Ramah Kaum Difabel Polres Tulungagung Fasilitasi Peroleh SIM D

TULUNGAGUNG – Satpas Polres Tulungagung Polda Jatim membuat terobosan dengan memberikan fasilitas kepada para penyandang disabilitas di Tulungagung untuk mempermudah pengurusan SIM D.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Tulungagung AKBP Teuku Arsya Khadafi, S.H., S.I.K., M.Si melaui Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Jodi Indrawan, S.I.K.

AKP Jodi mengatakan, pihaknya juga memberikan arahan kepada petugas agar dengan sigap membantu para penyandang disabilitas untuk memperpanjang maupun membuat SIM D.

Selain itu, pihaknya juga menyediakan sejumlah fasilitas penunjang seperti kursi roda dan juga jalur khusus difabel.

“Di kantor Satpas Polres Tulungagung sudah lama memberikan fasilitas-fasilitas kepada para penyandang disabilitas,”ujarnya,Rabu (12/6).

Menurut AKP Jodi, kaum difabel ini juga mempunyai hak yang sama sebagai pemohon SIM D.

“Hari ini setidaknya kami memberikan pelayanan kepada 12 orang penyandang disabilitas, baik memperpanjang maupun pengurusan SIM baru,”ungkapnya.

Adanya fasilitas dan pelayanan SIM D pagi para difabel ini tentunya sangat membantu para penyandang disabilitas dalam pengurusan SIM D.

“Jadi tidak perlu ada lagi keraguan dalam pengurusan SIM di Satpas Polres Tulungagung,”tambahnya.

Masih kata AKP Jodi, Satpas Polres Tulungagung terus memberikan pelayanan terbaik kepada warga masyarakat Tulungagung.

Diharapkan nantinya masyarakat Tulungagung yang termasuk Difabel, dan Lansia bisa mengurus SIM nya dengan mudah dan cepat.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu penyandang disabilitas yang memproses permohonan SIM D, Arya (24) warga Tulungagung mengaku sangat terbantu dengan layanan yang diberikan.

“Fasilitas dan pelayanan yang diberikan petugas di Satpas Polres Tulungagung sudah sangat baik dalam pengurusan SIM,”ungkap Arya.

Ia mengucapkan terima kasih untuk pelayanan yang deberikan oleh Satpas Polres Tulungagung dalam pengurusan SIM D. (*)

Puas Dengan Layanan SIM Polres Batu, Vokalis Boomerang Apresiasi Polres Batu

Puas Dengan Layanan SIM Polres Batu, Vokalis Boomerang Apresiasi Polres Batu

Polres Batu – Dalam rangka optimalisasi pelayanan publik, Polri terus melakukan pembenahan baik dari segi sumber daya alat maupun sumber daya manusia, semua di tempuh guna menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat

 

Tak terkecuali di Polres Batu dalam menghadirkan pelayanan yang cepat mudah dan efisen, yang terbaru pelayanan Satpas SIM Satlantas Polres Batu baru – baru ini mendapatkan apresiasi dari musisi rock legendaris, yakni Roy Jeconiah Isoka Wurangian atau pecinta musik mengenalnya dengan Roy Jeconiah

 

Musisi rock legendaris asal Surabaya yang tenar pada dekade 2000-an, saat itu tergabung sebagai vokalis Band Rock Boomerang dengan lagu -lagu hits nya yang mewarnai musik rock nasional kala itu

 

Di sela-sela tour musik nya di Kota Batu pada awal Juni lalu, Roy Jeconiah menyempatkan diri mendatangi Satpas Satlantas Polres Batu untuk pembuatan SIM baru dengan mengikuti prosedur pelaksanaan penerbitan SIM

 

“Kebetulan SIM A saya mati masa berlaku nya, karena saya lupa mengingat padat nya jadwal konser, dan hari ini sengaja datang ke Polres Batu untuk pembuatan SIM yang baru, sebagai warga yang taat hukum tentunya,” tutur musisi kelahiran Surabaya ini.

 

Tahapan tes demi tahapan dilalui oleh sang vokalis, dan dinyatakan lulus berhak memperoleh SIM A sebagai wujud kualifikasi mengemudikan kendaraan roda 4

 

“Bersyukur bisa mengikuti seluruh tes dan ujian dengan lancar, petugas juga sangat ramah dan profesional dalam memberikan arahan sehingga saya bisa dengan mudah mengikuti rangkaian tesnya,” ujarnya kembali

 

Ia pun sangat mengapresiasi seluruh jajaran Polres Batu, utamanya petugas SIM yang sangat -sangat ramah dan membantu para pemohon dalam pembuatan SIM. “Sehingga tes dan ujian jadi lebih mudah buat kami untuk memahaminya,” pungkasnya.

Tingkatkan Kemampuan, Satbinmas Polres Batu Gelar Latkatpuan Kasatkamling

Tingkatkan Kemampuan, Satbinmas Polres Batu Gelar Latkatpuan Kasatkamling

   

Polres Batu – Dalam rangka meningkatkan kemampuan PPGD dan Penanggulangan Bencana alam di wilayah hukum Polres Batu, pada pagi ini Polres Batu Polda Jatim melalui Satbinmas menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) bagi Kasat Kamling Kelurahan/Desa se-wilayah hukum Polres Batu, bertempat di Rupatama Polres Batu, Rabu (12/6/2024).

Kegiatan ini diikuti oleh 53 orang Kasat Kamling Kelurahan/Desa se–wilayah hukum Polres Batu. Satbinmas adalah pengemban fungsi pembinaan bagi kegiatan swakarsa termasuk didalamnya adalah pengamanan. Kegiatan pengawamanan Swakarsa diantaranya diselenggarakan oleh linmas dan juga masyarakat.

 

Sebagai pengemban fungsi tekhnis, maka pada hari ini Satbinmas Polres Batu menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) bagi Kasatkamling Kelurahan/Desa se-wilayah hukum Polres Batu.

 

Sebagaimana diketahui bahwa secara wilayah hukum Polres Batu memiliki wilayah 6 kecamatan yaitu 3 kecamatan diwilayah Pemkot Batu adalah Batu, Bumiaji, Junrejo dan 3 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang (Pujon, Ngantang, Kasembon).

Adapun jumlah kelurahan / desa sebanyak 53 terdiri dari 5 kelurahan dan 48 desa,” jelas AKP Dwi Jatmiko, Kasat Binmas Polres batu mewakili Kapolres Batu.

 

“Menyadari bahwa kelurahan dan desa yang berada di wilayah hukum Polres Batu, sering terjadi bencana, baik itu bencana alam maupun kecelakaan, maka materi pelatihan secara pokoknya ada 2 materi,” jelasnya.

Materi pertama yaitu Penanggulangan Bencana yang disampaikan oleh Gatot Noegroho, S.T., Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu dan materi kedua adalah Teknis Praktir Pertolongan Pertama Gawad Darurat yang disampaikan oleh Abdul Muntholip, Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu”, ujar AKP Dwi Jatmiko.

 

“Kami berharap paling tidak kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam pelaksanaan tugas sehingga dapat diteruskan kepada anggota linmas dan satkamling yang ada di masing – masing kelurahan dan desa. Apalagi berhubungan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-78 Tahun 2024, ini Mabes Polri akan menyelenggarakan Lomba Pos Satkamling, Semoga dengan adanya kegiatan ini berkenaan dengan materi yang akan diberikan nantinya dapat bermanfaat bagi kasatkamling,” harap AKP Dwi.

 

“Perlu diketahui bahwa Peserta lomba Pos Satkamling adalah dari Kelurahan atau Desa seluruh Indonesia secara berjenjang. Tingkat Polsek mengirim peserta 1 Pos Satkamling untuk dinilai tingkat Polres. Kemudian pemenang tingkat Polres akan dikirim untuk dilakukan penilaian tingkat Polda. Dan pemenang tingkat Polda akan dikirim untuk dinilai tingkat Mabes Polri,” pungkas Kasat Binmas.

Stop Bullying Polres Probolinggo Gelar Psikoedukasi Bagi Pelajar

PROBOLINGGO,- Mencegah perundungan atau yang sering disebut dengan istilah Bullying di kalangan pelajar, Polres Probolinggo Polda Jatim blusukan ke beberapa sekolah menggelar kegiatan Psikoedukasi.

Psikoedukasi yang diberikan konselor Polres Probolinggo yakni tentang bahaya perundungan terhadap kesehatan mental.

Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana melalui Konselor, Bripka Mukhtar Yuliarto mengatakan bahwa Psikoedukasi di sekolah bertujuan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif bagi pembelajaran.

Selain itu lanjut Bripka Muktar kegiatan psikoedukasi ini juga untuk mendukung kesehatan mental perkembangan anak dalam proses pendidikan.

“Psikoedukasi ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Biro SDM Polda Jatim dan Polres Probolinggo sebagai wujud kepedulian Polri pada dunia pendidikan,” kata Bripka Mukhtar, Selasa (11/6).

Pada kegiatan yang juga merupakan rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke – 78 tersebut, para pelajar diberikan materi dan motivasi untuk menjadi generasi penerus bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Target kami agar adik – adik pelajar ini terhindar dari kenakalan remaja hingga perbuatan yang melanggar hukum,” terang Bripka Muktar.

Anggota Polres Probolinggo dari Satuan Binmas ini menambahkan,kegiatan psikoedukasi diselenggarakan secara berkala dan bergantian ke sekolah – sekolah di Kabupaten Probolinggo.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa-siswi sehingga kualitas pendidikan semakin meningkat,” ucap Bripka Mukhtar.

Kegiatan Psikoedukasi ini disambut antusias oleh siswa-siswi dan para guru. Hal itu dilihat para pelajar mengikuti kegiatan yang dipandu oleh para Konselor Polres Probolinggo dengan semangat dan riang.

Seperti juga disampaikan oleh Abdi Budi Satriyo, salah seorang Kepala sekolah SMA Negeri di Probolinggo yang mengucapkan terimakasih kepada Polres Probolinggo Polda Jatim yang menerjunkan Tim Psikologi ke sekolahnya.

“Saya mewakili seluruh stakeholder di sekolah mengucapkan terimaksih kepada Polres Probolinggo dengan menerjunkan Tim Psikologi ke sekolah sebagai wujud kepedulian Polisi terhadap anak didik kami,”ungkapnya.

Sebagai informasi, Psikoedukasi adalah sebuah tindakan modalitas yang disampaikan oleh professional, yang mengintegrasikan dan mensinergikan antara psikoterapi dan intervensi edukasi. (*)

Brigadir Lindha Rahmawati, Polwan Polres Bojonegoro yang Jago Karate

BOJONEGORO – Sekilas wanita cantik berkaca mata ini nampak lemah lembut. Namun di saat-saat tententu dia adalah sosok yang sangar dan jago membekuk lawan yang mencoba mengancamnya.

Namanya Lhinda Rahmawati, Polisi Wanita (Polwan) di Polres Bojonegoro berpangkat Brigadir yang juga tercatat sebagai atlet karate Inkanas.

Kelihaian Brigadir Lhinda Rahmawati anggota Polwan Polres Bojonegoro ini dalam seni bela diri dibuktikan dalam kejuaraan karate tingkat daerah maupun Nasional.

Dengan membanggakan anggota Polwan Polres Bojonegoro ini meraih predikat juara 2 Kumite beregu putri TNI-Polri, juara 3 Kumite perorangan putri TNI-Polri dan juara 3 Kata perorangan putri TNI-Polri dalam kejuaraan Internasional Karate Open Championship Walikota Surabaya Tahun 2022.

Selain itu, Brigadir Lhinda Rahmawati juga mengikuti penataran wasit juri karate yang dilaksanakan di Kabupaten Jombang pada bulan Mei 2024.

Brigadir Lindha Rahmawati mengatakan, keberhasilannya tersebut karena selain latihan yang keras dan sungguh-sungguh juga karena adanya dukungan serta doa dari seluruh keluarga terutama kedua orang tua.

Selain itu Polwan Polres Bojonegoro ini juga mengaku mendapat dukungan rekan kerja serta Pimpinan Polres Bojonegoro terutama Kapolres Bojonegoro, AKBP Mario Prahatinto, SH, SIK, M.Si yang telah memberikan izin tugas untuk mengikuti setiap even kejuaraan karate.

“Alhamdulillah, semua berkat doa serta ikhtiar untuk mengikuti kegiatan atau latihan dengan sungguh sehingga mendapatkan hasil yang bisa membuat bangga seluruhnya,” ungkap Polwan cantik ini, Senin (10/6/2024).

Dengan prestasi yang diraihnya, Lindha berharap bahwa keberhasilannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Kabupaten Bojonegoro untuk mengejar impian mereka di dunia olahraga dan bisa mengabdikan diri di institusi Kepolisian.

Perlu diketahui, Polwan Brigadir Lindha Rahmawati saat ini berdinas di fungsi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro.

Saat ini stanby force Individual Police Officer (IPO) 2023 masih menunggu pemberangkatan ke misi Franchophone (misi dengan berbahasa Perancis) seperti Afrika Tengah atau Minusca. (*)

Respon Cepat Aduan Masyarakat, Polisi Berhasil Amankan 52 Motor Diduga Balapan Liar di Bangkalan

BANGKALAN – Keresahan warga Bangkalan terkait maraknya balapan liar di Bangkalan terjawab sudah oleh gerak cepat personel gabungan Polres Bangkalan Polda jatim.

Pada razia kali ini tim gabungan Polres Bangkalan Polda Jatim berhasil mengamankan sedikitnya 52 unit motor yang tidak sesuai spesifikasi teknik ( Spektek) yang digunakan sebagai balapan liar.

Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya melalui Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Grandika Indera Waspada, S.I.K.mengatakan, razia ini digelar setelah menerima aduan Masyarakat yang merasa terganggu adanya balapan liar ini.

“Ada aduan warga Masyarakat yang resah dengan kegiatan balapan liar,”kata AKP Grandika, Rabu (12/6).

Ia mengatakan balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai spektek itu kerap dikeluhkan masyarakat luas, tak terkecuali di kabupaten Bangkalan.

Oleh karenanya kata AKP Grandika, pihak Polres Bangkalan akan terus menyisir hingga ke akar rumput untuk terus memutus aksi balap liar tersebut.

AKP Grandika mengungkapkan aksi balap liar terjadi di akses penghubung Bangkalan dengan 3 kabupaten lain di Pulau Madura.

“Yang sudah kami amankan aksi balap liar di sebelah Timur Pasar Lomaer, yang merupakan perbatasan dengan kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang seperti yang dilaporkan Masyarakat kepada Polres Bangkalan,”ujar AKP Grandika.

Aksi balap liar itu dilakukan puluhan pemuda di wilayah perbatasan Bangkalan dengan Sampang.

“Ada 52 unit motor yang berhasil kami amankan dari lokasi balap liar di Lomaer. Semua yang terlibat, baik joki ataupun penonton kami amankan motornya, karena aksi semacam ini betul-betul meresahkan,” tambah AKP Grandika.

AKP Grandika juga menambahkan jika motor yang saat ini diamankan oleh petugas bakal ditahan selama 1 bulan.

Hal itu dilakukan sebagai sanksi bagi pelaku ataupun penonton yang terlibat dan tidak menutup kemungkinan ada sanksi pidana juga bakal diterapkan jika memenuhi syarat.

Puluhan motor tersebut akan dikembalikan jika bisa menunjukkan surat-surat kendaraan lengkap dengan syarat mengembalikan bentuk sepeda motor sesuai standar yang telah ditentukan.

“Untuk sanksi pidana, akan kami dalami lebih dulu,” tegas AKP Grandika.

52 motor yang disita di arena balap liar Lomaer, kecamatan Blega menambah panjang deretan keberhasilan Polres Bangkalan dalam memberantas aksi yang sangat meresahkan ini.

Terhitung sejak Desember 2023 hingga Juni 2024, Polres Bangkalan berhasil mengamankan 140 unit sepeda motor dari berbagai lokasi di kabupaten Bangkalan. (*)

Menyentuh, Aipda Hendra Lepas Seragam demi Evakuasi Jasad Bayi Dibuang

Menyentuh, Aipda Hendra Lepas Seragam demi Evakuasi Jasad Bayi Dibuang

Bayi laki-laki tak bernyawa ditemukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mujur, Dusun Parasgowang, Desa Pandanarum, Tempeh, Lumajang, Jawa Timur (Jatim). Jasadnya bayi tersebut langsung dievakuasi oleh Bhabinkamtibmas setempat, Aipda Hendra Soegihartono.

“Pada Selasa, 11 Juni 2024, sekira pukul 08.00 WIB di Dusun Parasgowang, pelapor atas nama Sahin (50) menemukan jasad bayi laki-laki,” jelas Bhabinkamtibmas Desa Pandanarum Aipda Hendra Soegihartono, Selasa (11/6/2024).

Dia mengatakan, berdasarkan keterangan pelapor, jasad bayi itu ditemukan dalam kondisi telentang, warna kulit sudah pucat dan tali plasenta dan ari-ari masih melekat. Sahin lalu melaporkan penemuan jasad bayi tersebut ke Polsek Tempeh.

“Polsek Tempeh langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Tempeh. Kami lalu mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) untuk mengamankan TKP dan mengevakuasi korban. Dan selanjutnya membawa korban ke RSUD dr. Haryoto Lumajang,” terang Aipda Hendra.

Jasad Bayi Dibungkus Seragam Polisi

Dari video proses evakuasi yang diterima detikcom, nampak warga mengerumuni jasad bayi laki-laki tersebut. Nampak seragam polisi digelar untuk membungkus jasad bayi tersebut.

“Saya mencoba mencari kain atau sarung yang kering, tapi tidak ada. Saya sudah coba minta ke warga yang di lokasi, tapi karena harus cepat dievakuasi,,” ujar ayah empat anak ini.

“Akhirnya saya reflek lepas baju dinas. Saya nggak tega saja dengan kondisi bayi seperti itu,” ungkap dia.

Dalam video lain, nampak Aipda Hendra menggendong jasad bayi yang dibungkus seragamnya itu seakan menimang sambil menunggu kendaraan untuk evakuasi ke rumah sakit. Akhirnya dia terlihat berbon

Polres Pacitan Dukung Upaya Pemerintah Menuju Net Zero Emission 2050

PACITAN – Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024, Polres Pacitan Polda Jatim bersama Pemkab Pacitan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur serta berbagai elemen masyarakat menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Pancer Door pada Selasa (27/6/2024).

Kegiatan tersebut juga merupakan salah satu bentuk dukungan penuh dari Polres Pacitan mewujudkan komitmen bersama menuju Net Zero Emission 2050.

Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho, menilai aksi bersih-bersih ini merupakan langkah positif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Menurutnya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kabupaten Pacitan tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan berkontribusi pada upaya mencapai Net Zero Emission pada tahun 2050.

“Kolaborasi dalam aksi bersih – bersih lingkungan ini dapatr mengedukasi Masyarakat untuk peduli lingan yang bersih menuju Net Zero Emission ” ujar AKBP Agung.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Jempin Marbun yang mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai.

“Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia tahun 2024 kita Pilih Pacitan sebagai ajang unjuk gigi kebersihan dan contoh untuk kabupaten lain,” terangnya.

Jempin Marbun juga menegaskan komitmen Jawa Timur untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2050, dan kebersihan pantai merupakan salah satu langkah penting untuk mewujudkannya.

Sementara itu, Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menyambut baik kolaborasi ini dan berharap dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain di Jawa Timur.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Mari kita lakukan dengan iklas agar Indonesia Net Zero Emisi,” ujar Indrata Nur Bayuaji.

Kegiatan bersih-bersih berlangsung selama tiga jam dan diikuti oleh sekitar 700 orang. Para peserta membersihkan sampah di sepanjang pantai Pancer Door, mulai dari sampah plastik, botol kaca, hingga kayu.

Selain aksi bersih-bersih, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lain, seperti pertunjukan musik, pembagian doorprize, dan penyerahan penghargaan kepada komunitas yang peduli lingkungan.

Acara yang dimulai pukul 06.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Jempin Marbun, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Kapolres Pacitan AKBP Agung Nugroho, Dandim 0801 Pacitan Letkol Arh. Imam Musahirul, dan Sekretaris Daerah Pacitan Dr. Ir. Heru Wiwoho Supandi.

Sebagai informasi, Net Zero Emission 2050 merupakan target global untuk mencapai emisi gas rumah kaca nol pada tahun 2050. Upaya ini dilakukan untuk mencegah perubahan iklim yang semakin parah.

Bersih-bersih pantai merupakan salah satu langkah kecil yang dapat dilakukan untuk mencapai Net Zero Emission.

Sampah plastik yang terbuang di laut dapat mencemari lingkungan dan membahayakan biota laut.

Selain itu, pengurangan emisi gas buang kendaraan dan penggunaan energi terbarukan juga merupakan langkah penting untuk mencapai Net Zero Emission.

Aksi bersih-bersih pantai di Pacitan merupakan contoh positif dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mencapai Net Zero Emission 2050. (*)

Polresta Banyuwangi Inisiasi Dialog Menuju Pakel Damai dan Sejahtera Akhiri Polemik Lahan

BANYUWANGI – Polresta Banyuwangi menginisiasikan kegiatan Diskusi dengan tema Menuju Pakel Yang Damai dan Sejahtera.

Tema tersebut sesuai bentuk harapan dari warga Pakel Kabupaten Banyuwangi untuk secepatnya terselesaikan konflik sosial dan ingin hidup damai dan berdampingan tanpa adanya konflik.

Maka dari itu Polresta Banyuwangi menginisiasi diadakan diskusi bersama, antara perwakilan warga Desa Pakel, BPN, perwakilan harta waris, beserta awak media.

Diskusi tersebut dipimpin secara langsung Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Nanang Haryono, S.H., S.I.K., M.Si dan diikuti perwakilan warga Desa Pakel, Ahli Waris, Forsuba, dan BPN.

“Harapannya dengan dialog ini apa yang menjadi polemik terkait lahan di Pakel ini segera tuntas, dan Kamtibmas tetap kondusif,”ujar Kombes Pol. Nanang saat membuka dialog di Resto Mojopahit, Senin (10/6).

Ahli waris keturunan Pak Senin pemilik Akta 1929 mengatakan untuk kejelasan tentang tanah Pakel tersebut agar cepat terselesaikan dan tidak berlarut-larut.

“Saya ingin minta kejelasan tanah tersebut agar tidak berlarut-larut,” tegas Rudi

Rudi mengatakan mulai sejak dulu Pakel itu ada konflik, maka dari itu Ia berharap untuk Polresta Banyuwangi dan semua pihak yang terkait dapat memfasilitasi dialog.

”Dari isi hati saya dari dulu ingin agar Pakel damai dan agar kami warga Pakel hidup dengan tenang dan berkonsentrasi dalam bekerja,” kata Rudi, Senin (10/6).

Abdullah Rafsanjani yang berperan sebagai pendamping Ahli waris mengatakan bahwa ahli waris yang mempunyai akta 1929 bahwa tanah tersebut milik warga Pakel.

“Tetapi mulai tahun 1990 tanah Pakel sudah dikuasai perkebunan sehingga saat itu kami berklasifikasi bersurat kepada BPN,”kata Abdullah.

Menurut surat yang diberikan BPN kepada pihak Abdilllah bahwa tanah yang dikuasi PT.Bumisari adalah tanah negara sesuai dengan sertifikat HGU nomor 00295, HGU nomor 00296, dan HGU nomor 00297 yang diterbitkan Kepala BPN tanggal 12 September 2019.

”Saya juga membuat surat somasi kepada rukun tani untuk yang tidak berkepentingan keluar dari desa Pakel ,” tegas ketua Forsuba ini.

Sementara itu Korsub Pengendalian penanganan sengketa BPN Banyuwangi,Eko menyampaikan bahwa menerbitkan sertifikat banyak aturan yang harus diselesaikan mulai berkas dan peninjauan langsung.

Jika terjadi sengketa jalan keluar yang diambil adalah jalur mediasi ,jika dalam mediasi tidak menujukan titik terang boleh mengajukan surat ke Pengadilan Negeri .

“Kami BPN siap bermediasi di Pengadilan Negeri ( PN) dan kami akan patuh akan putusannya,”ujar Eko.

Jika dalam pelaksanaan mediasi BPN salah dalam menginput data, Eko mengatakan boleh mengajukan ke PTUN dan jika ditetapkan kekeliruan terbitnya sertifikat tersebut akan dibatalkan.

“Jika ada niatan penyelesaian dengan baik, kita BPN siap mengawal sampai tuntas,” ungkap Eko.

Hak-hak lama dahulunya diakui oleh negara diatur dalam UU Agraria. Selama bukti-bukti sah menurut hukum dan ada penguasaan fisik, maka BPN secara syarat formil lengkap dan tidak ada sengketa maka akan kita proses penerbitan sertifikat.

”Jika syarat Formil lengkap dan tidak ada sengketa pihak ahli waris boleh mengajukan penerbitan sertifikat,” tegasnya Eko.

Kami berharap kepada rukun tani untuk segera meninggalkan tanah Pakel karena tanah Pakel adalah sah milik negara.

Dan kami juga berharap kepada Pihak kepolisian untuk bertindak tegas dalam konflik ini untuk menjadikan pakel Damai dan Sejahtera.

“Kami ahli waris pakel berharap, jika tanah tersebut sah milik negara kami meminta untuk semua warga pakel Legowo atas hal ini agar konflik ini tidak berkelanjutan,” pungkas Rudi.()

Putri “Bon-Bon” Polwan Polres Tuban Pertama Yang Tergabung Dalam Pasukan Perdamaian

TUBAN – Mengenal lebih dekat sosok Brigadir Polisi Wahyu Putri Widyaningrum salah satu Polisi wanita (Polwan) berprestasi yang dimiliki Polres Tuban Polda Jatim, yang saat ini sedang menempuh pelatihan pra tugas Formed Police Unit (FPU) 6 MINUSCA di pusat misi Internasional Polri Tangerang.

Lulusan Sepolwan Tahun 2014 itu merupakan anak ke 3 dari pasangan Abdul Wahab yang merupakan Purnawirawan TNI berpangkat Mayor dengan ibu Ny.Endang Sri Lestari itu saat ini tercatat sebagai anggota Satuan Lalulintas Polres Tuban sejak tahun 2015.

Polwan Polres Tuban Polda Jatim yang memiliki tinggi badan 168 cm itu biasa menghabiskan waktu senggang dengan melakukan hal yang positif seperti olahraga diantaranya boxing, gym, jogging, serta membaca buku.

Selain mempunyai paras yang cantik, Polwan yang kesehariannya akrab di sapa “Bon-bon” itu juga mempunyai kecerdasan yang mumpuni.

Hal itu ia buktikan menjadi salah satu lulusan terbaik bahasa Mandarin dasar saat menempuh pendidikan pengembangan spesialis (dikbangspes) gelombang 3 pada Tahun 2019 lalu di sekolah bahasa Lemdiklat Polri.

Menurut Kapolres Tuban AKBP Suryono, S.H., S.I.K., M.H., Brigpol Putri merupakan Polwan Polres Tuban pertama yang ikut dalam seleksi pasukan perdamaian dan berhasil lolos yang selanjutnya akan diberangkatkan pada bulan September 2024 mendatang menuju Bangui, Afrika Selatan.

“Nantinya akan bertugas kurang lebih selama satu tahun disana” terang AKBP Suryono.

Lebih lanjut AKBP Suryono menjelaskan saat ini Polwan kelahiran 1 Agustus 1996 itu bersama 6 anggota lainnya yang berasal dari Jawa Timur sedang melaksanakan pelatihan pra tugas di pusat misi Internasional Polri Tangerang selama 6 bulan.

“Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Polres Tuban dan layak menjadi motivasi bagi anggota lain termasuk para Polwan di jajaran Polda Jatim untuk mengikuti jejaknya” ujar AKBP Suryono.

Sementara itu Polwan Polres Tuban ini menjelaskan apa yang menjadi motivasinya sehingga ia berkeinginan bergabung dengan pasukan perdamaian ialah rasa penasarannya terhadap situasi ketika bertugas di negara yang sedang dilanda konflik.

“Tantangan buat diri sendiri, penasaran ingin merasakan bagaimana bertugas disebuah negara yang sedang dilanda konflik” terang Polwan cantik ini. (*)

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu