Jelang Nataru Polda Jatim Kembali Musnahkan Barang Bukti 9,3kg Sabu

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur terus menunjukkan komitmen kuat dan konsisten dalam memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba sekaligus penyampaian capaian pengungkapan kasus narkotika sepanjang Tahun Anggaran 2025, pada Kamis (18/12/2025).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, dalam pemusnahan barang bukti Narkoba ini hasil pengungkapan 24 perkara dengan jumlah tersangka sebanyak 40 orang.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini berupa narkotika jenis sabu dengan berat total 9.335,43 gram serta ekstasi 3 butir,” kata Kombes Pol J. Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menerangkan, dari 23 perkara yang diungkap Ditresnarkoba Polda Jatim, Polisi berhasil mengamankan 38 tersangka dengan barang bukti sabu seberat 1.476,91 gram dan ekstasi sebanyak 3 butir.

Sementara itu Polresta Sidoarjo mengungkap satu perkara dengan 2 tersangka dengan barang bukti sabu seberat 7.858,52 gram.

Dikesempatan yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Pol Robert Da Costa, menyampaikan dalam paparannya bahwa pengungkapan kasus narkoba di Jawa Timur selama tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan.

“Selama periode Januari hingga Desember 2025, Polda Jatim berhasil mengungkap sebanyak 5.924 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 7.617 orang,” ujar Kombes Pol Robert.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan sepanjang tahun 2025 meliputi 292.488 gram sabu; 103.782 gram dan 960 batang tanaman ganja; 60.989 butir ekstasi; 4,70 gram kokain; dan 8.610.473 butir obat-obatan keras.

“Dibanding tahun 2024, pengungkapan kasus narkoba pada 2025 meningkat 6,49 persen, sementara jumlah tersangka meningkat 9,14 persen,” ujar Kombes Pol Robert.

Ia juga menjelaskan bahwa pemusnahan barang bukti narkoba telah dilakukan beberapa kali sepanjang tahun 2025.

Pada Juni 2025, Polda Jatim memusnahkan 49 kg sabu dan 2.860 butir ekstasi, serta 5.688.600 butir obat keras.

Selain itu, pemusnahan bersama Bareskrim Polri juga dilakukan terhadap 85,3 kg sabu.

“Pada hari ini, kita kembali melaksanakan pemusnahan barang bukti dari 24 kasus dengan 40 tersangka, di mana 22 kasus di antaranya merupakan perkara yang telah dilakukan restorative justice,” terang Kombes Pol Robert.

Dari total pengungkapan tersebut, Polda Jatim diperkirakan telah berhasil menyelamatkan sekitar 4,8 juta jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk terus menggalakkan pencegahan dan pemberantasan narkoba demi mewujudkan Jawa Timur yang lebih maju dan mendukung Indonesia Emas,” ucap Kombes Pol Robert.

Pada kesempatan tersebut, Kombes Pol Robert Da Costa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari BNNP Jawa Timur, Bea Cukai, Angkasa Pura, Pelindo, kejaksaan, pengadilan, hingga seluruh stakeholder dan personel Ditresnarkoba Polda Jatim yang terus bekerja tanpa lelah dalam memberantas peredaran narkoba di Jawa Timur.

Pelayanan Prima SPKT Polres Batu, Berkas Kehilangan Selesaikan dalam 5 Menit

Pelayanan Prima SPKT Polres Batu, Berkas Kehilangan Selesaikan dalam 5 Menit

Kota Batu – Polres Batu terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah cepatnya proses pelayanan pembuatan Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK) yang dapat diselesaikan hanya dalam waktu kurang lebih 5 menit.

Pelayanan cepat ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang datang ke SPKT Polres Batu untuk melaporkan kehilangan dokumen penting.

Setibanya di ruang SPKT, pelapor langsung disambut oleh petugas piket yang ramah dan responsif.

Petugas segera melakukan pemeriksaan identitas, pendataan laporan, hingga proses administrasi secara sistematis dan terintegrasi, sehingga tidak membutuhkan waktu lama.

Dengan dukungan sistem pelayanan yang modern serta kesiapsiagaan personel, proses pembuatan berkas kehilangan berjalan efektif dan efisien.

Mulai dari penerimaan laporan, penginputan data, verifikasi, hingga pencetakan surat keterangan kehilangan, seluruh rangkaian proses dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit tanpa prosedur yang berbelit-belit.

Kabag Ops Polres Batu, Kompol Anton Widodo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kecepatan pelayanan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Untuk laporan kehilangan, apabila persyaratan lengkap, prosesnya bisa kami selesaikan kurang lebih 5 menit. Ini merupakan wujud pelayanan prima SPKT Polres Batu,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain kecepatan, SPKT Polres Batu juga mengedepankan sikap humanis dan profesional dalam setiap pelayanan.

Petugas dituntut untuk bersikap ramah, sopan, serta memberikan penjelasan yang mudah dipahami oleh masyarakat terkait alur dan manfaat surat kehilangan yang diterbitkan.

Pelayanan prima ini sejalan dengan program Polri Presisi yang menekankan pada prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

SPKT sebagai garda terdepan pelayanan kepolisian diharapkan mampu menjadi wajah Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat.

Melalui peningkatan kualitas pelayanan di SPKT, Polres Batu berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Ke depan, Polres Batu akan terus melakukan evaluasi dan inovasi pelayanan guna memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas, sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.(*)

Polres Magetan Gelar Advokasi Satgas TPPO Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

MAGETAN – Polres Magetan Polda Jawa Timur bersama Pemerintah kabupaten setempat menggelar kegiatan Advokasi Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (Satgas TPPO) di Gedung Pesat Gatra Polres Magetan, Rabu (17/12).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Magetan.

Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo menegaskan bahwa Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) perlu diantisipasi sejak dini.

Menurutnya TPPO kerap melibatkan unsur kekerasan, ancaman, hingga penipuan dengan modus pemberian pekerjaan, termasuk tawaran bekerja ke luar negeri sebagai TKW.

Hal itu terungkap saat Sat Reskrim Polres Magetan Polda Jatim berhasil menangani kasus TPPO di wilayah Kabupaten Magetan.

Kompol Dodik menekankan untuk penanganan kasus TPPO itu sinergi lintas sektor menjadi kunci utama pencegahan.

“Pembentukan dan penguatan Satgas TPPO ini bertujuan untuk mengurangi, mencegah, dan memberantas TPPO di Kabupaten Magetan melalui langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum,” ujar Kompol Dodik.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya calon tenaga kerja wanita (TKW) yang akan bekerja ke luar negeri, agar lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih perusahaan penyalur tenaga kerja.

“Pastikan PT penyalur tenaga kerja tersebut berlisensi resmi dan bukan ilegal, serta selalu waspada terhadap tawaran pekerjaan dengan gaji yang menggiurkan,” tegas Kompol Dodik.

Ia mengatakan pentingnya peran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan untuk melakukan pengecekan berkala terhadap PT penyalur tenaga kerja luar negeri yang beroperasi di wilayah Magetan.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Magetan Medi Santoni, dalam paparannya menjelaskan bahwa sanksi pidana TPPO telah diatur secara tegas dalam UU Nomor 1 Tahun 2023.

Undang – undang tersebut secara spesifik mengatur tindak pidana perdagangan orang, mencakup proses peradilan, serta perlindungan terhadap korban dan saksi.

Ia mengungkapkan bahwa kasus TPPO paling banyak terjadi pada pekerja TKW di luar negeri, dengan modus yang semakin kompleks.

“Modus operandi TPPO umumnya dilakukan secara tersamar, terputus, dan tersistem sangat rapi, sehingga sulit dideteksi oleh korban,” ungkapnya.

Beberapa modus yang kerap ditawarkan pelaku antara lain persyaratan kerja yang dipermudah, gaji sangat tinggi, program beasiswa dan pelatihan gratis, fasilitas mewah, pendekatan kepada keluarga korban, penawaran melalui media sosial, hingga sistem pembayaran yang dapat dicicil.

Melalui kegiatan advokasi ini, diharapkan seluruh peserta, mulai dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, hingga perangkat desa dan masyarakat, memiliki pemahaman yang sama serta mampu menjadi agen pencegahan TPPO di lingkungan masing-masing.

Polres Magetan Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Kabupaten Magetan yang aman dan bebas dari praktik perdagangan orang.

Polantas Polres Gresik Tambal Jalan Berlubang Demi Keselamatan Pengendara

GRESIK – Upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) terus digencarkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik Polda Jawa Timur.

Jajaran kepolisian bergerak cepat melakukan penambalan sejumlah jalan berlubang di sepanjang ruas Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo (SHD), salah satu jalur utama dan padat kendaraan di Kabupaten Gresik.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi A., bersama Tim Khusus (Timsus) Unit Turjawali.

Aksi respons cepat ini dilakukan saat petugas melaksanakan patroli rutin sekaligus pengecekan jalur rawan kecelakaan (troublespot) di kawasan Bunder.

Saat mendapati kondisi aspal yang berlubang dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, petugas langsung mengambil tindakan.

Tanpa menunggu lama, anggota Timsus Satlantas Polres Gresik secara swadaya mengupayakan material dan melakukan penambalan darurat pada titik-titik kerusakan tersebut.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, mengatakan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk antisipasi dini guna meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas, terutama menjelang meningkatnya volume kendaraan pada masa libur Nataru.

“Jalan berlubang menjadi salah satu faktor yang kerap memicu terjadinya kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua,”ujar AKP Nur Arifin, Rabu (17/12).

Oleh karena itu, menurut Kasatlantas Polres Gresik, penanganan cepat sangat diperlukan agar masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman.

Aksi tambal sulam darurat ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap keselamatan pengguna jalan.

Dengan tertutupnya lubang-lubang di sepanjang Jalan Dr. Wahidin SHD, diharapkan potensi kecelakaan dapat ditekan dan arus lalu lintas tetap lancar.

Satlantas Polres Gresik juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara serta segera melaporkan apabila menemukan kerusakan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya

Polres Jember Terjunkan Personel Bantu Warga Terdampak Banjir

JEMBER – Intensitas luapan air sungai yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember Jawa Timur mengakibatkan bencana bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai pada Selasa (16/12) yang lalu.

Merespons kondisi tersebut, Polres Jember Polda Jatim bergerak cepat melakukan penanganan dan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.

Bersama Sat Brimob, BPBD, relawan, serta instansi terkait, Polres Jember Polda Jatim bahu membahu melaksanakan kerja bakti membersihkan rumah dan lingkungan warga yang terdampak luapan air.

Lumpur, sampah, serta material sisa banjir dibersihkan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Selain kerja bakti, Polres Jember Polda Jatim juga menyalurkan nasi bungkus kepada warga terdampak.

Bantuan tersebut diberikan karena banyak warga tidak dapat memasak akibat bahan makanan dan peralatan dapur mereka hanyut terbawa arus luapan air sungai.

Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat saat bencana merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian kemanusiaan.

“Kami berupaya hadir secepat mungkin untuk membantu masyarakat. Selain pembersihan lingkungan, kami juga menyalurkan bantuan makanan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” ujarnya, Rabu (17/12).

Menurut AKBP Bobby, sinergitas semua pihak menjadi kunci percepatan penanganan bencana ini.

Polres Jember Polda Jatim memastikan akan terus melakukan pemantauan kepada warga terdampak hingga kondisi benar-benar pulih, serta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan luapan susulan.

Wujudkan Keamanan Ibadah Natal, Bhabinkamtibmas Songgokerto Kawal Perayaan di GKMI Sobat

  

BATU – Jajaran Kepolisian Sektor Batu terus berkomitmen memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah perayaan Natal 2025. Hal ini ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Songgokerto, Aipda Junaedi Salam, yang melaksanakan pengamanan (PAM) dan monitoring Ibadah Natal di Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Sobat, Jalan Delima, Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Rabu (17/12/2025) malam.

Kegiatan ibadah yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 200 jemaat. Ibadah dipimpin langsung oleh Pendeta Daniel dengan mengangkat tema khotbah “Telah Datang Kristus Juruselamat Dunia”.

Kehadiran Aipda Junaedi Salam di lokasi bertujuan untuk memastikan rangkaian ibadah berjalan khidmat tanpa gangguan keamanan. Selain melakukan penjagaan di area gereja, Bhabinkamtibmas juga berkoordinasi dengan pengurus gereja untuk memantau kelancaran arus lalu lintas dan parkir kendaraan jemaat di sekitar Jalan Delima.

“Kami hadir untuk memastikan saudara-saudara kita dapat beribadah dengan tenang dan nyaman. Ini adalah bagian dari tugas Polri dalam menjaga toleransi dan kondusivitas wilayah, khususnya menjelang puncak perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Aipda Junaedi.

Hingga rangkaian ibadah berakhir, situasi di lokasi terpantau aman, lancar, dan sangat kondusif. Pihak gereja pun menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Polri yang senantiasa menjaga keamanan jemaat di setiap kegiatan keagamaan.

Kawal Transparansi, Bhabinkamtibmas Desa Tlekung Pantau Seleksi Perangkat Desa di Balai Desa

BATU, JUNREJO – Guna memastikan tahapan seleksi perangkat desa berjalan aman, tertib, dan transparan, Bhabinkamtibmas Desa Tlekung, Aiptu Dadang Rudianto, melaksanakan kegiatan monitoring penerimaan seleksi perangkat desa yang bertempat di Balai Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kamis (18/12/2025) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini difokuskan pada pengawasan proses seleksi untuk dua jabatan strategis, yakni Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dan Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Desa Tlekung. Kehadiran pihak kepolisian bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan tidak adanya intervensi atau gangguan selama proses administrasi berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula perwakilan dari berbagai unsur terkait, di antaranya Warumo selaku Ketua Panitia Seleksi, Arifin dari staf perangkat Desa Tlekung, serta Nuryasin yang menjabat sebagai Kasi Perencanaan Kecamatan Junrejo.

Aiptu Dadang Rudianto menjelaskan bahwa monitoring ini adalah bentuk sinergi antara Polri, jajaran Pemerintah Desa, dan pihak Kecamatan.

“Kehadiran kami di sini untuk memastikan seluruh prosedur dijalankan sesuai aturan yang berlaku, sehingga menghasilkan perangkat desa yang kompeten dan amanah,” ujarnya.

Selain melakukan pengawasan, Aiptu Dadang juga menyempatkan diri memberikan imbauan Kamtibmas kepada warga dan panitia. Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan di wilayah Tlekung adalah prioritas.

“Kami juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat, apabila membutuhkan pelayanan kepolisian atau melihat hal-hal yang mencurigakan, segera hubungi Call Center 110. Kami siap melayani 24 jam,” tambah Aiptu Dadang.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan pemantauan seleksi perangkat desa tersebut berjalan dengan situasi yang aman, lancar, dan kondusif.

Korpolairud Baharkam Polri Lakukan Normalisasi Sekolah Terdampak Lumpur di Padang Pariaman

Padang Pariaman – Sebanyak 29 personel Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri melaksanakan kegiatan normalisasi lingkungan sekolah yang dipenuhi lumpur dan sampah akibat bencana alam di SMA Negeri 1 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB tersebut difokuskan pada pembersihan ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya agar dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana.

“Kegiatan normalisasi ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan. Kami ingin memastikan aktivitas belajar mengajar dapat segera berjalan kembali dengan aman dan nyaman bagi para siswa,” ujar Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri.

Pelaksanaan kegiatan normalisasi ini dilakukan secara gotong royong bersama pihak sekolah serta didukung penuh oleh masyarakat sekitar. Sinergi tersebut membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

“Kolaborasi antara personel Polri, pihak sekolah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini. Polri akan terus hadir dan berkontribusi dalam setiap upaya kemanusiaan, khususnya dalam membantu pemulihan pascabencana,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan SMA Negeri 1 Batang Anai dapat segera kembali beroperasi secara normal dan memberikan lingkungan belajar yang bersih dan layak bagi para siswa.

Personel Polri Bersihkan Lumpur dan Sampah Pascabanjir di Jalan Lintas Aceh Tamiang

Aceh Tamiang — Personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tergabung dalam Operasi Kontinjensi Aman Nusa II Tahun 2025 Gelombang II melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur dan pengumpulan sampah sisa banjir di ruas jalan lintas perkotaan Kabupaten Aceh Tamiang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam siaran persnya pada Rabu, 17 Desember 2025, menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025.

“Personel Polri melakukan pembersihan lumpur dan sampah yang terbawa arus banjir di jalan lintas Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang,” ujar Kabid Humas.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat pascabencana banjir, sekaligus untuk memulihkan kondisi lingkungan serta kelancaran aktivitas masyarakat.

“Dengan dilaksanakannya pembersihan ini, diharapkan suasana kota kembali bergairah, arus lalu lintas dapat berjalan lancar, dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” tutup Kabid Humas.

Kapolri Tekankan Sinergi Lintas Institusi dalam Penutupan Pendidikan Sespim Polri Tahun 2025

Lembang — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menegaskan pentingnya sinergi lintas institusi dan penguatan kepemimpinan strategis dalam menghadapi tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks. Penegasan tersebut disampaikan saat Kapolri menghadiri sekaligus menutup Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34, Sespimmen Polri Dikreg ke-65, SPPK Angkatan ke-2, dan Sespimma Polri Angkatan ke-74 Tahun Ajaran 2025 di Gedung Utaryo Suryawinata Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat, Rabu (17/12/2025).

Penutupan pendidikan ini menjadi momentum konsolidasi sumber daya manusia strategis, tidak hanya bagi Polri, tetapi juga bagi TNI serta kementerian dan lembaga lainnya. Hal tersebut tercermin dari komposisi peserta didik yang berasal dari berbagai institusi, termasuk TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara, kementerian dan lembaga negara, serta peserta mancanegara dari Timor Leste dan Fiji.

Sebanyak 114 peserta mengikuti Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34, sementara Pendidikan Sespimmen Polri Dikreg ke-65 diikuti oleh 380 peserta. Selain itu, Pendidikan SPPK Angkatan ke-2 diikuti oleh 63 peserta dan Pendidikan Sespimma Polri Angkatan ke-74 diikuti oleh 104 peserta didik. Seluruh rangkaian pendidikan tersebut dilaksanakan secara hybrid, sebagai bentuk adaptasi terhadap dinamika pembelajaran modern dan efisiensi kelembagaan.

Kapolri dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Kalemdiklat Polri, Asisten SDM Kapolri, Kadivpropam Polri, dan Kadivhumas Polri. Kehadiran jajaran pimpinan ini mencerminkan perhatian serius Polri terhadap kualitas kepemimpinan, profesionalisme, serta integritas lulusan pendidikan pengembangan.

Acara penutupan turut dihadiri oleh para pejabat tinggi TNI, perwakilan kementerian dan lembaga, serta Forkopimda Provinsi Jawa Barat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas bahwa pendidikan Sespim bukan sekadar pendidikan internal Polri, melainkan wahana strategis untuk membangun kesamaan visi, pola pikir, dan pola tindak antarlembaga dalam menjaga stabilitas nasional.

Sebagai Inspektur Upacara, Kapolri secara resmi menutup seluruh rangkaian pendidikan dengan pernyataan penutupan yang menandai berakhirnya proses pembentukan kepemimpinan strategis Tahun Ajaran 2025. Penutupan ini sekaligus menjadi awal pengabdian para lulusan untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan, kolaborasi, serta tanggung jawab kebangsaan di satuan tugas masing-masing.

Melalui pendidikan Sespim Polri, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin yang adaptif, visioner, dan mampu membangun kerja sama lintas sektor guna menjawab tantangan keamanan, ketertiban, serta pelayanan publik di masa mendatang.

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu