SATRESNARKOBA POLRESTABES SURABAYA BEKUK 7 PENGEDAR DAN AMANKAN 42,8 KG SABU

Beranda TNI-POLRI
TNI-POLRI
Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Bekuk 7 Pengedar dan Amankan 42,8 Kg Sabu

Redaksi Harijono
25 April 2022
IMG 20220425 WA0239
SURABAYA, GERAKNEWS.COM-Dalam waktu dua bulan saja, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dan Polsek Gubeng Surabaya berhasil bekuk 7 orang pengedar narkoba dan juga berhasil menyita barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 42,8 Kg.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol A Yusep Gunawan mengatakan 3 orang tersangka yakni PS (40), DB (38) dan CS (36) berhasil diringkus Satnarkoba Polrestabes Surabaya. Sementara 4 tersangka .
“Pengungkapan yang pertama 11 Maret, 1 April dan 8 April oleh Polrestabes Surabaya. 17 April dan 18 April dilakukan oleh Polsek Gubeng,” ujar Yusep, Senin (25/4/2022).

Polrestabes Surabaya berhasil menyita 17 bungkus sabu dengan berat 8.925 gram atau 8,9 kg dan Polsek gubeng berhasil menyita 33.693 gram atau 33,6 kg sabu. Sehingga total barang bukti yang disita adalah 43,8 kg sabu.

“Yang mana apabila kita mengamankan atau menyita barang bukti ini maka kita mampu mencegah peredaran gelap atau menyelamatkan masyatakat sebanyak 400.000 jiwa,” urainya.
Mantan Dirkrimsus Polda Jatim ini mengatakan, jika dilihat dari kemasan, 7 pengedar tersebut berasal dari jaringan Sumatera. Meski demikian pihaknya masih terus melakukan pengembangan, apakah jaringan tersebut berasal dari Timur Tengah, Cina ataupun Malaysia.

“Modus operandi terus berubah-ubah, artinya bahwa ada pengiriman melalui ekspedisi baik perorangan atau jasa jaringan maupun pelaku-pelaku dengan istilah mengambil di suatu tempat yang tidak tau siapa pengirimnya, kami akan mengembangkan untuk jaringan peredaran gelap ini,” ungkap.

Dalam pengungkapan ini, pihaknya pun memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah membantu pengungkapan narkoba. Penghargaan diberikan kepada anggota Satnarkoba Polrestabes Surabaya, Anggota Polsek Gubeng dan Masyatakat.
Kami beri penghargaan kepada 2 diantara 3 masyarakat yang membantu memberikan informasi. Ada Satpam SPBU kami beri penghargaan atas keberanian memberikan kecepatan informasi kepada kepolisian,” tutur Yusep.

Yusep berharap, pengharagaan tersebut bisa menjadi motivasi berbagai pihak untuk ikut berperan aktif dalam mencegah peredaran gelap narkoba.

“Masyatakat harus lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya, khususnya rukun tetangga sehingga kita bisa mencegah peredaran gelap narkoba,” pungkas Yusep. Tetap Selalu Menjaga Prokes 5 M.

Sattahti Polres Batu Bekerjasama dengan RS. Bhayangkara Hasta Brata Gelar Pengecekan Kesehatan Tahanan

Polres Batu – Bertempat di ruang tahanan Polres Batu, Kasat Tahti Polres Batu, Iptu M. Taufik mendampingi Tim Kesehatan RS. Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu melaksanakan pengecekan kesehatan para Tahanan untuk memastikan Tahanan dalam keadaan sehat, Rabu, (13/4/2022).

Pengecekan kesehatan tahanan tersebut adalah kegiatan rutin dan berkala yang dilakukan oleh Sat Tahti Polres Batu yang bekerja sama dengan RS. Hasta Brata Kota Batu.

“Pengecekan kesehatan terhadap para Tahanan ini merupakan salah satu bentuk Kontrol dan pelayanan yang dilakukan oleh Sat Tahti Polres Batu,” ujar Kasat Tahti Polres Batu.

“Dalam Kesempatan ini pula, kami menghimbau kepada para Tahanan jika ada keluhan tentang kesehatan, bisa langsung disampaikan kepada para tenaga medis dari RS. Hasra Brata Kora Batu,” lanjutnya

Disamping melakukan pengecekan kesehatan para Tahanan, personel Sat Tahti juga melakukan pengecekan ruang tahanan, hal tersebut dilakukan dikandung maksud untuk mencari dan menemukan benda-benda yang dilarang serta untuk meminimalisir hal-hal terjadinya pelanggaran yangtidak diinginkan.

“Ini sudah menjadi tanggung jawab kami untuk senantiasa memastikan kondisi para tahanan dalam keadaan sehat selama berada di rumah tahanan negara Polres Batu,” tambahnya

Pemeriksaan secara kontinyu dan secara berkala terhadap para tahanan merupakan salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan tugas di satuan Tahti,” pungkas Taufik.
(humasresbatu/andi).

Kabareskrim Polri dan Kapolda Jatim Cek Pelaksanaan dan Pencapaian Vaksinasi Covid-19 di Pamekasan

Pamekasan- Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto didampingi Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta melakukan pengecekan pelaksanaan dan pencapaian vaksinasi covid-19 di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (23/03/2022)

Dalam kegiatan pengecekan vaksinasi serentak di Kabupaten Pamekasan di Gedung Bakorwil, tepatnya Jl. Slamet Riadi Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Kota Pamekasan juga dihadiri Dirut RS Dokter Sutomo Surabaya Jatim dokter Joni Wahyu Hadi yang mewakili Gubernur Jatim, Forkopimda Kabupaten Pamekasan diantaranya Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Kapolres Pamekasan, AKBP. Roqib Triyanto, Dandim 0826/Pamekasan, Letkol Inf Ubaydillah, Kadinkes Pamekasan, dr. Syaifuddin serta beberapa tokoh Ulama, Kyai dan Pengasuh Pondok Pesantren di Madura.

Untuk hari ini Jawa timur menyelenggarakan vaksinasi serentak di 86 titik lokasi vaksinasi di seluruh polres jajaran polda jatim dengan target sasaran 32.455 dosis vaksin covid-19. Sedangkan untuk di Bakorwil IV Pamekasan sendiri dilaksanakan vaksinasi sebanyak 2000 dosis dengan bantuan dari tenaga kesehatan gabungan baik dari TNI Polri, Dinkes dan Relawan.

Selain memantau langsung pelaksanaan Vaksinasi Covid – 19 di Kabupaten Pamekasan, Kabareskrim juga memantau dan berkomunikasi interaktif secara vitual terhadap pelaksanaan vaksinasi di seluruh jajaran Polda dan Polres seindonesia terkait penanganan covid-19 dan perkembangan capaian vaksinasi dibeberapa daerah.

“Kami datang ke Pamekasan atas perintah Kapolri untuk melakukan pengecekan hasil pencapaian vaksinasi covid -19 yang sudah berjalan hampir dua tahun ini, sementara tiga pejabat bintang tiga yang lain besok akan hadir di kegiatan yang sama secara virtual di seluruh Indonesia”, terang Komjen Pol Drs. Agus Andrianto saat ditemui sejumlah wartawan.

Kabareskrim berharap, pencapaian vaksinasi Dosis 1, 2 dan 3 di Kabupaten Pamekasan akan terus meningkat, utamanya bagi lansia dan anak-anak, sehingga kekebalan tubuh atau herd immunity bisa segera terwujud.

“Mudah – mudahan pencapaian vaksinasi di Kabupaten Pamekasan semakin bagus, terima kasih kepada Kapolda jatim, Bupati Pamekasan, Kapolres, Dandim 0826, warga Pamekasan dan rekan-rekan Media atas kerjasamanya, sehingga pelaksanaan vaksinasi baik dosis 1, 2 dan 3 bisa berjalan lancar”, Ucapnya.

Perlu diketahui, saat memantau pelaksanaan vaksinasi Covid -19 di Kabupaten Pamekasan, Kabareskrim Polri bersama Kapolda Jatim, Bupati Pamekasan, Kapolres Pamekasan, Dandim 0826 Pamekasan dan Kadinkes Pamekasan memberikan bingkisan sembako secara simbolis kepada warga yang sudah divaksinasi.

Kapolda Jatim Beri Pembekalan Siswa Diktuk Bintara Polri dan Dikmaba TNI AD di SPN Mojokerto

 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim berikan pembekalan pengantar tugas, dan pemberian motivasi kepada Siswa Diktuk Bintara Polri dan Dikmaba TNI AD di Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto Polda Jatim, pada Selasa (14/12/2021).

Kegiatan diawali dengan Laporan singkat Ka SPN Mojokerto Polda Jatim, terkait situasi dan kondisi siswa Diktukba Polri serta Siswa Integrasi Dikmaba TNI AD yang ada di SPN Mojokerto Polda Jatim.

Kegiatan yang dilaksanakan di SPN Mojokerto adalah program pendidikan dan pelatihan fungsi teknis serta pembentukan Perwira SIP angkatan 49, dan pendidikan alih golongan tahun 2020.

Sedangkan jumlah siswa yang melaksanakan pendidikan di SPN Mojokerto Polda Jatim tahun 2021 sebanyak 1.381 orang, yang teridiri dari 2 gelombang, dengan rincian gelombang 1 sebanyak 631 orang, dan gelombang 2 sebanyak 750 orang, serta siswa terintegrasi dari TNI AD sebanyak 22 orang, dengan didampingi 2 pembina.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan pengantar tugas dan pemberian motivasi oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta kepada Siswa Diktuk Bintara SPN Mojokerto Polda Jatim tahun 2021.

Pendidikan di SPN Mojokerto Polda Jatim merupakan suatu proses pembentukan anggota Polri, yang diharapkan kedepan anggota Polri siap melaksanakan tugas kedepan.

Berbagai perubahan yang ada di masyarakat harus kita respon agar kita dapat menghadapi perubahan maupun tantangan yang ada di masyarakat, sehingga tugas pokok yang diemban yaitu Harkamtibmas dan penegakan hukum dapat berjalan dengan baik.

Jaga hati dan fikiran dalam melaksanakan tugas sehingga terhindar dari hal hal yang merugikan baik diri sendiri, keluarga maupun institusi Polri.

“Dalam pelaksanaan tugas agar mempedomani Tugas, Wewenang dan Tanggung jawab (TWT) dan Iman, Kemauan dan Pengetahuan (MANTAP) serta gunakan komunikasi yang baik sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik,” jelasnya orang nomer satu di kepolisian Jawa Timur itu.

Usai memberikan pembekalan pengantar tugas, dan pemberian motivasi, Kapolda Jatim bersama PJU Polda Jatim lanjut melakukan pengecekan fasilitas yang ada di SPN Mojokerto Polda Jatim.

Polda Jatim Turunkan 14 Alat Berat untuk Bantu Evakuasi Korban

Polda Jawa Timur turunkan 14 alat berat excavator untuk membantu evakuasi bencana erupsi gunung Semeru. 14 alat berat ini nantinya akan beroperasi di dua desa yang memerlukan bantuan alat berat.

Sebanyak 14 alat berat yang diturunkan oleh Polda Jatim ini nantinya akan beroperasi di dua desa, diantaranya dusun Curah Kobokan, desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. disiapkan 4 unit alat berat excavator, dan 10 unit excavator disiapkan di desa Jarit Kecamatan Pasirian.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman mengatakan, nantinya alat berat ini akan beroperasi di desa yang memerlukan alat berat, untuk membantu dalam melakukan pencarian dan evakuasi korban.

“Alat berat ini nantinya dioperasikan oleh Polres Lumajang yang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana erupsi Gunung Semeru,” ujar Kombes Pol Farman.

“Selain itu, kita juga menyiagakan 8 unit dump truk, 1 unit truk tangki berisi BBM solar, dan 2 unit truk pengangkut excavator, ” pungkasnya.

Kombes Pol Farman menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan petugas yang berada di lokasi bencana untuk membantu dalam percepatan penanganan bencana erupsi Semeru ini.

Biro SDM Polda Jatim Beri Dukungan Psikososial dan Pertolongan Pertama Psikologis pada Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

SURABAYA – Kabag Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jawa Timur, mendukung Psikososial dan pertolongan pertama Psikologis pada warga terdampak Erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kegiatan dilaksanakan pada hari kedua, pada Senin (6/12)2021) yang dilaksanakan pengungsian di Kecamatan Candipuro dan di lokasi pengungsian yang dilaksanakan di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Selain itu juga dilaksanakan di lokasi pengungsian warga di Gedung Koperasi Dwija Raharja, Kecamatan Candipuro dan terakhir di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Kegiatan ini menyasar masyarakat terutama yang terdampak Erupsi Gunung Semeru. Terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, manula dan perempuan.

Personil yang dilibatkan dalam kegiatan ini, Tim Trauma Healing Polda Jatim, yang dipimpin Karo SDM Polda Jatim KBP Harry Kurniawan, Kabag Psikologi AKBP Diah Ika Riantanti, Kabag SDM Polres Lumajang, Tim Polwan Biro SDM Polda Jatim 15 orang, Pers Bagpsi Ro SDM Polda Jatim, Konselor Polres Lumajang satu orang, Konselor Polres Jember empat orang, Konselor Polres Malang empat orang dan Himpsi Cabang Jember 25 orang.

“Kegiatan yang dilakukan yakni, berkoordinasi dengan Polres Lumajang, BPBD, Tim Dinsos, Koordinator Balai Desa dan stake holder terkait, serta peninjauan fasilitas pengungsian warga dan dapur umum,” kata Karo SDM Polda Jatim KBP Harry Kurniawan, Selasa (7/12/2021).

Selain itu juga melakukan observasi warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru dan pemberian bantuan berupa masker, suplemen, puzzle, snack ringan, susu, buku gambar dan crayon.

“Terapi bermain dengan sasaran anak-anak bernyanyi, games, story telling cerita anak, pemberian Bantuan Psikologis Awal terhadap warga dan anak-anak,” lanjutnya.

Kegiatan sendiri tidak hanya dilakukan satu hari saja, di hari ketiga pada hari, Selasa (7/12/2021) juga masih memberikan dukungan Psikososial dan pertolongan pertama Psikologis, pada korban Erupsi Gunung Semeru.

Kegiatan di hari ketiga pasca terjadinya erupsi gunung semeru, dilaksanakan di lokasi pemgungsian di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro dan di lokasi pengungsian Kecamatan Candipuro.

Sementara itu di lokasi pengungsian di Desa Sumbermujur sebanyak, anak – anak 121 orang, Lansia 46 orang, Ibu hamil 1 orang serta umum 532 orang.

Personil yang terlibat di kegiatan di hari ketiga ini masih dipimpin Karo SDM Polda Jatim KBP Harry Kurniawan, yang diikuti oleh Kabag Psikologi AKBP Diah Ika Riantanti, Psikolog. Kabag SDM Polres Lumajang, Tim Polwan Ro SDM Polda Jatim,bBagpsi Ro SDM Polda Jatim, Dispsi AL Surabaya, Konselor Polres Lumajang 1 orang, Konselor Polres Jember 4 orang, Konselor Polres Probolinggo 2 Orang.

“Kegiatan ini juga berkoordinasi dengan Polres Lumajang, Konselor Lumajang dan Koordinator Lapangan Penanganan Bencana, Observasi warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru, Terapi EFT untuk warga manula untuk meredakan stress, mengurangi ketegangan dan meningkatkan hubungan antara tubuh dan pikiran,” pungkasnya.

 

Kapolri Paparkan Langkah Jangka Pendek dan Menengah Tangani Erupsi Gunung Semeru

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi langsung penanganan bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12/2021).

Dalam peninjauan ini, Kapolri melihat kesiapan satgas gabungan baik dari Basarnas, BNPB, Pemprov, TNI dan Polri dalam melakukan langkah-langkah mulai dari evakuasi hingga penanganan korban selamat.

“Kita lihat kesiapan dari satgas untuk melakukan langkah-langkah mulai dari bagaimana merawat masyarakat yang ditemukan dalam kondisi luka, kemudian ada juga kesiapan dari tim DVI untuk mendapatkan masukan dari masyarakat sekitar yang tentunya dilakukan dengan kegiatan evakuasi dan pencarian bagi masyarakat yang dilaporkan hilang. Td dilaporkan ada 22 orang yang ditemukan dan ada proses mengenali antemortem dan postmortem,” kata Sigit di Lumajang.

Kemudian, Sigit menuturkan ada juga kegiatan satgas gabungan yang mengelola masyarakat untuk ke tempat pengungsian karena memang tempat tinggalnya terdampak. Selain itu, satgas gabungan juga melakukan trauma healing kepada korban dampak erupsi.

“Semuanya berjalan dengan baik. Teman-teman dari basarnas, BNPB, TNI, Polri semuanya bekerja sangat baik bersinergi,” ujar Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan ada beberapa langkah yang dilakukan satgas gabungan baik dalam jangka pendek maupun menengah pasca terjadinya erupsi Gunung Semeru.

Jangka pendeknya, satgas gabungan melanjutkan proses pencarian dan evakuasi terhadap korban yang belum ditemukan.

“Kemudian jangka menengah tadi kami mendapat banyak masukan dan harapan dari masyarakat karena ada jembatan putus yang menghubungkan lokasi Lumajang ke arah Malang,” kata mantan Kapolda Banten tersebut.

Menurutnya hal ini penting dan perlu dilakukan langkah cepat untuk membuat jalur alternatif transportasi yang baru agar distribusi bantuan dan perawatan korban luka bisa berjalan dengan baik.

“Ini perlu ada langkah cepat alternatif jalur transportasi yang baru dan ini sangat penting tentunya untuk mengirimkan distribusi bantuan dan tentunya perawatan lanjutan terhadap korban-korban saat ini sedang dirawat karena memang ada beberapa kondisi yang sudah membaik, dan ada juga dalam kondisi kritis dan ada perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Sigit pun meminta satgas gabungan merelokasi masyarakat sekitar lokasi erupsi Gunung Semeru. Hal ini dilakukan agar tak ada lagi korban jiwa jika terjadi erupsi susulan.

“Sekali lagi kami memberikan semangat ke rekan-rekan yang bertugas dan kita harapkan seluruh kegiatan pasca bencana ini betul-betul bisa terlaksana dengan baik dan semuanya bisa menjalankan aktivitas sehari-hari, setelah tahapan-tahapan yang dilaksanakan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sigit menyempatkan untuk meninjau langsung posko darurat bencana, penanganan rumah sakit, posko DVI dan tempat trauma healing.

Hari Disabilitas International, Polres Jember Berikan Kejutan Kepada Siswa SLB Negeri Branjangan

JEMBER – Dalam rangka Memperingati Hari Disabilitas International 2021, Polres Jember berikan kejutan kepada Siswa SLB Negeri Branjangan yang terletak di Kelurahan Bintoro Kecamatan Patrang Kabupaten Jember, Jum’at siang (03/12/2021). Kejutan tersebut disambut langsung oleh Arida Choirun Nisa Kepala Sekolah SLB Negeri Branjangan beserta dewan guru dan puluhan siswa-siswinya.

Arida Choirun Nisa mengatakan dirinya sangat mengapresiasi Polres Jember. Menurutnya ini adalah kado istimewa. Pasalnya, telah 1 tahun SLB beralih menjadi status negeri.

“Bagi kami hal semacam ini adalah bentuk keperdulian para pemangku kepentingan. Perhatian banyak pihak seperti ini menjadi pemicu semangat para muri kami,” katanya.

Dirinya berharap kedepan ada kerjasama antara SLB Negeri Branjangan dengan Polres Jember dalam bentuk pembelajaran ataupun sosialisasi tentang lalu lintas dan pemahaman tentang tugas-tugas kepolisian.

“Jumlah siswa SLB Negeri Branjangan 131 orang terbagi SD, SMP dan SMA mereka semua sangat butuh pengetahuan tentang apa yang menjadi tugas-tugas kepolisian,” tuturnya.

Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika, SIK. yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, selain memberikan kejutan bagi mereka para disabilitas, Polres Jember memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada mereka.
“Sebanyak 30 siswa/i kami beri sembako, namun bansos tersebut bukan menjadi ukuran kegiatan ini. Yang jelas kedatangan kami dari Polres Jember ingin memberikan support kepada mereka untuk tetap semangat dengan keterbatasan mereka,”katanya.

Kemudian Kadek Ary menuturkan, keterbatasan bukanlah menjadi kendala. Mereka mempunyai mimpi yang sama dan hak yang sama dengan yang lain.

“Justru keterbatasan mereka memotivasi saya beserta jajaran agar selalu bersyukur. apa yang menajdi semangat mereka patut kita contoh,” katanya.

Kemudia dirinya berharap kepada seluruh masyarakat agar dapat memberikan akses dan hak yang sama untuk mereka, dengan kompetensi dan keilmuan yang mereka miliki.

(Sumber : Humas Polres Jember)

Apel Kasatwil, Kapolri Minta Capaian Positif Penanganan Covid Dipertahankan Hingga Kebiasaan Untuk Berbuat Baik

BALI – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan beberapa hal penting dalam Apel Kasatwil Polri. Dihadapan personel, Ia meminta agar capaian pengendalian pandemi Covid-19 yang sudah sangat baik terus dipertahankan. Atas hal ini, Kapolri mengapresiasi seluruh kerja keras personel Polri dalam penganganan Covid-19 selama ini.

“Dalam kesempatan ini saya selaku Kapolri mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya pada seluruh personel Polri baik di Mabes, Polda, maupun di pulau terjauh, terpencil yang telah melaksanakan seluruh kerja kerasnya. Keberhasilan penanganan Covid-19 tidak lepas dari kerja keras rekan-rekan semua. Saya ucapkan makasih dan apresiasi setinggi tingginya,” kata Kapolri saat memberikan pengarahan Apel Kasatwil, Jumat (3/12) malam.

Mantan Kapolda Banten ini menilai, kerja keras yang dilakukan seluruh personel Polri dalam menangani pandemi Covid-19 membuahkan optimisme bangkitnya negara untuk bisa keluar dari hantaman Pandemi.

Disamping itu, lanjutnya, dengan laju Covid-19 yang dapat dikendalikan dengan baik maka Indonesia berhasil dan sukses menyelenggarakan sejumlah event nasional seperti PON di Papua, maupun internasional World Superbike di Mandalika, NTB serta
Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali yang sedang berlangsung.

Bahkan, berkat kerja keras bahu membahu tangani Covid-19, Kapolri menekankan, Indonesia dipercaya untuk menyelenggarakan Presidensi G20 dan event MotoGP di Sirkuit Mandalika.

“Karena itu tentunya dalam kesempatan ini saya dorong rekan-rekan terus pertahankan posisi yang diraih berbagai pencapaian dan ucapan apresiasi ke seluruh rekan-rekan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus pertahankan,” ujar Kapolri.

Masih dalam sambutannya, Kapolri menyinggung transformasi menuju Polri Presisi. Terkait hal itu mantan Kabareskrim ini menekankan bahwa hal itu bisa menjadi upaya untuk menjawab tantangan masyarakat yang mengharapkan Polri lebih baik. Disamping itu, transformasi perubahan adalah sebuah keharusan sebagai organisasi modern.

Dari evaluasi pencapaian transisi menuju Polri Presisi, Kapolri melihat kuantitas capaian sudah cukup bagus. Dimana rata-rata di atas 95 persen. Meski secara kuantitas positif, Ia mengharapkan agar kualitas dari program-program yang dibuat serta inovasi yang dilakukan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Karena jargon salam Presisi tidak hanya berhenti sampai disitu. Tapi gimana kemudian salam Presisi betul-betul dirasakan di hati masyarakat,” ucap Sigit.

Oleh sebab itu, dalam kerangka ini Kapolri meminta agar seluruh jajarannya menghindari tindakan-tindakan kontraproduktif yang berdampak kepada organisasi. Untuk itu, lanjut Kapolri, oknum-oknum yang manfaatkan situasi sehingga mencemari dan menciderai, ia mengingatkan agar mereka menghormati komitmen personel lain yang sudah bekerja dengan baik.

“Artinya secara kuantitas turun, namun hanya beberapa peristiwa pelanggaran yang kemudian diviralkan maka kepercayaan publik ke kita langsung turun,” kata Kapolri.

Kapolri mengingatkan sekali lagi, bahwa transformasi perubahan mutlak harus dilakukan dan menjadi arus pikir bersama seluruh personel. Pasalnya, kata dia, Polri sebagai organisasi besar harus menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan ditengah perkembangan zaman.

Lantas Kapolri mengurai, setiap personel Polri wajib memiliki tiga kompetensi didalamnya, yakni kompetensi teknis, hal ini terkait dengan profesionalisme. Kompetensi leadership yang mumpuni saat memimpin dari satuan terkecil hingga terbesar dan kompetensi etika.

Kapolri tak cukup khawatir dengan dua kompetensi yang ia anggap telah dimiliki seluruh personel. Namun ia menitik beratkan kompetensi etika, yakni bagaimana mengubah kultur budaya organisasi dalam benaknya.

“Yang paling sulit kompetensi etika inilah yang tentunya akan mereka kultur dan budaya organisasi gimana kita tanamkan nilai baik untuk dibiasakan sehingga itu menjadi perilaku keseharian itu menjadi suatu modal keutamaan tanpa kita sadar kalau ini bisa kita lakukan maka risiko untuk lakukan pelanggaran akan berkurang,” papar Kapolri.

Kapolri sangat yakin, jika dapat mengubah kultur budaya organisasi maka bisa dipastikan Polri akan sangat betul-betul dicintai dan sangat dekat dengan masyarakat.

“Ini adalah hal yang mungkin paling sulit karena memang gimana kita harus mampu mengubah dari zona nyaman namun disisi lain ini harus kita lakukan. Apabila kita ingin organisasi kita jadi baik, apabila kita ingin anggota kita baik, tanamkan budaya untuk berbuat baik. Ini harus dilakukan berulang-ulang,” ujar Kapolri.

Selanjutnya, manajemen metode yang dimana transformasi Polri Presisi untuk mengedepankan pola Pemolisian Prediktif guna mencegah dan menyelesaikan segala permasalahan sosial dan kejahatan di masyarakat. Hal itu juga mengatur soal tugas dengan melakukan pendekatan Pre-emtif, Preventif dan Represif.

“Kedepan tentunya kita juga menginginkan Polri dapat memanfaatkan teknologi informasi yang dapat terkoneksi dengan satu kesatuan big data, contohnya yang dimiliki Kemenkes untuk aplikasi PeduliLindungi. Ini tentunya menjadi sangat baik apabila kita dapat mengelola semua data menjadi satu antara kementerian/lembaga. Sehingga peristiwa di suatu tempat dapat kita baca dan kita lakukan upaya Pre-emtif dan Preventif sebelum kejahatan terjadi. Ini merupakan cita-cita dan harapan kedepan,” kata Kapolri.

Selanjutnya soal manajemen sarana dan prasarana. Dalam hal ini, jajaran Polri diminta untuk terus menyesuaikan lingkungan strategis yang akan dihadapi kedepannya. Dalam hal ini, tentunya harus dipastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan tugas disiapkan guna menghadapi tantangan tugas kedepannya.

Dan keempat adalah manajemen anggaran. Untuk hal ini, Kapolri meminta untuk terus mempertahankan tren positif yang ada dengan cara terus melaksanakan tugas dengan baik dan mempertanggungjawabkan kepercayaan yang telah diberikan oleh negara terhadap Polri.

Masih dalam pengarahannya, Kapolri juga menyinggung soal jiwa kepemimpinan yang harus bisa menjadi teladan bagi seluruh anggotanya. Sehingga, transformasi pengawasan harus terus dilaksanakan kedepannya. Karena itu para Kasatwil, kata Kapolri, harus mau turun ke bawah untuk mengetahui permasalahan dan kesulitan apa yang dihadapi oleh jajarannya.

“Sehingga pada saat kita ambil keputusan atau memberikan perintah, akhirnya perintah tersebut benar. Jadi sangat penting bagaimana saat situasi sulit kita turun ke lapangan. Kemudian kita ambil langkah untuk ambil alih terhadap permasalahan yang ada. Ini menjadi penting,” ujar Kapolri.

Tak hanya itu, menurut Kapolri, pemimpin harus mampu memberikan pemahaman terhadap anggota untuk membiasakan berbuat baik mulai dari hal terkecil. Dengan membiasakan berperilaku positif, hal tersebut akan selalu tertanam dalam mindset sehari-hari. Tentunya itu memiliki dampak untuk perseorangan maupun organisasi.

“Kita tentunya harus kita biasakan lakukan hal-hal yang sifatnya berbuat baik. Mulai dari hal kecil saja, seperti misalnya kegiatan menyeberangkan anak-anak kecil, orng tua, dorong mobil. Hal kecil seperti itu,” tutup Kapolri.

Presiden Jokowi: Lomba Mural Kapolri Hasilnya Positif

 

Jakarta – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi atas niat baik Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memberikan ruang kebebasan berekspresi dan berpendapat bagi masyarakat.

Jokowi menyatakan bahwa kegiatan festival atau lomba seni mural Piala Kapolri 2021 telah menciptakan iklim yang positif dalam proses demokrasi di Indonesia. Apalagi, dalam event itu, Polri mempersilahkan kepada masyarakat untuk menyampaikan ekspresi berupa kritik bernada negatif maupun positif.

“Ini kebebasan berpendapat tetapi kalau menyebabkan ketertiban masyarakat di daerah menjadi terganggu beda soal. Sehingga saya apresiasi, karena dibalik oleh Kapolri membuat lomba mural dan saya kira hasilnya positif,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan di Apel Kasatwil Polri, Bali, Jumat (3/12/2021).

Bahkan, Jokowi mengaku, kerap mengaku mendapatkan kritikan dari masyarakat, diantaranya lewat mural. Namun hal itu, tidak dipermasalahkan oleh Jokowi.

“Urusan mural aja ngapain sih. Saya mau di hina, dicaci, difitnah udah biasa. Ada mural aja takut,” ujar Jokowi.

Sedikit kilas balik soal niat baik dari Kapolri yang menggagas Festival Mural 2021. Menurut Sigit, acara tersebut lahir ketika ramai permasalahan soal munculnya mural ‘Jokowi 404: Not Found’.

Lantaran menghormati kebebasan berekspresi dan berpendapat sebagaimana instruksi Presiden Jokowi, Sigit memutuskan untuk memberikan kesempatan atau ruang kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya lewat mural.

“Kami sebagai institusi Polri. Memegang teguh aturan yang ada arahan dari Bapak Presiden terkait kebebasan berkespresi. Sehingga tentunya, ini adalah bukti bahwa kami menghormati kebebasan berekspresi dan ide ini muncul dari diskusi-diskusi karena muncul peristiwa 404 Presiden Jokowi Not Found,” ujar Sigit.

Dengan diselenggarakannya festival mural, Sigit memastikan bahwa, baik Pemerintah maupun Polri tidak anti-kritik dari masyarakat. Justru, kata eks Kapolda Banten itu, masukan yang ada akan dijadikan bahan evaluasi untuk yang lebih baik kedepannya.

“Pemerintah dan polisi tidak anti-kritik. Kita memberikan kebebasan berekspresi sebagai penyaluran dari aspirasi dan persepsi masyarakat tentang Pemerintah dan Polri. Yang tentunya itu menjadi bagian evaluasi kami untuk bisa menjadi lebih baik,” ucap mantan Kabareskrim Polri itu.

Sigit menyadari, kedepannya Polri masih harus melakukan pembenahan internal guna mewujudkan harapan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara. Sigit memastikan, pihaknya akan terus membuka ruang kepada warga, untuk memberikan kritik dan masukan untuk menciptakan kepolisian yang lebih baik, diharapkan dan dicintai masyarakat.

Semangat anti-kritik, kata Sigit sudah digelorakan sejak dirinya mengusung konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan) di internal Polri. Menurut Sigit, gagasan itu lahir karena semangat perubahan yang lebih baik untuk institusi Polri.

“Semangat awal mengusung konsep Presisi untuk mewujudkan Polisi yang tegas namun tetap humanis masih terus berjalan hingga saat ini. Dalam proses menuju lebih baik tentu ada dinamika yang berkembang. Karena itu, segala kritik dan masukan yang ada, akan dijadikan bahan evaluasi untuk Polri jauh lebih profesional dan baik lagi,” tutup Sigit.