Anggota Polsek Pujon Lakukan Pelayanan Poros Pagi, Amankan Arus Lalu Lintas di Titik Rawan Kepadatan dan Kecelakaan

Dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, Anggota Polsek Pujon melaksanakan kegiatan Poros Pagi dengan melakukan pengamanan, pengaturan, serta membantu penyeberangan masyarakat di sejumlah titik rawan kepadatan arus dan rawan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kecamatan Pujon, Jumat (14/11/2025). Kegiatan ini menjadi rutinitas yang digelar setiap pagi sebagai bentuk kehadiran Polri dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas).

Sejak pukul 06.00 WIB, personel telah disebar di titik-titik strategis seperti simpang pasar, depan sekolah, jalur tanjakan, dan lokasi dengan mobilitas warga cukup tinggi. Kehadiran anggota di lapangan bertujuan untuk memastikan masyarakat, terutama pelajar, pekerja, dan pengguna jalan lainnya dapat melintas dengan aman tanpa hambatan berarti. Selain melakukan pengaturan arus, personel juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengutamakan keselamatan di jalan.

Kapolsek Pujon menegaskan bahwa kegiatan Poros Pagi merupakan prioritas pelayanan dalam mendukung terciptanya situasi lalu lintas yang kondusif di jam sibuk. Dengan adanya personel yang berjaga, diharapkan potensi kecelakaan dapat diminimalisir, sekaligus mendorong tertibnya perilaku berkendara di kalangan masyarakat. “Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengguna jalan. Kehadiran polisi di pagi hari sangat membantu mengurai kepadatan arus dan mencegah terjadinya laka lantas,” ujarnya.

Masyarakat yang melintas pun mengapresiasi langkah cepat dan responsif anggota Polsek Pujon dalam memberikan pelayanan. Dengan adanya kegiatan Poros Pagi ini, situasi arus lalu lintas di wilayah Pujon terpantau aman, tertib, dan terkendali. Polsek Pujon menegaskan akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara konsisten sebagai upaya preventif menjaga Kamtibcar Lantas di wilayah hukumnya

Komisi Percepatan Reformasi Polri Gelar Audiensi dengan Gerakan Nurani Bangsa, Sinergi Menuju Pembaruan Polri

Jakarta, 13 November 2025 – Sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang menghadiri audiensi Komisi Percepatan Reformasi Polri dengan Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang digelar di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Komisi Percepatan Reformasi Polri untuk menjaring aspirasi masyarakat dan pemuka bangsa dalam memperkuat lembaga Polri agar semakin profesional, transparan, dan berintegritas.

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ajang penting untuk menampung pandangan dan masukan dari Gerakan Nurani Bangsa, yang sebelumnya telah menjadi pihak pertama menyuarakan gagasan reformasi menyeluruh kepada Presiden.

“Pertemuan ini memberikan banyak masukan berharga, tidak hanya yang bersifat teknis, tapi juga filosofis dalam rangka memperbaiki sistem kepolisian,” ujar Jimly. Ia menegaskan bahwa salah satu fokus utama adalah menjaga Polri dari intervensi politik dan kepentingan bisnis agar dapat membangun kembali kepercayaan publik.

Sementara itu, pimpinan GNB Dr. (H.C) Dra. Hj. Sinta Nuriyah Wahid menekankan pentingnya kehadiran Polri sebagai pelindung rakyat dan penjaga kedaulatan bangsa. “Kepolisian dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan siklis negara, bukan untuk melukai rakyat. Hal ini hanya bisa terwujud melalui penyelenggaraan negara yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Dari sisi hukum, Prof. Dr. Otto Hasibuan menyebut pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai langkah bersejarah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia menilai keputusan Presiden sebagai “keputusan emas” yang membuka peluang besar bagi pembenahan institusi kepolisian. “Kami membuka diri untuk semua pihak memberikan kontribusi positif. Reformasi ini tidak hanya tentang masalah, tapi juga tentang solusi,” ujarnya.
Otto menambahkan bahwa salah satu fokus utama komisi adalah mencari akar penyebab mengapa kepercayaan publik terhadap Polri belum sepenuhnya pulih, sekaligus mencari jalan untuk memperbaikinya secara sistemik.

Menutup sesi, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan semangat kolaboratif antara Komisi Reformasi dan Gerakan Nurani Bangsa. Ia menegaskan bahwa Polri terus membuka diri terhadap kritik dan saran demi memperbaiki kinerja serta memperkuat kepercayaan publik.
“Masukan masyarakat sangat penting agar Polri menjadi lembaga yang benar-benar melindungi, melayani, dan mencintai rakyat,” kata Kapolri. Ia menambahkan bahwa Polri siap melaksanakan setiap rekomendasi dari komisi sebagai bagian dari upaya mewujudkan reformasi menyeluruh dan berkelanjutan di tubuh institusi kepolisian.

Pertemuan antara Komisi Percepatan Reformasi Polri dan Gerakan Nurani Bangsa ini menandai babak baru kolaborasi antara masyarakat sipil dan institusi negara. Melalui dialog yang terbuka dan konstruktif, diharapkan reformasi Polri dapat berjalan efektif, memperkuat profesionalisme aparat, serta memperkokoh kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tersebut.

Respon Cepat Laporan Warga, Pohon Tumbang di Pujon Ditangani Tuntas

Respon Cepat Laporan Warga, Pohon Tumbang di Pujon Ditangani Tuntas

Batu, Malang – Guna menjamin keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas, personel gabungan dari Satuan Samapta Polres Batu bersama Polsek Batu dan BPBD Kota Batu melakukan aksi penanganan darurat.

Aksi ini dipicu laporan warga mengenai pohon sedang yang tumbang dan menutupi Bahu jalan di Jalan Abd Manan Wijaya, Dusun Jurangrejo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Kamis (13/11/2025).

Respon cepat pun segera dikoordinasikan setelah laporan warga diterima.

“Kondisi jalan yang terganggu oleh pohon tumbang merupakan ancaman serius bagi pengguna jalan. Atas dasar itulah, kami bersama unsur terkait lainnya bergerak cepat untuk menormalisasi kondisi dan memulihkan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Kasat Samapta Polres Batu AKP Giyanto.

Sesuai dengan tugas pokoknya dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Sat Samapta turun langsung ke lokasi.

Mereka bertugas mengamankan area, mengatur lalu lintas di sekitar titik kejadian, dan membantu proses evakuasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, tim BPBD Kota Batu membawa peralatan khusus, termasuk chainsaw (gergaji mesin), untuk memotong dan membersihkan batang serta ranting pohon yang berserakan.

Dengan penuh ketelitian, mereka memastikan potongan-potongan kayu dapat diangkut dengan aman, sehingga tidak menyisakan gangguan sedikit pun.

Aksi penanganan ini berjalan lancar dan sukses mengamankan lokasi.

Dalam waktu yang relatif singkat, badan Jalan Abd Manan Wijaya telah dapat dilalui kembali dengan normal oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya koordinasi dan kewaspadaan bersama.

Masyarakat dihimbau untuk segera melaporkan setiap menemui gangguan di jalan umum, seperti pohon tumbang, jalan berlubang, atau bahaya lainnya, kepada pihak berwajib terdekat.

Dengan sinergi yang solid antara aparat dan warga, terciptanya Kamtibmas yang optimal diharapkan dapat terus diwujudkan.(*)

Wakapolri Berikan Santunan dan  Bakti Sosial Kepada Warga Sekitar  SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor

Wakapolri Berikan Santunan dan Bakti Sosial Kepada Warga Sekitar SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor

Bandung 13 November 2025-Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan wujud nyata nilai Humanisme Polri, Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar kegiatan bakti sosial dan doa lintas agama di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB), Desa Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kamis (13/11/2025)

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, dan menjadi momentum penuh makna sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara yang sedang berjalan.

Sebagai bentuk nyata kepedulian, Polri bersama Yayasan Kemala Bhayangkari menyalurkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat sekitar, serta memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu dari wilayah Kampung Tapus dan sekitarnya.

Suasana haru dan kebersamaan begitu terasa ketika masyarakat berkumpul dalam kegiatan doa lintas agama. Para tokoh dari berbagai keyakinan hadir, memanjatkan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan pembangunan SMA KTB. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, solidaritas, dan toleransi antarumat beragama.

Dalam sambutannya, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pengabdian Polri kepada masyarakat serta bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
“Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat,” ujar Wakapolri.

Beliau juga menegaskan bahwa bakti sosial ini merupakan implementasi dari semangat Humanisme Polisi, yang menempatkan empati, kepedulian, dan pelayanan sosial sebagai bagian dari tugas pengabdian kepada bangsa.

Wakapolri berharap kegiatan sosial ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menginspirasi semua pihak untuk terus menebar kebaikan.
“Bakti sosial ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata rasa syukur dan kepedulian kami terhadap masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan memperkuat tali persaudaraan,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar yang merasa terbantu dengan bantuan sembako dan santunan yang diberikan. Para tokoh masyarakat pun mengapresiasi langkah Polri yang selalu hadir membawa nilai kemanusiaan di setiap kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya dalam mendukung program pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045, dengan menempatkan nilai kemanusiaan, pendidikan, dan kebersamaan sebagai pondasi utama.

Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik 76,2 Persen, Kadivhumas: Polri Tidak Anti Kritik dan Terus Berbenah

Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik 76,2 Persen, Kadivhumas: Polri Tidak Anti Kritik dan Terus Berbenah

Jakarta – Kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengalami peningkatan signifikan berdasarkan survei Litbang Kompas edisi Oktober 2025. Survei yang melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi itu menunjukkan bahwa 76,2 persen masyarakat menyatakan percaya dan sangat percaya kepada Polri, dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja mencapai 65,1 persen. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya sempat menurun pascakerusuhan besar pada akhir Agustus lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kadivhumas Polri menyampaikan apresiasi atas dukungan publik. “Alhamdulillah atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada Polri tentang putusan untuk hasil survei Litbang Kompas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Polri masih menunggu laporan resmi dari Litbang Kompas. “Kami juga sampai saat ini masih menunggu bukti konkretnya dari Litbang Kompas, karena kami baru mendengar dari media sosial maupun media-media yang lainnya. Nanti kami akan melapor kepada Bapak Kapolri hasil survei tersebut,” tambahnya.

Survei Litbang Kompas juga mencatat adanya peningkatan kualitas pelayanan Polri dalam dua bulan terakhir. Publik menilai pelayanan semakin baik, lebih ramah, dan tidak membeda-bedakan latar belakang ekonomi maupun agama. Kerahasiaan data pribadi dinilai lebih terjaga, proses administrasi semakin mudah, laporan ditangani lebih cepat, dan masyarakat merasa lebih aman saat berurusan dengan polisi. Transparansi dalam penanganan kasus pun dinilai membaik, meskipun kemudahan memantau progres laporan dan respons cepat terhadap aduan masih perlu ditingkatkan.

Kadivhumas menegaskan komitmen Polri untuk terus berbenah dan terbuka terhadap kritik publik. “Polri merupakan institusi yang tidak anti kritik. Polri selalu mendengar apa yang menjadi aspirasi ataupun masukan dari masyarakat,” kata dia. Ia menambahkan bahwa berbagai upaya perbaikan tengah dilakukan bersama tim percepatan reformasi. “Saat ini Polri lagi berbenah untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Seperti yang disampaikan oleh pimpinan maupun tim Percepatan Reformasi Polri, bahwa Polri sangat aktif untuk bisa mendengarkan masukan dari masyarakat,” ujarnya.

Menurut hasil analisis Litbang Kompas, penguatan pengawasan internal serta pembenahan mekanisme pelayanan menjadi faktor penting meningkatnya kepercayaan publik. Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri serta Komisi Percepatan Reformasi Polri dinilai sebagai sinyal kuat bahwa perubahan dilakukan secara terstruktur. Dengan tingkat kepercayaan publik yang kini berada di angka 76 persen, Polri dinilai memiliki momentum penting untuk memperkuat reformasi agar semakin profesional, terbuka, dan dipercaya masyarakat.

Polres Madiun Bangun SPPG di Desa Sogo Balerejo

Polres Madiun Bangun SPPG di Desa Sogo Balerejo

MADIUN – Polres Madiun Polda Jawa Timur (Jatim) melaksanakan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Rabu (12/11/2025).

Pembangunan fasilitas ini berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Madiun sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi anak usia sekolah.

Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan, pembangunan SPPG ini merupakan yang ketiga di wilayah Kabupaten Madiun.

“Hari ini kita melaksanakan ground breaking untuk SPPG Polres Madiun yang ketiga dengan rekan dari mitra SPPG. Progresnya sudah berjalan sekitar 60 persen, dan insyaallah dalam 45 hari ke depan bisa selesai,” ujar AKBP Kemas di lokasi kegiatan.

SPPG yang tengah dibangun tersebut nantinya akan melayani 2.268 penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan di sekitar Desa Sogo.

Rinciannya, 96 siswa dari 12 TK/RA, 764 siswa dari 12 SD/MI, 1.259 siswa dari 2 SMP/MTs, serta 149 siswa dari 1 SMK.

Kapolres Madiun menambahkan, SPPG di Balerejo merupakan bagian dari program Polri untuk mendukung peningkatan gizi anak-anak usia sekolah.

“Sebelumnya di wilayah Kecamatan Balerejo sudah ada Dua SPPG, dan yang kita bangun ini adalah yang Ketiga,” kata AKBP Kemas.

Ia berharap, dengan bertambahnya Satu SPPG yang dibangun Polres Madiun Polda Jatim ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi bagi anak-anak SD, SMP maupun SMK di wilayah tersebut.

“Insyaallah bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi bagi anak-anak SD, SMP maupun SMK yang membutuhkan makanan bergizi gratis,” ujarnya.

Kapolres Madiun juga menjelaskan, keberadaan SPPG bukan hanya menjadi sarana penyedia bahan pangan bergizi, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat lokal agar lebih mandiri dalam mengelola sumber daya pangan.

Kapolres Madiun juga mengatakan pembangunan SPPG ini sejalan dengan program nasional dalam upaya mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

“Polres Madiun berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah pemerintah demi kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Masih kata Kapolres Madiun, pembangunan SPPG ini merupakan inisiatif sosial Bhayangkari Cabang Madiun yang berfokus pada peningkatan status gizi anak-anak di lingkungan pendidikan, terutama di wilayah pedesaan.

“Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan angka kekurangan gizi pada anak usia sekolah dapat terus ditekan,” pungkas AKBP Kemas. (*)

Wakapolri Resmikan Masjid An-Nahdah Suhanda di SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor

Wakapolri Resmikan Masjid An-Nahdah Suhanda di SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor

Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda yang berlokasi di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor, sebagai wujud dukungan Polri terhadap penguatan pendidikan karakter dan nilai spiritual di lingkungan sekolah.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wakapolri, disaksikan oleh jajaran pejabat utama Polri, pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari, para guru, siswa, dan tokoh masyarakat setempat.

Masjid An-Nahdah Suhanda berdiri di atas lahan seluas 4.854 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.761 meter persegi, serta mampu menampung hingga 976 jamaah. Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi sarana utama dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia bagi para siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pembangunan masjid tersebut, yang dinilai sebagai bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual generasi muda Polri.

“Masjid ini bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pembinaan akhlak, pendidikan karakter, dan silaturahmi antara siswa, guru, serta masyarakat sekitar,” ujar Wakapolri, Kamis (13/11/2025)

Kegiatan peresmian berlangsung khidmat, diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas berdirinya Masjid An-Nahdah Suhanda. Keberadaan masjid ini diharapkan dapat memperkuat nilai – nilai keimanan, kebersamaan, dan semangat pengabdian di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah di SMA Kemala Taruna Bhayangkara oleh Wakapolri, Simbol Toleransi dan Persaudaraan Antarumat Beragama

Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah di SMA Kemala Taruna Bhayangkara oleh Wakapolri, Simbol Toleransi dan Persaudaraan Antarumat Beragama

Bandung, 13 November 2025-Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin kegiatan Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah Non-Muslim di kawasan pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kamis (13/11).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari dalam menanamkan nilai toleransi dan kebhinekaan di lingkungan pendidikan.

Dalam prosesi tersebut, Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, Pejabat Utama Mabes Polri, Pejabat Utama Polda Jabar, unsur Forkopimda Kabupaten Bogor, serta tokoh lintas agama dan masyarakat sekitar.

Pembangunan rumah ibadah ini meliputi empat tempat ibadah, yaitu Gereja Protestan dan Gereja Katolik masing-masing seluas 90 m², serta Vihara dan Pura masing-masing 36 m². Peletakan batu pertama dilakukan Wakapolri bersama tokoh lintas agama, sebagai simbol kuat persaudaraan dan penghormatan terhadap keberagaman.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo juga meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda, yang berdiri di atas lahan seluas 4.854 m² dengan bangunan 1.761 m² dan kapasitas hingga 976 jamaah.

“Melalui pembangunan berbagai rumah ibadah di satu kawasan pendidikan, kita ingin menanamkan nilai toleransi dan kebersamaan sejak dini. Keberagaman harus menjadi kekuatan bangsa,” tegas Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 180 undangan tersebut juga dirangkaikan dengan bakti sosial dan santunan bagi anak yatim serta warga sekitar, sebagai wujud kepedulian sosial dan rasa syukur atas kemajuan pembangunan sekolah.

Melalui kegiatan ini, Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari menegaskan komitmen untuk membangun lembaga pendidikan unggulan yang berkarakter Bhayangkara, menjunjung tinggi nilai toleransi, persatuan, dan kemanusiaan di tengah keberagaman bangsa.

Polri Pertegas Peran Aktif Dalam Astacita Pada Topping off Sekolah, Peresmian Masjid dan Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah di SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Polri Pertegas Peran Aktif Dalam Astacita Pada Topping off Sekolah, Peresmian Masjid dan Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah di SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Polri kembali menegaskan perannya dalam mendukung Program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda percepatan pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut terlihat dalam rangkaian kegiatan pembangunan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB), yang hari ini melaksanakan topping off Academic Center dan Library, peresmian Masjid An-Nahdah Suhanda, serta peletakan batu pertama rumah ibadah lintas agama. Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa SMA KTB bukan sekadar sekolah, melainkan pusat pembinaan karakter. “Keberadaan sekolah ini bukan hanya tempat pendidikan, tetapi pusat pembentukan karakter yang menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing global,” ujarnya. Ia menempatkan pembangunan karakter sebagai kunci keberhasilan SDM, sejalan dengan pemikiran Amartya Sen, Martin Luther King Jr., serta praktik pendidikan karakter di Jepang dan Singapura.

Wakapolri kemudian menyoroti pentingnya kualitas manusia sebagai penentu kemajuan bangsa. “Sumber daya alam yang melimpah tidak akan berarti banyak jika tidak dikelola oleh sumber daya manusia yang mumpuni. Di sinilah urgensi kita menyiapkan generasi yang mampu membawa Indonesia melakukan lompatan besar menjadi negara maju,” tegasnya. Ia juga mencontohkan Singapura yang berhasil melaju menjadi negara maju meski minim sumber daya alam.

Sebagai gambaran mutu SDM global, Wakapolri memaparkan jumlah mahasiswa luar negeri di universitas elite dunia. “Saat ini hampir 134.000 putra-putri Tiongkok belajar di Harvard dan kampus top Amerika. India mengirim 90.000, Vietnam 30.000, sedangkan Indonesia masih di bawah 10.000,” ujarnya. Data ini menunjukkan perlunya Indonesia mempercepat pembangunan sekolah unggulan sebagaimana menjadi perhatian utama Presiden Prabowo.

Wakapolri menyampaikan rasa syukur bahwa Polri mendapat kesempatan membangun SMA KTB untuk mendukung agenda tersebut. “Alhamdulillah, kami dipertemukan dengan Mas Dirgayuza dan Mas Miftah Sabri yang punya visi besar dalam pendidikan. Angkatan pertama berjumlah 120 siswa adalah kebanggaan kami—mereka menunjukkan kualitas, karakter, dan potensi luar biasa,” ucapnya. Ia menegaskan penanaman 12 karakter kebhayangkaraan sebagai fondasi moral dalam membentuk generasi unggul.

Terkait penerimaan murid baru tahun ini, Wakapolri memberikan dorongan kuat. “Animo tahun ini harus kita gas lagi. Target kita minimal 15.000 pendaftar. Dari jumlah besar itu kita bisa menyeleksi bibit unggul yang benar-benar siap menjadi generasi emas Indonesia,” tegasnya.

Dari sisi pembangunan, progres fisik SMA KTB terus menunjukkan hasil positif. Hingga 10 November 2025, capaian pekerjaan mencapai 18,796%, melampaui target 18,047%, meski sempat terkendala pasokan material dan cuaca. Wakapolri menyampaikan keyakinan bahwa seluruh fasilitas dapat selesai tepat waktu. “Target kita, sekolah ini dapat beroperasi penuh pada Mei 2026. Dengan penyelesaian tepat waktu, kita bisa segera menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi putra-putri bangsa,” ujarnya.

Kegiatan hari ini turut diisi dengan peresmian Masjid An-Nahdah Suhanda yang mampu menampung 976 jemaah. Masjid ini diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual bagi siswa, tenaga pendidik, dan masyarakat. Selain itu, Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari memulai pembangunan rumah ibadah lintas agama—gereja Katolik, gereja Protestan, vihara, dan pura—sebagai simbol komitmen terhadap toleransi dan keberagaman.

Sebagai wujud kepedulian sosial, Polri melalui Yayasan Kemala Bhayangkari menyalurkan 1.000 paket bantuan bagi anak yatim dan warga sekitar. Polri juga menyerahkan bus sekolah untuk mendukung operasional pendidikan di SMA KTB.

Menutup sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung berdirinya sekolah unggulan ini. “Dengan pengabdian yang tulus dan kerja sama yang solid, saya yakin SMA KTB mampu mencetak generasi berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi penggerak bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kapolres Ponorogo Kukuhkan Pelajar Duta Kamtibmas

Kapolres Ponorogo Kukuhkan Pelajar Duta Kamtibmas

PONOROGO — Dalam upaya menumbuhkan kesadaran dan peran aktif generasi muda terhadap pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat ( Kamtibmas),Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo didampingi Wakapolres Kompol Ari Bayu Aji mengukuhkan Pelajar Duta Kamtibmas.

Pengukuhan tersebut dilaksanakan di halaman Mapolres Ponorogo dengan menggelar Upacara Pengukuhan Pelajar Duta Kamtibmas, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat dengan dihadiri oleh para pejabat utama Polres Ponorogo Polda Jatim, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Dinas Pendidikan, guru pendamping, serta para pelajar peserta pengukuhan.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo menyampaikan bahwa pengukuhan Pelajar Duta Kamtibmas merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial di kalangan pelajar.

“Duta Kamtibmas bukan sekadar predikat, tetapi tanggung jawab mulia untuk menjadi teladan dan agen perubahan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tegas AKBP Andin Wisnu Sudibyo.

Ia menambahkan, melalui program ini diharapkan para pelajar dapat berperan sebagai penggerak keamanan lingkungan, penyampai pesan positif, dan inspirasi bagi teman sebaya.

“Sehingga dapat mewujudkan kehidupan sekolah yang aman, tertib, dan harmonis,” pungkasnya. (*)

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu