Forkopimda Jatim Cek Prokes dan Pengaman di Gereja dan Pos Bundaran Waru

Forkopimda Jatim Cek Prokes dan Pengaman di Gereja dan Pos Bundaran Waru

 

Forkopimda Jatim melakukan kunjungan di beberapa gereja dan pos pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kota Surabaya. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melihat langsung jalannya ibadah malam natal.

 

Adapun tiga lokasi yang dikunjungi yakni Gereja Katolik Santo Yohanes Pemandi, Pos Pengamanan Bundaran Waru, dan Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia Jemaat Surabaya.

 

Dalam kunjungannya ke gereja, Forkopimda Jatim menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal kepada umat Nasrani serta mengecek penerapan protokol kesehatan serta pengamanan saat ibadah berlangsung.

 

“Saya, pak Kapolda, pak Pangdam, pak Koarmada 2 dan Pak Kabinda menyampaikan ucapan selamat Natal kepada jemaat yang ada di sini,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gereja Katolik Santo Yohanes Pemandi, Jumat (24/12/2021).

 

Khofifah mengajak masyarakat Jawa Timur, agar Nataru kali ini dapat dijadikan sebagai dorongan penyemangat bersama untuk bangkit dari pandemi Covid-19.

 

“Kita lihat bersama pelaksanaan ibadah di gereja ini berjalan lancar dengan melaksanakan prokes yang cukup baik sehingga menimbulkan energi positif bagi kita bersama,” ucap Khofifah.

 

Setelah pengecekan di tempat ibadah, Forkopimda Jatim bergegas meninjau pos pengamanan di Bundaran Waru yang menjadi pintu masuk dari Kabupaten Sidoarjo menuju Kota Surabaya.

 

Gubernur menyebut bahwa terdapat 50 pos pengamanan, 162 pos pelayanan, dan7 pos pelayanan di rest area se-Jawa Timur. Pos pelayanan di Bundaran Waru sendiri merupakan bagian untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang biasanya saat perayaan tahun baru selalu terjadi kerumunan.

 

“Tidak ada penyekatan di Pos Pengamanan Bundaran Waru, akan tetapi mobilitas bisa dikurangi dengan tetap menjaga protokol kesehatan dengan sangat baik sehingga tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19,” ujar mantan Menteri Sosial itu.

 

Khofifah menjelaskan bahwa di setiap pos pengamanan dan pos pelayanan disediakan mobil vaksinasi maupun Swab antigen atau PCR sehingga memudahkan masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi.

 

“Adanya pos pengamanan dan pos pelayanan ini bisa memberikan perlindungan kepada kita semua, akan tetapi masyarakat juga harus bersama sama menjaga bagimana suasana dapat aman, kondusif dan semuanya tetap sehat saat merayakan Nataru 2021-2022 ini,” tutur Gubernur.

 

Setelah mengecek pos pengamanan Bundaran Waru, Rombongan Forkopimda Jatim melakukan peninjauan di Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia Jemaat Surabaya di Jalan Arjuno, Surabaya.

Polres Batu Datangkan Tim Jibom Brimob Sebelum Pelaksanaan Ibadah Natal

Polres Batu – Polres Batu mendatangkan Tim Jibom Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim untuk lakukan Sterilisasi Gereja yang akan melaksanakan Ibadah Natal 2021 salah satunya Gereja Gembala Baik Kota Batu, Jum’at (24/12/2021).

Dimulai dari Altar, kursi jemaat hingga halaman Gereja tak luput dari sasaran sterilisasi yang dilakukan oleh Tim Gabungan Jibom Brimob dan Polres Batu.

Kasubbag Kerma Bag Ops Polres Batu Ipda Bethel selaku Perwira Pengendali dalam tugas sterilisasi tersebut mengatakan, kegiatan sterilisasi ini dilaksanakan untuk deteksi dini dari ancaman dan gangguan yang tidak diinginkan supaya jemaat yang melaksanakan Ibadah merasa aman dan nyaman.

“Kami menghimbau kepada para jemaat yang melaksanakan ibadah tidak membawa barang yang dapat menimbulkan kecurigaan petugas pengamanan, tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan Inmendagri Nomor 66 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 Natal 2021 dan Tahun Baru 2022,” ujar Bethel.

Ia juga menyampaikan pada saat pelaksanaan kegiatan Ibadah Natal pengamanan dari personel Polres Batu dan Pengamanan Swakarsa.

“Pada saat pelaksanaan Ibadah Natal pengamanan selain dari Gereja ada pula dari personel Polres Batu dan Pam Swakarsa,” pungkasnya. (humasresbatu-N1-bp-kw).

Tinjau Bandara Soetta H-1 Natal, Kapolri Minta Pengawasan Ketat Masa Karantina PPI

Tinjau Bandara Soetta H-1 Natal, Kapolri Minta Pengawasan Ketat Masa Karantina PPI

 

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono, meninjau langsung proses penegakan protokol kesehatan (prokes) terhadap Pelaku Perjalanan Internasional (PPI) yang masuk melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Jumat (24/12/2021).

 

Dalam tinjauannya di H-1 perayaan Natal, Sigit menyatakan ada 14 tahapan yang akan dilewati oleh para pelaku perjalanan internasional ketika masuk ke Negara Indonesia melalui Bandara Soetta. Proses itu dimulai dari pemeriksaan hingga melakukan masa karantina wajib selama 10 hari.

 

“Baru saja kami melaksanakan pengecekan secara langsung untuk mengetahui proses pemeriksaan terkait dengan kedatangan saudara-saudara kita pelaku perjalanan internasional. Secara umum kita lihat ada 14 tahapan yang harus dilalui. Mulai saat masuk kemudian dilaksanakan pemeriksaan awal sampai dengan tahap terakhir diarahkan menuju hotel atau wisma untuk melaksanakan karantina,” kata Sigit usai mengecek langsung di Bandara Soetta.

 

Mantan Kapolda Banten ini menekankan, kepada seluruh petugas atau pihak terkait, untuk benar-benar memastikan bahwa masyarakat yang menjadi pelaku perjalanan internasional harus diwajibkan menjalani karantina selama 10 hari. Demi memastikan PPI tak meninggalkan tempat karantina, Menurut Sigit, selain pengawasan secara manual, harus ada pemanfaatan aplikasi teknologi informasi terkait dengan hal tersebut.

 

“Kemudian memastikan selama 10 hari masa karantina. Maka masyarakat atau pelaku perjalanan harus betul-betul berada di tempat. Oleh karena itu penggunaan aplikasi dan teknologi informasi ditambah pengecekan manual akan diberlakukan. Sehingga kita yakin masyarakat atau pelaku perjalanan internasional tetap berada di tempat,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.

 

Sigit menegaskan, penegakan secara kuat soal proses karantina terhadap PPI sangat penting, lantaran sebagai upaya atau antisipasi mencegah laju pertumbuhan Covid-19 serta masuknya varian baru Covid-19, yakni Omicron di Indonesia. Hal ini juga mencegah terjadinya lonjakan kasus aktif virus corona di dalam negeri pasca-perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

 

“Ini penting. Karena saat ini sedang berkembang varian baru Omicron dan dari info Kemenkes sudah ada delapan kasus yang rata-rata datang dari luar negeri. Dari kondisi ini kita pertahankan agar tertangani dengan baik di masa karantina,” ucap Sigit.

 

Oleh karena itu, Sigit meminta kepada personel TNI-Polri, Satgas Covid-19, petugas bandara dan pihak lainnya yang terlibat, untuk bekerja secara maksimal dan profesional dalam melakukan pemantauan dan pengawasan proses karantina terhadap PPI berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

Sigit memastikan, siapapun pihak yang melakukan pelanggaran terkait dengan aturan masa karantina ini, akan diberikan sanksi tegas. Menurut Sigit, semua hal itu dilakukan demi kepentingan keselamatan masyarakat Indonesia dari virus Covid-19.

 

“Terhadap pelanggaran yang ada silahkan diproses. Sehingga kita yakin seluruh proses berjalan tanpa ada yang dilanggar. Karena ini untuk kepentingan kesehatan yang lain. Varian baru

Irwasum Polri Cek Prokes serta Pengamanan di Tempat Ibadah dan Stasiun

Irwasum Polri Cek Prokes serta Pengamanan di Tempat Ibadah dan Stasiun

 

Jawa Timur – Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto terjun langsung mengecek penegakan protokol kesehatan (prokes) dan pengamanan di tempat ibadah umat nasrani dan stasiun di Kota Surabaya.

 

Kedua tempat yang mendapat kunjungan tersebut yakni Gereja Katedral Hati Kudus Yesus di Jalan Polisi Istimewa, Kota Surabaya dan Stasiun Gubeng Baru di Jalan Gubeng Masjid.

 

Dalam kunjungannya di Gereja, Jenderal bintang tiga yang didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta ini mendapat pemaparan dari Kapolrestabes Surabaya Kombespol Akhmad Yusep Gunawan tentang protokol kesehatan serta pengamanan Gereja saat ibadah misa natal berlangsung.

 

“Dari pemaparan tadi, untuk simulasi penerapan prokes dan pengamanan gereja sangat cukup bagus,” kata Agung saat mengecek area gereja yang nanti malam akan diselenggarakan ibadah misa natal, Jumat (24/12/2021).

 

Agung juga turut mengecek penggunaan peduli lindungi yang telah di sediakan pihak gereja guna memastikan ibadah natal berjalan lancar. Selanjutnya, ia juga masuk ke dalam gereja guna mengecek penerapan prokes didalamnya.

 

“Kesiapan gereja ini dalam menggelar ibadah misa natal dapat menjadi contoh bagi gereja-gereja di kabupaten/kota lainnya,” ucap Agung.

 

Setelah pengecekan di tempat ibadah, mantan Kapolda Jawa Barat itu juga meninjau penerapan protokol kesehatan dan pengamanan di Stasiun Gubeng.

 

Diketahui bersama stasiun Gubeng merupakan tempat berkumpulnya masyarakat yang akan bepergian baik dalam kota maupun keluar kota dengan menggunakan transportasi kereta. Di stasiun ini juga telah disediakan fasilitas vaksin bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.

 

Dalam arahannya, eks Kabaintelkam tersebut meminta kepada Kapolda Jatim beserta jajaran agar selalu berkoordinasi dengan instansi samping agar pelaksanaan Nataru Tahun 2021-222 berjalan lancar.

 

“Pak Kapolda agar jajarannya koordinasi dengan instansi lainnya agar prokes selalu diterapkan di tempat-tempat keramaian terutama saat tahun baru yang biasanya masyarakat banyak berkumpul untuk merayakannya,” ujar Agung yang kemudian membagikan masker kepada masyarakat.

Jelang Nataru Polda Jatim Musnahkan Ribuan Narkoba dan Miras

Polda Jawa Timur bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, serta stakeholder, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Jawa Timur, jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), melakukan pemusnahkan barang bukti Narkoba dan Minuman Keras (Miras) di depan parkir PJR Mapolda Jawa Timur, Kamis (23/12/2021) siang. Pemusnahan ini sebagai realisasi tugas Polri dalam pengungkapan kasus narkoba.

Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan, pemusnahan barang bukti Narkoba dan miras ini hasil operasi dari Satuan Reserse Narkoba Polda Jatim dan Jajaran selama 11 bulan, mulai dari bulan Januari sampai November 2021.

Dalam kurun waktu tersebut, pihaknya mengungkap 5.700 kasus dengan jumlah 7.013 tersangka, dan barang bukti 124,694 kilogram sabu, 43,804 kilogram ganja kering, ekstasi 7,692 butir, psikotropika 2,392 butir, Double L 5,813,907 butir dan 65 gram tembakau sintesis.

“Adapun barang bukti yang dimusnahkan, yakni sabu-sabu sebanyak 27,153 kilogram, ganja sebanyak 18,085 kilogram, ekstasi 1,750 butir, Double L 118.000 butir, tembakau sintetis 65 gram dan 7,320 botol berbagai jenis Miras,” tandasnya Wakapolda Jatim dihadapan awak media.

Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo juga menjelaskan, kegiatan pemusnahan ini merupakan bentuk realisasi tugas Polri dalam ungkap kasus Narkoba, dan keberhasilannya tidak bisa lepas dari peran serta masyarakat.

“Ini menjadi prioritas tugas Ditresnarkoba Polda Jatim. Keberhasilan tidak lepas dari peran elemen masyarakat. Hampir 60 persen pengungkapan dari informasi masyarakat di lapangan,” jelasnya.

Ia berharap, sinergi masyarakat membantu tugas kepolisian dalam mengungkap peredaran Narkoba di Indonesia, khususnya di Jawa Timur dapat terjalin dengan baik demi menciptakan Jawa Timur bebas Narkoba.

“Kami mengharapkan partisipasi masyarakat dalam rangka menekan peredaran narkoba. Kami dari kepolisian tidak bisa melaksanakannya sendiri. Kerja sama antara masyarakat sangat diharapkan untuk tahun tahun ke depan,” pungkasnya.

Ribuan miras berbagai jenis dimusnahkan dengan menggunakan alat berat Tandem roller, sedangkan untuk barang bukti sabu-sabu, ekstasi dan Double L, dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan incenerator (mesin pembakar temperatur tinggi) milik BNNP Jatim.

Sedangkan, dalam kurun waktu 11 bulan dari 5.700 jumlah kasus, sebanyak 5.315 telah diselesaikan perkaranya oleh Ditresnarkoba Polda Jatim dan polres jajaran. Sehingga, prosentase penyelesaian kasus diperkirakan sebesar 93 persen dan sisanya masih dalam proses penyidikan.

Gelar Vaksinasi se-Indonesia, Kapolri Minta Wilayah Berpacu Kejar Target 70 Persen

Jawa Barat – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono, memantau kegiatan akselerasi percepatan vaksinasi yang diadakan di seluruh Provinsi di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, mereka meninjau secara langsung kegiatan vaksinasi yang diadakan di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin ditargetkan dalam kegiatan percepatan vaksinasi ini.

“Terima kasih karena hari ini rekan-rekan semua telah melaksanakan kegiatan vaksinasi serentak. Tadi dilaporkan kurang lebih 5 ribu titik dengan target minimal hari ini 1,2 juta. Apabila ada wilayah kemudian target bisa melebihi, saya berikan apresiasi. Saya akan ikuti sampai sore nanti,” kata Sigit saat menyapa secara virtual kegiatan vaksinasi se-Indonesia bersama dengan para Menteri, Kamis (23/12).

Dalam arahannya, mantan Kapolda Banten ini meminta kepada wilayah yang belum mencapai target vaksinasi 70 persen untuk berpacu dalam mengejar target tersebut dengan melakukan berbagai macam strategi percepatan.

Disisi lain, Sigit mengapresiasi bahwa ada beberapa wilayah di Indonesia yang capaian vaksinasi pertamanya sudah mencapai angka 100 persen. Seperti, DKI Jakarta, Kepri, Yogyakarta, dan Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah vaksin kedua kita rata-rata nasional sudah masuk diangka 40 persen. Walaupun ini bagian dari rata-rata beberapa wilayah yang tentunya masih juga ada yang kurang. Demikian harapan kita bagaimana kemudian wilayah yang masih di bawah 70 persen tolong betul-betul di pacu,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Sigit menyadari, setiap wilayah memiliki tantangan dan kesulitan yang berbeda-beda. Namun, kata Sigit, hal itu bisa diantisipasi dengan modifikasi strategi yang disesuaikan dengan kewilayahan masing-masing.

Menurutnya, akselerasi vaksinasi demi mewujudkan kekebalan komunal sebagaimana target Presiden Joko Widodo (Jokowi), sangat penting terkait pengendalian Pandemi Covid-19. Hal itu juga sebagai upaya antisipasi adanya varian baru Covid-19 yakni, Omicron.

“Jadi tolong yang masih belum, rekan-rekan bisa menanyakan atau kemudian melakukan modifikasi terkait dengan strategi. Karena saya tahu, masing-masing wilayah memiliki kesulitan yang berbeda. Ini perlu dilakukan karena varian baru Omicron, Kepala BNPB sudab sampaikan sudah terdeteksi delapan,” ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit menekankan, akselerasi vaksinasi juga sebagai upaya untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca-libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Karenanya, dalam periode Nataru, Sigit menyampaikan, telah menggelar Operasi Lilin, yang didalamnya disiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan.

“Kita membuat di pos pengamanan dan pos pelayanan untuk bisa melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka mendukung strategi vaksinasi. Kita siapkan gerai vaksin dan di Rest Area kita siapkan pos pengamanan. Pada saat aplikasi PeduliLindungi kemudian deteksi ada masyarakat belum vaksin atau baru vaksin sekali atau terkonfirmasi positif tentunya kita berikan langkah-langkah, yang belum vaksin kita vaksin. Kemudian yang terkonfirmasi kita tempatkan di isolasi sementara kemudian tindaklanjuti apakah kita bawa ke rumah sakit rujukan atau tempat isolasi yang dipersiapkan,” papar Sigit.

Dengan upaya itu, Sigit berharap, di periode Nataru, aktivitas masyarakat dapat berjalan sehingga meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Dan disisi lain, penegakan protokol kesehatan serta pengendalian Covid-19 dapat berjalan dengan baik.

“Kita tetap harus waspada dan menjaga agar laju Covid-19 bisa kita kendalikan dengan menegakan aturan prokes secara ketat, lalu kuat dalam akselerasi percepatan vaksinasi, dan memperkuat langkah-langkah 3M dan 3T. Sehingga, itu semua jadi satu bagian yang harus kita laksanakan didalam operasi Nataru kali ini. Mohon doanya agar rangkaian ini berjalan lancar. Masyarakat bisa laksanakan aktivitas disatu sisi laju Covid-19. pertumbuhannya bisa kita kendalikan,” tutur Sigit.

Sambut Nataru, Kapolres Malang Tinjau Kesiapan Pos Pam Operasi Lilin Semeru

Sambut Nataru, Kapolres Malang Tinjau Kesiapan Pos Pam Operasi Lilin Semeru

POLRES MALANG – Jelang dimulainya Operasi Lilin Semeru, dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2022. Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono melakukan pengecekan di beberapa Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan), Rabu (22/12/2021)

Kapolres menyebutkan, Polres Malang akan melaksanakan Operasi Lilin Semeru mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Sesuai Surat Telegram Kapolri Nomor: STR/1226/XII/OPS.1.1./2021, tanggal 13 Desember 2021 tentang Ops Lilin 2021.

“Peninjauan ini penting, melihat sudah sejauh mana persiapan maupun kelengkapan akomodasi pada setiap pos,” kata Kapolres saat meninjau Pos Pam Exit Tol Singosari, Rabu (22/12).

Bagoes memerintahkan kepada jajarannya agar Pospam Posyan segera diselesaikan mulai dari Pilun, Panel data dan Sarpras.

“Nantinya akan ada empat unit Pos Pengamanan dan satu unit Pos Pelayanan. Antara lain, Pos Pam Exit Tol Singosari, Pos Pam Exit Tol Pakis, Pos Pam Karangkates dan Pos Pam Simpang empat JLS Bantur. Sedangkan untuk Pos Pelayanan berada di Pos Polisi Karanglo, Singosari,” jelasnya.

Bagoes menuturkan, sejumlah personel akan terlibat dalam Pospam dan Posyan. Mulai dari TNI – Polri, Satpol PP, Dishub, Dinkes dan unsur Pam Swakarsa lainnya.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, dalam hal pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022,” tutupnya.

Dihadapan Wisudawan Pati, Kapolri  Bertekad Wujudkan Polri yang Makin Dicintai Masyarakat

Dihadapan Wisudawan Pati, Kapolri Bertekad Wujudkan Polri yang Makin Dicintai Masyarakat

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara pembinaan tradisi pra-pengakhiran dinas Perwira Tinggi (Pati) Polri tahun 2021 di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (21/12/2021).

Dihadapan para Wisudawan Pati, Sigit menegaskan tekadnya untuk terus melanjutkan tongkat estafet para senior terdahulu, guna mewujudkan Polri sebagai institusi yang semakin diharapkan dan dicintai oleh masyarakat.

“Kami bertekad melanjutkan tongkat estafet yang telah diberikan senior-senior kami, sehingga kami betul-betul bisa mewujudkan Polri menjadi institusi yang dipercaya, profesional, dekat dan dicintai masyarakat,” kata Sigit dalam sambutannya.

Tak hanya itu, Sigit menyebut, Polri saat ini juga akan ikut berupaya mewujudkan dari target Pemerintah, dalam rangka menciptakan Indonesia yang tangguh dan tumbuh. Serta melakukan persiapan untuk menuju Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.

“Untuk bisa menghantarkan Indonesia mewujudkan cita-cita Indonesia tangguh dan tumbuh serta masuk Indonesia emas tahun 2045,” ujar Sigit.

Mantan Kapolda Banten ini mengapresiasi kerja keras dan pengabdian yang menorehkan tinta emas dari seluruh senior ketika bertugas di Korps Bhayangkara. Sebagai penerus, Sigit menekankan, bakal melanjutkan hal baik yang sudah ada dan akan terus melakukan perbaikan dari segala kekurangan.

Sigit menyadari, tantangan menjalankan tugas sebagai anggota Kepolisian terus menerus mengalami perubahan dan semakin kompleks. Sebab itu, Sigit menyatakan, Polri harus mampu melakukan adaptasi dengan segala perkembangan zaman dan lingkungan strategis yang ada.

“Sehingga kita bisa terus menyesuaikan dan eksis sebagai suatu lembaga atau institusi modern untuk bisa menyesuaikan apa yang menjadi harapan masyarakat. Sebagaimana pendapat ahli bahwa yang mampu bertahan hidup bukan yang terkuat dan cerdas, namun dialah yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan. Hal ini harus kita pertahankan untuk menjaga dan membawa Tribrata untuk kita kibarkan lebih tinggi,” ucap Sigit.

Tekad bulat menjadi institusi yang semakin dicintai masyarakat, menurut Sigit, telah dituangkan dengan konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan).

“Tentunya yang kami lakukan ini tak lepas dari Road Map yang telah ditoreh oleh senior-senior. Dan kami melakukan penyesuaian untuk terus beradaptasi dan menempatkan Polri menjadi institusi yang selalu eksis. Kami memohon bimbingan dan saran dari senior agar bisa mengawal strategi kami untuk diimplementasikan dan diwujudkan dengan baik,” tutur eks Kabareskrim Polri itu.

Lebih dalam, Sigit mengatakan bahwa, saat ini Polri diberikan tugas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berada di garis terdepan dalam melakukan penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia. Tugas itu harus bisa berjalan beriringan dengan tugas pokoknya sebagai bhayangkara yang melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat.

Seluruh tugas itu, kata Sigit, dijawab dengan pengendalian Pandemi Covid-19 yang dewasa ini terus membaik. Hal itu tentu kerja keras dari seluruh personel kepolisian bersama dengan TNI, instansi terkait dan seluruh lapisan masyarakat.

“Alhamdulilah hari ini berkat kerja keras seluruh elemen masyarakat membantu Polri yang berada di lini terdepan. Laju Covid-19 bisa dikendalikan,” kata Sigit.

Bahkan di tengah Pandemi, Sigit menyampaikan, Indonesia telah mampu menyelenggarakan beberapa event nasional dan internasional dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan kesehatan. Mulai dari PON di Papua, Superbike di Sirkuit Mandalika, NTB, pelaksanaan G20. Peparnas Papua, IAWP, dan IBF 2021.

Menurut Sigit, keberhasilan penyelenggaraan itu dengan tetap memperhatikan keamanan dan kesehatan, akan memberikan dampak positif dari pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi membaik, di kuartal II kita ada di angka 7 persen, kuartal III kita ada 3,51 persen. Diharapkan Covid-19 ini bisa dikendalikan walaupun ada varian Omicron kita harap ada diangka 4,5 hingga 5 persen,” jelas Sigit.

Polri, kata Sigit, dewasa ini juga harus mampu beradaptasi menghadapi perkembangan informasi di era 4.0 dan society 5.0. Dimana, pada zaman ini, kmasyarakat lebih dapat memberikan perhatian lebih kepada institusi dalam memberikan pelayanan khususnya di media sosial (medsos).

Dengan perkembangan tersebut, Sigit menekankan, apabila dalam pelaksanaan tugas tidak berjalan dengan baik dan masih ditemukan pelanggaran, maka hal tersebut akan sangat memengaruhi tingkat kepercayaan publik, khususnya Polri.

Hal itu, menurut Sigit terbukti dengan munculnya beberapa Hastag yang berkaitan dengan pandangan masyarakat terhadap Polri. Namun, Sigit memastikan, semua hal itu dijadikan masukan dan evaluasi agar Korps Bhayangkara kedepannya semakin baik serta dicintai oleh masyarakat.

Tak hanya itu, Sigit memaparkan, untuk pertama kalinya, Polri menggelar lomba mural dan orasi unjuk rasa kepada masyarakat. Tujuannya, agar aspirasi dan kebebasan berekspresi warga dapat tersalurkan. Menurutnya, itu juga sekaligus representasi bahwa Pemerintah dan Polri tidak anti-kritik.

Ia pun bersyukur, kegiatan itu mendapatkan sambutan positif dari seluruh kalangan. Bahkan, saat ini, Polri mendapatkan tingkat kepercayaan publik yang terus menerus meningkat.

“Beberapa waktu lalu tingkat kepercayaan publik sempat menurun. Namun Alhamdulilah dari survei nasional kemarin, Polri berada di 80,20 persen yang menurut mereka ini angka tertinggi selama beberapa tahun terakhir. Dan beberapa survei yang lain dari Charta Politika dan Populi kCenter yang menempatkan polisi menjadi lembaga paling dipercaya nomor 3 dan peringkat pertama lembaga penegak hukum. Ini semua merupakan hasil dari kerja keras seluruh anggota dan dukungan senior yang memberikan masukan untuk berbenah, kita tak bisa berada di zona nyaman atau kita yang tertinggal,” papar Sigit.

Dalam kesempatan ini, Sigit juga menegaskan bahwa, saat ini sedang fokus menerapkan kompetensi Leadership dan etika bagi seluruh personel kepolisian. Dengan begitu, ia berharap, setiap anggota Polri, memiliki jiwa kepemimpinan yang melayani semua kalangan.

“Ini kita terus kembangkan dalam rangka memperbaiki Polri ke depan. Punishment akan kita berikan untuk yang tak mampu dan reward menjadi kewajiban terhadap anggota Polri yang berprestasi dan berubah untuk membawa institusi kita tercinta lebih baik. Mohon dukungan untuk melanjutkan apa yang sudah ditoreh dan dipersiapkan seluruh senior yang ada. Ada pepatah senior mungkin bisa pensiun dari posisi Polri, tapi kita yakin senior tak berhenti untuk berkontribusi dan memberikan sumbangan pengabdian untuk masyarakat, bangsa dan negara di luar Polri. Banyak bidang pengabdian. Dan kami yakin Polri tak sendiri bekerja, karena senior senantiasa mengawal di luar. Kepada seluruh senior hormat gerak,” kata Sigit.

Tak lupa, Sigit menyempatkan untuk menghaturkan duka cita yang mendalam kepada enam senior yang telah mendahului. Diantaranya, Irjen Pol (Purn) F.F.J. Mirah, Irjen (Purn) Widodo Eko Prihastopo, Irjen (Purn) Alex Sampe, S.H., Brigjen (Purn) Awan Samodra, Brigjen (Purn) Nur Saptono Djuhartono, M.H., serta Brigjen (Purn) Zulkifli.

Acara ini diikuti oleh 203 Wisudawan Perwira Tinggi Polri yang terdiri atas 3 wisudawan berpangkat Jenderal, 13 wisudawan berpangkat Komjen, 101 wisudawan berpangkat Irjen, dan 86 wisudawan berpangkat Brigjen. Yang telah berhasil menyelesaikan masa pengabdian selama kurang lebih 35 tahun di institusi Polri.

Bukan Hanya Kunjungi Gereja, Forkopimda Jember Juga Sidak Mall dan Stasiun Jelang Nataru

JEMBER – Menjelang Perayaan Hari Natal dan Tahun Baru , Forkopimda Kabupaten Jember bukan hanya cek tempat ibadah dalam kesiapan penerapan sarana protokol kesehatan di Kabupaten Jember,namun juga beberapa Fasilitas umum.

Seperti telah dilakukan oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Jember pada Selasa (21/12/2021), dengan dipimpin langsung Bupati Jember H. Hendy Siswanto, Dandim 0824 Jember Letkol. Inf. Batara C Pangaribuan, Kapolres Jember AKBP. Arif Rachman Arifin,mengunjungi Stasiun, Terminal dan Pusat Perbelanjaan yang ada di Jember.

Dalam sidak di beberapa fasum dan pusat keramaian, Forkopimda Jember melihat fasum dan pusat keramaian sudah terpenuhi Sarana dan Prasarana Protokol Kesehatan, mulai dari tempat cuci tangan, aplikasi PeduliLindungi, serta penerapan protokol kesehatan lainnya.

“Alhamdulillah Stasiun dan Mall di Jember sudah memiliki sarana dan prasarana yang menunjang protokol kesehatan, saya berharap tidak sekedar menjadi pajangan saja, tapi benar benar diterapkan saat ada pengunjung atau penumpang, sehingga pencegahan penyebaran covid benar benar dijalankan di sini (Jember, red),” ujar Bupati Jember H. Hendy Siswanto.

Selain Stasiun dan Mall, jajaran Forkopimda Jember juga melakukan pengecekan pengamanan gereja, tidak hanya tentang sarana protokol kesehatan, sarana pengamanan seperti alat metal detector juga dicek, hal ini untuk mengantisipasi adanya oknum oknum tidak bertanggung jawab yang berusaha membuat situasi Jember tidak kondusif.

Hal ini disampaikan Kapolres disela sela sidak bersama dengan Forkopimda Jember saat ditanya terkait persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru.

“Sejauh ini, pengamanan di tempat tempat ibadah sudah cukup mumpuni, namun meski demikian kita tidak boleh lengah, situasi kondusif di Jember harus tetap terjaga, dan kami dari TNI dan Polri akan mengawal pengamanan ini dengan menempatkan pasukan di seluruh gereja, sehingga bisa memberikan rasa nyaman kepada jemaat yang sedang menjalankan ibadah natal,” ujar Kapolres Jember AKBP. Arif Rachman Arifin yang ikut dalam sidak tersebut.

Sidak ini sendiri juga diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Jember, seperti Kabag Ops Kompol Moch. Thoha, Kasat Samapta AKP. Eko Basuki T, Kasatlantas AKP. Enggar Laufria, Kasatpol PP Pemkab Jember M. Faruk dan Kepala Bakesbangpol Drs. Edy B Susilo. (***19/hms)

Kapolres Mojokerto Cek Terminal Kertajaya

Mojokerto – Menjelang libur hari Natal dan tahun baru Polres Mojokerto bersama instansi terkait melakukan pengecekan Terminal Kertajaya hari ini Selasa 21/12/21.

Kapolres Mojokerto Akbp Apip Ginanjar S.I.K M.Si dengan di dampingi para pejabat utama dan dari instansi terkait yaitu Dinas Perhubungan Kasatgas Terminal bapak Akhmad Yasid. S.Sos melaksanakan pengecekan Pos Pengaman yang dipersiapkan pada saat Natal dan Tahun Baru 2022 di Terminal Kertajaya Mojokerto.

Kapolres menerangkan kami dari Polres Mojokerto dan Instansi terkait melakukan pengecekan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan,di sini kami mengecek mulai dari kesiapan baik itu peduli lindungi dan untuk kelayakan kendaraan yang sudah di cek oleh Dishub maupun kelayakan dari Terminal itu sendiri.

Selain itu kami melihat bahwa Terminal Kertajaya belum ada tempat Vaksin kedepan nanti akan kami siapkan tempat Vaksin Mobile sehingga dapat memudahkan pelayanan kepada masyarakat yang belum di vaksin.”terang Kapolres.”

Untuk personil yang kami turunkan dalam pengamanan Hari Natal dan Tahun Baru 2022 ini sebanyak 350 Personel yang nanti kami siapkan di 5 Pos Pengamanan dan 1 Pos Pelayanan.

Semua titik titik rawan menjadi atensi kami dalam pengaman Nataru ini,karena masih dalam kondisi pendemi Covid 19 jangan sampai ada kerumunan kerumunan sehingga kegiatan bisa berjalan dengan baik.”tambahnya.”

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu