Polri Gelar Operasi Lilin 2025, AstamaOps Tegaskan Kehadiran Negara Jamin Keamanan Natal dan Tahun Baru

Jakarta – Polri secara resmi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian “Lilin 2025” di Lapangan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025) sore. Operasi kepolisian berskala nasional ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam merayakan Natal 2025 serta pergantian Tahun Baru 2026.

Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (AstamaOps) Komjen Pol. Dr. Drs. Muhammad Fadil Imran, M.Si. menegaskan bahwa Operasi Lilin merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin keamanan spiritual dan sosial masyarakat.

“Operasi ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin kenyamanan spiritual saat beribadah, sekaligus keamanan sosial dalam momen kebersamaan dan perayaan,” ujar Komjen Pol. Fadil Imran.

Ia menekankan, kehadiran Polri dalam Operasi Lilin 2025 tidak semata-mata untuk melakukan penjagaan, melainkan hadir secara humanis di tengah masyarakat.

“Polri hadir tidak hanya untuk berjaga. Polri hadir untuk membantu, menyapa, dan menyelesaikan masalah. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran polisi yang bisa diandalkan, memanusiakan, dan siap menolong,” tegasnya.

Komjen Pol. Fadil Imran juga menyampaikan bahwa Polri tidak bekerja sendiri, melainkan bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait dalam pelaksanaan Operasi Lilin 2025.

Di saat yang bersamaan, Polri juga tengah menjalankan Operasi Aman Nusa di wilayah Sumatra pascabencana alam. Bahkan, bantuan kemanusiaan skala besar telah diberangkatkan untuk wilayah Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

“Tadi malam kami telah memberangkatkan bantuan kemanusiaan, termasuk kendaraan operasional, logistik, ambulans, peralatan medis dari Pusdokkes, serta personel Brimob dan Samapta. Ini adalah misi kemanusiaan yang berkelanjutan, bukan sekali jalan,” ungkapnya.

Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, Polri bersama BMKG dan kementerian terkait di bawah koordinasi Menko PMK telah membentuk posko bersama untuk memantau kondisi cuaca secara real time.

“Informasi cuaca dibagikan secara real time dan sudah kami sampaikan ke seluruh jajaran saat latihan praoperasi. Antisipasi terhadap cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi terus kita optimalkan,” jelasnya.

Terkait lalu lintas, AstamaOps menyebut terdapat sejumlah titik rawan kemacetan, khususnya di jalur selatan dan wilayah Jawa Timur, termasuk ruas jalan tol. Seluruh skenario rekayasa lalu lintas telah disimulasikan berdasarkan traffic counting dan dikoordinasikan antara Korlantas Polri dan Polda jajaran.

“Koordinasi sudah kita latihkan, termasuk pemanfaatan smart city di Bali dan beberapa wilayah rawan macet lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga, Prof. Dr. Rivan Achmad Purwantono, M.H., memprediksi arus keluar kendaraan selama periode Natal dan Tahun Baru mencapai sekitar 2,9 juta kendaraan.

“Berdasarkan traffic counting, data historis, serta LHR selama 11 bulan terakhir, kami memprediksi arus keluar sekitar 2,9 juta kendaraan,” kata Rivan.

Untuk ruas Tol Cikampek, volume kendaraan diperkirakan meningkat 11,2 persen dibandingkan kondisi normal, namun hanya naik 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dengan pertumbuhan tersebut, kami menilai lalu lintas masih dapat dikendalikan sehingga belum diperlukan pengalihan arus besar. Kami terus berkoordinasi intensif dengan Kakorlantas,” ujarnya.

Dari sisi infrastruktur, Kementerian PUPR memastikan kesiapan penuh dalam mendukung kelancaran Operasi Lilin 2025. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian PUPR, Dr. Triono Junoasmono, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan ratusan posko dan peralatan darurat.

“Kami menyiapkan 492 posko di seluruh jalan nasional serta menyiagakan sekitar 1.150 unit peralatan untuk penanganan darurat. Baik jalan tol maupun non-tol, seluruh fasilitas sudah siap siaga,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, AstamaOps Polri mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan serta memanfaatkan layanan Polri apabila membutuhkan bantuan.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, silakan menghubungi layanan Polri 110. Kami mohon doa dan dukungan agar seluruh rangkaian pengamanan dan misi kemanusiaan ini berjalan lancar,” pungkas Komjen Pol. Fadil Imran.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh jajaran Polri dan masyarakat Indonesia, seraya berharap Indonesia semakin maju dan kuat melalui sinergi seluruh elemen bangsa.

Anggota Jaga Polsek Ngantang Laksanakan Patroli Minimarket dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas di Alfamart Banturejo

Dalam rangka menjaga dan memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Anggota Jaga Polsek Ngantang melaksanakan kegiatan patroli dialogis di minimarket Alfamart yang berlokasi di Desa Banturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Kegiatan patroli ini dilaksanakan sebagai upaya preventif kepolisian guna mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan, khususnya kejahatan konvensional seperti pencurian, perampokan, serta peredaran uang palsu yang kerap menyasar lokasi pusat perbelanjaan dan minimarket. Dalam patroli tersebut, petugas melakukan pemantauan situasi sekitar area Alfamart, baik di dalam maupun di luar gerai, guna memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.

Selain patroli, Anggota Jaga Polsek Ngantang juga melaksanakan dialog dan memberikan himbauan kamtibmas kepada karyawan Alfamart. Petugas mengingatkan agar seluruh karyawan selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melayani transaksi pembayaran, dengan lebih teliti dalam memeriksa keaslian uang guna mengantisipasi peredaran uang palsu. Karyawan juga diimbau untuk tidak ragu menolak uang yang mencurigakan serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan indikasi peredaran uang palsu.

Lebih lanjut, petugas menyampaikan pesan kamtibmas agar karyawan Alfamart senantiasa memperhatikan situasi lingkungan sekitar, termasuk aktivitas pengunjung yang mencurigakan. Apabila melihat atau mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas, tindak kejahatan, maupun hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan, diharapkan segera melaporkan dan berkoordinasi dengan Polsek Ngantang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Kegiatan patroli minimarket ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan rasa aman dan nyaman, serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan pihak swasta dalam menjaga keamanan lingkungan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar Alfamart Desa Banturejo terpantau aman, lancar, dan kondusif.

Said Iqbal: Perhatian Polri Angkat Industri Dalam Negeri, Salurkan Buruh Korban PHK Kembali Bekerja

Said Iqbal: Perhatian Polri Angkat Industri Dalam Negeri, Salurkan Buruh Korban PHK Kembali Bekerja

Pemalang — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan bahwa kebangkitan PT Wongso Bersaudara merupakan bukti nyata perhatian Polri dalam mengangkat kembali industri dalam negeri sekaligus menyalurkan buruh korban pemutusan hubungan kerja (PHK) agar kembali memperoleh pekerjaan. Langkah tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tengah tantangan sektor industri, Jumat (19/12).

Hal tersebut disampaikan Said Iqbal saat memberikan sambutan dalam kegiatan perusahaan yang dihadiri jajaran Polri, pemerintah daerah, manajemen PT Wongso Bersaudara, serta para pekerja yang kembali terserap bekerja. Ia menilai Polri telah mengambil peran strategis dalam memastikan industri nasional tetap berjalan sehingga buruh tidak terus-menerus menjadi korban PHK.

“Ini visinya Pak Presiden lho. Bukan hanya Pak Kapolri, tapi diterjemahkan oleh Pak Kapolri dengan cerdas. Pak Wakapolri juga cerdas. Jadi ini visi besar yang nyambung dari atas sampai ke bawah,” ujar Said Iqbal.

Menurutnya, perhatian Polri terhadap keberlangsungan industri dalam negeri sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong kepastian pasar bagi produsen lokal, sehingga industri mampu menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan.

“Pak Presiden bilang, nanti setiap pegawai negeri tiga setel pakaian setahun, anak SD tiga setel setahun, TNI-Polri tiga setel setahun, semua aparatur negara tiga setel setahun. Bisa dibayangkan kekuatan industri domestik kita,” katanya.

Said Iqbal menilai kebijakan tersebut menciptakan kepastian permintaan yang berdampak langsung pada kebangkitan industri nasional dan penyerapan kembali buruh korban PHK, sehingga perputaran ekonomi tetap berada di dalam negeri.

“Karena apa? Karena ada pasar, ada produsen. Wong di sini bisa kok, wong di sini bisa dikerjain. Uang negara enggak perlu lari ke luar negeri,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa perhatian negara terhadap industri dalam negeri merupakan bagian dari prinsip ekonomi nasional yang telah lama diperjuangkan dan kini diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif Polri.

“Pak Presiden Prabowo ini konsisten. Lima belas tahun lalu waktu di Hambalang, beliau sudah bicara Pasal 33 UUD 1945. Perekonomian disusun dengan sistem kekeluargaan. Kekeluargaan itu artinya produksi dalam negeri,” ungkapnya.

Dalam konteks tersebut, Said Iqbal menilai keterlibatan Polri dalam mendukung kebangkitan PT Wongso Bersaudara menjadi contoh konkret bagaimana negara hadir membantu industri nasional sekaligus memberikan solusi bagi buruh yang terdampak PHK.

“Kita ucapkan terima kasih kepada jajaran Polri, wabil khusus Pak Kapolri, Pak Wakapolri, dan seluruh PJU-nya yang telah memberikan pekerjaan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya hubungan industrial yang sehat antara buruh dan perusahaan agar kebangkitan industri dapat berkelanjutan dan kesejahteraan pekerja meningkat.

“Di dalam perusahaan itu seperti mobil. Ban kanan buruh, ban kiri perusahaan. Kalau muternya searah, mobil jalan. Kalau berlawanan, enggak akan jalan, bisa tutup,” katanya.

Said Iqbal mendorong para pekerja untuk bekerja dengan sungguh-sungguh agar perusahaan dapat tumbuh dan terus membuka lapangan kerja.

“Kalau sudah sejahtera, minta naik gaji sama perusahaan. Itu wajib. Tapi bekerjalah dulu, berusahalah dulu,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Said Iqbal kembali mengapresiasi peran Polri, pemerintah daerah, dan manajemen PT Wongso Bersaudara yang dinilainya telah bersama-sama mengangkat industri dalam negeri serta menyalurkan buruh korban PHK agar kembali memiliki harapan dan penghidupan.

“Terima kasih Kepolisian Republik Indonesia, terima kasih Pak Gubernur yang telah memberikan ruang untuk investasi. Wongso Bersaudara tetaplah maju. Tantangan dan harapan ada di tanganmu, tapi tetap percaya pada Tuhan,” pungkasnya.

Polri Kerahkan 11.625 Personel dan Infrastruktur Lengkap Tangani Bencana di Sumatera

Polri Kerahkan 11.625 Personel dan Infrastruktur Lengkap Tangani Bencana di Sumatera

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan kekuatan besar dalam penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak 11.625 personel Polri diterjunkan ke wilayah terdampak sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden RI untuk memperkuat respons kebencanaan.

Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers update penanganan dan penanggulangan bencana pada Jumat, 19 Desember 2025.

“Sesuai dengan perhatian Bapak Presiden, kami melaporkan bahwa saat ini Polri telah mengerahkan kurang lebih 11.625 personel yang tergelar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Kapolri.

Personel tersebut berasal dari satuan wilayah dan ditugaskan untuk berbagai kegiatan, mulai dari evakuasi, pembangunan fasilitas darurat, hingga dukungan operasional lanjutan. Sebaran personel meliputi 5.064 personel di Polda Aceh, 4.277 personel di Polda Sumatera Utara, dan 2.284 personel di Polda Sumatera Barat.

Kapolri menambahkan, Polri juga menyiapkan 239 personel tambahan yang akan tiba pada 23 Desember 2025 sebagai penguatan lanjutan, serta 1.000 personel cadangan yang disiagakan dalam rangka Operasi Nataru.

Wakapolri Resmikan Kembali Operasional Pabrik Garmen Wonghang Bersaudara di Pemalang

Wakapolri Resmikan Kembali Operasional Pabrik Garmen Wonghang Bersaudara di Pemalang

Jawa Tengah – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo mewakili Kapolri meresmikan kembali operasional pabrik garmen PT Wonghang Bersaudara bersama Akarsa Garmen Indonesia di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (tanggal menyesuaikan). Kegiatan tersebut mengusung tema “Menjahit Harapan Kembali” sebagai simbol bangkitnya sektor ketenagakerjaan pasca dinamika industri yang sempat menghentikan operasional perusahaan pada 2024.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghidupkan kembali pabrik garmen tersebut, mulai dari serikat pekerja, pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga jajaran Polri.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk menumbuhkan kembali harapan bekerja, membangun kesejahteraan, dan menata masa depan yang lebih baik bagi para pekerja dan keluarganya,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Ia menjelaskan, sektor ketenagakerjaan memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan pembangunan nasional karena berkontribusi langsung terhadap produktivitas ekonomi sekaligus stabilitas sosial. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, dunia industri dan para pekerja dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari fluktuasi ekonomi global, disrupsi rantai logistik, hingga tekanan biaya produksi yang berdampak pada terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kehadiran negara untuk menjaga keseimbangan sektor ketenagakerjaan. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Visi Asta Cita telah merumuskan berbagai program prioritas, di antaranya hilirisasi industri, pemerataan pembangunan infrastruktur, serta pengembangan energi hijau dan industri maritim guna memperkuat daya tarik investasi dan membuka lapangan kerja.

“Program-program tersebut tidak hanya meningkatkan daya saing nasional, tetapi juga menjadi pengungkit terciptanya kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penyerapan tenaga kerja periode Januari hingga Agustus 2025 mengalami peningkatan sebesar 1,9 juta orang atau naik 1,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tren positif tersebut juga tercermin di Kabupaten Pemalang dengan kembali beroperasinya pabrik garmen PT Wonghang Bersaudara.

Saat ini, sebanyak 220 karyawan lama telah kembali bekerja. Ke depan, perusahaan tersebut direncanakan merekrut tambahan 1.280 tenaga kerja, sehingga total penyerapan mencapai 1.500 orang.

“Revitalisasi pabrik ini menjadi kabar baik bagi para pekerja yang sebelumnya dirumahkan. Ini bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan stakeholder mampu mendorong pemulihan ekonomi serta memperluas lapangan kerja,” tegas Wakapolri.

Lebih lanjut, Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri untuk terus menjadi mitra strategis para pekerja dalam mewujudkan iklim ketenagakerjaan yang sehat, inklusif, dan produktif. Polri, kata dia, akan terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan secara profesional guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di kawasan industri.

“Melalui Des Ketenagakerjaan, Polri secara konsisten berperan aktif menangani persoalan ketenagakerjaan dengan mengedepankan pendekatan dialogis serta penegakan hukum yang profesional,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Wakapolri berpesan kepada pengelola pabrik dan seluruh karyawan untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja, menjaga komunikasi yang baik, serta membangun hubungan industrial yang harmonis demi meningkatkan produktivitas.

“Saya meyakini sinergi seluruh elemen bangsa merupakan fondasi utama untuk membangun iklim ketenagakerjaan yang kondusif dan memperkuat stabilitas ekonomi, demi mewujudkan Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

“Senyum Mengawali Layanan” : Filosofi 5S sebagai Jiwa Pelayanan Publik di SPKT Polres Batu

“Senyum Mengawali Layanan” : Filosofi 5S sebagai Jiwa Pelayanan Publik di SPKT Polres Batu

Kota Batu, Jum’at 19 Desember 2025 – Langkah pertama memasuki ruang Satuan Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Batu bukan disambut oleh kesan angker atau birokrasi kaku.

Melainkan, sebuah senyum tulus dan sapaan ramah dari Bripka Agus, petugas meja informasi.

“Selamat siang, silakan masuk. Ada yang bisa kami bantu?” ujarnya.

Sambutan hangat ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan manifestasi dari filosofi pelayanan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) yang telah menjadi DNA setiap personel di SPKT ini.

Di SPKT Polres Batu, kelima nilai ini telah ditransformasikan menjadi indikator kinerja yang terukur dan bagian dari budaya kerja.

“Kecepatan layanan tanpa disertai keramahan dan empati adalah suatu kekeringan. Kami ingin masyarakat yang mungkin sedang dalam kondisi stres karena kehilangan atau masalah lainnya, justru merasa diterima dan ditolong saat masuk ke SPKT. Senyum adalah modal pertama untuk mencairkan kecemasan,” ujar Kabag Ops Polres Batu, Kompol Anton Widodo, S.H., M.H.

“Setiap pekan, kami ada sesi briefing dan reflection khusus. Kami tak hanya mengejar target waktu penyelesaian laporan, tapi juga mereview interaksi dengan masyarakat. Apakah senyum kita sudah tulus? Apakah bahasa kita sudah menenangkan? Ini menjadi bahan evaluasi bersama,” jelas Kompol Anton.

Personel SPKT juga melakukan role-play (bermain peran) untuk mensimulasikan berbagai karakter pengunjung, dari yang pemarah, bingung, hingga yang berkebutuhan khusus, sehingga petugas terlatih merespon dengan 5S dalam segala kondisi.

Budaya 5S telah menciptakan lingkungan psikologis yang aman bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan polisi.

Hal ini pada gilirannya meningkatkan partisipasi publik dalam membantu tugas kepolisian.

Laporan menjadi lebih lancar, informasi mengalir lebih baik, dan citra Polri sebagai pelindung dan pelayan masyarakat semakin menguat.

“Ketika masyarakat merasa dihormati dan dilayani dengan baik, mereka akan dengan sukarela menghormati kita kembali. Ini adalah hubungan timbal balik. 5S adalah investasi kami untuk membangun kembali trust itu dari hal yang paling mendasar,” ucap Kompol Anton.

Senyum, sapa, salam, sopan, dan santun mereka adalah pengingat bahwa di balik seragam dan prosedur, ada hati yang berdedikasi untuk melayani.

Dan di Kota Batu, pelayanan publik yang prima ternyata berawal dari sebuah senyuman.(*)

Polres Jember Berbagi Kasih ke Panti Asuhan Sambut Perayaan Natal

 JEMBER – Dalam rangka menyambut perayaan Natal, Polres Jember Polda Jatim menggelar kegiatan sosial dengan berbagi kasih ke Panti Asuhan Kanaan di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember,Jum’at, (19/12/2025)

Kehadiran jajaran Polres Jember Polda Jatim ini disambut hangat oleh Pendeta Daniel dan anak-anak panti asuhan.

Selain menyerahkan bantuan berupa paket sembako, anggota Polres Jember Polda Jatim juga mengajak anak-anak panti asuhan bermain bersama, memberikan hiburan, serta membagikan hadiah-hadiah kecil yang menambah keceriaan suasana.

Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra yang diwakili Kasubag Dal Ops AKP Setyono Budhi, Kasubag Dal Ops yang memimpin langsung kegiatan tersebut, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri kepada sesama.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan menumbuhkan semangat kebersamaan menjelang Natal. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan membawa sukacita,” ungkap AKP Budhi.

Ia juga mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Jember Polda Jatim untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Polres Jember hadir di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga untuk peduli sesama melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan, ” pungkasnya.

Sambut Libur Nataru Polresta Sidoarjo Pastikan Keamanan Stasiun Kereta Api

SIDOARJO – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) Polresta Sidoarjo Polda Jatim meningkatkan pengamanan dengan melakukan pengecekan dan pemantauan di Stasiun Kereta Api, Jumat (19/12/2025).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama dengan instansi terkait sebagai wujud sinergitas Polresta Sidoarjo Polda Jatim dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, khususnya di objek vital transportasi publik.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing melalui Kasi Humas, Iptu Tri Novi Handono.

“Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa kereta api,” kata Tri Novi Handono, Jumat (19/12).

Hal itu lanjut Tri Novi Handono, mengingat libur panjang Nataru dan libur sekolah kerap dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian, baik untuk berlibur maupun pulang ke kampung halaman.

“Ini berpotensi meningkatkan aktivitas dan kepadatan penumpang di stasiun,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para penumpang agar tetap waspada, tidak lengah, serta tidak meninggalkan barang bawaan tanpa pengawasan.

Masyarakat juga diminta menyimpan barang berharga di tempat yang aman dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan bekerja sama dengan petugas demi terciptanya keamanan bersama,” tambah Iptu Tri Novi Handono.

Ia menegaskan, langkah ini merupakan upaya preventif guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas maupun tindak kriminalitas di lingkungan stasiun, terutama di tengah meningkatnya mobilitas penumpang selama libur Nataru.

Polresta Sidoarjo Polda Jatim bersama Kodim 0816 Sidoarjo berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli dan pengawasan di lokasi-lokasi strategis terlebih obyek vital.

“Kami tetap komitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya. (*)

Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Penjual Motor Hasil Begal Gangster di Bulak Surabaya

TANJUNGPERAK – Kasus begal yang dilakukan sekelompok remaja yang diketahui gangster di Jalan Bulak Kali Tinjang Baru, Surabaya, terus diselidiki Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim.

Satu lagi tersangka diamankan yaitu FFM Alias AD, 20, warga Surabaya, ditangkap Unit Jatanras bekerja sama dengan Polsek Kenjeran Polres Pelabuhan Tanjungperak.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto mengatakan tersangka FFM alias AD adalah pelaku yang menjual sepeda motor curian ke seseorang yang saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian.

“Tersangka AD ini yang menjual sepeda motor curian milik korban dan menyimpan senjata tajam (sajam) milik kelompoknya,” kata Iptu Suroto.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak mengatakan Polisi menangkap tersangka yang saat itu berada di rumah.

Iptu Suroto menerangkan, saat kejadian tersangka AD ikut menyerang kelompok pemuda di lokasi tersebut dan membawa motor curian lalu menjualnya ke seseorang.

“Kemudian uang hasil penjualan motor rampasan tersebut dibagi dengan kelompoknya,” kata Iptu Suroto.

Saat diinterogasi, tersangka AD mengakui jika ia juga menyimpan sajam milik kelompok gangster ini.

Polisi menyita sembilan celurit dan dua busur panah dari basecamp mereka.

“Sajam tersebut disimpan di basecamp wilayah Sidotopo. Kami amankan semua sebagai barang bukti,” pungkasnya. (*)

Optimalkan Pendekatan Simpatik, Tegur Pengendara R2 Tanpa Helm

Optimalkan Pendekatan Simpatik, Tegur Pengendara R2 Tanpa Helm

Kota Batu – Dalam upaya meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu melaksanakan kegiatan penegakan hukum dengan pendekatan humanis.

Kali ini, personel memberikan teguran simpatik kepada pengendara sepeda motor (R2) yang kedapatan tidak mengenakan helm standar saat melintas di Simpang 3 Areng-areng, kawasan perbatasan Kota Batu dengan Kecamatan Dau, Jum’at (19/12/2025).

Personel Satlantas lebih mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif.

Setiap pengendara motor yang tidak menggunakan helm atau mengenakan helm tidak memenuhi standar Keamanan, Keselamatan, Standardisasi, dan Perlindungan Lingkungan (K3LL) dihentikan secara sopan.

Selanjutnya, personel memberikan pemahaman mengenai pentingnya helm sebagai alat pengaman utama, baik bagi pengendara maupun penumpang.

“Kami tidak sekadar menilang, tetapi lebih ingin menyentuh kesadaran. Helm itu bukan untuk menghindari polisi, tetapi untuk menyelamatkan nyawa sendiri dan orang yang kita bonceng. Satu benturan kecil saja bisa berakibat fatal jika kepala tidak terlindungi,” jelas Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, S.Tr.K., S.I.K.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus digencarkan sebagai bagian dari program Police and Community Partnership.

“Teguran simpatik adalah langkah awal dalam penegakan hukum yang berkeadilan. Tujuannya adalah perubahan perilaku, bukan sekadar hukuman. Kami berharap masyarakat dapat memahami maksud baik kami bersama-sama menjaga keselamatan di jalan,” ujarnya.

Diharapkan, melalui metode teguran simpatik yang konsisten, angka kepatuhan terhadap penggunaan helm akan meningkat, sehingga dapat mengurangi risiko fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas.

Langkah Satlantas Polres Batu ini sejalan dengan visi Road Safety dan cita-cita menuju Kota Batu yang tidak hanya indah dan sejuk, tetapi juga aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.(*)

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu