Tim URC Polres Situbondo Amankan Pelaku Curat dan DPO Kasus Pencabulan

SITUBONDO – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Anti Begal Unit Resmob Satreskrim Polres Situbondo Polda Jatim kembali menunjukkan kinerjanya dalam memburu pelaku kejahatan yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kali ini, dua pelaku tindak pidana berbeda berhasil diamankan di Pulau Bali, yakni kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan kasus pencabulan terhadap anak.

Keberhasilan tersebut diraih hanya berselang dua hari setelah Satreskrim Polres Situbondo Polda Jatim mengungkap kasus pembunuhan yang menjadi perhatian publik.

Kedua pelaku ditangkap di lokasi berbeda di Provinsi Bali setelah sebelumnya menjadi target pencarian polisi.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, melalui Kasatreskrim AKP Selimat mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras Tim URC Anti Begal dalam melakukan penyelidikan dan pelacakan terhadap para pelaku yang berusaha menghindari proses hukum.

“Komitmen kami jelas, setiap pelaku tindak pidana yang merugikan masyarakat akan terus kami kejar sampai tertangkap. Meskipun melarikan diri ke luar daerah, kami tidak akan berhenti melakukan pencarian,” tegas AKP Selimat.

Kasus pertama yang berhasil diungkap adalah pencurian dengan pemberatan di sebuah konter handphone di wilayah Kecamatan Banyuputih.

Pelaku berinisial DEF (38), warga Kecamatan Banyuputih, ditangkap saat bekerja sebagai kuli bangunan di Kabupaten Gianyar, Bali, pada Rabu (10/6/2026).

Kasus tersebut terjadi pada September 2025 di sebuah konter handphone di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih.

Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga masuk ke dalam konter dengan cara merusak tembok samping bangunan sebelum mengambil sejumlah barang berharga di dalamnya.

Selain itu, Tim URC Anti Begal juga berhasil menangkap seorang DPO kasus pencabulan terhadap anak berinisial KF alias D (40), warga Kecamatan Panji.

Tersangka diamankan di wilayah Kecamatan Tianyar, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Rabu (10/6/2026).

Tersangka diketahui telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Desember 2025 terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi pada tahun 2024 di wilayah Kecamatan Panji.

“Pelaku kasus pencabulan ini sudah cukup lama menjadi DPO. Setelah dilakukan pencarian dan pengembangan informasi, keberadaannya berhasil kami lacak hingga akhirnya diamankan di Bali,” jelas AKP Selimat.

Saat ini kedua tersangka telah dibawa ke Polres Situbondo untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan perkara masing-masing.

“Kehadiran Tim URC Anti Begal adalah bentuk komitmen Polres Situbondo dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami akan terus memburu para pelaku kejahatan yang mencoba menghindari tanggung jawab hukum,” tegasnya.

Polres Situbondo juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif membantu kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku kejahatan maupun tindak pidana lainnya. Masyarakat dapat melapor melalui Call Center 110 atau kantor polisi terdekat. (*)

Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Kapolda Jatim Bagikan 2.055 Kitab Suci

BANYUWANGI – Kapolda Jatim, Irjen Pol.Drs. Nanang Avianto,M.Si memimpin Apel Bhabinkamtibmas Bakti Sosial (Baksos) memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Halaman Polresta Banyuwangi, Senin (15/6/2026).

Dalam Baksos kali ini sebanyak 2.055 kitab suci terdiri atas 2.040 Al-Qur’an, 5 Injil, 5 Weda, dan 5 Tripitaka akan dibagikan kepada masyarakat, tempat ibadah, serta lembaga pendidikan keagamaan di wilayah Banyuwangi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerukunan umat beragama sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di Kabupaten Banyuwangi.

Kapolda Jatim menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi momentum refleksi pengabdian Polri, tetapi juga sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

“Polri yang Presisi harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Melalui bakti sosial ini, kami ingin memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendukung pembinaan kehidupan beragama di tengah masyarakat,” ujar Irjen Nanang dalam amanatnya.

Kapolda Jatim menegaskan bahwa penguatan kamtibmas tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun nilai-nilai moral, spiritual, dan toleransi antarumat beragama.

“Ketika masyarakat memiliki pemahaman agama yang baik, akan tumbuh sikap saling menghormati, kepedulian sosial, serta kesadaran bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” kata Irjen Nanang.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan program Jogo Jatim yang terus digelorakan Polda Jatim untuk menjaga Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif.

“Dengan pondasi keagamaan yang kuat, kita dapat memperkuat persatuan, mencegah potensi perpecahan, serta merawat kebhinekaan yang menjadi kekuatan bangsa,” ungkap Irjen Nanang.

Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, Polda Jatim berharap dapat memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus meningkatkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Banyuwangi. (*)

Bhabinkamtibmas Pandesari Sambang Petani di Lahan, Dukung Ketahanan Pangan dan Serap Aspirasi Masyarakat

Bhabinkamtibmas Pandesari Sambang Petani di Lahan, Dukung Ketahanan Pangan dan Serap Aspirasi Masyarakat

BATU, MALANG – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Pandesari Polsek Pujon, Aiptu Sugianto, melaksanakan kegiatan sambang dan dialogis dengan para petani yang sedang beraktivitas di lahan pertanian di Dusun Maron Sebaluh, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Senin (15/06/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, khususnya para petani yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan mendukung perekonomian daerah.

Melalui kegiatan sambang ini, Bhabinkamtibmas tidak hanya memberikan motivasi kepada petani, tetapi juga menampung berbagai aspirasi serta permasalahan yang dihadapi masyarakat di sektor pertanian.

Saat berada di lokasi, Aiptu Sugianto berinteraksi secara langsung dengan para petani yang sedang melakukan aktivitas di lahan.

Dalam suasana yang penuh keakraban, ia mendengarkan berbagai masukan terkait kondisi pertanian, mulai dari kebutuhan sarana produksi, kendala cuaca, pengendalian hama tanaman, hingga berbagai persoalan lain yang berpotensi memengaruhi hasil panen.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara petani dan pihak terkait sangat penting untuk mendukung keberhasilan sektor pertanian.

Dengan mengetahui kondisi yang sebenarnya di lapangan, berbagai kendala yang dihadapi petani dapat segera dikoordinasikan dan dicarikan solusi bersama sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat.

“Petani merupakan garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Karena itu, kami hadir untuk mendengarkan secara langsung kondisi dan permasalahan yang mereka hadapi agar dapat dicarikan solusi melalui koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Aiptu Sugianto.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Sugianto juga memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian.

Ia menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat, sehingga perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen, termasuk kepolisian.

“Melalui komunikasi yang baik, kita dapat membangun sinergi yang kuat antara petani, pemerintah, dan kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan. Dengan kebersamaan, berbagai tantangan yang ada di sektor pertanian dapat dihadapi dengan lebih baik,” tambahnya.

Selain menyerap aspirasi masyarakat, Aiptu Sugianto juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Ia mengajak masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta tidak ragu berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas maupun permasalahan lain yang membutuhkan perhatian bersama.

Sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, Aiptu Sugianto turut mensosialisasikan layanan kepolisian yang dapat diakses oleh seluruh warga.

Ia menyampaikan bahwa apabila masyarakat memerlukan bantuan, informasi, maupun pelayanan kepolisian, dapat menghubungi Call Center 110 yang tersedia selama 24 jam.

“Kami menghimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi Call Center 110 apabila membutuhkan pelayanan kepolisian. Layanan ini siap membantu masyarakat secara cepat, mudah, dan tanpa dipungut biaya,” jelasnya.

Melalui kegiatan sambang yang dilakukan secara rutin, Polsek Pujon terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani menjadi wujud nyata bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pendampingan dan komunikasi yang berkelanjutan.

Dengan sinergi yang kuat antara petani, pemerintah, dan kepolisian, diharapkan sektor pertanian di wilayah Desa Pandesari dapat terus berkembang, produktivitas meningkat, dan program ketahanan pangan nasional dapat terwujud secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.(*)

Bhabinkamtibmas Giripurno Sambangi Petani Tumpangsari, Dorong Produktifitas Pertanian dan Ketahanan Pangan

Bhabinkamtibmas Giripurno Sambangi Petani Tumpangsari, Dorong Produktifitas Pertanian dan Ketahanan Pangan

KOTA BATU – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan serta memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Giripurno Polsek Bumiaji, Aipda Syaifuloh, melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi kepada petani jagung manis, Bapak Fauzi, di Dusun Kedung RT 059 RW 009, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Senin (15/06/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan masyarakat.

Dalam kunjungannya, Aipda Syaifuloh meninjau langsung lahan pertanian milik Bapak Fauzi yang memiliki luas kurang lebih 1.100 meter persegi.

Lahan tersebut dikelola dengan sistem tumpangsari, yakni mengombinasikan budidaya jagung manis dengan tanaman hortikultura berupa sayuran selada atau letus.

Sistem tumpangsari yang diterapkan petani dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan karena dalam satu area dapat menghasilkan lebih dari satu komoditas pertanian.

Selain memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani, metode tersebut juga membantu menjaga kesuburan tanah dan mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga maupun serangan hama pada salah satu jenis tanaman.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Syaifuloh berdialog langsung dengan Bapak Fauzi mengenai perkembangan tanaman, teknik budidaya, kebutuhan sarana pertanian, hingga kendala yang dihadapi selama proses penanaman.

Suasana penuh keakraban terlihat saat keduanya berdiskusi mengenai berbagai peluang pengembangan sektor pertanian di wilayah Desa Giripurno.

“Petani merupakan ujung tombak ketahanan pangan. Kehadiran kami di tengah masyarakat adalah bentuk dukungan dan motivasi agar para petani terus semangat mengelola lahannya serta mampu meningkatkan hasil produksi pertanian,” ujar Aipda Syaifuloh.

Selain melakukan pemantauan dan silaturahmi, Aipda Syaifuloh juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada petani agar senantiasa menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Bhabinkamtibmas, maupun Polsek Bumiaji.

Menurutnya, komunikasi yang baik sangat penting untuk memperoleh informasi terkait pola tanam, pemupukan, penanganan hama, hingga berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan sektor pertanian.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Polsek Bumiaji siap mendukung para petani yang ingin mengembangkan budidaya jagung pipil sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi dan koordinasi dalam pengadaan bibit jagung pipil bagi kelompok tani maupun petani yang berminat untuk menanam komoditas tersebut.

“Kami menghimbau para petani untuk selalu berkoordinasi dengan PPL, Bhabinkamtibmas, dan Polsek Bumiaji. Apabila ada petani yang berminat menanam jagung pipil, kami siap membantu proses koordinasi pengadaan bibit guna mendukung keberhasilan program ketahanan pangan,” tambahnya.

Kegiatan sambang yang dilakukan Aipda Syaifuloh ini menjadi wujud nyata sinergi antara Polri, petani, dan instansi terkait dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Melalui pendampingan, komunikasi, dan kolaborasi yang baik, diharapkan sektor pertanian di wilayah Bumiaji semakin berkembang, kesejahteraan petani meningkat, dan ketersediaan pangan bagi masyarakat dapat terus terjaga secara berkelanjutan.(*)

Kapolres Batu Kukuhkan Polisi Cilik, Siap Berkompetisi di Tingkat Provinsi

BATU – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti halaman Markas Komando (Mako) Polres Batu pada Senin pagi, 15 Juni 2026. Polres Batu resmi mengukuhkan putra-putri terbaik daerah sebagai anggota Polisi Cilik (Pocil) Polres Batu.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Kapolres Batu, AKBP Dr. Aris Purwanto, S.H., S.I.K., M.H. Dalam arahannya, Kapolres menekankan bahwa pembentukan Polisi Cilik ini bukan sekadar seremonial belaka. Kegiatan ini merupakan langkah nyata institusi Polri dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta rasa cinta tanah air kepada generasi penerus bangsa sejak dini.

“Melihat ketegasan dan kekompakan mereka di barisan, kita patut optimis. Masa depan bangsa ini akan lahir dari tangan-tangan tangguh dan berkarakter kuat seperti mereka,” ujar AKBP Aris Purwanto.

Lebih lanjut, Ps. Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, menambahkan bahwa pengukuhan ini juga menjadi momentum persiapan bagi para Pocil untuk mengemban amanah sebagai duta Kota Batu.

“Selamat bertugas kepada para anggota Polisi Cilik yang telah dikukuhkan. Tumbuhlah menjadi kebanggaan orang tua, masyarakat, dan negara. Selain itu, kami juga memberikan dukungan penuh serta selamat bertanding kepada seluruh anggota Pocil yang akan mewakili Kota Batu dalam ajang Lomba Polisi Cilik di Surabaya, dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80,” pungkas Iptu M. Huda Rohman.

Acara pengukuhan ini diharapkan mampu membentuk karakter positif bagi anak-anak di wilayah hukum Polres Batu sekaligus mempererat kedekatan antara Polri dengan masyarakat.

Sambang Petani Jagung Pipil, Aiptu Siswo Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan di Desa

Sambang Petani Jagung Pipil, Aiptu Siswo Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan di Desa

BATU, MALANG – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional serta mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Purworejo Polsek Ngantang, Aiptu Siswo, melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi kepada petani jagung pipil, Bapak Misnan, di Dusun Jeruk, Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Senin (15/06/2026).

Kegiatan sambang tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Aiptu Siswo meninjau langsung kondisi lahan jagung milik Bapak Misnan yang saat ini memasuki usia tanam sekitar tiga minggu. Tanaman jagung terlihat tumbuh dengan baik dan mendapatkan perawatan secara rutin guna menghasilkan panen yang optimal.

Jagung pipil yang dibudidayakan oleh Bapak Misnan nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak.

Keberadaan tanaman jagung sebagai sumber pakan memiliki nilai strategis karena mampu mendukung keberlangsungan usaha peternakan sekaligus menjaga ketersediaan kebutuhan pakan bagi para peternak di wilayah Kecamatan Ngantang dan sekitarnya.

Dalam suasana penuh keakraban, Aiptu Siswo berdialog dengan petani mengenai perkembangan tanaman, kebutuhan sarana pertanian, serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi.

Ia juga memberikan motivasi kepada petani agar terus semangat dalam mengelola lahan pertanian sebagai kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.

“Ketahanan pangan tidak dapat terwujud tanpa peran aktif para petani. Karena itu, kami hadir untuk memberikan dukungan, motivasi, dan memastikan terjalinnya komunikasi yang baik antara petani, petugas penyuluh pertanian, dan kepolisian agar setiap kendala di lapangan dapat segera dicarikan solusi bersama,” ujar Aiptu Siswo.

Selain melakukan pemantauan perkembangan tanaman, Aiptu Siswo juga menyampaikan imbauan kepada Bapak Misnan dan petani lainnya agar selalu menjalin komunikasi serta koordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) maupun Bhabinkamtibmas.

Koordinasi yang baik dinilai penting untuk memperoleh informasi terkait teknik budidaya, pencegahan hama dan penyakit tanaman, hingga berbagai program pemerintah di bidang pertanian.

Menurutnya, sinergi antara petani, PPL, dan Bhabinkamtibmas menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan komunikasi yang intensif, setiap permasalahan yang muncul selama masa tanam dapat segera ditangani sehingga hasil panen dapat lebih maksimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kami menghimbau para petani untuk terus berkoordinasi dengan petugas PPL dan Bhabinkamtibmas. Melalui kerja sama yang baik, diharapkan proses budidaya jagung dapat berjalan lancar, hasil panen meningkat, dan program ketahanan pangan dapat tercapai secara optimal,” tambahnya.

Kehadiran Polri di tengah aktivitas pertanian diharapkan mampu memberikan semangat serta rasa aman bagi masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian.

Melalui kegiatan sambang dan pendampingan yang rutin dilakukan, Polsek Ngantang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani menjadi wujud nyata sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.(*)

Polres Magetan Gelar Playon Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Polres Magetan Gelar Playon Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80

MAGETAN – Mengusung tema “Playon Bersama Masyarakat Magetan”, event olahraga dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang digelar Polres Magetan Polda Jatim bekerja sama dengan Komunitas Playon Magetan berhasil menarik antusiasme masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (14/6/2026) pagi dengan start dan finish di depan Pendopo Surya Graha, Alun-Alun Kabupaten Magetan itu diikuti sekitar 1.800 pelari yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur maupun luar daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd., Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M., unsur Forkopimda, kepala OPD, komunitas lari, serta masyarakat umum.

Start atau flag off Bhayangkara Run 2026 dipimpin langsung oleh Bupati Magetan didampingi Forkopimda.

Para peserta menempuh rute sejauh 5 kilometer dengan lintasan mulai dari depan Pendopo Surya Graha Magetan menuju Jalan Imam Bonjol, Jalan Teuku Umar, Jalan Pattimura, Jalan Monginsidi, Jalan Hasanudin, Jalan Timor, Jalan Ahmad Yani, Jembatan Gandong 1, Jalan Basuki Rahmat Barat, Jalan Basuki Rahmat Selatan dan kembali finis di depan Pendopo Surya Graha Magetan.

Dalam sambutannya, Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan bahwa Bhayangkara Run 2026 merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80.

“Selain sebagai sarana olahraga, kegiatan ini bertujuan mempererat tali persaudaraan, memperkuat semangat nasionalisme, serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui aktivitas yang positif, menyenangkan, dan menyehatkan,” ujar AKBP Erik.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Magetan, komunitas Playon Magetan, seluruh panitia, sponsor, dan peserta yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Bhayangkara Run 2026.

“Kami juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah ikut menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Magetan,” tambah AKBP Erik.

Kapolres juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjaga keselamatan selama berlari mengingat rute yang dilalui merupakan jalan umum, serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Kegiatan semakin semarak dengan adanya pentas hiburan rakyat dan pembagian berbagai doorprize menarik yang disiapkan panitia.

Tidak hanya memberikan hadiah kepada para juara lomba lari, Kapolres Magetan juga memberikan penghargaan khusus kepada peserta dengan kostum paling unik dan kreatif yang menjadi daya tarik tersendiri dalam event tersebut.

Melalui kegiatan ini, Polres Magetan berharap dapat terus membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengajak warga untuk menerapkan pola hidup sehat, mempererat persatuan, dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Magetan. (*)

Polres Malang Resmikan Ruang Pemeriksaan Digital, Proses BAP Kini Terekam Audio Visual

Polres Malang Resmikan Ruang Pemeriksaan Digital, Proses BAP Kini Terekam Audio Visual

MALANG – Polres Malang Polda Jatim meresmikan ruang pemeriksaan digital “Prawira Hirya” yang dilengkapi sistem perekaman audio visual untuk mendukung proses penyidikan yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi pada Jumat (12/6/2026) tersebut, menjadi fasilitas baru Satreskrim Polres Malang mendokumentasikan proses pemeriksaan saksi maupun tersangka secara utuh melalui rekaman suara dan gambar.

Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, keberadaan ruang pemeriksaan digital diharapkan mampu memperkuat pembuktian dalam proses penegakan hukum.

“Harapannya dapat membantu membuat terang suatu perkara karena seluruh proses pemeriksaan terdokumentasi dengan baik,” kata AKBP Taat, Senin (15/6/26).

Menurutnya, selama ini pemeriksaan masih sering dilakukan di ruang kerja penyidik karena keterbatasan fasilitas khusus.

Dengan hadirnya ruang pemeriksaan digital, seluruh proses pemeriksaan dapat dilakukan dalam ruangan yang lebih representatif dan terdokumentasi secara lengkap.

AKBP Taat menjelaskan, rekaman audio visual tersebut dapat menjadi dokumen pendukung apabila di kemudian hari terdapat perbedaan keterangan dalam proses hukum yang berjalan.

Polres Malang Polda Jatim juga menyiapkan sistem penyimpanan data untuk memastikan rekaman pemeriksaan dapat tersimpan dalam jangka waktu tertentu dan digunakan apabila diperlukan dalam proses hukum.

Kapolres Malang menginstruksikan agar ruang pemeriksaan Prawira Hirya digunakan secara optimal untuk seluruh proses pemeriksaan perkara yang ditangani Satreskrim Polres Malang.

“Ini menjadi standar kerja baru yang harus dijalankan. Semoga semakin memperkuat profesionalisme anggota dalam memberikan pelayanan dan penegakan hukum kepada masyarakat,” tegas AKBP Taat. (*)

Polres Pasuruan Kota Amankan 4 orang Debt Collector Diduga Lakukan Pemerasan

Polres Pasuruan Kota Amankan 4 orang Debt Collector Diduga Lakukan Pemerasan

KOTA PASURUAN – Gerak cepat Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pasuruan Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui kegiatan patroli rutin, petugas berhasil menemukan adanya dugaan tindak pidana pemerasan yang terjadi di wilayah Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat korban sebelumnya diberhentikan oleh beberapa orang tidak dikenal di wilayah Jalan Slamet Riadi, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

“Para pelaku yang diduga sebagai debt collector (penagih utang) ini kemudian menyampaikan bahwa sepeda motor yang dikendarai korban bermasalah,” terang AKP Dhecky, Senin (15/6/26).

Dengan alasan akan menyelesaikan permasalahan tersebut, korban kemudian dibawa menuju salah satu warung di kawasan Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Di lokasi tersebut, korban diduga diminta menyerahkan sejumlah uang agar permasalahan kendaraannya dapat diselesaikan.

“Korban juga sempat merasa tertekan karena apabila tidak memberikan uang, korban diancam akan dibawa ke Polres,” ujar AKP Dhecky.

Korban kemudian menghubungi rekannya untuk membawa uang tunai. Tidak lama kemudian, saksi datang membawa uang sebesar Rp3.000.000,- yang selanjutnya dimasukkan ke dalam amplop.

Namun setelah uang tersebut disiapkan, pelaku justru mengulur waktu dan tidak segera menyelesaikan persoalan sebagaimana yang disampaikan sebelumnya.

Pada saat bersamaan, Tim URC Satreskrim Polres Pasuruan Kota yang sedang melaksanakan patroli mencurigai adanya aktivitas tersebut.

“Petugas kemudian melakukan pengecekan dan mendapati adanya dugaan tindak pidana pemerasan,” terang AKP Dhecky.

Dari kejadian tersebut, petugas mengamankan 4 orang yang diduga debt collector berinisial L, C, Y dan SH beserta barang bukti berupa uang tunai senilai Rp3.000.000,- serta satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih tanpa nomor Polisi.

“Saat ini perkara tersebut masih dalam proses hukum lebih lanjut,” kata AKP Dhecky.

Ia menegaskan bahwa Polres Pasuruan Kota berkomitmen untuk menindak segala bentuk aksi premanisme, pemerasan, maupun tindakan yang meresahkan masyarakat.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi aksi premanisme di Kota Pasuruan. Siapa pun yang mencoba menakut-nakuti, memeras, atau mengambil keuntungan dengan cara melawan hukum akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Kasat Reskrim juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor kepolisian terdekat atau menghubungi layanan darurat Kepolisian 110 apabila mengetahui adanya gangguan kamtibmas di sekitarnya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi premanisme. Jangan ragu melapor kepada kepolisian,” pungkasnya. (*)

Kapolda Jatim Gaungkan Semangat Jogo Jawa Timur di Pagelaran Wayang Kulit Hari Bhayangkara ke – 80

BANYUWANGI – Ribuan warga memadati Taman Blambangan, Banyuwangi menyaksikan pagelaran wayang kulit yang digelar dalam rangka menyongsong Hari Bhayangkara ke-80, Sabtu malam (13/6/26).

Kegiatan budaya tersebut menjadi ajang silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat sekaligus upaya melestarikan warisan budaya bangsa.

Pagelaran wayang kulit ini menghadirkan dalang Ki MPP Bayu Aji dengan lakon “Pandawa Mbangun Praja”.

Acara tersebut dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan.

Kapolda Jatim mengatakan, pagelaran wayang kulit ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan menjadi sarana introspeksi sekaligus media untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan, kebangsaan, dan tuntunan moral kepada masyarakat.

“Esensi dari lakon Pandowo Membangun Projo ini sangat relevan dan selaras dengan komitmen kita menyongsong Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Irjen Nanang.

Kapolda Jatim menambahkan, tokoh Pandawa dalam cerita pewayangan menggambarkan sosok pemimpin yang mengutamakan keadilan, kebenaran, dan pengabdian kepada masyarakat.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Polri terus membangun dan memperbaiki diri melalui tema besar Polri Untuk Masyarakat,” ungkap Irjen Nanang.

Kapolda Jatim mengungkapkan, sosok Pandawa adalah representasi pelindung dan pengayom masyarakat yang rela berkorban demi tegaknya kebenaran dan keadilan.

“Demikian pula harapan dan tekad kami di institusi kepolisian, seluruh anggota Polri senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan rasa aman, menyingkirkan segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan, serta menjadi teladan dalam pelayanan yang prima,” kata Irjen Nanang.

Masih kata Kapolda Jatim, filosofi lakon dalam pewayangan ini, menjadi pengejawantahan dari program Semangat Jogo Jawa Timur.

Sebuah semangat gotong royong dan kebersamaan yang tak terpisahkan antara aparat, ulama, umaro dan seluruh elemen masyarakat Jawa Timur.

“Melalui Semangat Jogo Jawa Timur, kita bahu-membahu membangun projo, menjaga kampung halaman kita dari berbagai ancaman perpecahan, hoaks serta intoleransi,” pungkas Irjen Nanang.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi penyelenggaraan pagelaran wayang kulit yang digelar Polresta Banyuwangi.

Karena event ini mampu memperkuat kebersamaan sekaligus melestarikan budaya tradisional di tengah perkembangan zaman.

“Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan persatuan dapat terus diwariskan kepada generasi muda,” ujar Ipuk. (*)

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu