Bhabinkamtibmas Sambangi Lahan Jagung Manis, Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan dan Kedekatan dengan Warga

Bhabinkamtibmas Sambangi Lahan Jagung Manis, Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan dan Kedekatan dengan Warga

BATU, MALANG – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Pondokagung, Brigpol Bayu melaksanakan kegiatan sambang ke lahan pertanian jagung manis milik warga di wilayah Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jum’at (29/05/2026).

Kegiatan sambang tersebut menjadi bagian dari peran aktif Polri melalui fungsi pembinaan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pedesaan.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani tidak hanya sebagai bentuk monitoring wilayah, namun juga sebagai sarana membangun komunikasi, memberikan motivasi, serta mendengarkan secara langsung berbagai kondisi dan kendala yang dihadapi petani di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas berdialog dengan petani terkait perkembangan tanaman jagung manis, metode perawatan, hingga tantangan yang dihadapi dalam proses budidaya, mulai dari faktor cuaca, kebutuhan pupuk, hingga upaya menjaga hasil pertanian agar tetap produktif dan bernilai ekonomi.

Lahan pertanian jagung manis milik warga yang menjadi lokasi sambang tampak tumbuh subur dan terawat dengan baik.

Hal tersebut menunjukkan semangat serta kerja keras para petani dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan keluarga sekaligus kontribusi terhadap ketersediaan pangan masyarakat.

Bhabinkamtibmas menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan, sekaligus upaya memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.

“Kami hadir tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ingin menjadi bagian dari semangat warga dalam membangun desa, termasuk melalui sektor pertanian. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” ungkap Brigpol Bayu.

Selain memberikan dukungan moril, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di lingkungan pedesaan.

Pendekatan humanis yang dilakukan melalui sambang pertanian diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta menghadirkan rasa aman dan kedekatan di tengah kehidupan warga.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat, sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.(*)

Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba Amankan 2 Tersangka Pengedar dan 209 Gram Sabu

Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba Amankan 2 Tersangka Pengedar dan 209 Gram Sabu

GRESIK – Satresnarkoba Polres Gresik Polda Jatim kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Gresik.

Dalam pengungkapan kasus jaringan narkoba Madura-Gresik ini, Polisi berhasil mengamankan Dua tersangka beserta barang bukti sabu seberat total bruto 209,38 gram.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam konferensi pers di halaman Mapolres Gresik, Kecamatan Kebomas, Jumat (29/5/2026).

Kapolres Gresik menjelaskan, pengungkapan bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba di kawasan perkotaan Gresik.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Opsnal Satresnarkoba segera melakukan penyelidikan intensif hingga berhasil mengidentifikasi pelaku.

“Petugas bergerak cepat dan berhasil mengamankan tersangka pertama berinisial FRW (29) pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026 sekitar pukul 01.30 WIB di rumah kos wilayah Kecamatan Manyar,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Dari tangan FRW, Polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa alat hisap, pipet kaca berisi sisa kristal putih diduga sabu seberat sekitar 2,91 gram, timbangan elektrik, serta perlengkapan lain yang diduga digunakan dalam aktivitas penyalahgunaan narkotika.

Berdasarkan hasil interogasi dan penyelidikan lanjutan, petugas bergerak menuju lokasi kedua dan berhasil menangkap tersangka berinisial MZ (32) pada pukul 04.30 WIB di Jalan Raya Dukun, Kecamatan Dukun.

“Saat diamankan, petugas menemukan empat klip sabu seberat kurang lebih 13,29 gram yang disembunyikan di dalam tas kantong kain warna merah,” lanjut AKBP Ramadhan.

Tak berhenti di situ, Satresnarkoba Polres Gresik melakukan penggeledahan di rumah MZ di Desa Padang Bandung, Kecamatan Dukun.

Hasilnya, Polisi kembali menemukan 42 paket sabu siap edar dengan berat total sekitar 196,09 gram.

Dari seluruh rangkaian pengungkapan tersebut, polisi menyita total 46 plastik klip berisi sabu dengan berat bruto mencapai 209,38 gram.

Selain narkotika, petugas juga mengamankan uang tunai Rp400 ribu, dua unit telepon genggam, timbangan elektrik, puluhan potongan sedotan plastik untuk pengemasan sabu, serta satu unit sepeda motor Suzuki Satria bernomor polisi W 6628 LQ.

Menurut pengakuan tersangka MZ, barang haram tersebut diperoleh dari seseorang di wilayah Madura yang kini masih dalam pengejaran aparat.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, sabu tersebut berasal dari jaringan di Madura dan saat ini kami terus melakukan pengembangan untuk memburu pemasok maupun jaringan di atasnya,” tegas AKBP Ramadhan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka yang diketahui bekerja di sektor swasta itu dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 114 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto ketentuan penyesuaian pidana dan Pasal 609 ayat (1) serta ayat (2) KUHP baru.

Dengan jumlah barang bukti yang melebihi lima gram, para tersangka terancam hukuman berat berupa pidana penjara maksimal 20 tahun, penjara seumur hidup, hingga hukuman mati.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Gresik juga mengimbau masyarakat agar terus bersinergi dengan kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba.

“Kami mengajak seluruh masyarakat aktif melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika. Apabila menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan melalui Call Center 110 maupun Hotline Lapor Cak Rama,” pungkasnya. (*)

Polres Pasuruan Kota Amankan 4 Tersangka Pengeroyokan Remaja di GOR Untung Suropati

KOTA PASURUAN – Satreskrim Polres Pasuruan Kota Polda Jatim mengamankan Empat pemuda yang diduga terlibat aksi kekerasan terhadap Dua remaja di kawasan Barat GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan.

Empat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial MDM (14), MM (22), MSR (17), dan MRK (20), yang sebagian pelaku diketahui berasal dari wilayah Grati dan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, Polisi juga mengamankan barang bukti diantaranya sejumlah senjata tajam jenis celurit yang diduga dipakai saat kejadian.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly mengatakan, peristiwa yang menimpa korban berinisial FA (14) tersebut terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

“Kasus ini diduga dipicu pengaruh minuman keras dan obat-obatan terlarang,” kata AKBP Titus saat konferensi pers, Jumat (29/5/26).

Para terduga pelaku nekat menganiaya korban secara acak karena siapa pun yang menatap mereka (para pelaku) dianggap sebagai musuh.

Kapolres Pasuruan Kota mengungkapkan, pihaknya bergerak cepat setelah mendapat laporan dari orang tua korban yang anaknya dirawat di RSUD dr R Soedarsono.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim URC Satreskrim Polres Pasuruan Kota melakukan olah tempat kejadian perkara dan menganalisis rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

“Dari hasil analisis, Polisi berhasil mengidentifikasi empat terduga pelaku yang kini sudah kami amankan dan kami proses hukum,” terang AKBP Titus.

Saat akan ditangkap, ada salah satu tersangka yaitu MM sempat melakukan perlawanan, sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 80 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 76C Undang-Undang Perlindungan Anak serta pasal pengeroyokan dalam KUHP.

Polres Pasuruan Kota mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anak agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas, minuman keras, maupun narkotika yang dapat memicu tindakan kriminalitas. (*)

Polres Ponorogo Sahabat Petani, Dampingi Warga Wujudkan Swasembada Pangan

Polres Ponorogo Sahabat Petani, Dampingi Warga Wujudkan Swasembada Pangan

PONOROGO, – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan jajaran Polres Ponorogo Polda Jatim dengan melakukan pendampingan warga tani untuk mewujudkan swasembada pangan.

Kali ini, Polsek Ngebel melalui fungsi Bhabinkamtibmas turun langsung melakukan pendampingan pengelolaan lahan jagung di Desa Karangtalun , Kecamatan Ngebel Jumat (29/5/2026).

Pendampingan dilakukan sebagai bentuk keseriusan Polres Ponorogo Polda Jatim dalam memastikan sektor pertanian tetap produktif dan mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo menegaskan bahwa pihaknya terus mengawal perkembangan tanaman jagung di seluruh wilayah Kabupaten Ponorogo.

Selain itu melalui satuan fungsi Binmas, Polres Ponorogo juga aktif koordinasi dan berkolaborasi lintas sektor yang menjadi kunci untuk meningkatkan hasil panen para petani.

“Kami terus berdiskusi dan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian maupun kelompok tani agar tanaman jagung mampu menghasilkan panen yang lebih maksimal,” ujar AKBP Andin Wisnu Sudibyo.

Ia menambahkan, kehadiran Polres Ponorogo Polda Jatim di tengah aktivitas pertanian bukan sekadar simbol pengawasan, namun juga bentuk dukungan nyata terhadap para petani agar semakin semangat mengelola lahannya.

“Program pendampingan tersebut juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari cuaca hingga fluktuasi harga hasil panen,”paparnya.

Seperti diketahui Polres Ponorogo bersama stakeholder berhasil mengelola lahan jagung seluas 1.825,25 hektare.

Dari total luas tersebut, sebanyak 1.781,97 hektare telah dipanen dengan total produksi mencapai 5.605,76 ton jagung.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.607,8 ton berhasil diserap Bulog, 2.627,09 ton dijual kepada lain, sedangkan 1.370,87 ton lainnya diserap pabrik pakan ternak di wilayah Blitar.

Polres Ponorogo terus melakukan terobosan menggandeng warga tani untuk turut mensukseskan ketahanan pangan nasional. (*)

Menyemai Generasi Berkarakter, Mengawal Masa Depan Bangsa: Bhabinkamtibmas Polsek Batu Monitoring Wisuda Santri Al Izzah Internasional Boarding School 2026

KOTA BATU – Dalam rangka memberikan rasa aman dan memastikan kelancaran jalannya kegiatan masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Batu melaksanakan kegiatan monitoring dan pengamanan pada acara Wisuda Santri SMP/SMA Al Izzah Internasional Boarding School Kota Batu Tahun 2026 yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kebanggaan.

Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam mendukung setiap kegiatan positif yang bertujuan mencetak generasi muda yang unggul, berakhlak mulia, dan berwawasan global. Kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga, namun juga sebagai wujud sinergitas antara Polri dan lembaga pendidikan dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.

Acara wisuda yang dihadiri oleh para santri, wali santri, dewan guru, pengurus yayasan, serta berbagai tamu undangan berlangsung dengan tertib dan lancar. Suasana haru dan bahagia tampak menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan saat para santri menerima penghargaan atas perjuangan dan dedikasi mereka selama menempuh pendidikan di lingkungan Al Izzah Internasional Boarding School.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Bhabinkamtibmas melakukan pemantauan terhadap situasi sekitar lokasi kegiatan, pengaturan arus kedatangan dan kepulangan tamu undangan, serta berkoordinasi dengan panitia dan petugas keamanan internal sekolah guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Langkah ini dilakukan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan kondusif.

Selain itu, kehadiran personel Polri juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan kemitraan dengan masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas. Pendidikan yang kuat dan lingkungan yang aman merupakan dua faktor penting dalam menciptakan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Kapolsek Batu melalui Bhabinkamtibmas menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas terselenggaranya kegiatan wisuda yang berjalan dengan tertib serta kepada seluruh wali santri yang turut menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Diharapkan para wisudawan dan wisudawati dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, serta kepedulian sosial yang tinggi.

Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari komitmen Polri Presisi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung setiap kegiatan yang berdampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia. Dengan terjalinnya kolaborasi yang baik antara institusi pendidikan dan kepolisian, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, lancar, dan kondusif. Wisuda Santri SMP/SMA Al Izzah Internasional Boarding School Kota Batu Tahun 2026 pun menjadi momentum berharga yang tidak hanya menandai keberhasilan pendidikan para santri, tetapi juga menjadi simbol harapan bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia.

Menjaga Asa dari Ladang, Bhabinkamtibmas Kasembon Hadir Menguatkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Kasembon – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Kasembon melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi kepada para petani yang tengah mengelola lahan jagung manis di wilayah binaannya.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengunjungi langsung area pertanian seluas kurang lebih 1.500 meter persegi yang saat ini ditanami jagung manis dan diperkirakan akan memasuki masa panen dalam waktu sekitar enam minggu ke depan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas para petani mendapat sambutan positif karena selain menjalin komunikasi yang baik, juga menjadi sarana untuk menyerap berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat di sektor pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas berdialog langsung dengan para petani mengenai kondisi tanaman, ketersediaan sarana produksi pertanian, hingga kendala yang mungkin dihadapi menjelang masa panen. Melalui komunikasi yang humanis dan penuh keakraban, petani dapat menyampaikan berbagai masukan serta harapan agar hasil pertanian yang diperoleh dapat memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat dalam merawat tanaman hingga masa panen tiba. Selain menjaga produktivitas pertanian, para petani juga diajak untuk terus memperkuat kebersamaan dan menjaga situasi keamanan lingkungan agar aktivitas pertanian dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung manis tumbuh dalam kondisi yang baik dan menunjukkan perkembangan yang cukup optimal. Nantinya, hasil panen jagung akan dimanfaatkan secara maksimal, di mana bagian tebon atau batang jagung akan digunakan sebagai pakan ternak sapi, sedangkan hasil jagung yang dipanen akan dijual kepada para tengkulak sebagai sumber pendapatan bagi petani.

Pemanfaatan seluruh bagian tanaman jagung tersebut menjadi contoh nyata bagaimana sektor pertanian mampu memberikan nilai ekonomi berkelanjutan. Tidak hanya menghasilkan komoditas untuk dipasarkan, tetapi juga mendukung kebutuhan pakan ternak yang menjadi salah satu sektor penting dalam menunjang perekonomian masyarakat pedesaan.

Melalui kegiatan sambang ini, Polri terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung upaya peningkatan kesejahteraan warga melalui sektor pertanian. Sinergi antara petani dan kepolisian diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, produktif, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Kasembon.

Menyemai Harapan dari Ladang, Bhabinkamtibmas Kasembon Hadir Menguatkan Ketahanan Pangan dan Mendengar Aspirasi Petani

Kasembon – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Kasembon melaksanakan kegiatan sambang ke lahan pertanian jagung manis milik warga. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat pedesaan.

Pada kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas menyambangi lahan jagung manis seluas kurang lebih 200 meter persegi yang saat ini berada dalam kondisi tumbuh baik dan diperkirakan akan memasuki masa panen dalam waktu sekitar enam minggu ke depan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani tidak hanya untuk melakukan pemantauan perkembangan tanaman, tetapi juga sebagai sarana menjalin komunikasi yang harmonis dan menyerap berbagai aspirasi maupun permasalahan yang dihadapi para petani di lapangan.

Dalam dialog yang berlangsung penuh keakraban, petani menyampaikan sejumlah kondisi yang mereka hadapi selama proses budidaya, mulai dari faktor cuaca, kebutuhan pupuk, hingga upaya menjaga hasil pertanian agar tetap produktif. Bhabinkamtibmas mendengarkan setiap masukan dengan seksama serta memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian mereka.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban lingkungan sekitar area pertanian. Dengan terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif, aktivitas pertanian dapat berjalan lancar sehingga hasil panen yang diperoleh nantinya dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan keluarga petani maupun masyarakat sekitar.

Kegiatan sambang ini merupakan salah satu wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung sektor-sektor produktif yang berperan penting dalam pembangunan dan ketahanan pangan nasional. Melalui pendekatan humanis dan dialogis, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang pertanian.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Para petani menyambut baik kehadiran Bhabinkamtibmas yang senantiasa hadir memberikan perhatian, dukungan, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaannya. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan lahan jagung manis tersebut dapat menghasilkan panen yang optimal dan menjadi bagian dari kontribusi masyarakat Kasembon dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menjaga Tumbuh Jagung, Menjaga Harapan Negeri : Bhabinkamtibmas Dukung Ketahanan Pangan dari Lahan Petani

Menjaga Tumbuh Jagung, Menjaga Harapan Negeri : Bhabinkamtibmas Dukung Ketahanan Pangan dari Lahan Petani

BATU, MALANG – Dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui kehadiran langsung aparat kepolisian di tengah masyarakat. Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Purworejo, Aipda Siswo, yang melaksanakan kegiatan sambang kepada petani jagung manis di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Kamis (28/05/2026).

Kegiatan sambang tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus memberikan dukungan terhadap sektor pertanian yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Dalam kunjungannya, Aipda Siswo meninjau lahan jagung manis milik warga seluas kurang lebih 600 meter persegi yang saat ini masih berada pada tahap perawatan.

Kondisi tanaman yang sedang dalam masa pertumbuhan menjadi perhatian bersama, mengingat keberhasilan masa perawatan akan sangat menentukan kualitas dan hasil panen di masa mendatang.

Di tengah hamparan tanaman jagung yang mulai tumbuh subur, Aipda Siswo berdialog langsung dengan para petani untuk mengetahui perkembangan tanaman serta berbagai kendala yang dihadapi selama proses perawatan.

Mulai dari kebutuhan pemupukan, pengairan, hingga tantangan cuaca menjadi bagian dari pembahasan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan sambang ini tidak hanya dimaknai sebagai bentuk monitoring dan silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana membangun semangat para petani agar tetap optimis dalam mengelola lahan pertaniannya.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus motivasi bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya para petani, merasa didampingi dan diperhatikan. Pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan, sehingga perlu dukungan dan semangat bersama agar hasilnya tetap optimal,” ujar Aipda Siswo.

Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab petani, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk aparat keamanan yang hadir untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mendukung aktivitas produktif masyarakat.

Selain memperkuat komunikasi, kegiatan ini juga menjadi langkah preventif dalam menjaga keamanan lingkungan desa.

Dengan terjalinnya kedekatan dan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat dapat lebih cepat diketahui dan diselesaikan secara bersama-sama.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan warga, termasuk di sektor pertanian,” tambah Aipda Siswo.

Melalui kegiatan sambang yang dilakukan secara rutin, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

Dari lahan-lahan pertanian desa seperti di Purworejo, harapan untuk mewujudkan pangan yang kuat dan berkelanjutan terus tumbuh bersama semangat gotong royong dan kepedulian.(*)

Dari Ladang untuk Negeri, Bhabinkamtibmas Turun Tangan Dukung Ketahanan Pangan

Dari Ladang untuk Negeri, Bhabinkamtibmas Turun Tangan Dukung Ketahanan Pangan

KOTA BATU – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat.

Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Giripurno, Aipda Syaifuloh, yang melaksanakan kegiatan sambang kepada petani jagung manis dan jagung pipil di Dusun Sumbersari, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (28/05/2026).

Kegiatan sambang tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban di tengah aktifitas petani yang tengah mengelola hasil panen jagung.

Kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya menjadi sarana menjaga komunikasi dan situasi kamtibmas, namun juga menunjukkan dukungan nyata Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Syaifuloh berdialog dengan petani untuk mendengarkan berbagai aspirasi, kondisi pertanian, hingga tantangan yang dihadapi dalam proses budidaya maupun pascapanen jagung.

Dialog terbuka tersebut menjadi wadah penting untuk membangun kedekatan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

Tidak berhenti pada komunikasi dan pemberian motivasi, Aipda Syaifuloh juga turut membantu proses penjemuran jagung.

Kegiatan sederhana namun penuh makna itu menjadi simbol kepedulian serta semangat kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat desa.

“Kehadiran kami di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap aktifitas warga, termasuk petani yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan,” ujar Aipda Syaifuloh.

Kegiatan sambang ini sekaligus menjadi gambaran nyata sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

Menurut Aipda Syaifuloh, sektor pertanian memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar mampu berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan warga.

“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang baik dan kebersamaan seperti ini, kami berharap para petani semakin semangat dalam mengelola pertanian sehingga hasilnya dapat mendukung kesejahteraan keluarga maupun kebutuhan pangan masyarakat,” tambahnya.

Selain mendukung sektor pertanian, kegiatan sambang juga memiliki nilai strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kedekatan yang terjalin antara Bhabinkamtibmas dan warga diharapkan mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas serta menciptakan lingkungan desa yang aman, nyaman, dan kondusif.

Melalui langkah-langkah humanis yang dilakukan secara konsisten, Polri terus berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di Dusun Sumbersari menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat aksi nyata yang mendukung kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Sinergi yang terbangun antara Polri dan petani diharapkan terus tumbuh, sehingga semangat gotong royong dalam menjaga ketahanan pangan dapat menjadi kekuatan bersama demi mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.(*)

Sinergi TNI–Polri Sambangi Petani, Perkuat Kamtibmas dan Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sinergi TNI–Polri Sambangi Petani, Perkuat Kamtibmas dan Dukung Ketahanan Pangan Nasional

KOTA BATU – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tidak hanya dilakukan melalui sektor pertanian semata, namun juga melalui sinergi dan pendampingan langsung kepada masyarakat.

Hal inilah yang tampak dalam kegiatan sambang dialogis yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Torongrejo Aipda Dul Didit bersama Babinsa Desa Torongrejo kepada para petani di Dusun Krajan, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (28/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung dengan suasana penuh keakraban tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menjadi ujung tombak dalam menjaga keberlangsungan sektor pangan.

Dalam sambang tersebut, Bhabinkamtibmas dan Babinsa berinteraksi langsung dengan para petani untuk mendengarkan berbagai aspirasi, kendala, serta harapan yang mereka hadapi dalam mengelola lahan pertanian.

Mulai dari kondisi tanaman, tantangan cuaca, hingga kebutuhan pendampingan dan keamanan lingkungan menjadi bagian dari dialog yang dibangun secara terbuka.

Kehadiran aparat di tengah aktifitas pertanian tidak hanya bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para petani agar tetap bersemangat dalam mengembangkan sektor pertanian.

“Melalui komunikasi dan kedekatan yang terjalin, kami ingin memastikan para petani merasa diperhatikan dan didukung. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat,” ungkap Bhabinkamtibmas Desa Torongrejo.

Dialog yang berlangsung di area pertanian Dusun Krajan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergitas TNI–Polri dengan masyarakat desa.

Dengan pendekatan humanis dan komunikasi yang terbuka, aparat berharap berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat segera diketahui dan dicarikan solusi bersama.

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan sambang dialogis ini sekaligus menjadi langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah pedesaan.

Situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran aktivitas pertanian serta meningkatkan produktifitas masyarakat.

“Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan. Karena itu, kehadiran kami bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan semangat dan membangun kebersamaan demi kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Melalui kegiatan sambang dialogis yang rutin dilaksanakan, diharapkan terbangun hubungan yang semakin harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat.

Sinergi yang kuat antara TNI–Polri dan para petani menjadi pondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, produktif, serta mendukung terwujudnya program Ketahanan Pangan Nasional secara berkelanjutan.(*)

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu