Kapolri Ingin Lemdiklat Jadi “Dapur” Pencetak SDM Unggul yang Dicintai Masyarakat

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berharap bahwa Lemdiklat Polri harus menjadi “dapur” untuk mencetak sosok personel kepolisian yang memiliki kompetensi dan kualitas yang baik seperti yang diharapkan dan dicintai serta memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Sigit dalam sidang pleno Dewan Pendidikan dan Pelatihan (Wandiklat) Polri, Rabu (8/12/2021). Menurut Sigit, Wandiklat memiliki peran penting sebagai tahap awal perumusan kebijakan yang menentukan kompetensi dan kualitas seorang prajurit Korps Bhayangkara.

“Oleh karena itu untuk pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri yang unggul, Lemdiklat Polri menjadi kunci utama sebagai “dapur” pengolahan SDM Polri. Agar betul-betul terwujud SDM Polri yang unggul,” kata Sigit dalam arahannya.

Dalam Wandiklat ini, mantan Kapolda Banten tersebut menekankan, pentingnya menerapkan tiga kompentensi, yakni, kompetensi teknis, kompetensi Leadership dan kompetensi etika. Serta tetap mengacu pada delapan standar pendidikan Polri, yaitu standar kompetensi kelulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian.

“Delapan standar pendidikan ini tentunya harus kita jadikan acuan sehingga betul-betul bisa dilaksanakaan dengan baik,” ujar Sigit.

Terkait tiga kompentensi, eks Kabareskrim Polri ini menegaskan harus diterapkan di seluruh pendidikan yang ada, mulai dari Pendidikan Pembentukan (Diktuk), Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) dan Pendidikan Pengembangan Umum (Dikbangum).

“Output yang kita harapkan, dimana mereka memiliki kompetensi teknis, kompetensi etika dan kompetensi Leadership. Sehingga betul-betul bisa dilahirkan personel Polri yang memiliki kemampuan sebagai Polri yang memiliki SDM yang mumpuni, unggul, dan profesional. Sehingga kita mampu lahirkan dan wujudkan personel Polri yang pada saat melaksanakan tugasnya menjadi Polri yang betul-betul bisa dekat dengan masyarakat, bisa dipercaya masyarakat dan dicintai masyarakat. Ini adalah PR kita,” ucap Sigit.

Menurut Sigit, tiga kompetensi mutlak harus dimiliki oleh personel kepolisian. Sebab itu, Sigit berharap, Lemdiklat Polri menanamkan hal itu sejak awal mula pendidikan dan pelatihan dengan cara yang tepat dan proporsional.

Dari segi pembentukan, kata Sigit, maka yang harus disajikan adalah kompetensi teknis dan kompetensi etika. Lalu, di segi pengembangan yang harus diberikan adalah kompetensi Leadership dan etika yang harus betul-betul ditanamkan.

“Pendidikan pengembangan Dikbangspes, kompetensi teknis yang kita harapkan betul-betul bisa dipersiapkan untuk menghadapi tantangan tugas terkini,” tutur Sigit.

Dari proses pembentukan, Sigit juga menegaskan bahwa, personel kepolisian harus dapat melakukan diskresi kepolisian dan penggunaan kekuatan secara bertanggung jawab. Pasalnya, hal itu harus sesuai dengan asas legalitas, proporsionalitas, nesesitas (keperluan) dan akuntabilitas.

Dalam kesempatan ini, Sigit juga mengingatkan soal harapan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan SDM yang unggul dan Presisi dalam menjalankan tugas serta wewenangnya. Karena itu, pengembangan SDM di Korps Bhayangkara menjadi salah satu peran yang sentral.

“Untuk itu pengembangan SDM Polri harus diperhatikan secara serius. Mulai dari rekrutmen pendidikan dan promosi harus dilakukan transparan dan akuntabel. Kemudian harus dibentuk dan diciptakan karakter sesuai dengan tugas Polri dan tentunya harus menguasai ilmu pengetahuan yang baru,” tutup Sigit.

Peduli Korban Erupsi Semeru, Polwan RI Salurkan Bansos dan Gelar Trauma Healing 

Peduli Korban Erupsi Semeru, Polwan RI Salurkan Bansos dan Gelar Trauma Healing

 

JAKARTA— Polisi Wanita (Polwan) bergerak membantu korban bencana erupsi Gunung Semeru dengan menyalurkan bantuan sosial (Bansos) serta menggelar trauma healing.

 

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan, kegiatan Polwan peduli erupsi Gunung Semeru ini dipimpin oleh Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) Polri Brigjen Apriastini Baktibugiansri selaku Perwira Koordinator (Pakor) dalam kegiatan ini.

 

Selain Kapusjarah, Karojianbang Lemdiklat Polri Brigjen Juansih juga ikut dalam kegiatan ini. Kemudian, tenaga Dokter dan Kesehatan (Dokkes) Investigasi Pusdokkes Polri Kombes Rudiatin juga dilibatkan.

 

“75 orang tim trauma healing bersama Biro Psikologi SDM Polda Jawa Timur diturunkan,” kata Dedi dalam keterangan tertulis, Rabu (8/12).

 

Dedi menuturkan, selama dua hari pelaksanaan kegiatan Polwan Peduli Erupsi Semeru ini telah mengunjungi lima titik lokasi pengungsian antara lain di Koperasi PGRI, posko pengungsi di Candi Puro, posko pengungsi di Balai Desa Jarit dan Kampung Renteng serta Desa Kamar Kajang.

 

Tercatat, kata Dedi, 230 orang masih mengungsi di posko Candi Puro, 150 orang di Desa Penanggal, 100 orang di Desa Sumbermujur dan 100 orang di Desa Sumberwuluh.

 

Adapun bantuan sosial yang diberikan kepada para pengungusi seperti pakaian dalam, pampers, biskuit, kasur gulung, tikar, selimut, susu bayi, pembalut wanita, vitamin, minyak telon, minyak kayu putih serta kebutuhan sehari-hari lainnya.

 

“Dalam kegiatan itu, tim Polwan peduli juga mengunjungi korban yang tengah dirawat di RS Bhayangkara III Lumajang,” pungkas Dedi.

Ditnarkoba Polda Jatim Bantu Korban Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Ditnarkoba Polda Jatim Bantu Korban Terdampak Erupsi Gunung Semeru

SURABAYA – Menindaklanjuti pengarahan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, maka Satgas Bantuan Penanggulangan Bencana di Jawa Timur dan Polda Jawa Timur beserta jajaran bergerak cepat membantu masyarakat/warga terdampak bencana alam akibat Erupsi Gunung Semeru.

Hal itu tanpa terkecuali yang dilaksanakan oleh Ditresnarkoba Polda Jatim terhadap musibah bencana alam tersebut, Rabu (8/12/2021) telah melaksanakan kegiatan Bantuan Sosial yang diawali dengan keberangkatan Tim Satgas Peduli Erupsi Semeru dipimpin Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Hanny Hidayat, S.I.K, M.H.

Dikatakan, bantuan sosial itu untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Erupsi Gunung Semeru.

“Diharapkan anggota yang menjalankan tugas tersebut didasari rasa keikhlasan dan niat ibadah. Kita semua berdoa dan berduka untuk saudara-saudara kita masyarakat yang terdampak bencana alam semoga diberikan kelancaran dan keselamatan semuanya,” ujar Kombes Hanny – sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan ini, Dirresnarkoba Polda Jawa Timur telah berangkatkan 2 (dua) truk dan 2 (dua) kendaraan taktis jenis Triton untuk mengangkut berbagai barang kebutuhan bagi masyarakat yang terdampak Erupsi Gunung Semeru.

Bantuan itu antara lain berupa Sembako, Masker dan Jas Hujan. Dan bantuan yang sudah dikirm itu diterima langsung oleh Wakil Bupati Lumajang, Hj Indah Masdar.

“ Kami sampaikan terima kasih yang sebesar besarnya atas segala bentuk bantuan dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak Erupsi Gunung Semeru. Dan segera kami salurkan bantuan itu kepada yang berhak,” ujarnya. (*)

Tim DVI Mabes Polri Kembali Identifikasi 7 Jenazah Korban Semeru

Tim DVI Mabes Polri Kembali Identifikasi 7 Jenazah Korban Semeru

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, Rabu siang (8/12/2021) kembali menyampaikan 7 hasil identifikasi Jenazah korban bencana alam Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru, di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan, hari ini telah menerima 3 jenazah dan 1 body part.

“Kami sampaikan kemarin malam tim DVI telah menerima 1 body part dan hari ini tim DVI Polri telah menerima 3 jenazah sehingga sampai hari ini ada 34 jenazah yang telah diterima oleh tim DVI, untuk selanjutnya akan dilakukan proses identifikasi,” tandasnya.

Sebelumnya Kombes Pol Ahmad Ramadhan juga menyampaikan sudah 10 jenazah yang teridentifikasi. Untuk hari ini tim DVI Polri telah berhasil melakukan proses identifikasi dan hasilnya adalah 7 jenazah dapat teridentifikasi.

“7 jenazah ini rinciannya adalah 3 jenazah perempuan dan 4 jenazah laki-laki, kemudian kami sampaikan secara keseluruhan sampai hari ini sudah 17 jenazah, dari 34 dengan rincian 33 jenazah dan satu body part,” tambahnya.

“Perlu kami sampaikan kepada rekan-rekan media, bahwa proses ini dapat terbantu lebih cepat berkat pihak keluarga yang menyerahkan data-data ataupun ciri-ciri, atau menunjukkan ciri-ciri yang lebih pas untuk korban. Seperti tahi lalat, tato, atau ciri-ciri khusus dari bagian-bagian jenazah yang telah disampaikan kepada tim,” paparnya Kabag Penum Mabes Polri.

Sementara, Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim kembali mengumumkan data jenazah yang berhasil teridentifikasi, diantaranya.

11. Mani, usia 60 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat desa Curah kobokan.

12. Zakira Talita Salsabila, usia 4 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat desa Curah Kobokan.

13. Ani Tri Hartini, usia 23 tahun, Jenis kelamin perempuan, alamat Curah Kobokan.

14. Dwi Santoso, usia 35 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Sumberejo.

15. Mustofa, usia 37 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Kebonagung, Sumberwuluh, Candipuro.

16. Budi Cahyono, usia 40 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Wono Cepoko Ayu.

17. Didik Aprianto, usia 30 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Sriti Pronojiwo.

“Mudah-mudahan ke depan melalui data-data yang lebih berkualitas, baik informasi antemortem, kita berharap identitas daripada seluruh korban segera bisa diungkap,” ucap Kabid Dokkes Polda Jatim.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko juga menambahkan, dalam rangka upaya operasi kemanusiaan ini, Polda Jatim menambah kekuatan dengan menambah personil, 3 unit anjing pelacak atau K9 untuk membanti proses pencarian korban.

“Polda Jatim menambah personil untuk mem-backup dan bekerja sama dengan teman-teman dari TNI, Basarnas maupun dari BNPB, antara lain adalah selain hari ini kami menambah 3 tim atau 3 unit K9, untuk mendukung Operasi pencarian yang ada di daerah Pronojiwo dan Candi Puro,” kata Kabid Humas.

Lanjut Kombes Gatot mengatakan. Polda Jatim juga sudah menurunkan 14 alat berat untuk nanti bergabung dengan rekan-rekan dari BNPB untuk mendukung operasi dalam mengevakuasi korban maupun pembersihan lokasi yang terdampak.

“Sudah diturunkan juga tim backup dari Pus Inafis kemudian dari tim trauma healing baik dari Mabes maupun dari Polda Jatim, untuk ditempatkan di beberapa posko pengungsian,” jelasnya.

Tim DVI Mabes Polri juga mendapat bantuan berupa satu buah kontainer pendingin untuk menyimpan jenazah korban Semeru.

Perlu di ketahui, saat ini tim DVI Polri juga telah membuka nomer Hotline untuk pengaduan masyarakat atau keluarga korban erupsi gunung Semeru dengan

Polresta Malang Kota kembali Raih Top 15 Inovasi Pelayanan Publik 2021 KEMENPAN-RB

Polresta Malang Kota kembali Raih Top 15 Inovasi Pelayanan Publik 2021 KEMENPAN-RB

 

Polresta Malang Kota – Masa Pandemi Covid-19 ini terdapat dua peran penting Polri, yaitu Pengawasan, Pencegahan dan Percepatan Vaksinasi. Panic Button On hand (PBOH) Polresta Malang Kota memiliki menu layanan Covid 19 dengan bekerjasama dan melibatkan Stakeholder terkait sejalan dengan Program Prioritas Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si yaitu Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Polri dan Mewujudkan Pelayanan Publik Polri Yang Terintegrasi.

 

Dalam hal ini Inovasi “Panic Button On Hand” (PBOH) Polresta Malang Kota masuk dalam Top 15 Kelompok Khusus Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021 dari Kementerian PANRB. Juga memberikan Piagam dan Buku Top Inovasi Pelayanan Publik kepada Inovator Top Inovasi yang hadir secara virtual yang diserahkan oleh Kapolda Jawa Timur secara langsung di Polda Jawa Timur.

.

Sejak dilaunching pertama kali pada tahun 2015, PBOH ditetapkan sebagai Top 35 Inovasi Terpuji pada tahun 2016. Aplikasi Panic Button ini bisa di download di google Playstore agar masyarakat umum baik warga Malang Raya maupun masyarakat luar Kota Malang bisa segera mendapat pelayanan Polri secara cepat.

 

AKBP Buher menjelaskan “Kami hanya meneruskan program dan karya pejabat terdahulu, sebagai bentuk pelayananPolri kepada masyarakat untuk mengatasi tindak kejahatan di Kota Malang. Sejak pertama kali dikenalkan, aplikasi ini sudah menerima ratusan panggilan dengan beragam pengaduan, seperti tindakan pengrusakan, pengeroyokan, pencurian, sampai keluhan terkait lalu lintas.

 

“Bahkan adanya aplikasi ini (panic button) sudah beberapa kali berhasil mengungkap aksi pencurian dan sudah mendapatkan respon positif dari Kementerian Pembedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB)”. Tegas AKBP Buher.

 

AKBP Buher mengucapkan terimakasih atas penghargaan dan apresiasi Kapolri yang diberikan untuk Polresta Malang Kota. Ke depannya akan lebih dikembangkan lagi, bahkan perlu adanya peningkatan kualitas dan penambahan menu layanan, nanti akan diosialisasikan kepada masyarakat baik melalui media cetak, elektronik ataupun langsung kepada masyarakat, lanjut AKBP Buher

 

Perlu diketahui bahwa penghargaan dalam pelayanan publik ini juga diberikan kepada Polres Musi Banyuasin Polda Sumatra Selatan dalam atas Inovasi “Sicakep Keliling, sebagai Top 15 Replikasi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021.

10 Korban Berhasil Teridentifikasi, 5 Korban Telah Diserahkan pada Keluarga*

*10 Korban Berhasil Teridentifikasi, 5 Korban Telah Diserahkan pada Keluarga*

 

 

Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jatim, didampingi TIM Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri, Selasa (7/12/2021) di RSUD Dr. Haryoto Lumajang, merilis 10 jenazah korban erupsi gunung semeru, yang sudah teridentifikasi.

 

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim, didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kabid DVI Mabes Polri Kombes Pol Dokter Fauzi, Kabag Penum Kombes Pol Ahmad Ramadhan dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Lumajang Dokter Bayu Wibowo, menyampaikan rilis per tanggal 7 Desember 2021 terkait korban atau jenazah berjumlah 30 jenazah telah diterima oleh tim DVI di RSUD dr. Haryoto, Lumajang.

 

Dari penjelasan Kabag Penum, Kombes Pol Ahmad Ramadhan. 30 jenazah yang diidentifikasi oleh tim, sementara masih 10 korban yang sudah berhasil teridentifikasi melalui postmortem.

 

“Dari 10 jenazah yang teridentifikasi oleh tim, dengan jenis kelamin 6 laki-laki dan 4 perempuan, dan dari 10 tersebut, 5 telah diserahkan kepada keluarga. Karena ketika diserahkan ke pihak rumah sakit segera dikenali secara visual dan ciri-ciri oleh keluarga, dan dicocokkan oleh tim, maka lima jenazah telah diserahkan dari pihak Polri dan RSUD kepada pihak keluarga,” paparnya.

 

Kombes Ahmad Ramadhan juga menyampaikan, dalam kesempatan ini juga menghimbau kepada pihak keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya, untuk bisa mendatangi posko DVI baik posko, posmortem maupun antemortem.

 

“Kemudian Kami sampaikan kepada rekan-rekan, nantinya setelah jenazah yang sudah diidentifikasi maka pihak Polri dan rumah sakit RSUD Haryoto segera menyerahkan kepada pihak keluarga, dan pihak Polri dan RSUD membantu memfasilitasi dengan mengantarkan ke pihak keluarga atau ke tempat persemayamannya,” ujarnya.

 

Selanjutnya Kabid Dokkes Polda Jatim mebeberkan 10 nama korban yang berhasil teridentifikasi, diantaranya.

 

1. Dafa, usia 15 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Kajarkuning.

 

2. Kafela Ulisa, usia 19 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Ds. Sumberwuluh.

 

3. Alfan, usia 23 tahun, Jenis kelamin laki-laki, alamat Ds. Sumberwuluh.

 

4. Bawon Triono, usia 33 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Curahkobokan.

 

5. Luluk, usia 49 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Curahkobokan.

 

6. Yatipah, usia 60 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Curahkobokan.

 

7. Paidi, usia 70 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Curahkobokan.

 

8. Poniyem, usia 55 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Curahkobokan.

 

9. M. Roni, usia 35 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Ds. Sumberwuluh.

 

10. Edi Pramono, usia 35 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Sumberurip Pronojiwo.

 

“Selanjutnya kami menunggu partisipasi dari seluruh masyarakat yang merasa ada keluarganya, tertimpa musibah, untuk melaksanakan proses pengambilan data antemortem. Sehingga proses identifikasi segera bisa di tentukan dan diputuskan prosesnya,” tambahnya Kabid Dokkes Polda Jatim.

 

Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Lumajang, Dokter Bayu Wibowo menambahkan. Untuk percepatan pelayanan jenazah, kami mengimbau juga agar keluarga yang sudah teridentifikasi, segera memproses pengambilan jenazah, dan pemerintah daerah dalam hal ini memfasilitasi mulai perawatan di rumah sakit, sampai dengan Pemulangan di tempat tinggal, ataupun tempat penguburan jenazah.

 

“Semua menjadi tanggungan pemerintah daerah dan keluarga tidak dibebani biaya untuk proses ini. Ini mohon dipahami bersama, dan bagi keluarga yang masih belum menemukan keluarganya yang hilang mohon segera menghubungi pihak rumah sakit, baik itu Rumah Sakit Umum Daerah maupun Rumah Sakit Bhayangkara, agar proses identifikasi jenazah ini segera selesai dan bisa secepatnya kembali ke keluarga masing-masing untuk di makam,” jelasnya.

 

“Karena maaf ada keterbatasan juga terkait dengan ruang pelayanan penyimpanan jenazah di rumah sakit. Dimohon semua pihak segenap masyarakat bisa memahami hal ini,” kata Dokter Bayu Kadinkes Kabupaten Lumajang.

 

Dari proses identifikasi jenazah, Kabid DVI Mabes Polri Kombes Pol Dokter Fauzi menjelaskan, untuk mengidentifikasi jenazah tidak semudah membalikkan telapak tangan, pasalnya, prinsip dari penentuan identitas itu sangat tergantung dari kualitas maupun kuantitas data yang kita dapat. Baik data antemortem maupun data postmortem. Kendala yang kita hadapi di sini adalah kita memiliki keterbatasan dari kedua data tersebut.

 

“Dimana pada data postmortem kondisi jenazah yang kita terima dalam kondisi yang kurang bagus, dalam artian kita memiliki keterbatasan dari pengambilan data postmortem. Dimana keterbatasan sidik jari misalnya, banyak jenazah yang sidik jarinya sudah rusak, sehingga tidak lagi mungkin kita melakukan identifikasi cepat melalui bantuan dari Inafis, walaupun kita masih berharap mungkin ada jenazah lain yang ditemukan nanti bisa kita ambil sidik jarinya,” ungkapnya.

 

Selain itu, lanjut Dokter Fauzi menjelaskan, identifikasi juga bisa dilakukan dengan proses DNA, namun DNA juga kita masih butuh waktu, dan memang sedang dikerjakan, namun hasilnya tentu saja kita nunggu proses dari Jakarta.

 

“Sedangkan gigi yang kita harapkan, memang kondisi gigi cukup baik pada jenazah, namun kita memiliki keterbatasan sangat sedikit atau bahkan sampai saat ini tidak ada data medis gigi yang benar-benar kita bisa percaya untuk kita bandingkan kedalam sidang rekonsiliasi. Karena data gigi yang kita dapat bukan berbentuk audiotogram atau data catatan medis yang kita dapatkan dari dokter gigi, Hanya keterangan-keterangan dari keluarga yang perlu didukung dengan adanya foto dari korban yang menampakkan gigi, itu pun dalam bentuk kualitasnya cukup baik,” paparnya.

 

“Jadi keterbatasan kita adalah karena masih adanya keterbatasan dari data tersebut dan kita dituntut untuk melakukan ketelitian dalam pemeriksaan, jadi kita tidak boleh terburu-buru. Jadi saya harapkan untuk keluarga bersabar dan tolong bantu kami untuk melengkapi data-data yang kita butuhkan,” pungkasnya Kabid DVI Mabes Polri.

*10 Korban Berhasil Teridentifikasi, 5 Korban Telah Diserahkan pada Keluarga*

 

Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jatim, didampingi TIM Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri, Selasa (7/12/2021) di RSUD Dr. Haryoto Lumajang, merilis 10 jenazah korban erupsi gunung semeru, yang sudah teridentifikasi.

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim, didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kabid DVI Mabes Polri Kombes Pol Dokter Fauzi, Kabag Penum Kombes Pol Ahmad Ramadhan dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Lumajang Dokter Bayu Wibowo, menyampaikan rilis per tanggal 7 Desember 2021 terkait korban atau jenazah berjumlah 30 jenazah telah diterima oleh tim DVI di RSUD dr. Haryoto, Lumajang.

Dari penjelasan Kabag Penum, Kombes Pol Ahmad Ramadhan. 30 jenazah yang diidentifikasi oleh tim, sementara masih 10 korban yang sudah berhasil teridentifikasi melalui postmortem.

“Dari 10 jenazah yang teridentifikasi oleh tim, dengan jenis kelamin 6 laki-laki dan 4 perempuan, dan dari 10 tersebut, 5 telah diserahkan kepada keluarga. Karena ketika diserahkan ke pihak rumah sakit segera dikenali secara visual dan ciri-ciri oleh keluarga, dan dicocokkan oleh tim, maka lima jenazah telah diserahkan dari pihak Polri dan RSUD kepada pihak keluarga,” paparnya.

Kombes Ahmad Ramadhan juga menyampaikan, dalam kesempatan ini juga menghimbau kepada pihak keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya, untuk bisa mendatangi posko DVI baik posko, posmortem maupun antemortem.

“Kemudian Kami sampaikan kepada rekan-rekan, nantinya setelah jenazah yang sudah diidentifikasi maka pihak Polri dan rumah sakit RSUD Haryoto segera menyerahkan kepada pihak keluarga, dan pihak Polri dan RSUD membantu memfasilitasi dengan mengantarkan ke pihak keluarga atau ke tempat persemayamannya,” ujarnya.

Selanjutnya Kabid Dokkes Polda Jatim mebeberkan 10 nama korban yang berhasil teridentifikasi, diantaranya.

1. Dafa, usia 15 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Kajarkuning.

2. Kafela Ulisa, usia 19 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Ds. Sumberwuluh.

3. Alfan, usia 23 tahun, Jenis kelamin laki-laki, alamat Ds. Sumberwuluh.

4. Bawon Triono, usia 33 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Curahkobokan.

5. Luluk, usia 49 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Curahkobokan.

6. Yatipah, usia 60 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Curahkobokan.

7. Paidi, usia 70 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Curahkobokan.

8. Poniyem, usia 55 tahun, jenis kelamin perempuan, alamat Curahkobokan.

9. M. Roni, usia 35 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Ds. Sumberwuluh.

10. Edi Pramono, usia 35 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat Sumberurip Pronojiwo.

“Selanjutnya kami menunggu partisipasi dari seluruh masyarakat yang merasa ada keluarganya, tertimpa musibah, untuk melaksanakan proses pengambilan data antemortem. Sehingga proses identifikasi segera bisa di tentukan dan diputuskan prosesnya,” tambahnya Kabid Dokkes Polda Jatim.

Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Lumajang, Dokter Bayu Wibowo menambahkan. Untuk percepatan pelayanan jenazah, kami mengimbau juga agar keluarga yang sudah teridentifikasi, segera memproses pengambilan jenazah, dan pemerintah daerah dalam hal ini memfasilitasi mulai perawatan di rumah sakit, sampai dengan Pemulangan di tempat tinggal, ataupun tempat penguburan jenazah.

“Semua menjadi tanggungan pemerintah daerah dan keluarga tidak dibebani biaya untuk proses ini. Ini mohon dipahami bersama, dan bagi keluarga yang masih belum menemukan keluarganya yang hilang mohon segera menghubungi pihak rumah sakit, baik itu Rumah Sakit Umum Daerah maupun Rumah Sakit Bhayangkara, agar proses identifikasi jenazah ini segera selesai dan bisa secepatnya kembali ke keluarga masing-masing untuk di makam,” jelasnya.

“Karena maaf ada keterbatasan juga terkait dengan ruang pelayanan penyimpanan jenazah di rumah sakit. Dimohon semua pihak segenap masyarakat bisa memahami hal ini,” kata Dokter Bayu Kadinkes Kabupaten Lumajang.

Dari proses identifikasi jenazah, Kabid DVI Mabes Polri Kombes Pol Dokter Fauzi menjelaskan, untuk mengidentifikasi jenazah tidak semudah membalikkan telapak tangan, pasalnya, prinsip dari penentuan identitas itu sangat tergantung dari kualitas maupun kuantitas data yang kita dapat. Baik data antemortem maupun data postmortem. Kendala yang kita hadapi di sini adalah kita memiliki keterbatasan dari kedua data tersebut.

“Dimana pada data postmortem kondisi jenazah yang kita terima dalam kondisi yang kurang bagus, dalam artian kita memiliki keterbatasan dari pengambilan data postmortem. Dimana keterbatasan sidik jari misalnya, banyak jenazah yang sidik jarinya sudah rusak, sehingga tidak lagi mungkin kita melakukan identifikasi cepat melalui bantuan dari Inafis, walaupun kita masih berharap mungkin ada jenazah lain yang ditemukan nanti bisa kita ambil sidik jarinya,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Dokter Fauzi menjelaskan, identifikasi juga bisa dilakukan dengan proses DNA, namun DNA juga kita masih butuh waktu, dan memang sedang dikerjakan, namun hasilnya tentu saja kita nunggu proses dari Jakarta.

“Sedangkan gigi yang kita harapkan, memang kondisi gigi cukup baik pada jenazah, namun kita memiliki keterbatasan sangat sedikit atau bahkan sampai saat ini tidak ada data medis gigi yang benar-benar kita bisa percaya untuk kita bandingkan kedalam sidang rekonsiliasi. Karena data gigi yang kita dapat bukan berbentuk audiotogram atau data catatan medis yang kita dapatkan dari dokter gigi, Hanya keterangan-keterangan dari keluarga yang perlu didukung dengan adanya foto dari korban yang menampakkan gigi, itu pun dalam bentuk kualitasnya cukup baik,” paparnya.

“Jadi keterbatasan kita adalah karena masih adanya keterbatasan dari data tersebut dan kita dituntut untuk melakukan ketelitian dalam pemeriksaan, jadi kita tidak boleh terburu-buru. Jadi saya harapkan untuk keluarga bersabar dan tolong bantu kami untuk melengkapi data-data yang kita butuhkan,” pungkasnya Kabid DVI Mabes Polri.

Antisipasi Penjarahan di Permukiman Warga Terdampak, Anggota Ditsamapta Polda Jatim Lakukan Patroli

Antisipasi Penjarahan di Permukiman Warga Terdampak, Anggota Ditsamapta Polda Jatim Lakukan Patroli

 

LUMAJANG, Erupsi Gunung Semeru memporak porandakan bangunan rumah milik warga yang berada di Curah Koboan, Lumajang, Jawa Timur. Selain rumah, lahan pertanian dan juga hewan peliharaan warga pun banyak yang rusak dan hilang maupun mati akibat tertimbun pasir.

 

Ditsamapta Polda Jawa Timur, yang menerima laporan dari Kapolres Lumajang. Pada hari itu juga memberangkatkan anggota dengan kekuatan penuh dan perlengkapan untuk membantu warga terdampak.

 

“Langkah – langkah kami dari Tim SAR Ditsamapta Polda Jatim melakukan penyekatan di jalur evakuasi. Sedangkan warga sebagian masih berada di atas dan sudah ada pula yang turun,” kata AKBP David, Kasubdit Gasum Ditsamapta polda jatim, Selasa (7/12/2021).

 

Kami bekerja sama dengan tokoh masyarakat maupun perangkat desa yang ada di lokasi untuk membantu melakukan identifikasi masyarakat penduduk asli maupun pendatang.

 

David menambahkan, pada hari pertama pihaknya melakukan penyekatan di jalur evakuasi, hal itu dilakukan untuk fokus di jalur evakuasi. Sedangkan mulai hari pertama ada 12 Jenazah yang berhasil di evakuasi, namun masih ada beberapa warga di area terdampak yang belum ditemukan.

 

“Kami masih terus melakukan pencarian dan penyelamatan serta pertolongan dan bantuan kepada masyarakat. Untuk mengevakuasi barang berharga milik warga maupun hewan peliharaan,” tambahnya.

 

Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya penjarahan saat adanya musibah, anggota terus melakukan patroli rutin di rumah – rumah warga terdampak.

 

“Upaya ini untuk mengantisipasi adanya orang luar untuk tidak memanfaatkan musibah yang sedang terjadi. Namun sampai saat ini tidak ada laporan adanya barang hilang maupun sebagainya,” sebut dia.

 

Sementara untuk kondisi saat ini di hari ketiga, Selasa (7/12/2021) sebagian besar warga terdampak sudah mengevakuasi barang miliknya dan hewan ternak.

 

“Hambatan kami pertama yaitu medan menuju tempat pertolongan warga, karena jalan berlumpur, terlebih banyak warga yang lalu lalang,” pungkasnya.

 

Himbauan kami untuk masyarakat, jika perlu bantuan yang tidak bisa terjangkau oleh masyarakat kami berada disini siap untuk memberi pelayanan.

 

Sementara itu, Sayidi, salah satu warga terdampak Erupsi Gunung Semeru mengungkapkan, bahwa adanya peristiwa ini tidak ada barang berharga atau hewan ternak yang hilang.

 

“Ini karena adanya patroli rutin yang dilakukan oleh Bapak – bapak kepolisian,” terang dia.

 

Selain melalukan patroli rutin, warga terdampak Erupsi Gunung Semeru ini juga merasa terbantu dengan pihak kepolisian yang membantu melakukan evakuasi kepada warga.

 

“Saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pihak kepolisian yang telah membantu melakukan evakuasi terhadap barang – barang milik warga terdampak,” tutup dia.

Polresta Sidoarjo Raih Presisi Award dari Lemkapi

Polresta Sidoarjo Raih Presisi Award dari Lemkapi

 

Kerja keras Polresta Sidoarjo dan jajarannya, dalam upaya akselerasi vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo, menarik perhatian dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi). Sehingga layak mendapatkan Presisi Award 2021.

 

Penganugerahan Presisi Award 2021 tersebut diserahkan Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Saputra Hasibuan kepada Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro dan Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana di Mapolresta Sidoarjo, Selasa (7/12/2021).

 

“Selama dua bulan lebih kami lakukan penelitian di institusi Polri yang mewujudkan program Presisi Kapolri. Kami salut dan mengapresiasi tinggi atas dedikasi dan loyalitasnya Polresta Sidoarjo serta jajaran dalam penanggulangan Covid-19 di wilayahnya. Khususnya akselerasi vaksinasi bagi masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Saputra Hasibuan.

 

Menurutnya, terobosan akselerasi vaksinasi dan penyaluran bantuan sosial yang dilakukan Polresta Sidoarjo dan jajaran begitu luar biasa. Seperti dengan mendirikan gerai vaksinasi di 18 kecamatan, menyediakan layanan vaksinasi beserta kendaraan bermotornya untuk menyasar berbagai wilayah, sampai tingkat pedesaan, hingga membuat inovasi posko vaksinasi 24 jam.

 

Diterimanya Presisi Award 2021 dari Lemkapi, menurut Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro tidak lepas dari sinergitas yang terjalin. Dari Polri, TNI, Forkopimda Sidoarjo dan masyarakat. “Percepatan vaksinasi dan keberhasilan penanganan pandemi Covid-19, tentu tidak lepas dari sinergitas kita semua. Dari Forkopimda Sidoarjo, TNI, Polri dan terlebih masyarakat Sidoarjo yang telah melaksanakan dengan baik protokol kesehatan, serta vaksinasi,” jelasnya.

 

Meskipun capaian vaksinasi di Kabupaten Sidoarjo saat ini, sudah mencapai 80 persen dan orang lanjut usia sudah tembus 70 persen, Kapolresta Sidoarjo akan terus memasifkan vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

 

Dalam kesempatan ini, Presisi Award 2021 juga dianugerahkan kepada Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana, Kabagops Polresta Sidoarjo Kompol Kadek Oka Saputra, Kasat Intelkam Polresta Sidoarjo Kompol Meby Trisono, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Setjo dan Kasat Lantas Polresta Sidoarjo AKP Yanto Mulyanto. Masing-masing telah melaksanakan tugas penuh dedikasi dan loyalitas, dalam mewujudkan Polri Presisi.

Tinjau Lokasi Pengungsian di Lapangan Sumber Wuluh Lumajang, Kapolri: Kita Lihat Kesiapan Satgas dan Tim DVI

Tinjau Lokasi Pengungsian di Lapangan Sumber Wuluh Lumajang, Kapolri: Kita Lihat Kesiapan Satgas dan Tim DVI

 

LUMAJANG – Kapolri Jendral Sigit Listyo Prabowo, bersama Julianti Sigit Prabowo, sekaligus Ketua Bhayangkari, didampingi Gubernur Jatim Indar Parawansa dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Ully Nico Afinta, yang sekaligus Ketua Bhayangkari daerah Jatim , Senin (6/12/2021) malam, meninjau empat lokasi pengungsian diantaranya, Posko Tanggap Darurat di Kecamatan Pasirian, RSUD Pasirian, Koperasi Dwijaraharja dan di Lapangan Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Tiba di lokasi, kapolri menuju ke tenda pengungsian dan berbincang dengan warga yang mengungsi akibat Erupsi Gunung Semeru. Setelah itu kapolri juga berbincang dengan Tim Basarnas untuk mengetahui kondisi terkini pasca terjadinya erupsi gunung semeru.

“Kita lihat kesiapan Satgas untuk melaksanakan bagaimana langkah – langkah merawat masyarakat yang ditemukan dalam kondisi luka, dan bagaimana juga kesiapan tim DVI untuk mendapatkan masukan dari masyarakat sekitar yang tentunya juga melakukan evakuasi dan pencarian masyarakat yang dilaporkan hilang,” kata Kapolri Jendral Sigit Listyo Prabowo, Senin (6/12/2021) malam.

Lanjut Sigit, sampai saat yang sudah dilaporkan ada 22 orang yang ditemukan. Kemudian ada proses mengenali proses Antemortem dan Postmortem.

“Satgas yang mengelolah masyarakat yang mengungsi, karena rumahnya terdampak dan kemudian didalamnya ada kegiatan Trauma Healing. Sudah melaksanakan dengan baik, dari Basarnas, BNPB, TNI, Kapolda maupun Brimob, semuanya sudah bekerja dengan sangat baik,” lanjutnya.

Kemudian ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam jangka pendek, bagaimana melanjutkan pencarian dan evakuasi korban yang belum ditemukan.

“Saya tadi banyak masukan dari masyarakat, harapan warga. Karena ada jembatan putus yang menghubungkan wilayah Lumajang menuju ke Malang. Tentunya harus ada langkah cepat untuk dibuatkan jalur alternatif baru,” tandasnya.

“Bagi petugas yang bertugas tetap semangat dan saya harapkan pasca bencana ini bisa kembali membaik,” pungkasnya.

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu