berhasil mencuri aset kripto senilai lebih dari USD 615 juta atau sekitar Rp 8,8 triliun dari Ronin Network, sebuah sidechain dari blockchain Ethereum.

“Tidak menutup kemungkinan kedepannya serangan serupa juga akan menyasar Indonesia. Laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pernah menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2021 terdapat 1,6 miliar anomali trafik atau serangan siber (cyber attack) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Termasuk ratusan hingga ribuan potensi serangan siber yang ditujukan kepada Ring-1 Istana Negara, termasuk terhadap Presiden Joko Widodo. Tidak hanya dari serangan siber melalui malware, BSSN juga mendeteksi anomali sinyal elektromagnetik yang berasal dari sekitar lokasi Istana Negara terhadap Ring-1 Istana Negara, termasuk terhadap Presiden Joko Widodo,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, perang G-V siber dan informasi di dunia digital bisa lebih dahsyat dibandingkan perang fisik menggunakan kekuatan tempur militer. Dengan kekuatan digital yang dikendalikan dari jauh, sebuah negara bisa melumpuhkan objek vital negara lainnya seperti pembangkit listrik, cadangan minyak, hingga operasional Alutsista militer. Melalui serangan digital, sebuah negara bisa membuat jaringan telekomunikasi dan internet di negara lain mati total, digital perbankan kacau, radar militer maupun penerbangan sipil tak bisa digunakan.

“Kesiapan TNI dan Polri dalam menghadapi cyber warfare yang merupakan serangan cyber yang dilakukan antar negara atau organisasi internasional untuk menyerang dan merusak komputer atau jaringan informasi negara lain melalui virus komputer atau serangan penolakan layanan, akan semakin membuat pertahanan dan kedaulatan negara kita menjadi semakin kuat. Sehingga baik di dunia maya maupun didunia maya, kita tetap berdaulat,” pungkas Bamsoet.

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Oknum Pesilat yang Melakukan Penganiayaan di Tulungagung

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Oknum Pesilat yang Melakukan Penganiayaan di Tulungagung

TULUNGAGUNG – Kasus penganiayaan yang melibatkan oknum perguruan silat di wilayah Kabupaten Tulungagung pada tanggal 5 Februari 2023 yang lalu mendapat respon dari Polres Tulungagung jajaran Polda Jatim dengan memeriksa saksi – saksi.

Hasil pemeriksaan terhadap kasus penganiayaan yang mengakibatkan seorang ibu muda juga menjadi korban kebrutalan oknum pesilat tersebut, Polres Tulungagung Polda Jatim menetapkan tiga orang tersangka.

Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto, SIK, MH, membenarkan telah mengamankan, 3 (tiga) orang oknum pesilat yang melakukan penganiayaan di wilayah Kecamatan Bandung, pada hari Minggu tanggal 5 Februari 2023 sekira pukul 16.00 Wib.

“Iya, anggota kami sudah menindaklanjuti kasus tersebut dan dari hasil pemeriksaan ada tiga orang yang telah ditetapkan tersangka,”ujar AKBP Eko, Rabu (8/2).

Dari kejadian penganiayaan tersebut, anggota Resmob Macan Agung Polres Tulungagung Polda Jatim terus berupaya untuk meringkus para pelaku.

Polisi akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku yang kini sudah ditetapkan tersangka pada hari Selasa tanggal 7 Februari 2022 sekira pukul 06.00 Wib dirumah masing masing.

Adapun (empat) orang Oknum perguruan silat PN yang berhasil diamankan inisial ATTA umur 17 tahun, inisial YFJ, umur 14 tahun, dan inisial AAD umur 17 Tahun dan inisial DB, umur 18 tahun, keempatnya adalah warga kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Serta 1 (satu ) orang tersangka yang menjadi DPO

Keempatnya diamankan karena melakukan penganiayaan terhadap anggota perguruan silat lain secara bersama sama di Pinggir Jalan Raya masuk Dsn Bonsari Desa Ngunggahan Kec Bandung, Kab. Tulungagung.

Kapolres Tulungagung menjelaskan, modusnya berawal dari rasa Fanatisme terhadap Organisasi Perguruan dan Merasa ketidak senangan dengan identitas perguruan Pencak Silat lainya karena korban memakai kaos bertuliskan Boshter (gresroot psht)

Masih menurut Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto, awalnya korban mengendarai sepeda motor memboncengkan bibinya hendak mengantarkan berkat ke keluarganya. Namun saat di jalan berpapasan dengan para pelaku selanjutnya para pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban.

Bahkan bibi korban yang mencoba melindungi keponakannya tersebut tak luput dari amukan oknum tersangka.

Adapun korban berinisial GKP, laki laki, umur 16 Th, alamat Kec Bandung Kab. Tulungagung mengalami luka memar di badan.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain Hasil Visum et Repertum, Pakaian Korban, Motor Korban Yamah Nmax AG 6017 RCM, Pakaian tersangka

Atas perbuatanya para pelaku dijerat dangan pasal 170 ayat (1), (2) ke 1e KUH Pidana Jo psl 80 ayat (1) UURI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“ 1 orang dilakukan penahanan dan 3 orang pelaku masih anak anak tidak dilakukan penahanan, namun proses penyidikan tetap berjalan,”terang AKBP Eko.

Atas kejadian ini pula, Kapolres Tulungagung kembali menegaskan dan menghimbau agar warga perguruan janganlah mempunyai sifat fanatic yang berlebihan.

“Tumbuhkanlah rasa persaudaraan dan jangan munculkan rasa kebencian, sejatinya kita semunya adalah saudara, berbeda perguruan silahkan tapi jangan munculkan permusuhan,”pungkas Kapolres Tulungagung.

Polisi Berhasil Amankan Dua Tersangka Pencurian Barang Inventaris TK PKK Pandeam di Probolinggo

Polisi Berhasil Amankan Dua Tersangka Pencurian Barang Inventaris TK PKK Pandeam di Probolinggo

PROBOLINGGO – Dua pelaku pencurian barang inventaris di Taman Kanak-Kanak (TK) PKK Pandean, Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo berhasil dibekuk anggota Unit Reskrim Polsek Paiton Polres Probolinggo.

Kedua pelaku itu yakni MY (22), dan AJ (27), keduanya merupakan warga Kecamatan Pakuniran.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi melalui Kapolsek Paiton AKP Maskur Ansori mengungkapkan bahwa kedua pelaku masuk ke Ruang Sekolah TK Pandean pada Senin (6/2/2022) dini hari, dengan cara merusak kawat jendela ram dengan menggunakan ranting kayu sepanjang 1,5 meter.

Kemudian para pelaku mengambil sebuah sound system warna hitam dan enam ikat buku mata pelajaran TK berbagai jenis dengan berat 37 kilogram.

“Pencurian itu baru diketahii sekitar pukul 06.45 Wib oleh PU (55), guru TK ketika hendak mengambil sound system yang akan digunakan sebagai pengeras suara kegiatan upacara, akan tetapi sound tersebut sudah tidak ada,” kata Kapolsek Paiton.

Setelah dilakukan pengecekan barang, Prawiro melihat ruangan dalam keadaan berantakan dan juga melihat banyak buku mata pelajaran yang hilang serta melihat jendela dalam keadaan rusak. Kejadiam tersebut kemudian dilaporkan ke Mapolsek Paiton.

Berbekal laporan tersebut, anggota Unit Reskrim Polsek Paiton melaksanakan olah TKP dan pemeriksaan saksi hingga akhirnya berhasil meringkus tersangka Muhammad Yudi di Desa Sogaan, Pakuniran dengan barang bukti sebuah sound system dan berbagai jenis buku mata pelajaran TK.

“Setelah kami interogasi, MY mengaku jika melakukan aksinya bersama AJ yang kemudian kita amankan di Desa Glagah, Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Selanjutnya kedua tersangka beserta barang bukti kita bawa ke Polsek Paiton guna pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Kapolsek Paiton.

Polresta Mojokerto Raih Penghargaan dari KPPN sebagi Peringkat Pertama IKPA

Polresta Mojokerto Raih Penghargaan dari KPPN sebagi Peringkat Pertama IKPA

Kota Mojokerto – Polres Mojokerto Kota yang merupakan jajaran Polda Jatim ini menerima piagam penghargaan sebagai satuan kerja (satker) mitra Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Mojokerto Sebagai satker peraih nilai kinerja pelaksanaan anggaran terbaik peringkat 1 kategori pagu DIPA di atas 20M semester ll Tahun anggaran 2022.

Bertempat di Aula KPPN Mojokerto, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala KPPN Ahmad Djunaedi kepada Kapolresta Mojokerto AKBP Wiwit Adisatria, S.H, S.I.K M.T, kemarin Selasa (07/ 02/23)

Kapolresta Mojokerto juga menyampaikan selamat kepada Briptu Adi Santika dan bripda Hantisya yang mewakili Kasi Keuangan, dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Polresta Mojokerto.

“Barokallah … selamat ya Juara Pertama IKPA Ini merupakan hasil kerja keras seluruh anggota sehingga berhasil mendapatkan penghargaan dalam pengelolaan keuangan,” ujar AKBP Wiwit.

Ia menyebut untuk meraih peringkat pertama ini bukan kerja yang mudah, tanpa adanya kerja sama seluruh anggota Polresta Mojokerto serta kecepatan dan ketepatan dalam berkinerja, menurutnya tidak akan bisa menerima penghargaan ini.

AKBP Wiwit Juga menyampaikan terima kasih kepada KPPN Mojokerto atas penghargaan yang diberikan. AKBP Wiwit berharap dengan adanya prestasi ini menjadi pemacu untuk meningkatkan kinerja seluruh Anggota jajaran Polresta Mojokerto.

“Terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada kami, Mudah-mudahan dengan adanya prestasi ini menjadi pemacu untuk meningkatkan kinerja seluruh Anggota jajaran Polresta Mojokerto,”ungkap AKBP Wiwit.

Lebih lanjut AKBP Wiwit mengingatkan anggota Polresta Mojokerto bahwa anggaran Polri tersebut diperoleh dari negara dan bersumber dari masyarakat.

“Maka sudah selayaknya anggaran tersebut dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk menjaga kondusifitas maupun melayani masyarakat Mojokerto,” tutup AKBP Wiwit.