Polsek Ngantang Lakukan Patroli Dialogis, Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Perkuat Kamtibmas dan Antisipasi Bencana

Polsek Ngantang Lakukan Patroli Dialogis, Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Perkuat Kamtibmas dan Antisipasi Bencana

Batu, Malang – Dalam upaya membangun kedekatan dan menyampaikan pesan preventif langsung kepada masyarakat, Personel Polsek Ngantang, Polres Batu, melaksanakan kegiatan Patroli Dialogis di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Selasa (09/12/2025) malam.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar patroli biasa, melainkan forum komunikasi langsung yang melibatkan tokoh masyarakat setempat.

Tujuan utamanya adalah menyampaikan himbauan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), mengajak mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), serta menyusun langkah antisipasi dini terhadap potensi bencana di wilayah tersebut.

“Konsep patroli ini adalah ‘jemput bola’. Kami datang ke tengah masyarakat, duduk bersama, mendengar keluhan, dan menyampaikan himbauan secara kekeluargaan. Ini jauh lebih efektif daripada hanya menunggu laporan,” ujar Iptu Eka Yuliandri Aska Kapolsek Ngantang.

Materi himbauan yang disampaikan mencakup beberapa poin krusial :
1. Kewaspadaan Kamtibmas : Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada terhadap potensi gangguan keamanan seperti pencurian, penipuan, dan peredaran narkoba. Polisi mendorong warga untuk segera melaporkan setiap kejadian atau hal mencurigakan.
2. Revitalisasi Siskamling : Dalam forum ini, ditekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui Siskamling.
3. Kesiapsiagaan Bencana: Mengingat Desa Sumberagung merupakan wilayah yang berpotensi terdampak bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau angin kencang, patroli ini juga menjadi sarana sosialisasi mitigasi bencana. Warga dihimbau untuk memperhatikan lingkungan, mengenali jalur evakuasi, dan menyiapkan perlengkapan darurat.

Dengan pendekatan humanis dan komunikatif ini, Polsek Ngantang berharap dapat meminimalisir potensi gangguan keamanan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Program patroli dialogis rencananya akan dilakukan secara berkelanjutan dan menyeluruh di seluruh desa di wilayah hukum Polsek Ngantang, sebagai bentuk implementasi dari Policing yang Proaktif dan Berbasis Masyarakat.(*)

Operasi Gabungan Tertibkan PKL di Alun-Alun Kota Batu

Operasi Gabungan Tertibkan PKL di Alun-Alun Kota Batu

Kota Batu – Guna menciptakan ketertiban, keamanan, serta keselamatan publik dan menjaga estetika kawasan strategis kota, personel gabungan dari Satuan Samapta, Satuan Intelkam Kepolisian Resor (Polres) Batu, Polsek Batu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu melaksanakan Operasi Gabungan Penegakan Peraturan Daerah (Perda), Selasa (09/12/2025).

Fokus operasi kali ini adalah penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kawasan Alun-Alun Kota Batu, yang diduga melanggar ketentuan lokasi berjualan serta mengabaikan aspek kebersihan dan kelancaran pedestrian.

Operasi yang berlangsung tertib dan lancar ini dipimpin langsung oleh pejabat terkait, menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dalam mengatur tata niaga dan ruang publik.

Kehadiran pimpinan lapangan dari masing-masing instansi memastikan koordinasi yang solid dan tindakan yang terukur.

“Operasi ini adalah bentuk komitmen kami dalam menegakkan Perda yang berlaku, demi kepentingan bersama. Tujuannya bukan sekadar penertiban, tetapi lebih kepada pembinaan dan penataan agar aktifitas berjualan dapat berjalan tertib tanpa mengganggu kepentingan umum dan keindahan kota,” ujar Dr. Abdul Rais, S.Pd., M.Si., Kasat Pol PP Kota Batu, yang memimpin langsung kegiatan di lapangan.

Dari sisi pengaturan ruang dan lalu lintas, Chilman Suadi, S.E., Kabid Perparkiran Dishub Kota Batu, menambahkan bahwa keberadaan PKL di lokasi yang tidak ditentukan sering kali memicu kemacetan dan mempersempit ruang jalan bagi pejalan kaki.

“Alun-alun sebagai jantung kota harus bisa dinikmati oleh semua warga. Keberadaan PKL yang tidak tertib mengganggu aksesibilitas dan fungsi ruang publik tersebut,” jelasnya.

Hadir pula Andono, Kasi Binwaskir Dishub Kota Batu, yang membantu memastikan operasi sesuai dengan prosedur teknis dinas.

Aspek keamanan dan pendekatan preemptif dalam operasi ini diwakili oleh jajaran Polres Batu.

IPTU Agus Sulistiono, S.T., M.M., Kasat Intelkam Polres Batu, menegaskan bahwa operasi ini telah didahului dengan sosialisasi dan peringatan.

“Pendekatan kami adalah tindakan hukum yang manusiawi. Intelkam telah melakukan pemetaan dan pendekatan sebelumnya. Operasi ini merupakan langkah terakhir setelah upaya pembinaan tidak diindahkan,” terang Agus.

Koordinasi lapangan juga melibatkan IPDA Dilly Susanto selaku Paurdalops Bagops Polres Batu dan IPDA Hefri Ristyadianto selaku Kanit IV Sat Intelkam, yang memastikan semua prosedur kepolisian berjalan dengan semestinya.

Kekuatan personel gabungan yang diterjunkan cukup signifikan, mencerminkan skala dan pentingnya operasi ini.

Dari kepolisian, hadir 4 personel Sat Samapta, 2 personel Sat Intelkam, dan 2 personel Polsek Batu yang bertugas menjaga situasi kondusif dan mengamankan jalannya operasi.

Sementara dari Satpol PP, diturunkan 17 personel yang merupakan ujung tombak penertiban dan pendataan.

Dari Dishub, 2 personel turut serta untuk memberikan pertimbangan teknis terkait gangguan lalu lintas dan fungsi jalan.

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan memberikan teguran dan pembinaan kepada para PKL.

Pedagang yang melanggar diimbau untuk segera menutup lapak dan berpindah ke lokasi yang telah disediakan pemerintah, seperti pasar atau lokasi khusus PKL.

Tidak terjadi gesekan yang berarti dalam operasi ini, berkat pendekatan komunikatif yang dilakukan oleh para personel di lapangan.

Operasi gabungan ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi awal dari pengawasan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Batu berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan sekaligus penegakan hukum secara konsisten, sehingga tercipta sinergi antara pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dengan ketertiban dan keindahan Kota Batu sebagai destinasi wisata utama.(*)

Misi Kemanusiaan Hellycopter P-3303, Menembus Kesunyian Hutan Demi Sekeping Harapan

Misi Kemanusiaan Hellycopter P-3303, Menembus Kesunyian Hutan Demi Sekeping Harapan

Aceh Tengah – Di tengah sepinya lereng pegunungan dan lebatnya hutan, sebuah misi kemanusiaan terus berjalan tanpa kenal lelah. Helikopter patroli P-3303 berhasil menuntaskan sortie 1 pengiriman logistik penting di Gelepulo, Bintang, Aceh Tengah, Aceh, menjangkau masyarakat yang terdampak dan terisolasi.

Misi dorongan logistik via udara ini bukan sekadar pengiriman barang; ini adalah pertarungan mental dan fisik yang diemban oleh seluruh awak.

“Ketika helikopter perlahan mendekat ke sebuah desa terdampak, dada kami ikut sesak. Kami tahu, apa yang kami bawa di perut pesawat ini tidak sebanding dengan lelah dan hilang yang mereka rasakan di bawah sana,” ujar salah satu awak yang terlibat dalam misi.

“Jujur, mental kami pun ikut terpukul lelah, sedih, kadang hampir runtuh. Tapi kami tidak punya pilihan untuk berhenti,” lanjutnya.

Setiap operasi penurunan logistik dilakukan dengan kehati-hatian tingkat tinggi. Selain menurunkan bantuan seaman mungkin, tim juga bertugas memberikan imbauan penting kepada masyarakat melalui public address (pengeras suara).

Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati bagian belakang helikopter (ekor) selama proses penurunan logistik berlangsung, demi menghindari risiko bahaya dari putaran baling-baling ekor.

Keselamatan warga adalah prioritas utama. Warga diminta mengikuti semua arahan yang diberikan oleh petugas di darat maupun dari udara.

Awak menyadari bahwa logistik yang mereka bawa mungkin terbatas, namun semangat dan pesan yang dibawanya tidak ternilai harganya.

“Kami mungkin tidak bisa membawa banyak, tapi kami selalu berusaha membawa satu hal yang paling penting harapan,” tambahnya.

“Harapan bahwa suatu hari nanti hari yang indah akan datang lagi, bahwa akan ada hari-hari yang lebih baik dari hari ini,” ujarnya.

Selama masyarakat masih menanti, tim P-3303 menegaskan komitmen mereka untuk terus terbang, menembus cuaca dan tantangan, demi memastikan bantuan sampai di tangan yang membutuhkan. (*)

Akses Terputus dan Medan Berat: Polri Maksimalkan Posko, Internet, dan Dapur Lapangan

Akses Terputus dan Medan Berat: Polri Maksimalkan Posko, Internet, dan Dapur Lapangan

Sumatera – Sejumlah wilayah di Aceh, Sumut, dan Sumbar masih mengalami hambatan akses darat akibat kerusakan parah pascabencana. Di Aceh, Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah bahkan tidak dapat dilalui jalur darat sama sekali. Kondisi serupa terjadi di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah di Sumatera Utara yang hanya bisa diakses dari arah Aceh.

Untuk mempercepat penanganan, Polri telah mendirikan 105 posko tanggap bencana yang tersebar di tiga provinsi:
– 35 posko di Polda Aceh
– 19 posko di Polda Sumut
– 37 posko di Polda Sumbar
Selain itu, Polri juga mendistribusikan 87 unit jaringan internet darurat untuk memastikan komunikasi tak terputus di titik-titik kritis.

“Kelancaran komunikasi sangat menentukan efektivitas penanganan darurat. Karena itu, Polri mendistribusikan perangkat internet ke polda dan polres yang paling membutuhkan,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Upaya kemanusiaan turut diperkuat dengan 20 dapur lapangan yang menyuplai makanan siap saji bagi para pengungsi. Layanan bakti kesehatan Polri telah membantu 17.986 pasien, meliputi keluhan umum seperti demam, batuk, flu, gatal-gatal, hingga hipertensi.

Polri Distribusi Bantuan Polri Capai 159 Ton, 12 Ribu Personel Dikerahkan

Polri Distribusi Bantuan Polri Capai 159 Ton, 12 Ribu Personel Dikerahkan

Jakarta – Untuk mempercepat penanganan bencana, Polri mengerahkan 12.103 personel di tiga wilayah terdampak. Selain itu, dukungan BKO diberikan melalui 301 personel tambahan di Aceh, 263 di Sumut, dan 704 di Sumbar.

Bantuan kemanusiaan dari Mabes Polri telah mencapai 159,35 ton, terdiri dari sembako, obat-obatan, perlengkapan sanitasi, kebutuhan bayi, pakaian layak, hingga kantong jenazah. Bantuan Polda jajaran juga terus mengalir, termasuk beras 158 ton, air mineral 9.611 dus, pakaian 60.226 pcs, serta ribuan barang kebutuhan darurat lainnya.

Menurut Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, Polri memastikan proses distribusi dilakukan secepat mungkin. “Seluruh bantuan kami gerakkan secara terkoordinasi agar tepat waktu dan tepat sasaran. Masyarakat tidak boleh menunggu terlalu lama dalam kondisi darurat seperti ini,” jelasnya.

Polri juga membuka 91 posko tanggap bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, serta menghadirkan 20 dapur lapanganyang setiap hari menyalurkan makanan siap saji bagi ribuan pengungsi.

Biro Logistik Polda Jatim Raih 2 Penghargaan Pemanfaatan BMN dan Pelaporan Terbaik

 

SURABAYA – Biro Logistik (Rolog) Polda Jawa Timur (Jatim) meraih Dua penghargaan dari Asisten Logistik (Aslog) Kapolri, Kategori Pemanfaatan Barang Milik Negara ( BMN) dan Laporan BMN terbaik.

Dua penghargaan tersebut diserahkan oleh Aslog Kapolri, Irjen Pol Suwondo Naingholan,S.I.K,M.H kepada Kepala Biro Logistik (Karolog) Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Logistik Polri Tahun 2025 di Jakarta, Senin (8/12).

Karolog Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto menyampaikan terimakasih kepada Aslog Kapolri, atas kepercayaan dan amanah dalam melaksanakan tugas di Biro Logistik dan telah memberikan penilaian yang baik pada kinerja Biro Logistik Polda Jatim.

Selain itu Kombes Dirmanto juga menyampaikan terimakasih seluruh anggota Polda Jatim khususnya di Biro Logistik yang telah bekerja menjalankan tugas fungsinya secara optimal.

berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh personel Humas baik yang ada di Polda Jatim maupun yang ada di jajaran Polres dalam melaksanakan tugas kehumasan.

“Alhamdulillah, Birolog Polda Jatim meraih anugerah 2 Penghargaan sekaligus dalam kategori Pemanfaaatan BMN serta Pelaporan dan Pengawasan Pengendalian BMN,” ungkap Kombes Dirmanto saat dikomfirmasi melalui selullar, Selasa (9/12).

Mantan Kabid Humas Polda Jatim itu mengatakan, prestasi yang diraih Biro Logistik Tahun 2025 ini adalah berkat kerja tim dan dukungan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto serta Wakapolda Jatim,Brigjen Pol Pasma Royce.

“Ini bukan prestasi saya pribadi selaku Karolog, tetapi berkat kerja keras rekan – rekan di Rolog dan dukungan Bapak Kapolda serta Wakapolda Jatim,” tegas Kombes Dirmanto.

Karolog Polda Jatim ini juga menegaskan, Dua penghargaan yang diraih atas prestasi kinerja itu bukan hanya sekedar penggembira hati namun akan lebih dijadikan sebagai cambuk untuk kedepan lebih baik lagi.

“Bangga, senang itu pasti ada buat kami karena prestasi dan meraih penghargaan, namun bagi kami penghargaan ini adalah cambuk untuk memotivasi kinerja kami ke depan untuk lebih baik lagi,” ujar Kombes Pol Dirmanto.

Ia menjelaskan, bahwa Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) adalah upaya mengoptimalkan aset negara, terutama yang tidak digunakan untuk tugas dan fungsi kementerian atau lembaga (idle), tanpa mengubah status kepemilikan.

Tujuan utama dari pemanfaatan BMN tersebut adalah untuk memberikan nilai tambah bagi pemerintah dan masyarakat, serta meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Pemanfaatan BMN juga bertujuan untuk mengoptimalkan aset negara, meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), mendukung penyediaan infrastruktur, dan berkontribusi pada pembangunan daerah.

“Proses ini memastikan pengelolaan aset negara yang efisien dan akuntabel,” ujar Kombes Pol Dirmanto.

Sementara itu, pelaporan dan pengawasan pengendalian Barang Milik Negara (BMN) adalah proses krusial dalam pengelolaan aset negara yang bertujuan untuk memastikan pengelolaan BMN dilakukan secara tertib, efisien, dan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Untuk proses ini melibatkan beberapa aspek dan diatur oleh kerangka hukum yang ketat di Indonesia,” terang Kombes Dirmanto.

Proses Pelaporan dan Pengawasan ini juga melibatkan tanggung jawab bersama antara Pengelola Barang (Kementerian Keuangan, melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara/DJKN) dan Pengguna Barang (Kementerian/Lembaga).

“Pengawasan juga oleh pihak eksternal, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI), yang dilakukan untuk memastikan efektivitas pengelolaan BMN dan mencegah kerugian negara,” pungkas Kombes Dirmanto. (*)

Personel Brimob Kawal Penormalan Listrik di Aceh Tamiang

Kualasimpang — Personel Satuan Brimob Polda Aceh dikerahkan untuk mengawal proses penormalan jaringan listrik pascabanjir di Aceh Tamiang. Kehadiran polisi di lapangan bertujuan untuk memastikan pekerjaan teknis dari pihak PLN berjalan aman, lancar, dan tanpa gangguan, terutama mengingat kondisi medan yang masih penuh dengan genangan serta infrastruktur yang terdampak.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, pengamanan terhadap petugas penormalan listrik merupakan langkah penting agar pemulihan suplai listrik dapat berlangsung cepat demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih berada di pengungsian maupun di permukiman yang terdampak banjir.

“Personel Brimob kita tempatkan untuk memberikan pengamanan dan dukungan penuh bagi tim PLN. Kehadiran Polri di lapangan sangat dibutuhkan agar proses penormalan listrik dapat berjalan dengan aman dan efektif,” ujar Joko, Selasa, 9 Desember 2025.

Menurutnya, listrik menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat dalam masa pemulihan, baik untuk penerangan, akses informasi, maupun kegiatan pelayanan publik yang sedang beroperasi di posko-posko tanggap darurat.

Oleh karena itu, Polri berkomitmen mendampingi seluruh proses hingga suplai listrik kembali normal.

Sementara itu, perwakilan PLN menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan serta pengamanan yang diberikan Brimob Polda Aceh. Kehadiran personel di lapangan dinilai sangat membantu mempercepat proses penormalan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan pengamanan dari Brimob. Sinergi ini membuat kami dapat bekerja lebih cepat dan aman. Semoga penormalan listrik di seluruh wilayah terdampak dapat segera selesai dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal,” ujar pihak PLN.

Dengan kolaborasi antara Polri, PLN, dan berbagai pihak lainnya, proses pemulihan di Aceh Tamiang diharapkan berlangsung lebih efektif sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat kembali terpenuhi dengan segera.

Polri Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 10 Anak Korban KKB di Papua

Jayapura — Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmen kuat terhadap keluarga korban tindak kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Melalui Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, Polri menyerahkan bantuan tabungan pendidikan sebesar Rp45 juta untuk masing-masing anak yang kehilangan orang tua akibat aksi brutal KKB, Selasa (9/12).

Penyerahan bantuan berlangsung penuh haru dan menjadi wujud nyata kepedulian Kapolri terhadap masa depan putra-putri anggota Polri dan masyarakat yang menjadi korban.

Bantuan diberikan kepada 10 anak dari keluarga korban, yaitu:

Anak Alm. Bripka Arief Maulana
1. Afiqoh Naira
2. Al Ghazali

Anak Alm. Brigpol Try Yudha
3. Raesha Sabhira
4. Kanesya Anendya

Anak Bripka Sinthoin R.O. Kbarek
5. Arman Yafeth Kbarek
6. Mario Hengkris Kbarek
7. Gloroia Rosminc Kbarek
8. Richard Yusuf Kbarek

Anak Alm. Lefinus Angel Ayomi
9. Elie Yohanes R.K. Pumbouwi
10. Suserewani Rosalina Pumbouwi

Masing-masing anak menerima tabungan pendidikan senilai Rp45 juta yang akan digunakan untuk menjamin keberlanjutan pendidikan mereka sampai jenjang berikutnya.

Dalam keterangannya, Wakapolri menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral Polri kepada para keluarga yang telah kehilangan orang tercinta dalam pengabdian kepada bangsa.

“Anak-anak ini adalah amanah. Pengorbanan orang tua mereka tidak akan pernah kami lupakan. Polri memastikan masa depan mereka tetap terjaga,” ujar Komjen Dedi.

Beliau menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai keluarga besar yang saling menguatkan.

“Negara tidak pernah meninggalkan mereka. Polri akan terus mendampingi, membantu, dan memastikan mereka tetap mendapatkan hak mereka untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi,” tambahnya.

Wakapolri juga menyampaikan bahwa dukungan Polri tidak berhenti pada bantuan materi, melainkan akan berlanjut melalui pendampingan psikologis, sosial, maupun bantuan pendidikan jangka panjang.

“Kami ingin anak-anak ini tetap kuat. Mereka harus tahu bahwa Polri ada bersama mereka, hari ini dan ke depan. Ini bagian dari kewajiban kami menjaga keluarga besar Polri,” tutur Komjen Dedi.

Bantuan ini menjadi simbol kehadiran negara dan perhatian institusi terhadap keluarga para pahlawan yang gugur akibat serangan KKB di Papua.

Nakes Polri Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir di Aceh Tamiang

Kualasimpang — Tenaga kesehatan (nakes) Polri dari Biddokkes Polda Aceh terus menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak banjir dengan membuka layanan kesehatan gratis di Posko Tanggap Darurat yang berlokasi di depan Polres Aceh Tamiang.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan bahwa pelayanan kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan seluruh masyarakat terdampak bencana mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat, terutama bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi banjir.

“Tenaga kesehatan Polri hadir memberikan layanan gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat-obatan, hingga pemantauan kondisi warga rentan. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan masyarakat tetap sehat di tengah situasi darurat,” ujar Joko dalam rilis resminya, Selasa, 9 Desember 2025.

Ia menjelaskan bahwa layanan kesehatan menjadi sangat penting di tengah situasi darurat, mengingat cuaca lembap dan lingkungan yang tergenang air dapat memicu berbagai penyakit, seperti infeksi kulit, gangguan pernapasan, hingga diare.

Karena itu, keberadaan nakes Polri di posko sangat membantu warga mendapatkan pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan.

“Polri tidak hanya hadir dalam bentuk pengamanan dan distribusi bantuan, tetapi juga memastikan warga mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Kami ingin masyarakat merasa terlindungi dan mendapatkan perhatian penuh dalam masa pemulihan ini,” tambah Joko.

Polri Lakukan Groundbreaking 6 SPPG Baru di Papua, Wakapolri: “Ini Investasi Pelayanan untuk Rakyat”

Jayapura — Polri terus memperluas pembangunan Satuan Pendidikan Pelayanan Gedung (SPPG) sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik dan percepatan layanan kepolisian di seluruh wilayah Indonesia. Pada Selasa (9/12), Polri resmi melakukan groundbreaking 6 SPPG baru di wilayah Papua.

Enam titik SPPG yang memasuki tahap groundbreaking tersebut meliputi:

– SPPG Polres Keerom — 1.500 penerima manfaat

– SPPG Polres Biak Numfor — 1.000 penerima manfaat

– SPPG Polres Merauke Distrik Semangga — 1.500 penerima manfaat

– SPPG Polres Merauke Distrik Kurik — 1.500 penerima manfaat

– SPPG Polres Merauke Distrik Ulilin — 1.500 penerima manfaat

– SPPG Polres Merauke Jl. Johar Merauke, Kelapa Lima, Merauke, Papua Selatan – 3.230 penerima manfaat

Sebelumnya, dua SPPG di Papua telah beroperasi dan memberikan layanan optimal kepada masyarakat, yakni:

– SPPG Polda Papua — 1.880 penerima manfaat

– SPPG Polres Jayapura Kota — 2.783 penerima manfaat

Secara nasional, Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG, di mana 1.099 unit telah terealisasi pada berbagai tahapan, mulai dari operasional, persiapan operasional, pembangunan hingga groundbreaking.

Selain itu, tujuh SPPG tambahan di wilayah 3T (terluar, terjauh, dan terpencil) Papua saat ini sedang dalam proses pembangunan sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan Polri di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses.

Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pembangunan SPPG di Papua merupakan langkah strategis dalam pemerataan pelayanan kepolisian, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.

“SPPG ini bukan sekadar bangunan. Ini investasi besar untuk mempercepat pelayanan kepolisian di Papua. Semakin cepat kita bangun, semakin cepat masyarakat mendapatkan manfaatnya,” ujar Wakapolri.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri turut mengajak Kasatgas MBG Polri, Irjen Pol Nurworo Danang, untuk turun langsung meninjau dan memastikan progres pembangunan SPPG di Papua berjalan lancar dan sesuai target, terutama untuk wilayah 3T yang prioritas percepatan layanan.

“Saya meminta Kasatgas MBG Irjen Nurworo Danang untuk turun langsung memastikan pembangunan SPPG di Papua berjalan lancar. Wilayah 3T harus menjadi prioritas agar masyarakat di daerah terpencil bisa merasakan layanan Polri yang sama dengan wilayah lainnya,” tegas Komjen Dedi.

Wakapolri menegaskan bahwa Polri akan terus memperkuat layanan di wilayah timur melalui penambahan SPPG dan inovasi digital layanan kepolisian.

“Papua adalah prioritas. Dengan adanya SPPG baru dan proyek yang sedang berjalan, kami ingin masyarakat mendapatkan layanan yang layak, modern, dan mudah dijangkau,” ungkapnya.

Groundbreaking ini sekaligus menjadi bukti komitmen Polri dalam mendukung transformasi layanan digital serta memastikan kehadiran negara semakin nyata hingga ke pelosok Papua.

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu