Tindakan Tegas Terukur, Polres Bondowoso Amankan Tersangka Perampokan Berclurit

Tindakan Tegas Terukur, Polres Bondowoso Amankan Tersangka Perampokan Berclurit

BONDOWOSO – Tersangka perampokan di Bondowoso berhasil di bekuk Polres Bondowoso setelah Polisi melakukan tindakan tegas terukur karena melawan saat hendak ditangkap.

Tersangka tersebut berinisial (51), warga Cerme Bondowoso diduga sebagai pelaku perampokan di rumah korban Desa Jirekmas Kecamatan Cermee, Bondowoso.

Keterangan dihimpun, tersangka yang merupakan tetangga desa korban tersebut masuk ke rumah korban dengan cara mendobrak pintu.

Pelaku yang beraksi sendirian itu lantas menyekap mulut korban dan mengikat tangan korban, dengan ancaman menggunakan clurit besar.

Bukan cuma itu,pelaku juga memukuli kepala korban menggunakan gagang clurit.

Selanjutnya ia mengambil seluruh perhiasan yang ada di dalam rumah korban.

Kejadian tersebut lantas menjadi atensi kepolisian. Penyelidikan kemudian dilakukan, hingga menemukan titik terang jati diri pelaku.

Setelah mengetahui terduga pelaku, tim Opsnal Polres Bondowoso lantas melakukan penangkapan di tempat persembunyian pelaku.

“Kerena melakukan perlawanan saat akan ditangkap, kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur,” ungkap Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo,Jumat (5/6/26).

Selain mengamankan tersangka, Polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa clurit besar jenis bulu ayam.

“Tersangka diancam dengan pasal 479 ayat (1) ayat (1) UU Nomor I Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 9 tahun,” pungkas Aryo Dwi Wibowo. (*)

Polresta Malang Kota Amankan Komplotan Begal Motor Mahasiswa

Polresta Malang Kota Amankan Komplotan Begal Motor Mahasiswa

MALANG KOTA – Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyasar mahasiswa di Kota Malang akhirnya terungkap.

Satreskrim Polresta Malang Kota menangkap Dua pelaku yang diduga merampas telepon genggam dan sepeda motor korban dengan ancaman senjata tajam di wilayah Kecamatan Blimbing.

Sementara satu pelaku H alias Habibi masih dalam pengejaran dan telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)

Tersangka yang diamankan berinisial DS (26) dan MM (20), keduanya warga Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Rahmad Aji Prabowo mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari dua laporan Polisi yang diterima pada awal Juni 2026.

Kemudian penyidik melakukan penyelidikan melalui pemeriksaan saksi, olah TKP, analisis rekaman CCTV, dan pengumpulan alat bukti lainnya.

Dari hasil penyelidikan, Polisi berhasil mengenali identitas para pelaku hingga akhirnya kedua tersangka dapat diamankan.

“Saat ini kami juga masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya yang terlibat,” ujar AKP Aji, Jumat (5/6/26).

Berdasarkan hasil penyidikan, aksi pertama terjadi pada 16 Mei 2026 di kawasan Jalan M. Wiyono, Kecamatan Blimbing.

Saat itu korban sedang berkumpul bersama teman-temannya didatangi para pelaku yang kemudian melakukan intimidasi dan mengancam menggunakan pisau.

Karena takut, korban akhirnya menyerahkan satu unit iPhone 12 Pro Max beserta kata sandinya kepada pelaku.

Tak lama berselang, komplotan tersebut kembali beraksi pada 24 Mei 2026 dini hari.

Kali ini sasaran mereka adalah tiga mahasiswa yang sedang berada di kawasan Alun-Alun Kota Malang.

Pelaku mengancam korban menggunakan celurit dan parang sebelum merampas dua telepon genggam serta satu unit sepeda motor Honda Beat.

“Modus para pelaku adalah mencari korban pada malam hingga dini hari, mengintimidasi, lalu mengambil barang korban dengan ancaman kekerasan menggunakan senjata tajam,” jelas AKP Aji.

Polisi lebih dahulu menangkap MM di sebuah warnet di kawasan Kebalen Wetan, Kotalama, pada 1 Juni 2026.

Dari hasil interogasi, MM mengakui keterlibatannya dalam kedua aksi kejahatan tersebut.

Dari pengembanagn, Polisi kemudian berhasil menangkap DS di kediamannya pada hari yang sama.

“Kami juga masih menelusuri keberadaan barang hasil kejahatan yang diduga telah dijual serta memburu satu pelaku lain yang masih berstatus DPO,” ungkap AKP Aji.

Atas perbuatannya, kedua tersangka DS dan MM dijerat Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman yang disesuaikan dengan unsur perbuatan dan akibat yang ditimbulkan.

“Peran aktif masyarakat sangat penting dalam membantu menjaga keamanan lingkungan. Setiap informasi yang diberikan akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (*)

Kapolda Jatim Buka Pekan Olahraga Hari Bhayangkara ke-80, Tekankan Kebersamaan dan Sportivitas

Kapolda Jatim Buka Pekan Olahraga Hari Bhayangkara ke-80, Tekankan Kebersamaan dan Sportivitas

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. resmi membuka Pekan Olahraga Polda Jatim dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung hingga 30 Juni 2026 ini diharapkan menjadi sarana memperkuat soliditas anggota Polri sekaligus menjaring atlet-atlet potensial dari lingkungan kepolisian.

Pembukaan pekan olahraga digelar di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (5/6/2026).

Dalam sambutannya, Irjen Pol Nanang menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental anggota Polri.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dan pelayanan kepada masyarakat.

“Olahraga bukan sekadar ajang kompetisi. Kegiatan ini menjadi sarana menjaga kebugaran, mempererat kebersamaan, sekaligus membangun semangat positif dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri,” ujar Irjen Nanang.

Menurut Kapolda Jatim, pekan olahraga juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang pencarian bibit atlet berbakat dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Irjen Nanang juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play selama pertandingan berlangsung.

Ia menekankan bahwa kemenangan bukan menjadi tujuan utama dalam setiap perlombaan.

“Saya berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas. Juara memang penting, tetapi yang lebih utama adalah kebersamaan, kekeluargaan, dan soliditas yang terbangun melalui kegiatan ini,”tutur Irjen Nanang.

Kapolda Jatim juga turut mengajak seluruh peserta untuk terus mengobarkan semangat “Jogo Jatim” serta menunjukkan semangat kompetisi yang sehat dalam setiap pertandingan.

Pekan Olahraga Polda Jatim dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 ini akan melibatkan personel dari jajaran Polda Jatim dan kewilayahan. (*)

Sahabat Petani di Tengah Lahan Jagung Manis, Bhabinkamtibmas Perkuat Ketahanan Pangan dan Kamtibmas

Sahabat Petani di Tengah Lahan Jagung Manis, Bhabinkamtibmas Perkuat Ketahanan Pangan dan Kamtibmas

KOTA BATU – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah binaan, Bhabinkamtibmas Desa Beji Polsek Junrejo, Aipda Eko Novi, melaksanakan sambang dan silaturahmi bersama petani jagung manis, Bapak Janib, di lahan pertanian yang berada di Jalan Sawahan Bawah Rt 04 Rw 05, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (04/06/2026).

Kegiatan sambang yang dilakukan di tengah aktifitas pertanian tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya para petani yang menjadi salah satu penggerak sektor pangan di wilayah Kota Batu.

Melalui komunikasi langsung dengan petani, Bhabinkamtibmas dapat mengetahui kondisi pertanian, perkembangan tanaman, serta berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengelola lahan pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Eko Novi berdialog dengan Bapak Janib mengenai proses budidaya jagung manis yang sedang dilakukan.

Selain meninjau kondisi tanaman, ia juga menyerap berbagai informasi terkait kebutuhan petani, mulai dari perawatan tanaman, kondisi cuaca yang memengaruhi pertumbuhan jagung, hingga keamanan lingkungan sekitar lahan pertanian.

Aipda Eko Novi menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat.

Oleh karena itu, sinergi antara petani, pemerintah desa, dan aparat keamanan perlu terus diperkuat agar produktifitas pertanian dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Kehadiran kami di tengah para petani bukan hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap para petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan. Melalui komunikasi yang baik, setiap permasalahan dapat dicarikan solusi bersama,” ujar Aipda Eko Novi.

Selain memberikan motivasi kepada petani, Bhabinkamtibmas juga mengimbau agar masyarakat selalu menjaga keamanan lingkungan sekitar lahan pertanian serta meningkatkan koordinasi dengan aparat desa maupun kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.

Langkah tersebut penting untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan tanpa hambatan.

Kegiatan sambang ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mempererat hubungan kemitraan dengan masyarakat.

Dengan hadir langsung di tengah aktifitas warga, diharapkan tercipta hubungan yang semakin harmonis antara Polri dan masyarakat serta terwujud lingkungan yang aman, produktif, dan sejahtera.(*)

Ajak Petani Sisihkan Lahan untuk Jagung, Bhabinkamtibmas Sambang Kebun Sayur

Ajak Petani Sisihkan Lahan untuk Jagung, Bhabinkamtibmas Sambang Kebun Sayur

KOTA BATU – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan oleh jajaran Polri melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat.

Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Tlekung Polsek Junrejo, Aiptu Dadang Rudianto, yang melaksanakan sambang dan silaturahmi kepada petani sayur di Dusun Gangsiran Puthuk Rt 04 Rw 05, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (04/06/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Dadang Rudianto menyambangi lahan pertanian milik Bapak Yanto yang sehari-hari mengelola berbagai jenis tanaman sayuran.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian masyarakat merupakan bentuk dukungan Polri terhadap sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.

Selain menjalin silaturahmi, Aiptu Dadang juga berdialog langsung dengan petani untuk mengetahui kondisi pertanian yang ada di wilayah Desa Tlekung.

Berbagai informasi terkait pola tanam, kondisi lahan, hasil produksi, hingga kendala yang dihadapi petani menjadi bahan diskusi dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.

Pada kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas mengajak para petani untuk turut berpartisipasi dalam mendukung program ketahanan pangan dengan meluangkan sebagian lahannya untuk ditanami jagung.

Menurutnya, jagung merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung kebutuhan pakan ternak.

“Kami mengajak para petani untuk meluangkan sebagian lahannya guna ditanami jagung. Selain memiliki nilai ekonomi, jagung juga menjadi komoditas penting dalam mendukung program ketahanan pangan yang saat ini terus digalakkan pemerintah,” ujar Aiptu Dadang.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk para petani yang menjadi ujung tombak produksi pangan di daerah.

Melalui kegiatan sambang ini, Aiptu Dadang juga memberikan motivasi kepada petani agar terus semangat dalam mengelola lahan pertanian serta memanfaatkan potensi lahan secara optimal.

Dengan pola tanam yang baik dan pemanfaatan lahan yang produktif, diharapkan hasil pertanian dapat terus meningkat dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga petani.

Selain membahas sektor pertanian, Bhabinkamtibmas turut mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan sekitar lahan pertanian.

Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap situasi kamtibmas serta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila menemukan permasalahan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Kegiatan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Tlekung ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai mitra yang aktif mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara Polri dan petani, diharapkan program ketahanan pangan dapat berjalan optimal, produktivitas pertanian semakin meningkat, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Desa Tlekung terus berkembang seiring dengan terwujudnya kemandirian pangan yang berkelanjutan.(*)

Bhabinkamtibmas Turun ke Lahan, Dukung Petani Tomat Wujudkan Ketahanan Pangan

Bhabinkamtibmas Turun ke Lahan, Dukung Petani Tomat Wujudkan Ketahanan Pangan

KOTA BATU – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus mempererat hubungan kemitraan dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Tlekung Polsek Junrejo, Aiptu Dadang Rudianto, melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi kepada petani tomat di wilayah Dusun Gangsiran Puthuk Rt 04 Rw 05, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (04/06/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Dadang Rudianto menyambangi lahan pertanian milik Bapak Cipto yang saat itu sedang melakukan perawatan tanaman tomat.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktifitas pertanian masyarakat menjadi wujud nyata dukungan Polri terhadap sektor pertanian yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain menjalin komunikasi yang baik dengan para petani, Aiptu Dadang juga berdialog secara langsung untuk mengetahui kondisi pertanian yang dihadapi para petani di lapangan.

Berbagai informasi terkait perkembangan tanaman, kebutuhan sarana pertanian, hingga kendala yang dihadapi petani menjadi bahan diskusi dalam suasana yang penuh keakraban.

Melalui kegiatan sambang tersebut, Bhabinkamtibmas memberikan motivasi kepada petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian dan terus menjaga kualitas hasil panen.

Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga petani, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada para petani agar tetap semangat mengelola lahan pertaniannya. Petani merupakan ujung tombak ketahanan pangan, sehingga perlu mendapat perhatian dan dukungan dari semua pihak,” ujar Aiptu Dadang.

Pada kesempatan tersebut, Aiptu Dadang juga mengajak para petani untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun instansi terkait apabila menemui kendala yang berpotensi mengganggu aktifitas pertanian.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan sekitar lahan pertanian guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas maupun tindak kriminalitas yang dapat merugikan petani.

Kegiatan sambang pertanian ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

Dengan hadir secara langsung di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas tidak hanya berperan sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang siap mendukung berbagai sektor pembangunan, termasuk pertanian.

Melalui sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian di wilayah Desa Tlekung dapat terus berkembang, menghasilkan panen yang optimal, serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan bagi masyarakat luas.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di lahan pertanian menjadi bukti bahwa Polri senantiasa hadir untuk mendukung, mendampingi, dan mencari solusi bersama masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.(*)

IKPA Sempurna, Polres Bojonegoro Raih 3 Penghargaan dari Kapolri dan Dirjen Perbendaharaan Jatim

BOJONEGORO – Polres Bojonegoro Polda Jatim kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat satuan kerja (Satker) dan satuan wilayah (Satwil) dengan meraih Tiga penghargaan di bidang pengelolaan anggaran.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Polres Bojonegoro Polda Jatim memperoleh nilai sempurna 100 pada Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun Anggaran 2025.

Tiga penghargaan yang diterima meliputi capaian nilai sempurna IKPA Tahun Anggaran 2025 dan penghargaan kepada bendahara satker yang berhasil mencapai nilai IKPA 100 dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta penghargaan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur dengan nilai sempurna.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Keuangan Polda Jawa Timur yang digelar di salah satu hotel di Kota Surabaya, Rabu (3/6/2026).

Dalam kesempatan itu, penghargaan diterima langsung oleh Wakapolres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo bersama Kasi Keuangan Polres Bojonegoro Aiptu Aris Purwono.

Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian yang diraih jajarannya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh personel dalam menerapkan tata kelola anggaran yang baik, transparan, dan akuntabel.

“Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi seluruh personel dalam menjalankan manajemen anggaran secara tertib dan presisi,” ujar AKBP Afrian Satya Permadi.

Ia menjelaskan, capaian nilai sempurna pada IKPA menjadi indikator penting yang menunjukkan kualitas pelaksanaan anggaran yang efektif, mulai dari perencanaan, penyerapan, hingga pelaporan keuangan.

Dengan hasil tersebut, Polres Bojonegoro Polda Jatim dinilai mampu menjalankan pengelolaan anggaran sesuai prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Lebih lanjut, AKBP Afrian berharap penghargaan yang diraih dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dan mempertahankan integritas dalam pelaksanaan tugas, khususnya di bidang pengelolaan keuangan negara.

Menurutnya, profesionalisme dalam pengelolaan anggaran menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.

“Kami akan terus berupaya mempertahankan capaian ini sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Desk Ketenagakerjaan Polri Berhasil Mediasi Sengketa PT Kerta Gaya Pusaka, 131 Pekerja Terima Hak Senilai Rp10 Miliar

Jakarta – Desk Ketenagakerjaan Polri berhasil melaksanakan mediasi penyelesaian sengketa ketenagakerjaan antara manajemen PT Kerta Gaya Pusaka dan 131 pekerja.

Permasalahan tersebut bermula dari pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami para pekerja sejak tahun 2021. Hingga saat ini, para pekerja belum menerima kompensasi PHK maupun kekurangan upah yang menjadi hak mereka.

Melalui fasilitasi dan mediasi yang dilaksanakan pada Rabu (3/6/2026), yang dihadiri oleh Kepala Desk Ketenagakerjaan Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni, Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan Andi Gani Nena Wea, perwakilan pekerja, serta manajemen PT Kerta Gaya Pusaka, para pihak akhirnya mencapai kesepakatan.

Dalam hasil mediasi tersebut, manajemen PT Kerta Gaya Pusaka menyatakan kesediaannya untuk membayarkan kompensasi PHK dan kekurangan upah kepada 131 pekerja dengan total nilai mencapai Rp10 miliar.

Kepala Desk Ketenagakerjaan Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni mengatakan keberhasilan penyelesaian kasus ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan hubungan industrial yang harmonis.

“Desk Ketenagakerjaan Polri hadir untuk memastikan setiap permasalahan ketenagakerjaan dapat diselesaikan secara adil, profesional, dan mengedepankan dialog. Penyelesaian kasus PT Kerta Gaya Pusaka ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif dan restorative justice mampu memberikan kepastian hukum sekaligus memenuhi hak-hak pekerja yang selama ini tertunda,” ujar Brigjen Pol. Mohammad Irhamni kepada Wartawan di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa Polri akan terus mendukung terciptanya iklim ketenagakerjaan yang kondusif melalui upaya mediasi, perlindungan hukum, serta pengawasan terhadap pelaksanaan hak dan kewajiban para pihak dalam hubungan industrial.

Keberhasilan penyelesaian sengketa ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan perlindungan ketenagakerjaan bagi seluruh masyarakat, dengan mengedepankan penegakan hukum yang berorientasi pada penyelesaian masalah, keadilan restoratif, serta terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan di Indonesia.

Mayoritas Kembali ke Polres, 1.848 Perwira Baru Disiapkan Perkuat Garda Terdepan Pelayanan Polri

Sukabumi – Sebanyak 1.848 Perwira Polri resmi dilantik dalam Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelantikan Perwira Polri Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, A.H., M.Hum., M.Si., M.M., di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Kamis (4/6).

Jumlah perwira yang dilantik terdiri atas 1.798 lulusan SIP Angkatan ke-55 dan 50 lulusan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11.

Di balik pelantikan tersebut, terdapat misi besar untuk memperkuat pelayanan Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Wakapolri mengungkapkan bahwa hampir 90 persen perwira baru akan kembali bertugas di Polda dan Polres guna mengisi kebutuhan jabatan perwira yang masih cukup besar di tingkat kewilayahan.

“Hampir 90 persen kembali ke Polda dan Polres karena masih banyak kebutuhan jabatan perwira, khususnya di tingkat Polres,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, sebagian besar perwira baru akan memperkuat fungsi Samapta dan pelayanan kepolisian yang menjadi garda terdepan dalam interaksi dengan masyarakat. Mereka dituntut memiliki kemampuan quick response, berintegritas, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelayanan.

Wakapolri menegaskan bahwa Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Hotline 110, Command Center, dan fungsi Samapta merupakan wajah terdepan Polri yang secara langsung membentuk persepsi masyarakat terhadap institusi.

“Dari interaksi di SPKT, layanan 110, maupun pelayanan kepolisian lainnya, citra Polri dibangun. Karena itu pelayanan publik harus menjadi perhatian utama seluruh anggota Polri, khususnya para perwira yang baru dilantik,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya pembenahan institusi, Polri terus memperkuat ekosistem pelayanan quick response melalui optimalisasi layanan Hotline 110, penguatan Command Center, peningkatan kualitas pelayanan SPKT, serta penguatan fungsi Pamapta sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

Wakapolri menjelaskan bahwa kualitas pelayanan publik merupakan fondasi organisasi Polri yang akan terus diperbaiki melalui pemanfaatan teknologi informasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan humanis harus menjadi standar baru pelayanan kepolisian di seluruh wilayah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat masih menaruh harapan besar kepada Polri, terutama dalam aspek kecepatan merespons laporan, kualitas pelayanan publik, keadilan dalam penegakan hukum, dan penguatan pengawasan.

Oleh karena itu, kehadiran para perwira baru diharapkan dapat memperkuat transformasi pelayanan Polri hingga ke tingkat Polres dan Polsek, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Melalui penempatan para perwira baru tersebut, Polri berharap kualitas pelayanan publik semakin meningkat, respons terhadap kebutuhan masyarakat semakin cepat, serta kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat semakin dirasakan di seluruh wilayah Indonesia.

Anak Buruh Tani Jadi Lulusan Terbaik Predikat Cendekia Bintara Kemampuan Brimob di SPN Polda Jatim

Anak Buruh Tani Jadi Lulusan Terbaik Predikat Cendekia Bintara Kemampuan Brimob di SPN Polda Jatim

MOJOKERTO – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Lapangan Tribrata Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur pada Kamis pagi (04/06/2026).

Di atas tanah Bumi Kandung Majapahit, sejarah baru kembali terukir bagi 971 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri dengan kualifikasi kemampuan Brimob Tahun Anggaran 2026.

Setelah Lima bulan penuh ditempa secara fisik dan mental dalam “Kawah Candradimuka”, ratusan pemuda ini resmi menanggalkan status siswa dan melangkah tegap menyandang pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., hadir langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Kehadiran pucuk pimpinan kepolisian di Jawa Timur ini turut didampingi oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Poyce, S.I.K., M.H., serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, menegaskan pentingnya momen regenerasi garda depan keamanan negara ini.

Lebih dari sekadar seremonial kelulusan, pelantikan ini menjadi panggung pembuktian bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi keluarga.

Diantara ratusan Bintara Polri yang dilantik, terdapat salah satunya adalah putra seorang buruh tani yang berhasil meraih nilai akademik tertinggi.

Ia adalah Bripda I Kadek Juniarta Utama (Lahir di Denpasar, 12 Juni 2006), putra dari Wayan Suyasa yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian.

Bripda I Kadek Juniarta Utama dinobatkan sebagai lulusan siswa Terbaik Predikat CENDEKIA yang membuktikan kecerdasannya dengan nilai akhir akademik tertinggi, yakni 82,878.

Bripda Kadek mengungkapkan bahwa cita – citanya menjadi anggota Polri sudah sejak dari kecil.

Meskipun orang tuanya bekerja sebagai buruh harian, ia tidak patah semangat.

“Puji Syukur, cita – cita saya tercapai berkat dukungan orang tua dan seluruh pendidik di SPN Polda Jatim,” ungkapnya.

Sementara itu Wayan Suyasa,ayah dari Bripda Kadek mengaku bahwa ia hanya bermodal doa untuk kesuksesan anaknya.

“Kami tidak ada biaya, hanya tekad yang bulat diiringi doa untuk anak kami bisa mencapai cita – citanya sebagai anggota Polri,” ungkap Wayan.

Ditemui usai upacara pelantikan, Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agung Setyo Nugroho didampingi Waka SPN AKBP Dody Indra Eka Putra tampak tak dapat menyembunyikan senyum kebanggaannya melihat anak didiknya lulus dengan predikat memuaskan.

Kombes Pol Agung Setyo Nugroho menyampaikan apresiasi sekaligus instruksi moral bagi para bintara yang baru dilantik.

“Kami selaku pendidik dan pengasuh merasa sangat bangga melihat transformasi luar biasa dari 971 bintara remaja ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, keberhasilan I Kadek Juniarta yang berasal dari keluarga buruh harian namun mampu menjadi lulusan terbaik akademik, adalah bukti nyata bahwa siapapun yang gigih bisa menjadi yang terbaik.

“Pesan saya untuk para bintara remaja, jadikan latihan dan ilmu yang diperoleh selama di SPN ini sebagai bekal turun ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu