Forkopimda Jatim Hadiri Silaturahmi dan Halalbihalal PWNU Jatim

Forkopimda Jatim Hadiri Silaturahmi dan Halalbihalal PWNU Jatim

Surabaya- Forkopimda Jatim Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Kajati Jatim yang diwakili Wakajati Jatim Firdaus, Kasi Pers Korem/084 dalam hal ini mewakili Pangdam V/Brawijaya, pejabat utama Polda jatim dan Kapolrestabes Surabaya hadir dalam silaturahmi dan halalbihalal Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, pada Selasa (31/5/2022) di Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur No 9 Surabaya.

Pada acara tersebut dihadiri Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftahul Ahyar, Rois Syuriah PWNU Jatim KH. Anwar Mansyur, Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar, Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri serta para pengurus PCNU seluruh Jawa Timur.

Dalam kesempatan ini Ketua PWNU Jatim KH. Marzuqi Mustamar menyampaikan hasil konferensi besar NU, yang menghasilkan keputusan bahwa NU akan mencabut moratorium kegiatan kaderisasi. Oleh karena itu, pengurus MWCNU, PCNU, dan PWNU yang akan melaksanakan agenda kaderisasi tingkat dasar agar segera berkoordinasi dengan pengurus cabang setempat.

“Pada perayaan Harlah Nahdlatul Ulama ke-100 PWNU Jatim akan menyelenggarakan Istighosah Kubro dengan menghadirkan satu juta peserta. Oleh karena itu, diharapkan bantuan keamanan dari Polda Jatim,” ucapnya Ketua PWNU Jatim.

Sementara, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan menjelang satu abad Nahdlatul Ulama langkah yang diambil oleh PWNU Jatim untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui beasiswa para santri yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Pemprov Jatim telah melakukan pelatihan UMKM yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Jatim, oleh karena itu kami mengajak bidang perekonomian PWNU bersinergi bersama membangun perekonomian umat,” tandasnya.

“Dengan adanya penyakit PMK dihimbau kepada pengurus ranting NU untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa stok hewan kurban sapi dan domba yang sehat masih mencukupi, namun terdapat kekurangan stok untuk kambing,” tutur Khofifah.

Kegiatan diakhiri dengan launching Satu Abad NU dari Pesantren untuk Peradaban dan Perdamaian Dunia oleh Rois Aam PBNU KH. Miftahul Ahyar.

Forkopimda Jatim dan Elemen Masyarakat dari 7 Kabupaten/Kota Deklarasi Anti Narkoba dan Cinta NKRI di Universitas Negeri Malang

Forkopimda Jatim dan Elemen Masyarakat dari 7 Kabupaten/Kota Deklarasi Anti Narkoba dan Cinta NKRI di Universitas Negeri Malang

Forkopimda Jawa Timur bersama stakeholder, dan elemen masyarakat dari 7 Kabupaten/Kota eks keresidenan Malang antara lain Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo Senin (30/5/2022) melakukan deklarasi Anti Narkoba dan Cinta NKRI di Universitas Negeri Malang. Hal ini dilakukan sebagai wujud keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam melawan peredaran gelap Narkoba, mencegah paham-paham radikalisme, terorisme dan intoleran serta agar pemuda pemudi di Jawa timur tetap menjaga NKRI dan Pancasila.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kajati Jatim Mia Amiati, Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya Zaid Umar Bobsaid, Ka BNNP Jatim Brigjen Pol Mohamad Aris Purnomo dan Kakanwil Kemenkum HAM Jatim Zaeroji, bersama stakeholder terkait serta seluruh elemen masyarakat dari 7 Kabupaten/Kota wilayah eks Keresidenan Malang, bersama-sama mengikuti deklarasi Anti Narkoba dan Cinta NKRI.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Mohamad Aris Purnomo mengapresiasi untuk Forkopimda Jatim terkait penanganan masalah peredaran narkoba yang sangat mengkhawatirkan.

“Agar lebih terpadu mari kita menyatukan program yang sudah ada sehingga bisa saling membantu dalam penanganan penyalahgunaan Narkoba di Jatim,” ucapnya dalam sambutan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menambahkan. TNI, Polri, Pemerintah Daerah beserta stakeholder terkait, dengan melibatkan Toga, Tomas, Toda dan seluruh komponen masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya preemtif maupun preventif guna memerangi Narkoba serta menangkal paham paham radikalisme, terorisme dan segala bentuk intoleran sehingga diharapkan pemuda pemudi serta seluruh warga jatim tetap mencintai NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara.

“Yang paling penting, kepada seluruhnya yang hadir bersama kita sekarang dan yang mengikuti secara online itu, harus seiya sekata, sejalan dalam setiap langkah dan pikiran di dalam mewujudkan NKRI dan Indonesia bebas dari narkoba, serta dapat menangkal segala bentuk paham radikalisme, terorisme dan intoleran sehingga pemuda pemudi dan seluruh warga jawa timur tetap mencintai NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara” ujar Kapolda Jatim.

Lebih lanjut Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto menyampaikan. Masa depan Indonesia ada di tangan anak-anak muda. Pemuda yang hebat adalah yang jauh dari Narkoba.

“Mari bersama-sama melawan penyalahgunaan narkoba yang sudah merambah ke semua Provinsi,” tambahnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga mengatakan. Anti Narkotika dan cinta NKRI harus menyatu dengan perwujudan tidak menyalahgunakan Narkoba. Pemuda-pemudi jangan pernah mencoba Narkoba.

“Oleh karena itu, dalam bentuk apa pun, di mana pun, dan kapan pun, cinta NKRI harus menjadi bagian dari seluruh aktivitas kita, didalamnya termasuk kalau kita mencintai NKRI maka jangan mencoba-coba menggunakan narkoba dan jangan melakukan perdagangan gelap narkoba,” tutur Gubernur Jatim.

“Narkoba, jenis tertentu hanya digunakan oleh dokter untuk memberikan layanan kesehatan tertentu, sehingga semua penggunaannya harus ada berita acaranya, pemusnahannya juga ada berita acaranya,” paparnya Khofifah Indar Parawansa.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan untuk Desa atau Kelurahan yang berperan aktif dalam kegiatan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Ikrar dan penandatanganan Deklarasi “Anti Narkoba & Cinta NKRI”.

Forkopimda Jatim dan Elemen Masyarakat dari 7 Kabupaten/Kota Deklarasi Anti Narkoba dan Cinta NKRI di Universitas Negeri Malang

Forkopimda Jatim dan Elemen Masyarakat dari 7 Kabupaten/Kota Deklarasi Anti Narkoba dan Cinta NKRI di Universitas Negeri Malang

Forkopimda Jawa Timur bersama stakeholder, dan elemen masyarakat dari 7 Kabupaten/Kota eks keresidenan Malang antara lain Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo Senin (30/5/2022) melakukan deklarasi Anti Narkoba dan Cinta NKRI di Universitas Negeri Malang. Hal ini dilakukan sebagai wujud keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam melawan peredaran gelap Narkoba, mencegah paham-paham radikalisme, terorisme dan intoleran serta agar pemuda pemudi di Jawa timur tetap menjaga NKRI dan Pancasila.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kajati Jatim Mia Amiati, Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya Zaid Umar Bobsaid, Ka BNNP Jatim Brigjen Pol Mohamad Aris Purnomo dan Kakanwil Kemenkum HAM Jatim Zaeroji, bersama stakeholder terkait serta seluruh elemen masyarakat dari 7 Kabupaten/Kota wilayah eks Keresidenan Malang, bersama-sama mengikuti deklarasi Anti Narkoba dan Cinta NKRI.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Mohamad Aris Purnomo mengapresiasi untuk Forkopimda Jatim terkait penanganan masalah peredaran narkoba yang sangat mengkhawatirkan.

“Agar lebih terpadu mari kita menyatukan program yang sudah ada sehingga bisa saling membantu dalam penanganan penyalahgunaan Narkoba di Jatim,” ucapnya dalam sambutan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menambahkan. TNI, Polri, Pemerintah Daerah beserta stakeholder terkait, dengan melibatkan Toga, Tomas, Toda dan seluruh komponen masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya preemtif maupun preventif guna memerangi Narkoba serta menangkal paham paham radikalisme, terorisme dan segala bentuk intoleran sehingga diharapkan pemuda pemudi serta seluruh warga jatim tetap mencintai NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara.

“Yang paling penting, kepada seluruhnya yang hadir bersama kita sekarang dan yang mengikuti secara online itu, harus seiya sekata, sejalan dalam setiap langkah dan pikiran di dalam mewujudkan NKRI dan Indonesia bebas dari narkoba, serta dapat menangkal segala bentuk paham radikalisme, terorisme dan intoleran sehingga pemuda pemudi dan seluruh warga jawa timur tetap mencintai NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara” ujar Kapolda Jatim.

Lebih lanjut Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto menyampaikan. Masa depan Indonesia ada di tangan anak-anak muda. Pemuda yang hebat adalah yang jauh dari Narkoba.

“Mari bersama-sama melawan penyalahgunaan narkoba yang sudah merambah ke semua Provinsi,” tambahnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga mengatakan. Anti Narkotika dan cinta NKRI harus menyatu dengan perwujudan tidak menyalahgunakan Narkoba. Pemuda-pemudi jangan pernah mencoba Narkoba.

“Oleh karena itu, dalam bentuk apa pun, di mana pun, dan kapan pun, cinta NKRI harus menjadi bagian dari seluruh aktivitas kita, didalamnya termasuk kalau kita mencintai NKRI maka jangan mencoba-coba menggunakan narkoba dan jangan melakukan perdagangan gelap narkoba,” tutur Gubernur Jatim.

“Narkoba, jenis tertentu hanya digunakan oleh dokter untuk memberikan layanan kesehatan tertentu, sehingga semua penggunaannya harus ada berita acaranya, pemusnahannya juga ada berita acaranya,” paparnya Khofifah Indar Parawansa.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan untuk Desa atau Kelurahan yang berperan aktif dalam kegiatan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Ikrar dan penandatanganan Deklarasi “Anti Narkoba & Cinta NKRI”.

Laksanakan Upaya Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak, Forkopimda Jatim Gelar Rapat Kordinasi

 

Forkopimda Jawa Timur gelar Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, dengan seluruh Bupati /Walikota se-Jatim, Dandim jajaran Kodam V/Brawijaya, dan Kapolrestabes /Kapolresta /Kapolres jajaran Polda Jatim, di Grand Ball Room Hotel Mercure Malang, pada Senin (30/5/2022).

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Kajati Jatim Mia Amiati, bersama Pj Sekda Prov Jatim, Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, Pejabat Utama Polda Jatim, Kepala Opd Prov Jatim, serta Guru Besar Bidang Virologi dan Imunologi Unair, juga Guru Besar Bidang Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Unair turut hadir dalam rakor PMK kali ini.

 

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI menyampaikan, prinsip dasar pemberantasan PMK pada hewan ternak yakni, mencegah kontak hewan ternak dengan sumber penyakit, menghentikan sirkulasi dan produksi virus di lingkungan dengan melakukan dekontaminasi serta meningkatkan kekebalan hewan melalui vaksinasi.

 

“Upaya yang dilakukan dalam menangani PMK yakni membentuk posko terpadu, pembatasan lalu lintas pada hewan ternak, distribusi obat, penyediaan vaksin, pelatihan kepada tenaga kesehatan hewan dan edukasi terkait PMK,” ucapnya.

 

Selain itu, Kapolda Jatim juga menyampaikan. Upaya preventif yang dilakukan oleh Polda Jatim beserta jajaran dalam menangani PMK ini antara lain adalah, dengan melakukan pengawasan pada pasar hewan, mengecek kondisi kesehatan sapi dan kandang, penyemprotan desinfektan, monitoring ketersediaan stok daging serta melakukan pembatasan dan lalu lintas hewan ternak.

 

“Polda jatim beserta jajaran menyediakan 84 titik pos penyekatan hewan ternak, namun masih terkendala karena perlengkapan petugas masih terbatas, kebutuhan petugas dari dinas terkait untuk validasi surat kesehatan hewan dan belum terpapar SOP khusus kepada petugas pengecekan hewan,” tambahnya Irjen Pol Nico Afinta.

 

Lebih lanjut, Pangdam V/Brawijaya juga menjelaskan, upaya yang dilakukan oleh Kodam V/Brawijaya dan jajaran yakni memproteksi zona yang masih hijau, menyembuhkan hewan yang terkena PMK, sosialisasi PMK, dan melakukan monitoring berkala bersama gugus tugas terkait PMK.

 

“Diperlukan kerjasama antar stakeholder dalam rangka meminimalisir parsialitas penanggulangan serta membuat regulasi untuk menjadi landasan hukum serta memastikan tupoksi dalam menanggulangi PMK,” jelasnya.

 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan. Pengendalian PMK yang dilakukan di Jatim yakni Isolasi ternak sakit berbasis kandang, Lockdown daerah tertular PMK berbasis Desa atau Kecamatan, Pengobatan ternak sakit berbasis simptomatis, penutupan sementara pasar hewan, pembatasan lalu Lintas ternak, desinfeksi kandang dan lingkungan dan menyiapka vaksin PMK.

 

“Rencana tindak lanjut pengendalian PMK di Jatim yang dilakukan dengan bantuan Kodim dan Polres, dengan melakukan pengawasan isolasi dan Lockdown pada daerah tertular, pengawasan penutupan sementara Pasar Hewan, pengawasan lalu lintas ternak dari daerah tertular PMK, sosialisasi pentingnya desinfeksi kandang dan lingkungan peternakan serta pengamanan pelaksanaan pengobatan dan vaksinasi masal,” tandasnya Gubernur Jatim.

Laksanakan Upaya Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak, Forkopimda Jatim Gelar Rapat Kordinasi

 

Forkopimda Jawa Timur gelar Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, dengan seluruh Bupati /Walikota se-Jatim, Dandim jajaran Kodam V/Brawijaya, dan Kapolrestabes /Kapolresta /Kapolres jajaran Polda Jatim, di Grand Ball Room Hotel Mercure Malang, pada Senin (30/5/2022).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Kajati Jatim Mia Amiati, bersama Pj Sekda Prov Jatim, Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, Pejabat Utama Polda Jatim, Kepala Opd Prov Jatim, serta Guru Besar Bidang Virologi dan Imunologi Unair, juga Guru Besar Bidang Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Unair turut hadir dalam rakor PMK kali ini.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI menyampaikan, prinsip dasar pemberantasan PMK pada hewan ternak yakni, mencegah kontak hewan ternak dengan sumber penyakit, menghentikan sirkulasi dan produksi virus di lingkungan dengan melakukan dekontaminasi serta meningkatkan kekebalan hewan melalui vaksinasi.

“Upaya yang dilakukan dalam menangani PMK yakni membentuk posko terpadu, pembatasan lalu lintas pada hewan ternak, distribusi obat, penyediaan vaksin, pelatihan kepada tenaga kesehatan hewan dan edukasi terkait PMK,” ucapnya.

Selain itu, Kapolda Jatim juga menyampaikan. Upaya preventif yang dilakukan oleh Polda Jatim beserta jajaran dalam menangani PMK ini antara lain adalah, dengan melakukan pengawasan pada pasar hewan, mengecek kondisi kesehatan sapi dan kandang, penyemprotan desinfektan, monitoring ketersediaan stok daging serta melakukan pembatasan dan lalu lintas hewan ternak.

“Polda jatim beserta jajaran menyediakan 84 titik pos penyekatan hewan ternak, namun masih terkendala karena perlengkapan petugas masih terbatas, kebutuhan petugas dari dinas terkait untuk validasi surat kesehatan hewan dan belum terpapar SOP khusus kepada petugas pengecekan hewan,” tambahnya Irjen Pol Nico Afinta.

Lebih lanjut, Pangdam V/Brawijaya juga menjelaskan, upaya yang dilakukan oleh Kodam V/Brawijaya dan jajaran yakni memproteksi zona yang masih hijau, menyembuhkan hewan yang terkena PMK, sosialisasi PMK, dan melakukan monitoring berkala bersama gugus tugas terkait PMK.

“Diperlukan kerjasama antar stakeholder dalam rangka meminimalisir parsialitas penanggulangan serta membuat regulasi untuk menjadi landasan hukum serta memastikan tupoksi dalam menanggulangi PMK,” jelasnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan. Pengendalian PMK yang dilakukan di Jatim yakni Isolasi ternak sakit berbasis kandang, Lockdown daerah tertular PMK berbasis Desa atau Kecamatan, Pengobatan ternak sakit berbasis simptomatis, penutupan sementara pasar hewan, pembatasan lalu Lintas ternak, desinfeksi kandang dan lingkungan dan menyiapka vaksin PMK.

“Rencana tindak lanjut pengendalian PMK di Jatim yang dilakukan dengan bantuan Kodim dan Polres, dengan melakukan pengawasan isolasi dan Lockdown pada daerah tertular, pengawasan penutupan sementara Pasar Hewan, pengawasan lalu lintas ternak dari daerah tertular PMK, sosialisasi pentingnya desinfeksi kandang dan lingkungan peternakan serta pengamanan pelaksanaan pengobatan dan vaksinasi masal,” tandasnya Gubernur Jatim.

Inovasi Cermat SIM Polres Nganjuk Wujud Layanan Prima untuk Masyarakat

Inovasi Cermat SIM Polres Nganjuk Wujud Layanan Prima untuk Masyarakat

NGANJUK – Upaya Sat Lantas Polres Nganjuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menciptakan keamanan,keselamatan,ketertiban dan kelancaran lalulintas ( Kamseltibcar Lantas) terus dioptimalkan.

Bukan hanya memberikan sangsi pada pelanggar lalulintas di jalan, namun Satuan lalulintas Polres Nganjuk ini lebih mengedepankan memberikan edukasi untuk mencegah adanya pelanggaran lalulintas.

Salah satu inovasi yang diciptakanya adalah diawali dengan inovasi Cermat (Cerdas Mahir Ujian Teori dan Praktik) SIM.

Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Indra Budi Wibowo menjelaskan bahwa Program Cermat SIM ini dilaksanakan untuk memudahkan masyarakat yang ingin meningkatkan pengetahuan serta kompetensi mengendarai kendaraan sebelum mengikuti ujian teori dan praktik SIM.

“Kami berikan pelatihan kepada pemohon SIM, baik mengenai teori berlalu lintas hingga latihan praktik membawa kendaraan,”kata AKP Indra,kemarin Minggu (29/5/22)

AKP Indra mengungkapkan bahwa sebagian masyarakat menyebut uji praktik SIM selama ini sebagai momok. Padahal menurut AKP Indra bila cukup berlatih uji praktik SIM tidak lagi menakutkan dan bisa dilewati dengan baik.

“Saat ini sudah ada 10 lapangan latihan uji praktik yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan berkendara sebelum mengikuti ujian SIM,”jelas Kasat Lantas Polres Nganjuk ini.

Masih kata AKP Indra, saat ini masyarakat Kabupaten Nganjuk yang hendak mendapatkan SIM tak terlalu khawatir dengan uji praktik yang biasanya jadi momok menakutkan.

Hal ini tak lepas dari inovasi Cermat (Cerdas Mahir Ujian Teori dan Praktik) SIM yang dilaksanakan Satlantas Polres Nganjuk.

“Cermat SIM Satpas Polres Nganjuk merupakan pengembangan dari program LUPS (Les Uji Praktik SIM……red),”kata AKP Indra.

Ia menambahkan dalam program Cermat SIM, masyarakat pemohon SIM tak perlu jauh-jauh datang ke Satpas Polres Nganjuk untuk berlatih teori maupun praktik berkendara.

“Ke depan, kami ingin agar masing-masing dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Nganjuk ini memiliki setidaknya satu lapangan latihan,” ucap AKP Indra.

AKP Indra menyebut target membangun setidaknya 20 lapangan latihan ini tak lepas dari permintaan masyarakat yang disampaikan kepada Kapolres Nganjuk

Sementara itu Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson yang memantau program Cermat SIM melalui program Wayahe Lapor Kapolres menunjukan antusiasme ini menjadi indikator sederhana betapa program Cermat SIM diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Akses masyarakat atas pelayanan Kepolisian terkait pembuatan SIM menjadi lebih mudah dijangkau, berkualitas, serta merata dengan program Cermat SIM,” kata Kapolres Nganjuk.

Kapolres Nganjuk juga mengatakan ke depan akan memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas dan petugas Polsek sebagai instruktur bagi masyarakat peserta program Cermat SIM sehingga pelayanan Prima bagi masyarakat benar – benar terwujud.

“Itulah sebabnya sekarang ini kami juga fokus melaksanakan latihan dan peningkatan kemampuan melalui program Polisi Belajar Polres Nganjuk agar mereka nanti bisa memberikan pelatihan SIM dengan baik kepada masyarakat,”pungkas Kapolres Nganjuk. (**19/hms)

Inovasi Cermat SIM Polres Nganjuk Wujud Layanan Prima untuk Masyarakat

Inovasi Cermat SIM Polres Nganjuk Wujud Layanan Prima untuk Masyarakat

NGANJUK – Upaya Sat Lantas Polres Nganjuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menciptakan keamanan,keselamatan,ketertiban dan kelancaran lalulintas ( Kamseltibcar Lantas) terus dioptimalkan.

Bukan hanya memberikan sangsi pada pelanggar lalulintas di jalan, namun Satuan lalulintas Polres Nganjuk ini lebih mengedepankan memberikan edukasi untuk mencegah adanya pelanggaran lalulintas.

Salah satu inovasi yang diciptakanya adalah diawali dengan inovasi Cermat (Cerdas Mahir Ujian Teori dan Praktik) SIM.

Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Indra Budi Wibowo menjelaskan bahwa Program Cermat SIM ini dilaksanakan untuk memudahkan masyarakat yang ingin meningkatkan pengetahuan serta kompetensi mengendarai kendaraan sebelum mengikuti ujian teori dan praktik SIM.

“Kami berikan pelatihan kepada pemohon SIM, baik mengenai teori berlalu lintas hingga latihan praktik membawa kendaraan,”kata AKP Indra,kemarin Minggu (29/5/22)

AKP Indra mengungkapkan bahwa sebagian masyarakat menyebut uji praktik SIM selama ini sebagai momok. Padahal menurut AKP Indra bila cukup berlatih uji praktik SIM tidak lagi menakutkan dan bisa dilewati dengan baik.

“Saat ini sudah ada 10 lapangan latihan uji praktik yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan berkendara sebelum mengikuti ujian SIM,”jelas Kasat Lantas Polres Nganjuk ini.

Masih kata AKP Indra, saat ini masyarakat Kabupaten Nganjuk yang hendak mendapatkan SIM tak terlalu khawatir dengan uji praktik yang biasanya jadi momok menakutkan.

Hal ini tak lepas dari inovasi Cermat (Cerdas Mahir Ujian Teori dan Praktik) SIM yang dilaksanakan Satlantas Polres Nganjuk.

“Cermat SIM Satpas Polres Nganjuk merupakan pengembangan dari program LUPS (Les Uji Praktik SIM……red),”kata AKP Indra.

Ia menambahkan dalam program Cermat SIM, masyarakat pemohon SIM tak perlu jauh-jauh datang ke Satpas Polres Nganjuk untuk berlatih teori maupun praktik berkendara.

“Ke depan, kami ingin agar masing-masing dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Nganjuk ini memiliki setidaknya satu lapangan latihan,” ucap AKP Indra.

AKP Indra menyebut target membangun setidaknya 20 lapangan latihan ini tak lepas dari permintaan masyarakat yang disampaikan kepada Kapolres Nganjuk

Sementara itu Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson yang memantau program Cermat SIM melalui program Wayahe Lapor Kapolres menunjukan antusiasme ini menjadi indikator sederhana betapa program Cermat SIM diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Akses masyarakat atas pelayanan Kepolisian terkait pembuatan SIM menjadi lebih mudah dijangkau, berkualitas, serta merata dengan program Cermat SIM,” kata Kapolres Nganjuk.

Kapolres Nganjuk juga mengatakan ke depan akan memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas dan petugas Polsek sebagai instruktur bagi masyarakat peserta program Cermat SIM sehingga pelayanan Prima bagi masyarakat benar – benar terwujud.

“Itulah sebabnya sekarang ini kami juga fokus melaksanakan latihan dan peningkatan kemampuan melalui program Polisi Belajar Polres Nganjuk agar mereka nanti bisa memberikan pelatihan SIM dengan baik kepada masyarakat,”pungkas Kapolres Nganjuk. (**19/hms)

Forkopimda Jatim Lakukan Pengecekan Harga dan Distribusi Migor di Pasar Soponyono Rungkut

Forkopimda Jatim Lakukan Pengecekan Harga dan Distribusi Migor di Pasar Soponyono Rungkut

SURABAYA,- Forkopimda Jawa Timur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Nurcahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Kadis perindag jatim, pejabat utama Kodam V/Brawijaya, pejabat utama Polda jatim dan Satgas Pangan Jatim, Kamis (26/5/2022) pagi melakukan pengecekan harga dan distribusi minyak goreng di Pasar Soponyono, Rungkut, Surabaya.

Gubernur Khofifah mengatakan kami forkopimda jatim hari ini melakukan monitoring dari stok dan posisi minyak goreng terutama minyak goreng curah. Migor curah HET per kilo Rp 15.500 ini bisa kita temukan di pasar Soponyono Rungkut Surabaya ada yang sudah dijual sesuai standart HET Rp 15 500 per/kilo ada yang diatas HET Rp 16.000 ada yang Rp 16.500.

“Jadi posisinya sudah mengalami penurunan dari harga yang pernah mencapai Rp 20.000 per/kilo. Hari ini yang kita konformasi ada yang sesuai HET. Yang penting suplainya relatif mengalir, dalam artian ada yang harus order tiga hari sekali mereka bisa mendapat suplai migor,” kata Khofifah Indar Parawansa, usai melakukan pengecekan migor bersama Pangdam dan Kapolda, Kamis (26/5/2022).

Lanjut Khofifah, dari total kebutuhan migor di jatim yang curah 34,5 ribu ton perbulan.

“Produksi ini sudah dilakukan oleh 10 industri migor di jatim total 19,2 ribu ton, jadi masih ada kekurangan suplai yang lain sehingga dalam rapat kordinasi terus melakukan yang dipimpin Pak Menko Marves kami jajaran pemprov bersama pangdam dan kapolda coba memaksimalkan suplai minyak goreng supaya bisa terpenuhi. Karena dari 10 industri yang ada di jatim 19,2 ribu ton per/bulan ini migor,” lanjut dia.

Secara keseluruhan dari monitoring Sinira (Sistem Informasi migor murah) yang terkonfirmasi 116 pasar tradisional pasar di jatim memang kisaran masih antara Rp 16.000 per kilo sampai Rp 16.500 sampai Rp 16.700 per kilo.

“Ini akan menjadi bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan suplai migor curah, kalau suplai lebih besar lagi HET Insya Allah akan lebih bisa merata. Jadi disini antar toko beda harga tapi menemukan toko yang sudah menjual HET Rp 15.500 per kilo untuk migor curah,” tutup Gubernur jatim.

Forkopimda Jatim Lakukan Pengecekan Harga dan Distribusi Migor di Pasar Soponyono Rungkut

Forkopimda Jatim Lakukan Pengecekan Harga dan Distribusi Migor di Pasar Soponyono Rungkut

SURABAYA,- Forkopimda Jawa Timur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Nurcahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Kadis perindag jatim, pejabat utama Kodam V/Brawijaya, pejabat utama Polda jatim dan Satgas Pangan Jatim, Kamis (26/5/2022) pagi melakukan pengecekan harga dan distribusi minyak goreng di Pasar Soponyono, Rungkut, Surabaya.

Gubernur Khofifah mengatakan kami forkopimda jatim hari ini melakukan monitoring dari stok dan posisi minyak goreng terutama minyak goreng curah. Migor curah HET per kilo Rp 15.500 ini bisa kita temukan di pasar Soponyono Rungkut Surabaya ada yang sudah dijual sesuai standart HET Rp 15 500 per/kilo ada yang diatas HET Rp 16.000 ada yang Rp 16.500.

“Jadi posisinya sudah mengalami penurunan dari harga yang pernah mencapai Rp 20.000 per/kilo. Hari ini yang kita konformasi ada yang sesuai HET. Yang penting suplainya relatif mengalir, dalam artian ada yang harus order tiga hari sekali mereka bisa mendapat suplai migor,” kata Khofifah Indar Parawansa, usai melakukan pengecekan migor bersama Pangdam dan Kapolda, Kamis (26/5/2022).

Lanjut Khofifah, dari total kebutuhan migor di jatim yang curah 34,5 ribu ton perbulan.

“Produksi ini sudah dilakukan oleh 10 industri migor di jatim total 19,2 ribu ton, jadi masih ada kekurangan suplai yang lain sehingga dalam rapat kordinasi terus melakukan yang dipimpin Pak Menko Marves kami jajaran pemprov bersama pangdam dan kapolda coba memaksimalkan suplai minyak goreng supaya bisa terpenuhi. Karena dari 10 industri yang ada di jatim 19,2 ribu ton per/bulan ini migor,” lanjut dia.

Secara keseluruhan dari monitoring Sinira (Sistem Informasi migor murah) yang terkonfirmasi 116 pasar tradisional pasar di jatim memang kisaran masih antara Rp 16.000 per kilo sampai Rp 16.500 sampai Rp 16.700 per kilo.

“Ini akan menjadi bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan suplai migor curah, kalau suplai lebih besar lagi HET Insya Allah akan lebih bisa merata. Jadi disini antar toko beda harga tapi menemukan toko yang sudah menjual HET Rp 15.500 per kilo untuk migor curah,” tutup Gubernur jatim.

Kapolda Jatim Menjenguk Anggota Sabhara yang Terkena Lemparan Batu Saat Pengamanan Laga Persahabatan Persebaya Bertemu Persis Solo

Kapolda Jatim Menjenguk Anggota Sabhara yang Terkena Lemparan Batu Saat Pengamanan Laga Persahabatan Persebaya Bertemu Persis Solo

SURABAYA,- Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, didampingi Kabiddokes Polda Jatim Kombes Pol dr.Erwin Zainul Hakim.,MARS, Pejabat Utama Polda Jatim, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan serta Manager Persebaya Yahya Hasan Alkatiri menjenguk Bripda Abdul Wafi, anggota Sabhara Polda Jatim yang mengalami luka di mata sebelah kiri akibat terkena lemparan batu pada saat melakukan pengamanan pertandingan persahabatan Persebaya melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

“Anggota kami ini pada saat bertugas pengamanan sepakbola terkena lemparan batu yang mengenai mata sebelah kiri. Untuk itu kami dengan jajaran polda menjenguk untuk memberikan semangat kepada anggota, memastikan mendapat pengobatan terbaik dan mendoakan semoga cepat sembuh,” kata Irjen Pol Nico Afinta, usai menjenguk anggota sabhara yang dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (25/5/2022).

Kapolda mengatakan dihadapan awak media bahwa Kehadiran kami untuk memastikan persamaan persepsi yaitu olahraga termasuk pertandingan sepak bola adalah baik serta menjunjung sportivitas, kejujuran dan kebersamaan.

“Antara Polri, penonton, pemain sepak bola dan penggiat olahraga mempunyai keinginan yang sama yaitu memajukan olahraga khususnya jawa timur,” tambahnya.

Semua menginginkan olahraga yang sportif tentunya dibutuhkan dukungan semua pihak. Baik masyarakat maupun organisasi sepak bola seperti PSSI maupun yang lain.

“Yang paling penting adalah kita semua harus taat aturan, patuh hukum karena di dalam pertandingan di dalam stadion, Kalau mau menonton ya menunjukan karcis, kalau tidak punya karcis bisa menonton disiaran televisi,” ucapnya.

“Sedangkan disayangkan ada tindakan yang dilakukan oleh oknum masyarakat melakukan pelemparan batu menyebabkan luka pada mata personil polri yang melakukan pengamanan. Bagaimana perasaan keluarganya, ingat kita semua masih saudara, kita semua keluarga besar jawa timur,” lanjutnya.

Sementara untuk pelaku tindak pidana segera diproses. Kemarin sudah ditangkap satu orang dan dibawa ke Polrestabes terkait dengan tindakan anarkis yang sudah dilakukan.

“Tapi saya yakin dan percaya, atas kebersamaan kita, persamaan pemikiran dan tindakan kita kedepan, maka dunia olahraga khususnya di jatim bisa lebih baik lagi,” ucap Kapolda Jatim

“Saya kembali memohon kepada masyarakat pecinta olah raga yo iki dulur dulurmu kabeh, konco koncomu kabeh, duduk musuhmu, kabeh iki sakduluran saklawase” pesan Irjen Nico kepada masyarakat jatim pecinta olahraga terutama suporter sepakbola yang mengandung makna bahwa polri hadir sebagai teman sebagai sahabat dan sebagai saudara untuk mengamankan jalannya pertandingan agar dapat berjalan aman dan lancar.

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu