Ciptakan Kamtibmas Kondusif, Polres Gresik Gelar Patroli Rutin di Malam Hari

GRESIK – Polres Gresik Polda Jatim menggelar patroli skala besar di seluruh wilayah Kabupaten Gresik. Hal itu untuk mengantisipasi aksi teror konvoi motor atau gangster yang meresahkan.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kapolres Gresik Polda Jatim AKBP Mochamad Nur Azis saat memimpin kegiatan didampingi oleh Kasat Binmas Polres Gresik AKP Sujiran dan Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik IPTU Alimin Tungal serta Kanit Gakum IPDA Wiji.

“Patroli skala besar kami gelar guna mengantisipasi tindak kejahatan jalanan dan tawuran massal serta gank motor di wilayah hukum Kabupaten Gresik,”kata AKBP Mochamad Nur,Sabtu malam ( 10/12).

Dalam patrol kali ini Polres Gresik melibatkan 32 personel gabungan Satfung serta 8 personel BKO Polda Jatim.

Patroli yang dimulai serentak pukul 21.30 WIB ini, digelar juga ditingkat Polsek jajaran Polres Gresik Polda Jatim.

Rute Patroli kali ini antara lain Jalan Dr. Wahidin Sh – Jalan Mayjen sungkono – Jalan Veteran – Jalan Panglim sudirman – Jalan Pahlawan – Jalan Wachid Hasyim (Alun-alun) – Jalan Pahlwan – Jalan Jaksa Agung suprapto – Jalan A. Yani – Jalan Siti Fatimah Bin maimun – GKB – Mako Polres Gresik l.

”Beberapa titik yang ada ditemukan kerumunan-kerumunan kami lakukan himbauan,” tegasnya.

Ia menegaskan Patroli ini akan terus digelar setiap hari terutama pada jam rawan yaitu malam hingga menjelang pagi.

“Akan kami laksanakan rutin tiap hari dengan pola waktu dan tempat,”pungkasnya. (*)

Pererat Soliditas dan Sinergitas, Diklat Integrasi TNI-Polri Digelar

Polri melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat) integrasi Dikmaba dan Diktukba Polri. Adapun waktu pelaksanaan diklat integrasi kampus kebangsaan TNI-Polri ini dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 12 hingga 16 Desember 2022.

Kalemdiklat Polri Komjen Rycko Amelza Dahniel dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakapolda Kalimantan Tengah Irjen Ida Oetari Poernamasasi mengatakan, dasar kegiatan diklat integrasi kampus kebangsaan TNI-Polri ini merupakan tindak lanjut kebijakan Panglima TNI dan Kapolri, yang dituangkan dalam naskah kerja sama pendidikan dan pelatihan integrasi semua jenis dan jenjang pendidikan TNI-Polri.

“Maksud dan tujuan utama dari diklat ini adalah mempererat soliditas dan sinergitas seluruh prajurit TNI dan Bhayangkara Polri sejak dari masa pendidikan sehingga terbentuk kebersamaan, kekompakan dan ikatan moral,” kata Ida.

Ida menambahkan, TNI-Polri yang solid artinya tidak mudah dipecah belah, tidak mudah diadu domba dan saling memperkuat satu dengan lainnya dalam menjaga keutuhan NKRI.

Lalu TNI-Polri yang sinergi artinya bekerja secara fungsional dalam satu sistem NKRI, saling mendukung, saling memperkuat, bahu-membahu dan bukan bekerja sendiri-sendiri, dalam menjamin terwujudnya pembangunan nasional dan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.

Adapun materi yang diberikan pada diklat integrasi ini yaitu pertama pengenalan doktrin satuan TNI-Polri. Kedua pengenalan matra TNI dan tugas pokok Polri. Ketiga perbantuan TNI kepada Polri. Keempat kolaborasi dalam pelaksanaan tugas dan kelima membangun soliditas TNI-Polri.

Ida menuturkan, dalam diklat integrasi ini dilaksanakan di 13 satdik Polri, 11 satdik TNI AD, 1 satdik TNI AL dengan jumlah peserta didik sebanyak 7.306 orang, yang terdiri dari dari Polri sebanyak 4.346 laki-laki dan 503 wanita. Dari TNI AD sebanyak 1.452 laki-laki dan 170 wanita. Semantara dari TNI AL sebanyak 765 laki-laki dan 50 wanita dan dari TNI AU sebanyak 20 wanita.

Secara khusus pada tahun ini diklat integrasi pada bintara wanita dapat dilaksanakan secara bersama-sama di Sepolwan Polri yang diikuti oleh peseeta dari bintara Polwan Polri, Kowas, Kowal dan Wara.

“Diklat integrasi pada bintara TNI-Polri ini merupakan kali kedua yang dilaksanakan secara serentak,” katanya.

Peringatan Hakordia 2022, Polri Raih Peringkat 3 Peserta Terfavorit

Pada peringatan hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Polri ikut serta meramaikan kegiatan tersebut melalui kegiatan Pameran.

Pameran tersebut diikuti oleh berbagai Kementerian Lembaga, BUMN, Lembaga Pendidikan dan perwakilan daerah. Pameran yang dilaksanakan selama 2 hari, yaitu 9 – 10 Desember 2022 ini dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Sesuai dengan permintaan panitia, dalam kegiatan tersebut seluruh peserta pameran diminta untuk menampilan data terkait dengan upaya mencegah dan memberantas korupsi yang telah dilakukan dilingkungan masing-masing peserta.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, transparansi pelayanan publik merupakan bagian dari upaya pencegahan korupsi. Guna mendukung tranparansi pelayanan kepada masyarakat, Polri telah membuat berbagai aplikasi yang bertujuan mencegah terjadinya pungutan liar (pungli) atau penyimpangan yang dilakukan oleh petugas.

“Untuk itu pada pameran Harkordia 2022 ini Polri mengenalkan berbagai aplikasi kepada masyarakat antara lain Sinar, Signal, ETLE, Dumas Presisi, Yanduan Propam, whisthelblowing Sistem SSDM Polri dan Pelayanan Informasi Publik Divhumas Polri,” kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Minggu, (11/12/2022).

Tidak selalu formal, pada pameran kali ini, untuk menyasar kaum milenial, Polri juga banyak membagi-bagikan berbagai merchandise yang telah diberikan tulisan atau label quote antikorupsi.

Tidak gratis begitu saja, Polri mensyaratkan masyarakat yang ingin mendapatkan merchandise tersebut untuk melakukan foto di area booth Polri, kemudian melakukan posting media sosial masing-masing dan mention media sosial Divisi humas Polri dan Dittipikor Bareskrim Polri.

“Sebagai wujud keterbukaan Polri kepada masyarakat, pada pameran tersebut Polri mempersilahkan masyarakat untuk memberikan masukan secara langsung atau melalui kuesioner,” ujarnya.

Antusiasme pengunjung pada stand Polri begitu luar biasa. Atas hal tersebut, Polri dinobatkan menjadi peserta pameran terfavorit ketiga setelah stand BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Agama (Kemenag).

Pada akhir penutupan pameran, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak memberikan ucapan selamat dan penghargaan tersebut secara langsung kepada perwakilan dari Polri.

Ungkap Kasus Pembunuhan di Lumajang, Polisi Berhasil Amankan Tersangka di Madura

SURABAYA – Subdit Jatanras, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, berhasil mengamankan AR (27 tahun) warga Jatiroto Lumajang, yang tega membunuh istri sirihya, yang tengah hamil 5 bulan.

Usai membunuh, AR kabur di rumah kerabatnya di daerah Madura. Selain itu, AR juga berencana akan kabur ke Malaysia namun rencana tersebut digagalkan oleh tim Jatanras Polda Jatim yang lebih dulu menangkapnya.

Kasubdit Jatanras AKBP Lintar Mahardono menjelaskan, ungkap kasus pembubuhan berencana dan susider pembunuhan.

Proses penangkapan tersebut dilakukan setelah Tim Jatanras melakukan lidik selama satu Minggu, kemudian dilakukan penangkapan di wilayah Sampang, karangpenang Madura.

“Yang bersangkutan bersembunyi di rumah kerabatnya. Modus operandi sementara tersangka cemburu buta terhadap orang yang diduga menjadi pacar istri sirinya. Sehingga tersangka melakukan pembunuhan tersebut,” jelasnya AKBP Lintar.

“Dari keterangan Bidan, korban kondisi hamil 5 bulan pada saat dibunuh,” tambahnya.

Lebih lanjut AKBP Lintar menjelaskan, tersangka AR menjalin hubungan pernikahan siri dengan korban DTS, namun mereka tidak tinggal satu rumah, karena tersangka AR memiliki istri sah, atas nama SR yang belum cerai, tinggal di dusun Wonokerto Rt.003/007 Desa Kaliboto Kidul Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang,sedangkan DTS bertempat tinggal di Dusun Karanglo, Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang.

Tersangka AR curiga lantaran korban saat diajak kerumahnya tidak mau, di dusun Wonokerto, Desa Kaliboto Kidul, Lumajang. Selanjutnya tersangka AR mendatangi kerumah korban namun korban tidak ada dirumah, hanya ada orang tua korban.

“Saat tersangka AR bertemu dengan korban DTS, mencium bau minuman beralkohol. Namun korban DTS menjawab tidak jujur, sehingga tersangka AR membawa korban DTS naik ke sepeda motor Honda Supra dari Desa Ranulogong Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, menuju Desa Gedangmas Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang,” jelasnya AKBP Lintar.

“Ditengah perjalanan sekitar persawahan Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung, Kab Lumajang, tersangka AR membacok korban DTS sebanyak 6 kali yang mengakibatkan korban DTS meninggal dunia di tempat,” pungkasnya. (*)

Viral Kesabaran Polisi saat Pam Unjuk Rasa 135 Menit di Malang

Viral Kesabaran Polisi saat Pam Unjuk Rasa 135 Menit di Malang

MALANG – Aksi damai bertajuk ‘Tutup Jalan 135 menit’ dilakukan oleh ratusan Aremania di 3 lokasi, yakni Simpang Empat Karanglo Singosari, depan Mako Sat Brimob Batalyon B Pelopor Ampeldento, dan depan Mako Polres Malang jajaran Polda Jatim di Kepanjen, Kamis (8/12/2022).

Dengan mengenakan pakaian serba hitam, Aremania menutup jalan raya dengan menggunakan motor dan spanduk selama beberapa saat.

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana melalui Kasi Humas Polres Malang IPTU Ahmad Taufik mengatakan, secara umum aksi damai berjalan tertib dan lancar, tak ada gesekan maupun kendala yang berarti.

Petugas kepolisian yang mengawal di lokasi bertindak profesional dan humanis dalam mengamankan kegiatan tersebut.

Bahkan video kesabaran Polisi pun sempat viral di media sosial.

“Petugas telah menerapkan rekayasa lalu lintas (Lalin) di tiga titik yang digunakan aksi untuk mengurangi penumpukan kendaraan,” ucap IPTU Taufik di Polres Malang, Kamis (8/12/2022).

Taufik menambahkan, aksi 135 Aremania di simpang empat Karanglo usai sekitar pukul 13.30 WIB. Arus lalin yang tadinya sempat tersendat mulai mencair dan cenderung lancar.

Setelah dari Karanglo, massa aksi bergerak tiba di Mako Brimob Ampeldento, Pakis, pukul 14.15 WIB. Sama halnya dengan Karanglo, ratusan Aremania juga menutup jalan dan melakukan orasi di depan pagar Batalyon B Pelopor tersebut.

“Rombongan Aremania disambut petugas Kepolisian. Permintaan maaf dan komitmen terkait proses hukum Tragedi Kanjuruhan disampaikan oleh Kapolsek Pakis AKP Lutfi,” lanjutnya.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Polres Malang, ratusan Aremania menutup kegiatan dengan doa bersama. Sejumlah petugas keamanan termasuk Polisi wanita (Polwan) juga turut berbaur ikut mendoakan korban Tragedi Kanjuruhan.

Lebih lanjut Taufik menjelaskan, tak jauh berbeda di lokasi sebelumnya, petugas Kepolisian berseragam juga melakukan pengamanan aksi 135 menit Aremania di depan mako Polres Malang yang merupakan Polres jajaran Polda Jatim di Kepanjen ini.

“Selain orasi, massa Aremania juga melakukan doa bersama. Petugas kepolisian yang mengamankan kegiatan juga ikut duduk bersila memanjatkan doa untuk para korban Kanjuruhan,” pungkas Taufik.

Situasi berlangsung tertib dan kondusif. Menjelang petang seluruh massa telah membubarkan diri meninggalkan lokasi. (Bt19)

Hasil Survey IKM Polres Ngawi Terus Meningkat

Ngawi– Pada bulan November 2022 lalu Polres Ngawi Polda Jatim bekerjasama dengan STKIP Modern Ngawi melakukan survey terkait kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.
Dan saat ini hasil survey yang berdasarkan pengumpulan kuesioner (angket) telah ada hasilnya.

Upaya peningkatan kualitas pelayanan terus dilakukan oleh jajaran Polres Ngawi Polda Jatim. Dengan tujuan pelayanan yang diberikan pada masyarakat dapat dilaksanakan secara tepat, cepat, murah, terbuka, sederhana dan mudah dilakukan serta tidak diskriminatif.

Terkait dengan program tersebut Polres Ngawi yang merupakan Polres jajaran Polda Jatim ini membentuk tim Pokja pelaksana survey eksternal pelayanan publik yang diketuai Kasat Lantas Polres Ngawi Iptu Achmad Fahmi Adiatma.

Sedangkan yang menjadi sasaran pengambilan kuesioner dilakukan pada sembilan pelayanan publik yaitu unit SIM, SKCK, SPKT, Satreskrim, Sattahti dan Satnarkoba dilingkup Polres Ngawi.

“Pada bulan November lalu Polres Ngawi melakukan MOU dengan perguruan tinggi di Ngawi untuk melakukan indek kepuasan pelayanan masyarakat. Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” jelas Iptu Achmad Fahmi Adiatma Ketua Pokja, Rabu (07/12/2022).

Dari hasil analisa survey kepuasan masyarakat melalui kuesioner yang disebarkan secara random dengan sampling 100 orang responden ternyata cenderung terjadi peningkatan kualitas.

Hal tersebut nampak dari data hasil survey pada sembilan unit pelayanan di polres Ngawi yang menunjukkan kinerja sangat baik.
Seperti dari unit pelayanan SIM yang sebelumnya di angka 89.83 menjadi 91.13 dengan asumsi ‘sangat baik’.

Dengan hasil capaian Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) tersebut, Kasat Lantas akan berupaya meningkatkan kualitas pelayanan yang maksimal.

“Dengan hasil yang sudah baik ini kita akan tetap berupaya meningkatkan yang lebih baik lagi. Jadi kita tidak hanya puas dengan hasil yang sudah dicapai saat ini tetapi akan menjadi semangat untuk lebih baik lagi kedepannya,” tegasnya.

Sementara itu Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera, S.H., S.I.K., M.H, melalui Plt Kasi Humas Ipda Dian mengatakan bahwa demi mempertahankan kualitas yang sudah baik tersebut Polres Ngawi akan terus melakukan perbaikan dan pembenahan pelayanan publik.

“Kita akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik baik dalam bentuk jasa ataupun perijinan melalui transparansi dan standarisasi pelayanan. Misalnya target waktu penyelesaian, tarif biaya yang harus dibayar sesuai peraturan perundang-undangan dan menghapuskan pungutan-pungutan liar,” tutup Ipda Dian. (*)

Kapolresta Malang Kota Salurkan Beasiswa dari Kapolda Jatim untuk Anak Polisi Korban Tragedi Kanjuruhan

TULUNGAGUNG – Kapolresta Malang Kota Polda Jatim Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., bersama rombongan PJU Polresta Malang Kota dan Bhayangkari Cabang Kota Malang Kota mendatangi Polres Tulungagung Polda Jatim,kemarin Rabu (7/12/22).

Kedatangan Kapolresta Malang Kota kali ini guna untuk menyerahkan beasiswa dan tabungan untuk kedua Putri almarhum Aipda Anumerta Andik Purwanto yaitu Muhammad Arkhan Adyasta (9th) dan harapan Abrisam Multazam (3th).

Aipda Anumerta Andik adalah salah satu dari dua anggota Polisi yang gugur saat melaksanakan tugas pengamanan di Stadion Kanjuruhan.

Saat berkunjung ke rumah keluarga Aipda Anumerta Andik, rombongan Kapolresta Malang Kota juga didampingi oleh Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto, S.I.K., M.H.,

“Kami dari Polresta Malang Kota mewakili Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto untuk menyerahkan bantuan beasiswa kepada 2 orang anak korban insiden Kanjuruhan almarhum Aipda Anumerta Andik Purwanto dan Brigadir Anumerta Fajar Yoyok” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

Pamen Polri yang tak pernah meninggalkan lukisan ayam jago ini menambahkan, beasiswa dari Kapolda Jatim akan diberikan kepada kedua anak Aipda Anumerta Andik dari SD hingga lulus SMA.

“Namun apabila yang bersangkutan ingin mengembangkan kemampuannya seperti ingin melakukan Boarding School ke pondok pesantren juga dapat dikomunikasikan dan hal itu akan dibantu” imbuh Kapolresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota juga mengungkapkan Beasiswa dari Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto yang diberikan ini tergantung dari kelas atau pendidikan yang ditempuh.

“Bantuan ini meliputi kebutuhan buku, uang pangkal sekolah serta seragam,” ujar Kombes Budi Hermanto.

Selain itu rekening donasi untuk biaya kehidupan keluarga korban juga telah disediakan, termasuk memberikan bantuan sepeda motor untuk istri mendiang Brigadir Anumerta Brigadir Yoyok Fajar untuk menjalankan usahanya.

Sebagai informasi bahwa beasiswa yang diberikan oleh Kapolda Jatim melalui Polresta Malang Kota sebelumnya juga telah disalurkan kepada Alfiansyah , Rama dan Shinta yang merupakan anak salah satu korban insiden Kanjuruhan.

Dan pada hari yang bersamaan pula, Kombes Budi Hermanto juga menyalurkan bantuan dari Kapolda Jatim kepada istri dan keluarga Brigadir Anumerta Fajar Yoyok Pujiono anggota Polres Trenggalek yang juga gugur dalam insiden Kanjuruhan beberapa waktu yang lalu.

“Dalam hal ini, Polres Malang Raya berkomitmen penuh untuk selalu memberikan bantuan baik dari segi pendampingan psikologis, pemeriksaan kesehatan secara berkala maupun pemberian beasiswa pendidikan bagi anak korban,”pungkas Kombes Budi Hermanto. (*)

Ketua Harian KKD Jatim : Publik Agar Lebih Bijak dan Cermat Dalam Menerima Informasi Terkait Tragedi 

SURABAYA – Fakultas Hukum Universitas Airlangga menggelar focus froup discussion (FGD) untuk keluarga korban Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.

Universitas Airlangga menyebut kegiatan ini digelar untuk lebih mendengar keinginan keluarga korban. Sehingga, hasil FGD bisa diteruskan ke lembaga pemerintah yang menangani tragedi Kanjuruhan.

Dalam FGD tersebut menghadirkan 9 narasumber yang terbagi dalam 5 bidang yakni Pakar Hukum Pidana, Pakar Psikolog , Ahli Kimia, Pakar HAM, dan Ahli Forensik, dan 16 perwakilan keluarga korban Kanjuruhan.

Selain memberikan penjelasan dan sanggahan mengenai penanganan kasus tragedi Kanjuruhan para pakar sejumlah bidang yang hadir juga mendengarkan keluhan dan keinginan keluarga korban.

Keluarga korban juga dibebaskan untuk menggali informasi seputar penanganan kasus tragedi Kanjuruhan.

Salah satu orang tua korban tragedi Kanjuruhan, Vincentius Aries mengaku tidak menitik beratkan pada persoalan hukum akibat dari peristiwa itu. Namun, lebih fokus pada langkah penanganan pasca insiden tersebut.

Ia menyebutkan tragedi ini membuat korban mengalami trauma. Dia menilai pihak berwajib harus menjamin trauma healing dan memberikan jaminan proses hukum.

“Kami menitik fokuskan setelah tragedi kanjuruhan yang mengalami trauma itu diperhatikan (mendapatkan trauma healing) kemudian kelanjutan proses hukumnya bagaimana ,harus diperhatikan,” tutur Vincentius seperti dalam tayangan Metro Pagi Primetime di Metro TV, Kamis 8 Desember 2022.

Vincencius juga mengungkapkan, penyampaian para pakar dalam Review FGD Tragedi Kanjuruhan yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga Surabaya telah membuka dan memperluas pandangan keluarga korban terkait penyelesaian hukum yang ada saat ini.

“Hanya itu poin yang kami bicarakan. Yang sebelumnya kami tidak tahu bahwa kasus ini sudah diproses oleh Kepolisian, akhirnya kami tahu lewat para pakar. Selama ini kami tahu kan lewat media. Dengan begini, keluarga korban kumpul, dijelaskan kami sedikit banyak meskipun tidak nyampe 50 persen yang masuk, tapi paling tidak kami tahu,” ujarnya.

Menurut Vincencius , dari forum diskusi secara ilmiah tersebut pihaknya mendapat wawasan lebih luas. Selama ini hanya mendapatkan informasi satu arus dari beragam platform media (medsos….red) sehingga arus tersebut diyakini hampir seluruh keluarga korban.

“Para keluarga korban, saat ini mencoba berfikir jernih agar tidak terbawa iklim suasana masyarakat kota malang, aksi turun kejalan – demonstrasi – provokasi dan lainnya,”katanya.

Ia juga Menjelaskan banyak tekanan dihadapi para keluarga korban, memahamkan kepada para pakar bahwa mereka tengah dirundung kedukaan mendalam sekaligus terombang-ambing dalam tekanan banyak pihak.

“Informasi dari pakar ini diharapkan membuat pihak keluarga memiliki informasi utuh dan benar terkait tragedi tersebut,”tambahnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Hukum (FH) Unair Iman Prihandono kembali menegaskan jika pihaknya belum dan tidak menemukan adanya unsur pelanggaran HAM Berat dalam Tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, di antara unsur pelanggaran HAM Berat harus bersifat sistematis atau meluas.

“Ada yang bilang kasus Kanjuruhan ini HAM Berat. Tapi saya sendiri berpendapat bahwa unsur-unsur di pelanggaran HAM Beratnya belum atau tidak terpenuhi. Jadi, di antara unsur pelanggaran ham berat itu yang pertama adalah sistematis atau dia meluas,” ungkap Iman.

Ia juga menegaskan, jika di Kanjuruhan tidak ada unsur meluas. Pasalnya, kejadian ini hanya berada di satu tempat yaitu di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sedangkan untuk memenuhi unsur meluas, maka dia harus berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain.

“Sehingga yang paling bisa untuk kita analisa lagi yaitu unsur sistematisnya. Di unsur sistematis, kalau kita cek lagi unsur sistematis itu paling nggak ada dua kategori yang harus dipenuhi untuk dia menjadi berat HAM,” tegasnya.

Dikomfirmasi terpisah, Ketua Harian Komite Komunikasi Digital ( KKD ) Jawa Timur, Arief Rahman mengatakan Tragedi Kanjuruhan adalah duka bersama bangsa.

“Ini problem kolektif yang perlu kita insyafi dan introspeksi bersama baik pengelola persepakbolaan, PSSI dan klub, masyarakat, supporter hingga unsur penjaga keamanan,” kata Arief Rahman, Kamis (8/12).

Menurutnya upaya blaming, menyalahkan salah satu pihak, dan framing, tidak akan mengurangi duka keluarga yang kehilangan anak, istri maupun suami tercinta.

“Sebaiknya yang kita ambil ialah pelajaran berharga dari tragedi itu. Kompleks sekali bila diurai,” tegas Arief Rahman.

Komite Komunikasi Digital Jatim lebih mendorong publik untuk lebih bijak dan cermat dalam menerima informasi apapun, khususnya dalam format digital dari gawainya.

Menurut Arief Rahman, sekarang ini masyarakat susah membedakan mana media dan mana media sosial.

Info dari medsos yang seringkali liar, tanpa verifikasi dan melenceng jauh dari fakta-fakta sering kali malah jadi rujukan.

“Ini berbahaya karena menjauhkan kita dari upaya mencari akar masalah dan solusi bagi setiap persoalan fundamental,”jelas Arief Rahman.

Masih kata Arief Rahman, dalam tragedi memilukan itu, ternyata setelah keluarga korban dan publik mendapat gambaran utuh dari peristiwa yang terjadi, menjadi lebih terbuka menerima.

“Meski saya sangat yakin tidak akan mudah menyembuhkan luka kehilangan mereka,tetapi setelah keluarga korban mendapat gambaran utuh dari peristiwa yang terjadi oleh para pakar, mereka terbuka dan menerima,”pugkas Arief Rahman. (*)

Polda Jatim Berbagi Sembako Untuk Warga Suku Tengger

PROBOLINGGO – Peduli sesama kembali diwujudkan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Dr.Toni Harmanto.

Kali ini bersama Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, Jenderal Polisi dengan dua bintang tersebut berbagi sembako untuk warga suku Tengger.

Bansos yang diberikan oleh Kapolda Jatim untuk warga Suku Tengger kali ini bertempat di Balai Desa Wonokerto Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Di tempat dan kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan, bahwa bantuan sosial yang diberikan oleh Kapolda Jatim ini adalah sebagai salah satu upaya Polri yang selalu hadir di tengah masyarakat.

“Polri harus tanggap dengan situasi dan kondisi di masyarakat, dan berupaya membantu jika ada warga masyarakat yang perlu kita bantu,” ujar Kombes Dirmanto di Balai Desa Wonokerto, Kamis (8/12).

Kombes Dirmanto berharap, 100 paket sembako yang diberikan dapat sedikit mengurangi beban warga suku Tengger yang membutuhkan.

“Apalagi dampak dari pandemi covid -19 yang kita rasakan bersama bukan hanya pada kondisi sosial tapi juga ekonomi,”pungkas Kombes Dirmanto.

Untuk diketahui, kegiatan bansos Polda Jatim untuk warga Suku Tengger ini dilaksanakan usai Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr.Toni Harmanto membuka kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) tahun 2022 serta persiapan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022/2023 di Sukopuro,Kab Probolinggo. (*)

Aksi Alumni Akpol 1990 Bantu Korban Gempa Cianjur

Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada Senin, 21 November lalu mengakibatkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi saat ini. Selain itu, gempa berkekuatan magnitudo 5.6 ini merenggut ratusan orang meninggal dunia.

Kejadian ini turut menjadi keprihatinan Keluarga besar alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 Batalyon Dhira Brata. Melalui program Alumni Akpol 1990 Bakti Polri Untuk Negeri, mereka bergotong royong untuk memberikan bantuan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk berbagai barang kebutuhan pokok baik untuk anak-anak hingga orang dewasa seperti paket sembako, vitamin dan obat-obatan, dan air mineral.

“Alumni Akpol 1990 Batalyon Dhira Brata ingin turut serta meringankan beban warga Cianjur yang menjadi korban gempa bumi beberapa waktu lalu,” kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/12/2022).

Selain bantuan sembako, alat kebersihan dan makanan, alumni Akpol 1990 juga memberikan donasi berupa uang tunai. “Uang ini nantinya bisa digunakan untuk warga Cianjur membangun kembali rumahnya yang hancur karena gempa,” ujarnya.

Dedi menambahkan, semua bantuan ini telah dikirim ke Cianjur dengan menggunakan empat truk dan diserahkan kepada korban gempa di Cianjur melalui Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana.

“Bantuan sudah diberikan oleh Ketua Harian Angkatan alumni Akademi Kepolisian 1990 Irjen Pol Eddy Hartono dan diserahkan kepada korban gempa Cianjur melalui Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Sutana,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, atas nama keluarga besar alumni Akpol 1990, Dedi menyampaikan keprihatinannya atas musibah gempa yang terjadi di Cianjur.

“Kami berharap situasi segera pulih dan evakuasi korban serta relokasi pengungsi berjalan lancar,” katanya.

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu