Antisipasi Gangguan Keamanan Nataru, Personel Pam Obvit Patroli Dialogis dan Ingatkan Layanan 110

Antisipasi Gangguan Keamanan Nataru, Personel Pam Obvit Patroli Dialogis dan Ingatkan Layanan 110

Kota Batu – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Unit Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Satuan Samapta Polres Batu memperketat sistem keamanan dan meningkatkan pendekatan preventif.

Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan patroli dialogis, Rabu (10/12/2025), digelar di lingkungan Hotel Aston Inn.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Abdul Gani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu ini, tidak hanya berfokus pada pemeriksaan fisik, tetapi juga pada interaksi langsung dan pembinaan dengan para karyawan hotel sebagai bagian dari front liner keamanan.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kanit Pam Obvit Sat Samapta Polres Batu, Ipda Suryanto bersama anggota.

Patroli dialogis ini memiliki dua tujuan utama : pertama, sebagai langkah antisipasi dini terhadap segala bentuk potensi gangguan keamanan dan kamtibmas di objek vital selama periode Nataru yang padat.

Kedua, untuk memperkuat pemahaman dan sinergi antara aparat kepolisian dengan pengelola hotel dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tamu dan karyawan.

“Masa Nataru adalah periode dengan mobilitas wisatawan yang sangat tinggi. Hotel sebagai tempat menginap menjadi titik yang perlu mendapatkan perhatian ekstra. Patroli dialogis ini adalah bentuk komitmen kami untuk hadir langsung, melakukan assessment keamanan, dan yang terpenting, membangun komunikasi dengan mitra strategis, dalam hal ini pihak hotel,” ujar Ipda Suryanto.

Dalam kesempatan tersebut, personel Pam Obvit menyampaikan sejumlah poin penting antisipasi keamanan Nataru, di antaranya :
1. Peningkatan Kewaspadaan: Seluruh karyawan, terutama petugas keamanan dan resepsionis, diimbau untuk lebih waspada terhadap orang, kendaraan, maupun barang mencurigakan yang memasuki area hotel.
2. Koordinasi dan Pelaporan: Ditekankan pentingnya komunikasi yang cepat dan tepat antara petugas keamanan hotel dengan pihak kepolisian jika ditemukan indikasi atau kejadian yang mengganggu.
3. Penanganan Situasi Darurat: Personel memberikan pengarahan singkat tentang langkah-langkah awal yang dapat dilakukan staf hotel jika terjadi situasi darurat sebelum bantuan kepolisian tiba.

Selain himbauan keamanan, momen ini juga dimanfaatkan untuk sosialisasi layanan Call Center Polri 110.

Personel menjelaskan fungsi, cara akses, dan jenis kondisi darurat yang dapat dilaporkan melalui nomor tersebut.
“Nomor 110 adalah jalur cepat untuk mengakses bantuan kepolisian dalam keadaan darurat apa pun, 24 jam. Jangan ragu untuk menghubungi,” pesan Ipda Suryanto.

Kehadiran personel Pam Obvit yang komunikatif dan edukatif ini diharapkan dapat menciptakan efek deterren terhadap potensi kejahatan sekaligus memperkuat rasa aman dan kesiapsiagaan di jantung industri pariwisata Kota Batu, menyambut masa liburan Nataru yang aman dan tertib.(*)

Sinergi Jaga Keselamatan : Satlantas, Dishub, dan Jasa Raharja Gelar Operasi Gabungan

Sinergi Jaga Keselamatan : Satlantas, Dishub, dan Jasa Raharja Gelar Operasi Gabungan

Kota Batu – Guna meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas dan memastikan layanan angkutan umum yang aman serta bertanggung jawab, digelar Operasi Gabungan Sadar Keselamatan di Terminal Batu.

Kegiatan yang berlangsung Rabu (10/12/2025) ini dilaksanakan oleh Satlantas Polres Batu, bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Dishub Kota Batu, serta Jasa Raharja.

Lokasi operasi berpusat di Terminal Batu, Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, yang merupakan simpul utama transportasi umum di wilayah tersebut.

Operasi gabungan ini menyasar semua moda angkutan penumpang umum, mulai dari angkutan kota (angkot), kendaraan travel antar-kota, hingga bus besar.

Tujuannya adalah untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap aspek kelaikan jalan kendaraan dan kelengkapan surat-surat wajib yang dimiliki oleh pengemudi serta operator kendaraan.

Hal ini sejalan dengan komitmen bersama dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan angkutan umum dan menjaga hak-hak penumpang.

Dalam operasi ini, Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Batu didampingi oleh perwakilan Dishub Provinsi Jatim yang membawa wewenang pengawasan angkutan antarkota dan antarprovinsi, serta Dishub Kota Batu yang fokus pada angkutan dalam kota.

Kehadiran perwakilan Jasa Raharja juga menjadi poin penting untuk memastikan setiap kendaraan telah dilengkapi dengan asuransi kecelakaan lalu lintas yang sah sebagai bentuk perlindungan terhadap penumpang dan pihak ketiga.

“Operasi ini merupakan upaya preemptif dan preventif kami. Keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya adalah prioritas utama. Dengan memastikan kendaraan laik jalan dan pengemudi serta perusahaan memiliki dokumen lengkap, kami berharap dapat meminimalisir potensi kecelakaan yang disebabkan oleh faktor teknis dan administratif,” tegas Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Batu, Aiptu Nurhadi Santosa, S.H.

Pengecekan dilakukan secara ketat dan menyeluruh, mencakup :
1. Kelaikan Kendaraan : Pemeriksaan fisik kendaraan seperti kondisi rem, lampu-lampu (sein, rem, utama), tekanan ban, kaca spion, kelayakan ban, sistem kemudi, serta kebersihan dan kenyamanan dalam kendaraan.
2. Kelengkapan Administrasi : Pemeriksaan dokumen seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM) yang sesuai dengan jenis kendaraan, KIR (Kartu Uji Berkala) yang masih berlaku, serta sertifikat asuransi Jasa Raharja.
3. Kesesuaian Operasional : Pengecekan terhadap izin trayek untuk angkutan umum, serta kesesuaian antara kendaraan yang dioperasikan dengan data yang terdaftar.

Setiap pelanggaran yang ditemukan, seperti dokumen yang tidak lengkap, KIR kadaluarsa, atau cacat teknis ringan, diberikan tindakan teguran tertulis dan perintah perbaikan dalam waktu tertentu.

Sementara untuk pelanggaran berat, seperti kendaraan yang secara teknis membahayakan atau tanpa dokumen utama, dilakukan tindakan lebih tegas berupa penahanan sementara kendaraan hingga semua kelengkapan terpenuhi.

“Kami apresiasi sinergi antar instansi dalam operasi ini. Keberadaan angkutan umum yang aman dan tertib adalah cermin dari sistem transportasi yang baik. Kami dari Dishub akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan rutin,” ungkap perwakilan Dishub Kota Batu.

Jasa Raharja juga aktif memberikan sosialisasi singkat kepada para pengemudi tentang pentingnya asuransi kecelakaan lalu lintas dan tata cara pengajuan klaim jika terjadi sesuatu di jalan.

Operasi Gabungan Sadar Keselamatan ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi pengingat terus-menerus bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi umum.

Komitmen bersama antara kepolisian, dinas perhubungan, dan Jasa Raharja diharapkan mampu menciptakan ekosistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan terpercaya di Kota Batu, mendukung kota ini sebagai destinasi wisata yang nyaman dan mudah diakses.(*)

Jelang Nataru Polda Jatim Bentuk Satgas Premanisme

Jelang Nataru Polda Jatim Bentuk Satgas Premanisme

SURABAYA – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun baru 2026 (Nataru) Polda Jawa Timur (Jatim) resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Premanisme.
Pembentukan Satgas Premanisme ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan kondisi aman jelang Operasi Lilin Semeru 2025, pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si mengatakan pembentukan satgas ini dilakukan untuk mencegah peningkatan kejahatan jalanan dan maraknya aksi premanisme yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur.
“Ini komitmen kita dalam merawat Jogo Jatim. Masyarakat tidak boleh hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat ulah segelintir oknum yang memaksakan kehendak,” tegas Irjen Nanang saat memimpin Apel Satgas Premanisme di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (10/12).
Kapolda Jatim mengungkapkan, hasil evaluasi Kamtibmas periode akhir Oktober hingga awal November 2025 menunjukkan tren peningkatan kejahatan sebesar 7,66%.
Yang paling mengkhawatirkan adalah melonjaknya penyalahgunaan senjata tajam dan senjata api hingga 175%.
“Angka-angka ini bukan sekadar statistik, tapi alarm bahwa bibit premanisme dan gangsterisme sedang mencoba mengganggu ketenangan warga,” kata Irjen Nanang.
Kapolda Jatim menginstruksikan Satgas Premanisme harus bergerak cepat, agresif, namun tetap terukur.
Ada tujuh sasaran utama yang menjadi fokus pembersihan:
1.Pemerasan & pemalakan di pasar, terminal, serta ruang publik.
2.Debt collector ilegal yang menagih dengan intimidasi dan kekerasan.
3.Pungli yang menghambat ekonomi masyarakat.
4.Preman penganiayaan yang beraksi secara individual.
5.Preman pengeroyokan berbasis kelompok.
6.Kekerasan oknum perguruan silat, termasuk fanatisme negatif yang berujung kriminal.
7.Gangster jalanan yang membawa sajam dan memicu tawuran.
“Tindak tegas semua bentuk premanisme. Jangan beri ruang bagi pelaku pemerasan, pungli, pengeroyokan, maupun gangster yang meresahkan warga,” tegas Irjen Nanang.
Ia juga mengarahkan peningkatan patroli intensif pada jam-jam rawan, terutama malam hingga dini hari.
“Kita harus memastikan Jawa Timur bersih dari aksi premanisme sebelum aktivitas masyarakat meningkat di akhir tahun. Ini syarat mutlak agar stabilitas Jatim benar-benar terjaga,” pungkas Irjen Nanang. (*)
Kapolda Jatim Pimpin Apel Satgas Premanisme

Kapolda Jatim Pimpin Apel Satgas Premanisme

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si pimpin Apel Satgas Premanisme 2025 yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Jatim, para Pejabat Utama Polda Jatim dan Instansi terkait serta personel Polda Jatim di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (10/12).
Dalam amanatnya, Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan hasil evaluasi Kamtibmas periode akhir Oktober hingga awal November 2025 menunjukkan tren peningkatan kejahatan sebesar 7,66%.
Yang paling mengkhawatirkan adalah melonjaknya penyalahgunaan senjata tajam dan senjata api hingga 175%.
Merespons hal tersebut, Polda Jawa Timur membentuk Satgas Permanisme dengan melibatkan instansi di wilayah Jawa Timur.
“Ini komitmen kita dalam merawat Jogo Jatim. Masyarakat tidak boleh hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat ulah segelintir oknum yang memaksakan kehendak,” tegas Irjen Nanang.
Menurut Irjen Nanang, angka tindakan kejahatan kali ini bukan sekadar statistik, tapi alarm bahwa bibit premanisme dan gangsterisme sedang mencoba mengganggu ketenangan warga.
Street crime seperti tawuran, penganiayaan, hingga aksi gangster jalanan juga dilaporkan semakin sering terjadi, terutama pada malam hingga dini hari.
Oleh karenanya, Kapolda Jatim menginstruksikan Satgas Premanisme bergerak cepat, agresif, namun tetap terukur.
“Tindak tegas semua bentuk premanisme. Jangan beri ruang bagi pelaku pemerasan, pungli, pengeroyokan, maupun gangster yang meresahkan warga,” tegas Irjen Nanang.
Kapolda Jatim juga menegaskan agar seluruh Satgas Premanisme dapat memastikan stabilitas keamanan di Jawa Timur.
“Kita harus memastikan Jawa Timur bersih dari aksi premanisme sebelum aktivitas masyarakat meningkat di akhir tahun. Ini syarat mutlak agar stabilitas Jatim benar-benar terjaga,” tegas Irjen Nanang.
Ia juga mengarahkan peningkatan patroli intensif pada jam-jam rawan, terutama malam hingga dini hari.
Di akhir amanatnya, Irjen Pol Nanang menegaskan bahwa seluruh langkah harus dilakukan secara profesional.
“Mari bekerja dengan ikhlas, tegas, dan humanis. Kita pastikan Jawa Timur tetap aman dan nyaman dalam bingkai Jogo Jatim,” tutup Irjen Nanang. (*)
Ada tujuh sasaran utama yang menjadi fokus pembersihan:
1.Pemerasan & pemalakan di pasar, terminal, serta ruang publik.
2.Debt collector ilegal yang menagih dengan intimidasi dan kekerasan.
3.Pungli yang menghambat ekonomi masyarakat.
4.Preman penganiayaan yang beraksi secara individual.
5.Preman pengeroyokan berbasis kelompok.
6.Kekerasan oknum perguruan silat, termasuk fanatisme negatif yang berujung kriminal.
7.Gangster jalanan yang membawa sajam dan memicu tawuran.
Pembentukan Satgas Premanisme merupakan langkah strategis untuk menciptakan kondisi aman jelang Operasi Lilin Semeru 2025, pengamanan Natal dan Tahun Baru.
“Kita harus memastikan Jawa Timur bersih dari aksi premanisme sebelum aktivitas masyarakat meningkat di akhir tahun. Ini syarat mutlak agar stabilitas Jatim benar-benar terjaga,” ujar Nanang.
Ia juga mengarahkan peningkatan patroli intensif pada jam-jam rawan, terutama malam hingga dini hari.
Di akhir amanatnya, Nanang menegaskan bahwa seluruh langkah harus dilakukan secara profesional.
“Mari bekerja dengan ikhlas, tegas, dan humanis. Kita pastikan Jawa Timur tetap aman dan nyaman dalam bingkai Jogo Jatim,” tutup Nanang. (*)
Polri Ungkap Dampak Besar Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar: 965 Warga Meninggal Dunia

Polri Ungkap Dampak Besar Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar: 965 Warga Meninggal Dunia

Jakarta – Polri merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam yang melanda tiga provinsi di Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—hingga Senin (8/12/2025) pukul 17.00. Data menunjukkan skala bencana yang sangat besar, dengan jutaan warga terdampak serta ratusan korban jiwa.

Di Aceh, lebih dari 1,9 juta jiwa terdampak, sementara 831.100 jiwa warga mengungsi di hampir dua ribu titik. Korban meninggal dunia mencapai 391 jiwa, dan 31 orang dilaporkan hilang.
Sumatera Utara mencatat 1,6 juta warga terdampak, dengan 339 orang meninggal dunia dan 107 hilang.
Sementara di Sumatera Barat, 256.681 jiwa terdampak, dengan 235 korban meninggal dan 93 warga hilang.

Juru Bicara Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menegaskan bahwa Polri terus memperkuat upaya penyelamatan dan distribusi bantuan.
“Polri berkomitmen memberikan dukungan penuh dalam penanganan bencana. Fokus kami adalah keselamatan masyarakat dan percepatan pemulihan,” ujarnya.

Total korban di tiga provinsi mencapai 965 meninggal, 1.043 luka berat, 3.947 luka ringan, dan 231 hilang. Tim DVI Polri juga terus mempercepat proses identifikasi, dengan 727 jenazah berhasil diidentifikasi.

Sinergi Tiga Pilar dan Masyarakat: Aksi Bersih Waduk Selorejo untuk Jaga Kelestarian Lingkungan

Sinergi Tiga Pilar dan Masyarakat: Aksi Bersih Waduk Selorejo untuk Jaga Kelestarian Lingkungan

Batu, Malang – Waduk Selorejo yang menjadi ikon wisata dan sumber kehidupan di Kecamatan Ngantang mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Rabu (10/12/2025) dilaksanakan aksi gotong royong untuk pengolahan dan pembersihan sampah di kawasan waduk, tepatnya di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi solid antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pengelola waduk.

Kapolsek Ngantang yang diwakili Wakapolsek Ngantang, Iptu M. Nunung, turun langsung membaur dengan peserta.

Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menjaga aset vital daerah.

“Waduk Selorejo adalah sumber air, pariwisata, dan perikanan kita. Mari kita jaga bersama dari ancaman sampah. Ini adalah bentuk community policing kami, di mana kami tidak hanya menjaga keamanan manusia, tetapi juga keamanan lingkungan,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari semua elemen penting:
1. Iptu M. Nunung (Wakapolsek Ngantang);
2. Ibu Resti (Pengatur PJT I Selorejo);
3. Bapak Leo Marantika (mewakili Camat Ngantang);
4. Bapak Bambang Trianto (Kepala Desa Pandansari);
5. Bapak Irfan Rosidi (Kepala Desa Banturejo);
6. Personel Polsek Ngantang; dan
7. Personel Koramil Ngantang.

“Kolaborasi seperti ini sangat kami harapkan. PJT I sebagai pengelola tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari Polsek, Muspika, dan masyarakat ini sangat membantu dalam menjaga operasional waduk dan kelestariannya,” ujar Ibu Resti.

Sementara itu, Bapak Leo Marantika yang mewakili camat menyatakan, “Ini adalah pendidikan publik yang nyata. Melalui tindakan bersama, kita tanamkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke wilayah waduk.”

Kedua kepala desa, Bapak Bambang Trianto dan Bapak Irfan Rosidi, sepakat bahwa masalah sampah adalah tanggung jawab bersama.

Mereka berkomitmen untuk meningkatkan sosialisasi di tingkat desa dan mengoptimalkan peran kelompok masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Kegiatan yang berlangsung meliputi pemungutan sampah plastik, daun, dan limbah padat lainnya yang tersangkut di pinggiran waduk.

Sampah kemudian dipilah antara yang bisa didaur ulang dan yang harus diangkut ke TPS.

Selain itu, dilakukan juga penanaman sejumlah pohon pelindung di area tertentu untuk mencegah erosi.

Kehadiran personel Koramil Ngantang bersama personel Polsek Ngantang memperlihatkan harmonisasi TNI-Polri dalam mengabdi untuk masyarakat.

Mereka bekerja sama tanpa sekat, memastikan kegiatan berjalan lancar dan memberi contoh langsung kepada warga.

Aksi bersih Waduk Selorejo ini diharapkan tidak berhenti sekali saja.

Semua pihak yang terlibat berkomitmen untuk menjadikannya program rutin dan menggalakkan kampanye “Selorejo Bebas Sampah”.

Dengan sinergi yang terbangun, Waduk Selorejo diharapkan tetap lestari, indah, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.(*)

Siaga Banjir: Polsek Bumiaji Pantau Debit Air Sungai di Musim Hujan

Siaga Banjir: Polsek Bumiaji Pantau Debit Air Sungai di Musim Hujan

Kota Batu – Menyikapi tingginya intensitas curah hujan memasuki puncak musim penghujan, personel Polisi Sektor (Polsek) Bumiaji, Polres Batu, melaksanakan pemantauan langsung terhadap debit air dan kondisi aliran Sungai Paron.

Kegiatan dilaksanakan di kawasan Dusun Beru, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Selasa (09/12/2025) malam, merupakan langkah proaktif dan preventif untuk mengantisipasi potensi meluapnya air sungai yang dapat mengakibatkan jalan tergenang.

Personel melakukan observasi menyeluruh di sejumlah titik kritis sepanjang bantaran Sungai Paron yang melintasi permukiman warga.

Selain mengamati ketinggian dan kecepatan aliran air, petugas juga mengecek kondisi fisik tanggul, kebersihan saluran, serta keberadaan material penghambat aliran seperti sampah dan sedimentasi.

“Kami tidak bisa hanya menunggu laporan banjir. Tindakan preemptif seperti pemantauan sangat penting. Dengan memantau langsung, kami bisa membuat penilaian dini dan segera berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD dan Dinas PU jika ditemukan indikasi bahaya yang mengancam,” jelas AKP Anton Hendry Subagijo, S.H., Kapolsek Bumiaji.

Fokus Pemantauan kali ini memiliki beberapa tujuan strategis :
1. Peringatan Dini (Early Warning) : Mengumpulkan data visual dan lapangan untuk memberi peringatan tepat waktu kepada warga di bantaran sungai, khususnya di Dusun Beru, jika debit air menunjukkan peningkatan signifikan yang berpotensi meluap.
2. Mencegah Genangan di Jalan Akses : Aliran Sungai Paron yang melintas dekat dengan jalan utama dusun berisiko menyebabkan genangan atau bahkan merusak jalan bila terjadi luapan.
3. Koordinasi dengan Masyarakat : Kehadiran petugas di lokasi sekaligus menjadi momen untuk berinteraksi dan memberikan himbauan kepada warga. Masyarakat diingatkan untuk tidak membuang sampah ke sungai, waspada terhadap cuaca, dan menghubungi petugas jika melihat tanda-tanda bahaya.

Hasil pemantauan sementara menunjukkan bahwa debit air Sungai Paron masih normal setelah adanya hujan deras.

Kegiatan ini merupakan bukti komitmen Polri yang Presisi, di mana pencegahan dan kesiapsiagaan diutamakan.

Dengan turun langsung ke lapangan, Polsek Bumiaji tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga fungsi pelayanan dan perlindungan masyarakat (linmas) secara nyata, berusaha meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi sebelum terjadi, demi terwujudnya Kota Batu yang aman dan tangguh menghadapi cuaca ekstrem.(*)

Personel Polsek Pujon Gelar Patroli, Ajak Warga Desa Ngabab Jaga Kamtibmas

Personel Polsek Pujon Gelar Patroli, Ajak Warga Desa Ngabab Jaga Kamtibmas

Batu, Malang – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek Pujon Polres Batu kembali melaksanakan kegiatan patroli dialogis di wilayah Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Selasa (09/12/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sekaligus mempererat hubungan komunikasi antara polisi dan masyarakat.

Patroli dialogis tersebut menyasar sejumlah titik yang dianggap memiliki aktifitas warga, seperti area pemukiman, pertokoan, serta tempat berkumpulnya masyarakat.

Dalam kesempatan itu, personel Polsek Pujon menyempatkan berdialog langsung dengan warga guna menggali informasi situasi keamanan di lingkungan mereka dan memberikan pesan-pesan kamtibmas.

Petugas mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk tindak kejahatan, terutama pencurian kendaraan bermotor, pencurian rumah kosong, serta potensi gangguan lain yang dapat terjadi kapan saja.

Warga juga diajak untuk tidak segan melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan demi terwujudnya lingkungan yang aman dan kondusif.

Selain itu, personel juga menyampaikan pentingnya pemanfaatan layanan Call Center 110 sebagai saluran cepat tanggap untuk menerima laporan masyarakat.

Layanan ini dapat digunakan untuk mengadukan peristiwa darurat, gangguan kamtibmas, atau kejadian lain yang membutuhkan kehadiran petugas kepolisian secara segera.

Kapolsek Pujon Iptu Sugihartono, S.H., M.H. mengapresiasi kepedulian masyarakat Desa Ngabab yang selama ini aktif mendukung berbagai upaya pemeliharaan keamanan di wilayahnya.

Menurutnya, keberhasilan menciptakan lingkungan yang aman tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga partisipasi masyarakat sebagai mitra strategis.

“Patroli dialogis ini merupakan sarana membangun kedekatan dengan warga sekaligus mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan dan kondisi keamanan di lapangan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan memanfaatkan layanan Call Center 110 jika mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan patroli rutin dan komunikasi aktif dengan warga, Polsek Pujon berharap tercipta lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan kondusif di Desa Ngabab serta wilayah Kecamatan Pujon secara keseluruhan.(*)

Polsek Ngantang Amankan Pagelaran Seni Tayub Bersih Desa Ngantru ke-252 Bersama Linmas

Polsek Ngantang Amankan Pagelaran Seni Tayub Bersih Desa Ngantru ke-252 Bersama Linmas

Batu, Malang – Dalam rangka mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus menjamin keamanan dan ketertiban acara, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Ngantang, Polres Batu, melaksanakan kegiatan pengamanan pagelaran Seni Tayub.

Acara seni tradisional tersebut merupakan rangkaian kegiatan Bersih Desa Ngantru yang ke-252 Tahun 2025.

Pengamanan berlangsung di sepanjang Jalan Raya Ngantru, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Selasa (09/12/2025).

Pengamanan ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur Linmas (Perlindungan Masyarakat) Desa Ngantru, menciptakan sinergi yang solid antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Kegiatan pagelaran seni yang dihadiri oleh ratusan warga dari berbagai usia ini memerlukan penanganan khusus mengingat lokasinya yang berada di jalur utama.

“Kami berkomitmen untuk mengamankan acara adat dan budaya seperti ini. Selain sebagai bentuk pengabdian, ini juga bagian dari upaya kami menjaga warisan leluhur agar tetap lestari dalam suasana yang aman dan tertib,” ujar Kapolsek Ngantang, Iptu Eka Yuliandri Aska.

Sinergi dengan Linmas menjadi kunci kelancaran pengamanan.

Anggota Linmas yang mengenal betul karakteristik wilayah dan masyarakat setempat berperan aktif dalam mengondisikan penonton, membantu penjagaan di area tertentu, dan menjadi penghubung yang efektif antara petugas dan warga.

Kerja sama yang erat ini menunjukkan model pengamanan berbasis komunitas (community-based security) yang efektif.

Di sela-sela tugas pengamanan, personel Polsek Ngantang tidak lupa melaksanakan fungsi pelayanan dan komunikasi publik.

Mereka secara proaktif mendatangi dan berinteraksi dengan warga yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, petugas menyampaikan layanan Call Center Polri 110.

Kehadiran personel polisi yang terlihat proaktif, humanis, dan siap melayani berhasil menciptakan rasa aman sekaligus meningkatkan kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar pengamanan rutin, tetapi juga merupakan wujud nyata dari implementasi presisi Polri dalam bidang pelayanan publik dan pemeliharaan kamtibmas.

Polsek Ngantang menunjukkan bahwa tugas kepolisian dapat berjalan beriringan dengan upaya melestarikan budaya, memberdayakan potensi masyarakat (Linmas), dan meningkatkan pengetahuan warga tentang akses layanan darurat, menciptakan triple effect yang positif bagi keamanan dan kesejahteraan masyarakat Desa Ngantru.(*)

Polsek Ngantang Gelar Patroli Dialogis, Tegaskan Pentingnya Siskamling dan Siaga Bencana

Polsek Ngantang Gelar Patroli Dialogis, Tegaskan Pentingnya Siskamling dan Siaga Bencana

Batu, Malang – Guna memperkuat pondasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dari tingkat paling dasar, Personel Polisi Sektor (Polsek) Ngantang, Polres Batu, melaksanakan kegiatan Patroli Dialogis di Desa Banjarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang berlangsung Selasa (09/12/2025) malam, mengedepankan pendekatan humanis dengan berdialog langsung bersama tokoh masyarakat.

Tujuan utamanya adalah menyampaikan himbauan kamtibmas secara proaktif, mendorong revitalisasi Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), serta menyusun strategi bersama dalam mengantisipasi potensi bencana alam di wilayah tersebut.

“Kehadiran kami bukan sebagai penegak hukum semata, tetapi lebih sebagai mitra warga. Kami ingin mendengar langsung aspirasi dan kendala yang dihadapi dalam menciptakan keamanan di desa ini, sekaligus menyampaikan beberapa poin penting untuk kita bersama-sama tindaklanjuti,” ujar Kapolsek Ngantang, Iptu Eka Yuliandri Aska.

Himbauan dan Dialog berfokus pada tiga pilar utama :
1. Peningkatan Kewaspadaan Kamtibmas : Perkembangan situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Ngantang dan mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap segala bentuk potensi gangguan, seperti pencurian, penipuan, dan penyalahgunaan narkoba. Warga didorong untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek.
“Mata dan telinga warga adalah kekuatan terbesar kami. Sinergi ini yang akan membuat para pelaku kejahatan berpikir ulang untuk bertindak di wilayah Banjarejo,” tegas Kapolsek.


2. Revitalisasi Kegiatan Siskamling : Poin ini mendapat perhatian serius. Polisi menyoroti pentingnya menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui Siskamling yang mungkin mulai luntur.
“Siskamling adalah benteng pertama keamanan lingkungan. Mari kita aktifkan kembali ronda malam dengan jadwal yang terjadwal dan personel yang jelas. Bisa juga kita kembangkan dengan memanfaatkan teknologi seperti grup WhatsApp untuk koordinasi cepat,” papar Kapolsek
3. Kesiapsiagaan dan Antisipasi Bencana : Mengingat Desa Banjarejo memiliki daerah perbukitan dan aliran sungai yang rawan terhadap bencana seperti tanah longsor atau banjir bandang, dialog ini sangat krusial. Bersama tokoh masyarakat, dilakukan pemetaan ulang titik rawan bencana, jalur evakuasi alternatif, dan rencana pengungsian sementara.

Kegiatan patroli dialogis ini untuk membentuk forum komunikasi berkala antara Polsek Ngantang, tokoh Masyarakat, dan elemen masyarakat Desa Banjarejo.

Dengan sinergi yang terbangun melalui komunikasi langsung ini, diharapkan tercipta suatu sistem keamanan swadaya masyarakat yang kuat, tanggap, dan berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan visi Polri untuk mewujudkan “Polri yang Presisi”, yakni hadir di tengah masyarakat secara langsung, proaktif, dan tepat sasaran dalam upaya preemptif dan preventif.

Desa Banjarejo diharapkan dapat menjadi contoh desa yang tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai tantangan.(*)

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu