Kapolri: Mabes Polri hingga Polsek se-Indonesia Bakal Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, jajarannya bakal ikut menggelar nonton bareng perhelatan Piala Dunia 2026. Nantinya, nobar gratis itu bakal diselenggarakan baik di tingkat Mabes Polri hingga Polsek se-Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Sigit usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026). Dalam pertemuan itu juga dibahas sejumlah kerja sama mulai dari nobar, perizinan hingga pengamanan.

“Kami tentunya sangat menyambut baik terkait dengan rencana kerja sama untuk mendukung program dalam rangka nonton bareng Piala Dunia. Dan kebetulan tadi kami sepakat bahwa kami, Polri, akan membantu untuk mengajak masyarakat nobar, mulai dari Mabes, Polda, Polres, dan Polsek di seluruh wilayah,” kata Sigit.

Menurut Sigit, pelaksanaan nobar di kantor polisi juga menjadi wadah untuk hiburan masyarakat Indonesia khususnya para pecinta si kulit bundar. Serta, menghidupkan roda perekonomian UMKM di basis wilayah masing-masing.

“Sehingga kemudian ini bisa menjadi hiburan masyarakat, hiburan rakyat, sekaligus juga membantu menghidupkan ekonomi daerah dari sisi UMKM tingkat daerah,” ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit menyebut, pelaksanaan nobar World Cup ini juga bisa diselipkan edukasi terhadap masyarakat untuk menjaga serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Dan tentunya ini juga bagian dari kegiatan yang bisa kita selipkan untuk hal-hal yang bersifat edukasi untuk masalah-masalah yang terkait dengan harkamtibmas,” ucap Sigit.

Di sisi lain, Sigit menyatakan, kerja sama nobar di Mabes, Polda, Polres hingga Polsek ini untuk semakin mendekatkan aparat kepolisian dengan lapisan masyarakat.

“Tentunya kerja sama ini juga menjadi hal yang sangat baik buat institusi Polri, khususnya menjelang Hari Bhayangkara, dan kita akan bantu apa saja yang nanti diperlukan terkait mulai dari perizinan sampai dengan kegiatan-kegiatan pengamanan dan hal-hal lain yang dibutuhkan. Saya kira dalam kesempatan ini saya ucapkan selamat dan mari kita nobar bersama-sama Piala Dunia untuk menjadi hiburan bagi kita semua,” tutup Sigit.

Kapolri di Rakorwas Kompolnas: Mitra Strategis untuk Pembenahan Polri

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa Kompolnas merupakan mitra strategis Polri yang terus berkomitmen untuk melakukan pembenahan demi mewujudkan harapan dari masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat menjadi Keynote Speech dalam acara Rakorwas Kompolnas di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (10/6/2026).

“Tentunya harapan kita peran Kompolnas sebagai mitra strategis untuk terus bisa menjaga agar institusi Polri bisa berjalan sesuai dengan apa yang menjadi harapan masyarakat, apa yang menjadi temuan dari tim komisi reformasi,” kata Sigit.

Sigit menyatakan, Kompolnas memiliki tugas untuk memberikan rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, juga untuk menampung dan menyalurkan aspirasi maupun keluhan dari masyarakat khususnya terkait institusi Korps Bhayangkara.

Sigit pun menastikan, segala bentuk masukan, keluhan maupun kritik bakal ditampung untuk dijadikan evaluasi perbaikan Polri.

“Tentunya ini menjadi hal-hal yang kemudian bisa diteruskan ke Polri sebagai bahan perbaikan terhadap institusi Polri. Apalagi kita baru saja menyelesaikan undang-undang Polri. Dan saat ini kita juga terus melakukan perbaikan perpol sambil menunggu undang-undang Polri diundangkan,” ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit berharap, Rakorwas ini juga dijadikan forum untuk semakin menguatkan sinergisitas dan kerja sama antara Kompolnas dan Polri ke depannya. Dengan begitu, kata Sigit, Korps Bhayangkara bakal menjadi institusi yang dicintai oleh rakyat.

“Namun saya kira kerja sama yang selama ini sudah berjalan dengan baik antara Kompolnas dan Polri, khususnya dalam hal mengawasi, kemudian mengatensi apa yang menjadi perhatian publik, dan kemudian melakukan pembenahan-pembenahan. Sehingga institusi ini ke depan bisa betul-betul terus menjadi institusi yang adaptif, institusi yang modern, institusi yang kemudian bisa terus beradaptasi terhadap apa yang menjadi harapan masyarakat,” tutup Sigit.

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo Gelar Donor Darah

SIDOARJO – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Sidoarjo Polda Jatim menggelar kegiatan donor darah di Gedung Serbaguna Mako Polresta Sidoarjo, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan bakti sosial kesehatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus upaya membantu ketersediaan stok darah bagi yang membutuhkan.

Kegiatan donor darah diikuti Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing, Wakapolresta Sidoarjo AKBP Mohammad Zainur Rofik, para pejabat utama Polresta Sidoarjo, serta sekitar 150 peserta yang terdiri dari anggota Polri, instansi lintas sektor, netizen dan awak media

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Mereka mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan sebelum mendonorkan darah sebagai bentuk kontribusi kemanusiaan untuk membantu sesama.

Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami berharap Polri semakin dekat dengan masyarakat dan Donor darah ini diharapkan dapat membantu sesama yang membutuhkan,” ungkap Kombes Tobing .

Ia menambahkan, semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat, sekaligus hadir melalui berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.

Melalui kegiatan donor darah tersebut, Polresta Sidoarjo berharap dapat memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan kamtibmas yang sehat, aman, dan kondusif. (*)

Polres Ngawi Gelar Curhat Kamtibmas, Serap Aspirasi Warga dan Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

NGAWI– Polres Ngawi Polda Jatim di bawah kepemimpinan terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Tatap Muka dan Curhat Kamtibmas.

Kali ini kegiatan digelar di Pos Kamling Desa Pohkonyal, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Selasa malam (9/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri para Pejabat Utama Polres Ngawi, unsur Forkopimcam, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pencak silat, Ketua RT/RW, serta warga setempat tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, masukan, maupun keluhan terkait situasi keamanan dan pelayanan kepolisian.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama, di antaranya upaya menjaga kerukunan antarperguruan pencak silat, upaya mencegah pencurian kabel pompa Sibel, penerapan restorative justice, pelayanan pembuatan serta perpanjangan SIM, pembayaran pajak kendaraan bermotor, hingga persoalan balap liar.

Selain sesi dialog interaktif, Polres Ngawi Polda Jatim juga memberikan sarana kontak kepada Karang Taruna Desa Pohkonyal sebagai bentuk dukungan terhadap peran generasi muda dalam menjaga keamanan lingkungan.

Melalui forum Curhat Kamtibmas ini, berbagai pertanyaan dan keluhan masyarakat dapat dijawab secara langsung oleh jajaran kepolisian sehingga tercipta komunikasi yang terbuka dan solusi yang tepat terhadap permasalahan yang dihadapi warga.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Binmas Polres Ngawi AKP Agus Purwanto, S.E., mengatakan bahwa kegiatan Curhat Kamtibmas merupakan sarana efektif untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.

“Melalui Curhat Kamtibmas, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan setiap masukan, keluhan maupun harapan warga,” ungkapnya.

Menurut Kasat Binmas, keamanan menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu Polres Ngawi Polda Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat.

Kasat Binmas Polres Ngawi mengimbau untuk terus menjaga kerukunan, menghindari tindakan main hakim sendiri.

“Manfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan gangguan kamtibmas,” ujar AKP Agus Purwanto.

Ia menambahkan, Polres Ngawi akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan guna mewujudkan situasi keamanan yang aman, nyaman, dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi. (*)

Polres Pelabuhan Tanjungperak Datangkan Alat Berat Bantu Petani Olah Lahan Pascapanen

TANJUNG PERAK – Guna mendukung dan mensukseskan Program Ketahanan Pangan Polda Jawa Timur, Polres Pelabuhan Tanjungperak mengambil langkah cepat dengan mengoptimalisasi lahan pertanian di wilayah hukumnya.

Melalui personel penggerak ketahanan pangan Polsek Kenjeran, kepolisian bersinergi dengan lintas instansi untuk mengolah lahan jagung siap tanam di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran.

Aksi nyata ini dilakukan dengan menggandeng Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Kota Surabaya, Kelompok Tani (Poktan) Nandur Makmur, serta berkoordinasi langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Surabaya.

Untuk memaksimalkan proses penggemburan dan penataan tanah, satu unit alat berat berupa ekskavator didatangkan ke lokasi.

Penggunaan alat berat ini dinilai krusial agar struktur tanah lebih ideal, sehingga bibit jagung yang akan ditanam dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang melimpah.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa pengolahan lahan kembali ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas dan kemandirian pangan, khususnya di wilayah perkotaan.

“Pengolahan lahan kembali ini kami lakukan secara totalitas. Dengan sinergi bersama PPL, Dinas PU, dan Poktan Nandur Makmur, kita ingin memastikan tanah ini benar-benar siap dan subur sebelum bibit jagung ditanam,” ujar Iptu Suroto, Rabu (10/6/26).

Iptu Suroto menerangkan, kehadiran ekskavator di lapangan adalah bentuk percepatan agar target tanam dan kualitas panen nantinya bisa maksimal.

Program ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi bagi kelompok tani lokal serta memperkuat ketersediaan pangan di Kota Surabaya, sejalan dengan visi besar Program Ketahanan Pangan yang diinisiasi oleh Polda Jatim. (*)

Kompolnas dan Polri Akselerasi Reformasi Kelembagaan Melalui Rakorwas 2026

JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Tahun 2026 sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi pengawasan internal dan eksternal guna mengakselerasi reformasi kelembagaan dan manajerial Polri. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta, Rabu (10/6/2026) tersebut juga membahas berbagai isu aktual dan strategis yang berkaitan dengan transformasi institusi kepolisian.

Dr. Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H., selaku Komisioner Kompolnas sekaligus Ketua Panitia Rakorwas Kompolnas 2026 menjelaskan bahwa Rakorwas merupakan agenda tahunan yang mempertemukan Kompolnas dan Polri dalam rangka mengoordinasikan pelaksanaan pengawasan internal maupun pengawasan fungsional eksternal terhadap institusi Polri.

Menurutnya, terdapat dua fokus utama dalam Rakorwas tahun ini, yakni pembahasan isu-isu aktual dan strategis yang membutuhkan langkah percepatan serta tindak lanjut berbagai agenda pengawasan yang menjadi perhatian bersama.

“Rakorwas ini merupakan forum strategis tahunan Kompolnas dan Polri untuk mengoordinasikan agenda pelaksanaan pengawasan internal Polri dan pengawasan Kompolnas secara fungsional yang bersifat eksternal di institusi Polri,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan, salah satu isu strategis yang menjadi perhatian dalam Rakorwas 2026 adalah tindak lanjut rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) yang dibentuk Presiden. Rekomendasi tersebut menitikberatkan pada percepatan reformasi kelembagaan dan manajerial Polri.

“Kita mengakselerasi agenda reformasi kelembagaan dan manajerial Polri melalui pengawasan. Karena itu, sinergi pengawasan internal dan eksternal perlu diperkuat agar rekomendasi KPRP dapat ditindaklanjuti secara efektif,” jelasnya.

Selain itu, Rakorwas juga membahas tindak lanjut atas Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Polri yang telah disahkan. Regulasi tersebut dinilai menjadi bagian dari implementasi rekomendasi reformasi Polri sekaligus tindak lanjut sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi yang memerlukan pengaturan lebih lanjut dalam norma hukum baru.

Dalam kesempatan tersebut, Kompolnas dan Polri juga menyoroti penguatan sistem penanganan pengaduan masyarakat. Berdasarkan data yang dimiliki kedua institusi, jumlah pengaduan masyarakat pada tahun 2026 menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Data Polri dan data Kompolnas sampai saat ini menunjukkan jumlah pengaduan yang sama. Jika dibandingkan dengan tahun 2024 dan 2025, pada tahun 2026 trennya menurun. Tentu hal ini akan terus dianalisis untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhinya,” ungkap Yusuf.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memastikan agenda reformasi kelembagaan Polri berjalan secara menyeluruh, baik pada aspek struktural, instrumental, maupun kultural. Menurutnya, pengawasan yang efektif dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efektivitas organisasi sekaligus mengidentifikasi hambatan-hambatan yang perlu diperbaiki.

Melalui Rakorwas 2026, Kompolnas dan Polri berkomitmen memperkuat koordinasi pengawasan guna mendukung terwujudnya reformasi kelembagaan dan manajerial Polri yang lebih adaptif, profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Panen Jagung Manis Bersama Petani, Bhabinkamtibmas Songgokerto Dukung Ketahanan Pangan Nasional dan Serap Aspirasi Warga

Panen Jagung Manis Bersama Petani, Bhabinkamtibmas Songgokerto Dukung Ketahanan Pangan Nasional dan Serap Aspirasi Warga

KOTA BATU – Komitmen Polri dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Songgokerto Polsek Batu, Aipda Junaedi Salam, yang bekerja sama dengan kelompok tani setempat melaksanakan panen jagung manis di lahan baku sawah yang berada di Dukuh Tambuh, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Selasa (09/06/2026).

Kegiatan panen tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat, khususnya para petani yang berperan besar dalam menjaga ketersediaan pangan.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktifitas panen tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian, tetapi juga sebagai upaya memperkuat hubungan kemitraan dengan warga binaan.

Panen jagung manis yang dilaksanakan bersama anggota kelompok tani berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Hasil panen yang diperoleh menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan pertanian secara optimal mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat.

Di sela kegiatan panen, Aipda Junaedi Salam juga menyempatkan diri berdialog dengan para petani dan warga yang berada di area pertanian. Melalui komunikasi langsung tersebut, berbagai masukan, aspirasi, serta permasalahan yang dihadapi masyarakat di sektor pertanian dapat disampaikan secara terbuka kepada pihak kepolisian.

“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendukung kegiatan masyarakat yang produktif. Melalui kegiatan panen bersama ini, kami ingin memperkuat kebersamaan dengan petani sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai permasalahan yang mereka hadapi agar dapat dicarikan solusi bersama,” ujar Aipda Junaedi Salam.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, para petani menyampaikan sejumlah kondisi yang mereka hadapi dalam mengelola lahan pertanian, mulai dari tantangan cuaca, perawatan tanaman, hingga kebutuhan akan koordinasi lintas sektor guna meningkatkan hasil produksi.

Berbagai masukan tersebut menjadi perhatian bagi Bhabinkamtibmas sebagai bahan untuk menjalin koordinasi dengan pihak terkait demi mendukung keberlangsungan sektor pertanian di wilayah binaannya.

Selain menyerap aspirasi masyarakat, Aipda Junaedi Salam juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

Ia mengajak seluruh warga untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, menjaga kerukunan antarwarga, serta menjalin komunikasi yang baik dengan aparat keamanan apabila terdapat potensi gangguan kamtibmas.

Kegiatan panen bersama ini mendapat apresiasi dari para anggota kelompok tani yang merasa terbantu dengan kehadiran dan perhatian yang diberikan oleh Bhabinkamtibmas.

Mereka menilai bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian memberikan motivasi tersendiri bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas lahan dan mendukung program ketahanan pangan.

Melalui kegiatan yang humanis dan penuh kebersamaan tersebut, Polsek Batu melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Songgokerto terus menunjukkan peran aktif dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta menjaga kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Kehadiran polisi di tengah aktivitas panen menjadi bukti nyata bahwa keamanan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan demi terwujudnya lingkungan yang aman, produktif, dan sejahtera.(*)

Bhabinkamtibmas Desa Pandesari Turun ke Lahan, Serap Aspirasi Petani dan Perkuat Ketahanan Pangan

Bhabinkamtibmas Desa Pandesari Turun ke Lahan, Serap Aspirasi Petani dan Perkuat Ketahanan Pangan

BATU, MALANG – Sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Pandesari Polsek Pujon, Aiptu Sugiyanto melaksanakan sambang kepada petani yang sedang beraktifitas di lahan pertanian wilayah Dusun Gesingan, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Selasa (09/06/2026).

Kegiatan sambang tersebut dilakukan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus mengetahui secara langsung kondisi para petani serta berbagai permasalahan yang dihadapi di sektor pertanian.

Dalam suasana yang penuh keakraban, Bhabinkamtibmas berdialog dengan para petani mengenai kondisi lahan, perkembangan tanaman, kendala produksi, hingga situasi keamanan di area pertanian.

Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung, para petani diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan yang mereka alami selama menjalankan aktivitas pertanian.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani diharapkan dapat menjadi sarana untuk menjembatani kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman dalam menjalankan usaha pertanian.

“Kegiatan sambang ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya para petani. Kami ingin mendengar secara langsung berbagai kendala yang dihadapi warga serta memastikan situasi kamtibmas di lingkungan pertanian tetap aman dan kondusif,” ujar Aiptu Sugiyanto.

Selain menampung berbagai masukan dan keluhan dari masyarakat, Bhabinkamtibmas juga memberikan imbauan kamtibmas agar para petani senantiasa menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, serta memperkuat koordinasi dengan aparat desa maupun pihak kepolisian apabila terjadi permasalahan yang membutuhkan penanganan.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diberikan informasi mengenai kemudahan akses pelayanan kepolisian.

Warga diimbau untuk tidak ragu menghubungi pihak kepolisian apabila membutuhkan bantuan, informasi, maupun ingin melaporkan suatu kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, Bhabinkamtibmas mensosialisasikan penggunaan layanan Call Center Polri 110 yang dapat diakses selama 24 jam.

Layanan tersebut disiapkan untuk menerima laporan, pengaduan, maupun permintaan bantuan kepolisian secara cepat dan mudah.

Melalui kegiatan sambang rutin yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas, Polsek Pujon terus menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, mendukung sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian warga, serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Pujon.(*)

Sambang Petani Tumpangsari, Bhabinkamtibmas Purworejo Perkuat Ketahanan Pangan dan Kedekatan dengan Warga

Sambang Petani Tumpangsari, Bhabinkamtibmas Purworejo Perkuat Ketahanan Pangan dan Kedekatan dengan Warga

BATU, MALANG – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Bhabinkamtibmas Desa Purworejo Polsek Ngantang, Aiptu Siswo, melaksanakan kegiatan sambang kepada petani jagung dengan sistem tumpangsari di Dusun Jeruk, Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Selasa (09/06/2026).

Kegiatan sambang tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya para petani yang menjadi salah satu penggerak utama sektor pertanian di wilayah pedesaan.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Siswo berdialog langsung dengan para petani untuk mengetahui perkembangan pertanian jagung sistem tumpangsari yang sedang dikelola warga.

Sistem tumpangsari yang diterapkan petani di Dusun Jeruk dinilai mampu meningkatkan produktifitas lahan karena memungkinkan penanaman lebih dari satu jenis tanaman dalam satu area.

Selain memberikan manfaat ekonomi bagi petani, pola tanam ini juga mendukung ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan secara optimal.

Di sela kegiatan sambang, Aiptu Siswo turut memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian keluarga.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keamanan lingkungan dan mempererat komunikasi dengan pihak kepolisian apabila terdapat permasalahan yang memerlukan penanganan.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan dukungan kepada para petani yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan. Kami berharap komunikasi yang baik antara warga dan kepolisian dapat terus terjalin,” ujar Aiptu Siswo.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan himbauan kamtibmas kepada warga agar selalu waspada terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

Masyarakat diingatkan untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak kriminalitas, gangguan ketertiban, maupun keadaan darurat yang membutuhkan kehadiran petugas kepolisian.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Siswo mensosialisasikan berbagai saluran pelayanan kepolisian yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Warga dapat menghubungi langsung Bhabinkamtibmas Desa Purworejo, Polsek Ngantang, maupun memanfaatkan layanan darurat Polri melalui Call Center 110 yang siap melayani pengaduan dan kebutuhan masyarakat selama 24 jam.

Melalui kegiatan sambang yang rutin dilaksanakan, Polsek Ngantang terus berkomitmen untuk mendukung program ketahanan pangan, memperkuat kemitraan dengan masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga Desa Purworejo.(*)

Polri Perkuat Rekrutmen Penyandang Disabilitas, Siapkan Perluasan Ruang Jabatan Secara Bertahap

Jakarta – Polri menegaskan komitmennya dalam mewujudkan institusi yang semakin inklusif melalui penguatan rekrutmen penyandang disabilitas sebagai anggota Polri. Komitmen tersebut disampaikan melalui kegiatan Forum Diskusi Publik tentang Rekrutmen Penyandang Disabilitas sebagai Anggota Polri yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).

Brigjen Pol. Erthel Stephan selaku Karodalpers SSDM Polri menjelaskan bahwa Polri telah melakukan berbagai penyesuaian sejak dimulainya kebijakan rekrutmen penyandang disabilitas pada tahun 2016, mulai dari aspek regulasi hingga penyesuaian kebutuhan organisasi dan kompetensi sumber daya manusia yang direkrut.

“Sejak tahun 2016 hingga saat ini banyak hal yang harus disesuaikan, termasuk aturan hukum dan penyesuaian antara ruang jabatan dengan kompetensi dari rekrutan kelompok disabilitas untuk bisa menjadi bagian dari anggota Polri,” ujar Brigjen Pol. Erthel.

Menurutnya, proses inklusi tidak hanya menuntut kesiapan penyandang disabilitas untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja Polri, tetapi juga kesiapan seluruh personel Polri untuk bekerja bersama rekan-rekan penyandang disabilitas.

Ia menegaskan bahwa Polri memiliki komitmen untuk terus memperluas ruang jabatan bagi penyandang disabilitas secara bertahap dengan dukungan berbagai pihak.

“Untuk membuka ruang jabatan yang lebih besar ke depan, Polri mantap dan insyaallah akan bertahap memenuhi hal tersebut. Namun, ini tidak bisa dilakukan oleh Polri sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari seluruh komponen bangsa agar potensi teman-teman disabilitas dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam organisasi Polri,” katanya.

Saat ini, Polri masih memfokuskan rekrutmen pada kelompok disabilitas fisik dan pancaindra, yakni motorik dan sensorik. Sementara untuk kelompok disabilitas mental dan intelektual, Polri akan melakukan kajian serta klasifikasi lebih lanjut guna menentukan pola rekrutmen dan penempatan yang tepat.

“Untuk kelompok disabilitas mental dan intelektual akan dilakukan secara bertahap. Kami akan melakukan kualifikasi terlebih dahulu terhadap kategori yang ada, termasuk dalam penempatannya. Saat ini mereka lebih banyak ditempatkan pada jabatan fungsional, namun ke depan terbuka peluang untuk menduduki jabatan struktural sesuai dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas manajerial yang dimiliki,” jelasnya.

Komisioner Komnas Disabilitas Eka Prastama Widiyanta memberikan apresiasi atas langkah Polri dalam membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mendorong peningkatan akses terhadap pekerjaan.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Polri ini. Sebagai institusi besar yang hadir hingga ke daerah, Polri memiliki peran strategis dalam memberikan ruang partisipasi bagi tenaga disabilitas untuk menjadi bagian dari institusi,” ujarnya.

Eka berharap kebijakan rekrutmen penyandang disabilitas di lingkungan Polri dapat menjadi model bagi berbagai institusi pemerintah maupun daerah dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif dan ramah disabilitas.

“Rekrutmen ini dapat menjadi contoh bagaimana sebuah institusi membangun sistem yang ramah terhadap penyandang disabilitas sekaligus membantu memperluas akses pekerjaan bagi mereka,” tambahnya.

Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Jenderal Komnas Perempuan Dwi Ayu Kartika Sari. Menurutnya, langkah Polri merupakan bagian penting dari upaya mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam reformasi sektor keamanan serta mewujudkan organisasi yang lebih inklusif.

“Kesadaran untuk memastikan teman-teman penyandang disabilitas dapat berkontribusi dalam reformasi sektor keamanan, termasuk di kepolisian, merupakan langkah yang sangat baik dan dapat menjadi contoh bagi lembaga negara lainnya,” kata Dwi Ayu.

Ia juga menyoroti pentingnya memperhatikan aspek interseksionalitas antara perempuan dan penyandang disabilitas, khususnya dalam penanganan berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Interseksionalitas antara disabilitas dan perempuan perlu menjadi perhatian karena penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di lapangan membutuhkan perspektif yang sensitif terhadap aspek disabilitas,” ujarnya.

Melalui forum diskusi ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kebijakan rekrutmen yang inklusif, membuka kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas, serta membangun organisasi yang mampu mengakomodasi keberagaman kompetensi.

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu