Polres Jember Berhasil Amankan Pelaku Eksibisionis yang Resahkan Kaum Hawa

Jember – Ulah NI (40) warga asal Dusun Glundengan Desa Suci Panti Jember, yang selama ini meresahkan mahasiswi di seputar kawasan kampus Tegalboto karena ulahnya yang sering pamer ‘gedang ijo’, akhirnya terhenti pada Jumat (18/11/2022)

Hal ini setelah jajaran Satreskrim Polres Jember Polda Jatim berhasil membekuk pelaku saat sedang beraksi.

“Pelaku kami amankan saat sedang beraksi di sekitar kampus, dari pemeriksaan yang dilakukan oleh unit Reskrim, tersangka melakukan aksinya ini sejak 2021 dengan berpindah pindah tempat, dengan sasaran mahasiswi,” ujar Kapolres Jember AKBP. Hery Purnomo SIK. SH. Rabu (23/11/2022).

Informasi yang dihimpun media ini, modus dari pelaku dalam menjalankan aksinya adalah dengan berbekal minyak goreng yang selalu djbawa di sakunya untuk dioleskan ke alat kelamin sebelum mencari perhatian korban dengan cara memanggjl.

“Modus yang dilakukan tersangka dengan pura pura memanggil korban, saat korban menoleh ke arah tersangka, pelaku menunjuk ke arah bawah sambil mengeluarkan alat vitalnya yang sudah diolesi minyak goreng,” jelasnya.

Sejauh ini sudah ada 7 korban yang melaporkan ke Kapolres Jember.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 36 KUHP Undang-undang Pornografi. “Ancamannya 10 tahun penjara, ” pungkas Kapolres. (*)

Tingkatkan Ketaqwaan Personel Polres Bondowoso Laksanakan Gerakan Suber

Bondowoso – Kegiatan “Gerakan Shalat Subuh Berjama`ah” (Suber) yang merupakan program Kapolres Bondowoso AKBP. Wimboko S.I.K terus digalakan.

Senada dengan 8 program Commenderwish Kapolda Jatim,Irjen Pol Toni Harmanto, gerakan Sholat Subuh Berjama’ah ini kata Kapolres Bondowoso bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan anggota terhadap Tuhan YME .

“Untuk peningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan YME guna mewujudkan SDM unggul, kami lakukan Sholat Subuh Berjama`ah,”ungkap AKBP Wimboko usai sholat di Masjid Al Fajri Polres Bondowoso,Jumat (25/11).

Gerakan Shalat Subuh Berjama`ah yang di program kan Kapolres Bondowoso pada hari ini menghadirkan Habib Abdilah Alhadar sebagai penceramah.

Kegiatan Shalat Subuh Berjama`ah, selain untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, kegiatan ini juga untuk lebih mempererat silaturrahmi sesama anggota Polri,ASN dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan rutin tiap Jumat ini para PJU Polres Bondowoso,seluruh anggota Polri dan ASN polres Bondowoso dan masyarakat sekitar.

Kapolres Bondowoso dalam sambutannya mengajak kepada seluruh personil Polri maupun ASN agar selalu menjalankan ajaran agama dengan benar dan tidak meninggalkan sholat lima waktu.

“Karena dengan kita disiplin dalam menjalankan ibadah sholat dan menjalankan ajaran agama kita akan menjadi jiwa – jiwa dan orang – orang yang disiplin pula dalam bekerja serta menjadi ikhlas dan tulus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan porsinya masing – masing”ujar AKBP Wimboko.

Dengan gerakan Subuh berjama’ah oleh seluruh personil Polri dan ASN ini akan lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan anggota dalam menjalankan tugas melayani, melindungi, mengayomi masyarakat dengan penuh keikhlasan dan ketulusan dan akan menjadikan Polri yang semakin di cintai oleh masyarakat.

Dalam Tausyiahnya, Habib Abdilah Alhadar menyebutkan tentang sholat lima waktu dan pernikahan, yakni senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan senantiasa bersholawa rxt kepada baginda Rosulullah.

“Kita sebagai Kholifah sunnatullah di bumi harus menjaga alam semesta dunia ini dengan baik agar ada hubungan balik alam juga memberikan nilai-nilai manfaat kepada kita dimana dalam Al-Qur’an Allah menjelaskan dalam QS Alahzab.,” ujar Habib Abdilah.

Ia menambahkan Alloh menciptakan benda mati seperti gunung, tanah batu untuk memberikan manfaat atau berkhidmad kepada mahluk hidup hewan dan tumbuh tumbuhan, dan hewan dan tumbuhan memberikan manfaat kepada Manusia dan manusia harus bersyukur dan bertaqwa kepada Allah.

“Bahwa semua kerusakan di muka bumi ini akibat ulah manusia dan Allah maha mengetahui dan maha pemaaf Allah maha kasih sayang dengan memberikan peringatan kepada hambanya yang lalai agar kembali kepada Allah dan melihat tanda-tanda kebesaran nya,” tambahnya.

Masih tutur Habib Abdilah, Sholat merupakan tiang agama kalau tiangnya roboh maka tidak ada sisi baik tuhan aja tidak ditaati apalagi aturan lainnya bahkan perintah pemimpinan pasti dilabaikan.

“Perbaiki hubungan dengan Allah maka dampaknya akan Istiqomah dan rajin karena tidak diawasi pimpinan kerja merasa sudah di awasi Allah SWT dengan sendirinya pasti Tidak akan melanggar ketentuan peraturan dan ikhlas dalam bekerja,”tutup Habib Abdilah.

Wujud Sinergitas Dengan Awak Media, Kapolres Gresik Gelar Piramida bersama GOP

GRESIK – Polres Gresik menggelar acara Ngopi Bareng Media (Piramida) bertempat di command center Polres Gresik Jawa Timur. Kamis (24/11/2022).

Hadir dalam acara tersebut Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis didampingi Kabag Ops Kompol  Andria Diana Putra,Kasat Lantas AKP Agung Fitransyah,Kasat Reskrim Iptu Aldhino Prima Wirdhan dan para awak media.

Kapolres Gresik tampak akrab tengah- tengah insan pers dari Group Gresik Online Produktif (GOP) sambil menikmati hidangan.

Dalam kesempatan itu, AKBP Azis menyampaikan pentingnya Komunikasi dalam pemberitaan, sehingga tidak terjadi mis komunikasi yang bisa menimbulkan berita yang tidaknya berimbang bahkan tidak benar

“Silaturahmi bersama media bagian yang tak terpisahkan dalam tubuh Polri, karena yang menyampaikan suara, prestasi atau kinerja kita adalah media,” tandasnya.

Oleh karena itu, ia berprinsip selalu merangkul media di manapun ia ditugaskan dan menempatkan media sebagai sahabat, mitra dan pilar yang sangat penting.

“Adalah anggapan yang salah jika kita berseberangan dengan media,” imbuhnya.

Kapolres berpesan pada puluhan insan pers tersebut untuk saling mendukung dan membantu menyampaikan informasi ke masyarakat.

Sementara itu, Ketua GOP Kabupaten Gresik mengapresiasi Polres Gresik karena telah menggelar acara silaturahmi yang bertajuk “Piramida” ini.

“Semoga dengan acara Ngopi bareng ini, silaturahmi dan sinergitas antara Polres Gresik dengan media bisa terus terjalin dengan baik,” kata Candra

Diakhir acara Kapolres mberikan Rompi Media kepada anggota GOP guna melakukan aktivitas kewartawanan. (*)

Polri jangkau tempat terisolir untuk berikan pasokan kebutuhan pokok

Polri kembali mengirimkan bantuan kebutuhan bagi para korban pengungsian gempa Cianjur. Pengiriman bantuan dilakukan dengan menggunakan helikopter ke daerah tersolir, Kamis (24/11).

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, menyebut bantuan dikirm kepada warga di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar).

“Hari ini kami kembali memberikan bantuan di desa yang terisolir, belum dapat diakses karena jalan terputus. Pemberian bantuan hari ini pun cukup sulit untuk mendaratkan helikopter di sana,” kata Dedi dalam keterangan resmi, Kamis (24/11).

Kebutuhan yang diserahkan hari ini, kata Dedi, terdiri dari pop mie 40 box, air mineral 10 box, terpal 11 pack, biskuit 200 pack, dan selimut 50 box.

“Polri bersama stakeholder lain akan terus berupaya memenuhi kebutuhan seluruh pengungsi, terutama di tempat-tempat terisolir,” tutur Dedi.

Selain memberikan bantuan, pemantauan daerah-daerah terisolir melalui jalur udara pun dilakukan. Daerah yang memang terisolir itu cenderung berada di dataran tinggi.

“Tim gabungan juga akan terus berusaha menjangkau lokasi-lokasi terisolir agar dapat mengevakuasi para korban,” ucapnya.

Pemberian bantuan tersebut diwakili oleh Karomultimedia Divhumas Polri Brigjen Pol Gatot Repli Handoko dan Karodalops Sops Polri Brigjen Pol Endi Sutendi.

Tiga hari tertimbun runtuhan akibat gempa Cianjur, anak 5 tahun berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup

Pasukan TNI dan Polri berhasil mengevakuasi bocah berumur 5 tahun yang terjebak dalam reruntuhan bangunan akibat gempa Cianjur yang terjadi pada Senin (21/22). Anak laki-laki berinisial A itu ditemukan dalam kondisi masih hidup.

“Jadi, dalam proses pencarian kemarin (23/11), tim di lapangan, saat membongkar puing-puing ternyata ditemukan seorang korban anak berusia 5 tahun, alhamdulillah masih hidup,” ujar Dedi dalam keterangan resminya, Kamis (24/11).

Anak yang ditemukan 3 hari pascagempa terjadi tersebut merupakan salah satu korban di Kampung Rawacina, Desa Nagrek. Dia ditemukan tepatnya pukul 10.46 WIB.

Setelah ditemukan, kata Dedi, anak tersebut langsung dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Anak itu kemudian langsung diberikan pengecekan dan bertemu dengan orang tuanya,” tutur Dedi.

Hingga saat ini berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terdapat 40 korban dilaporkan hilang. Dalam proses pencarian, Polri telah mengerahkan personel Brimob hingga anjing pelacak atau K9. Menurut Dedi, proses pencarian dan evakuasi akan terus dilakukan dengan kolaborasi lintas sektoral, seperti BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan para relawan yang terlibat.

Tak hanya itu, personel Polri juga dikerahakan untuk memberikan trauma healing kepada seluruh korban gempa Cianjur. Di samping itu, upaya pemenuhan kebutuhan bahan pokok dan medis bagi puluhan ribu pengungsi di sejumlah titik maupun warga yang masih terisolir menggunakan helikopter terus berjalan.

“Rencana pagi ini kembali akan disalurkan bantuan makanan bagi korban gempa Cianjur di daerah terisolir dengan menggunakan helikopter yang take off dari pondok cabe, dipimpin oleh Karomultimedia Divhumas Polri dan Kabagdalops Sops Polri,” kata Dedi.

Kapolri kembali salurkan bantuan bagi korban gempa Cianjur

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali memberikan bantuan bagi korban gempa Cianjur, Jawa Barat (Jabar). Pemberian bantuan tersebut diberikan melalui Polres Cianjur pukul 15.00 WIB sore tadi.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban gempa Cianjur yang kini masih berada di pengungsian.

“Hari ini Bapak Kapolri kembali mengirimkan paket bantuan bagi korban gempa Cianjur dengan dua unit truk box yang isinya kebutuhan seperti selimut dan alas tidur,” ujar Dedi dalam keterangan resmi, Rabu (23/11).

Dedi merinci, bantuan yang diberikan terdiri dari Field Bed sebanyak 100 buah, tenda pleton sebanyak 10 buah, terpal sebayak 20 buah dengan ukuran 4×6 meter, dan kain kafan sebanyak 200 pcs.

“Pengiriman kain kafan dibagi dalam beberapa gelombang, masing-masing gelombang 50 pcs. Sampai saat ini sudah 150 pcs yang diberikan,” tutur Dedi.

Berdasarkan data terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga kini jumlah korban hilang tercatat 40 orang. Kemudian, pengungsi telah mencapai 61.908 orang.

Sementara, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 271 orang. Selanjutnya, korban luka akibat gempa Cianjur mencapai 2.043 orang.

Pertolongan korban gempa Cianjur di desa terisolir dilakukan, Brimob Polri evakuasi dengan tandu

Tim Brimob Polri akhirnya berhasil menembus lokasi terisolir akibat gempa Cianjur, Jawa Barat, yang terjadi pada Senin (21/11). Desa yang dimaksud adalah Kampung Barukaso, Kecamatan Cugenang.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan bahwa Tim Brimob berhasil menembus lokasi tersebut sore ini dengan menggunakan jalur darat.

“Tim Brimob ini menggunakan kendaraan hanya setengah jalan, lalu lanjut jalan kaki karena lokasinya terisolir akibat jalan yang putus,” ucap Dedi dalam keterangan resminya, Rabu (23/11).

Lebih lanjut Dedi menyatakan, desa tersebut adalah lokasi di mana ada pengungsi yang terpaksa harus tidur bersama dengan mayat. Namun, saat anggota Brimob sudah sampai di lokasi, jenazah tersebut telah dimakamkan pukul 14.00 WIB siang tadi.

“Saat ini Tim Brimob tengah melakukan evakuasi korban luka-luka dengan menggunakan tandu dengan jarak yang cukup jauh untuk dibawa ke mobil ambulans terdekat,” ujarnya.

Dijelaskan Dedi, Desa Barukaso merupakan daerah terdampak gempa dan longsor. Tak sedikit rumah yang runtuh dan rata dengan tanah.

Hingga saat ini, jumlah korban yang meninggal dunia dan luka-luka masih dalam pendataan. Sementara, proses penanganan korban agar mendapat pertolongan medis tetap diberikan.

Kapolri Kerahkan Tenaga Medis Tambahan Tangani Korban Gempa Bumi di Cianjur

CIANJUR — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi korban gempa di RS Bhayangkara Cianjur, Jawa Barat, Selasa 22 November 2022.

Dalam kunjungannya, Sigit mengatakan terdapat korban gempa mengalami patah tulang yang telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit. Untuk memaksimalkan penanganan, Sigit telah menginstruksikkan Kapusdokkes mengirimkan tenaga medis tambahan dari Mabes Polri.

“Kita akan mengirim dokter tambahan dari Mabes untuk bisa membantu korban-korban yang rata-rata patah tulang, supaya bisa diatasi di sini,” kata Sigit kepada wartawan.

Akibat gempa, kata Sigit, sejumlah rumah sakit memang terdampak namun ia memastikan pelayanan untuk membantu penanganan korban maupun pasien yang dirawat tidak terganggu. Oleh sebab itu, Polri akan membantu untuk mendirikan tenda darurat di rumah sakit Bhayangkara sehingga tetap bisa melayani pasien maupun korban gempa yang dirawat.

“Tentunya ada beberapa perbaikan ke depan yang akan kita laksanakan, tapi prinsipnya kita masih bisa melayani pasien-pasien di rumah sakit bhayangkara, termasuk kita siapkan juga tenda-tenda tambahan serta tempat untuk trauma healing,” ungkap dia.

Tidak hanya itu, Sigit menyampaikan dirinya telah berkoordinasi dengan pihak terkait utamanya rumah sakit yang memerlukan tenaga kesehatan. Jika kekurangan SDM, ia telah memerintahkan Kapusdokkes mengirimkan personel polri yang dikhususkan untuk bidang kesehatan.

“Pak Kapusdokkes juga sudah mempersiapkan Brigade khusus untuk kita gerakan dalam penanganan gempa,” ujar dia.

Dari sisi evakuasi, sejauh ini Sigit mengatakan bahwa tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 90 persen korban meninggal dunia. Selain itu, tim anjing pelacak alias K9 juga dikerahkan untuk menjangkau lokasi terdampak untuk mencari apakah terdapat korban reruntuhan bangunan yang belum ditemukan.

“Tim K9 kita turunkan untuk membantu karena memang ada beberapa bangunan yang mungkin saat ini belum bisa dilakukan evakuasi sehingga perlu kita bantu dengan K9, tadi kita dapat laporan 7 orang sudah ditemukan dan tadi perintah Pak Presiden sudah jelas bahwa proses evakuasi dioptimalkan,” kata mantan Kabareskrim Polri ini.

Lebih lengkap Sigit menyampaikan bahwa pihaknya saat ini memfokuskan untuk evakuasi penyelamatan korban, menyiapkan lokasi pengungsian dan mempersiapkan dapur umum.

“Baru setelah itu perawatan terhadap korban-korban tentunya juga jadi prioritas,” ujar Sigit.

Untuk mencegah aksi kriminalitas terhadap rumah-rumah yang ditinggal pemilik karena mengungsi, Sigit telah memerintahkan Kapolda Jawa Barat dan Kapolres Cianjur melakukan patroli selama 24 jam.

“Tadi saya sudah perintahkan Kapolda dan Kapolres untuk melaksanakan patroli terhadap rumah-rumah yang saat ini ditinggal oleh masyarakat kemudian mengungsi, saya minta 24 jam dilaksanakan patroli,” beber dia.

Sigit menambahkan, guna menghindari perbedaan informasi terkait dengan jumlah korban akibat gempa. Polri bersama dengan, TNI, BNPB, BMKG, Basarnas dan pihak rumah sakit akan merilis secara bersama-sama setiap sore pukul 5.

“Jadi tiap sore, setiap jam 5 kita update jumlah korban, kita rilis bersama,” demikian Sigit.

Kapolri Serap Aspirasi Masyarakat yang Jadi Korban Gempa Bumi Cianjur

Cianjur – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau beberapa tenda pengungsian masyarakat yang menjadi korban bencana alam gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Sigit turun ke lapangan guna mendengar dan menyerap aspirasi warga terkait penanganan pasca-bencana alam.

Sigit berbincang dan mendengar langsung keluhan serta masukan dari masyarakat terdampak soal apa saja yang dibutuhkan dan diperlukan di posko pengungsian.

“Jadi memang tadi kita tanya langsung terkait kebutuhan yang masih diperlukan, karena masih banyak warga yang mengungsi. Ada kurang lebih 31 ribu, totalnya,” kata Sigit di Polres Cianjur usai meninjau tenda pengungsian korban gempa bumi, Selasa, 22 November 2022.

Dalam penyerapan aspirasi tersebut, Sigit mendengar langsung dari warga soal butuhnya air bersih untuk mandi dan kebutuhan hidup sehari-hari. Mendengar hal itu, Sigit menyatakan pihaknya telah menyiapkan WC Portable dan mobil Water Treatment untuk para korban.

Selain itu, Sigit menyebut juga akan menambah ketersediaan dari selimut dan alas tidur. Mengingat, jumlah pengungsi yang cukup banyak akibat bencana alam tersebut.

“Memang ada keluhan tadi terkait masalah kamar mandi, ini kita upayakan komunikasi supaya bisa ditambah, ada beberapa MCK portable bisa digeser kesana dan ada mobil Water Treatment yang bisa digunakan untuk bantu keperluan masyarakat,” ujar Sigit.

Warga pun sempat menyampaikan penderitaannya kepada Kapolri soal rumah mereka yang ambruk atau rusak akibat gempa bumi. Sigit pun langsung mengatakan bahwa, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah menyiapkan bantuan kepada warga yang rumahnya ambruk.

“Ya, nanti dicatat, dilaporin Pak Kades. Ada bantuan dari Pak Presiden untuk dibangunkan. Catatannya jangan sampai keliru. Pokoknya bapak-ibu, mikirnya jangan mikir yang susah-susah dahulu, ini memang musibah kita terima, kita berdoa, supaya semua cepat kembali,” ucap Sigit.

Secara umum pasca-gempa bumi penanganan korban beserta pengerahan bantuan saat ini telah berjalan dengan maksimal. Menurut Sigit, untuk proses distribusi bantuan maupun sarana prasarana pendukung lainnya akan bisa semakin maksimal setelah terbukanya jalur Puncak menuju Cianjur. Hal itu semakin memantapkan jalur distribusi bantuan.

Oleh sebab itu, dikatakan Sigit, selanjutnya, akan difokuskan untuk kepentingan pencarian korban di wilayah-wilayah yang masih melaporkan adanya warga yang belum ditemukan setelah gempa tersebut. Serta menyalurkan bantuan ke lokasi yang belum tersentuh.

“Tentu itu menjadi prioritas kita lakukan pencarian utamanya dititik-titik yang memang masih belum sempat tersentuh karena kesulitan. Tapi saya kira sampai siang ini semua berjalan dengan baik. Artinya upaya untuk evakuasi, distribusi dan perawatan terhadap masyarakat juga sudah semakin meningkat. Mudah-mudahan hari ini bisa semakin baik,” tutup Sigit.

Kapolri Tinjau Lokasi Gempa Bumi Cianjur, Pastikan Warga dapat Bantuan Maksima

Cianjur – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjenguk pasien korban bencana alam gempa bumi Cianjur di Rumah Sakit (RS), posko pengungsian dan dapur umum. Sigit memastikan masyarakat yang terdampak telah mendapatkan bantuan dari jajaran kepolisian dan pihak terkait lainnya.

Sigit menekankan, jajaran kepolisian bersama dengan pihak terkait lainnya sudah langsung bergerak memberikan bantuan-bantuan yang dibutuhkan untuk masyarakat terdampak bencana alam tersebut.

“Jadi saya ingin mengecek langsung, kegiatan dari teman-teman yang sudah mulai bergerak dari tadi malam. Tadi saya tanyakan, Pak Dokter bagaimana kerjasama semuanya berjalan dengan baik antara rumah sakit daerah dan personel dari kedokteran kita. Alhamdullilah, Semua kerjasama telah berjalan dengan baik,” kata Sigit usai meninjau pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur, Jawa Barat, Selasa, 22 November 2022.

Lebih dalam, Sigit menyebut, dalam tinjauannya kali ini, untuk memastikan apakah bantuan seperti makanan, dapur umum, air bersih, posko pengungsian dan fasilitas kesehatan sudah berjalan dengan baik dan maksimal dalam memberikan bantuan kepada korban gempa bumi.

Tak hanya itu, Sigit menyatakan, telah berkoordinasi langsung dengan personel kepolisian yang ditugaskan untuk proses evakuasi dari para korban gempa bumi tersebut. Menurutnya, jajaran Korps Bhayangkara beserta pihak lainnya sudah bekerja maksimal dalam proses tersebut.

“Harapannya kita bisa semaksimal mungkin melakukan apa yang bisa kita lakukan, untuk membantu masyarakat yang terkena musibah. Dan tentunya ini menjadi duka cita dan belasungkawa bagi kita semua,” ujar Sigit.

Dalam tinjauannya, salah satu yang diminta untuk difokuskan, kata Sigit adalah soal fasilitas kesehatan bagi para korban yang terluka cukup parah sehingga membutuhkan operasi medis. Terkait hal itu, Sigit mengatakan, TNI, Polri, RSUD serta RS swasta sudah bekerjasama untuk mengutamakan hal tersebut kepada korban yang membutuhkan bantuan.

“Sebagian besar karena ada beberapa kondisi akibat gempa, maka seperti tindakan operasi yang harus dilakukan segera belum bisa dilakukan karena mungkin ada kondisi gedung yang tentunya belum siap atau perlu ada perbaikan. Tadi kita minta untuk dilaksanakan operasi di rumah sakit kita Bhayangkara yang sudah siap dan proses itu yang kita lakukan,” ucap Sigit.

“Tentunya ini seluruh rumah sakit milik TNI saya kira siap dan semua rumah sakit swasta disamping RSUD akan kerjasama. Yang penting bagaimana supaya pasien yang ada segera tertangani khususnya yang kondisinya cukup kritis dan harus segera dilakukan langkah-langkah,” tambah Sigit menegaskan.

Disisi lain, Sigit mengungkapkan, pihak Kepolisian juga akan memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada masyarakat. Khususnya, anak-anak yang menjadi korban gempa bumi.

“Kita mempersiapkan tim dari psikologi melakukan trauma healing khususnya di pengungsian dan rumah sakit. Dan juga yang memang banyak anak-anak, dan itu menjadi bagian yang kita lakukan untuk paling tidak memberikan motivasi semangat dalam situasi sedang tertimpa bencana,” papar Sigit.

Sigit menambahkan, setelah fokus melakukan evakuasi korban gempa bumi, nantinya personel kepolisian juga akan diminta melakukan pengamanan di rumah warga yang ditinggalkan untuk menghindari terjadinya potensi kejahatan.

“Tentunya setelah ini saya minta pada Pak Kapolda (Jawa Barat) untuk ikut melaksanakan patroli khususnya di rumah-rumah yang ditinggalkan untuk menghindari potensi kejahatan,” tutup Sigit.

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu