Pengamanan KTT G20, Polri Gunakan Face Recognition


Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menggelar latihan pra Operasi Puri Agung 2022 dalam rangka pengamanan pelaksanaan presidensi KTT G20 di Bali. Latihan hari kedua ini yakni dengan melakukan simulasi di beberapa tempat yang mempunyai potensi kerawanan.

Latihan ini dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono yang didampingi oleh Dankor Brimob Polri Komjen Pol Anang Revandoko, Asops Polri Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.

“Tadi kita langsung melihat simulasi-simulasi di lapangan melalui command center dan bisa mengontrol semuanya di sana,” kata Wakapolri di Command Center Polda Bali, Jumat (4/11/2022).

Melalui command center tersebut, kata Wakapolri, pihaknya bisa mengetahui dimana ploting anggota serta sarana dan prasarana yang sudah ditempatkan. Selain itu, command center juga dilengkapi dengan teknologi face recognition, sehingga jika nantinya ada Daftar Pencarian Orang (DPO) Kepolisian dan orang yang dicurigai langsung bisa melakukan tindakan.

“Command center ini juga menggunakan face recognition sehingga jika ada satu DPO yamg kita curigai di tempat tersebut kita bisa mengambil langkah-langkah apa yang kita lakukan sesuai cara bertindak yang kita siapkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gatot menuturkan, Polri akan terus melakukan evaluasi dalam latihan ini terhadap kekurangan-kekurangan yang masih ada. Latihan ini masih terus dilakukan hingga Sabtu besok, 5 November 2022.

Gatot menambahkan, Polri juga menyiapkan latihan tactical floor game dan tactical digital game layaknya metaverse. Hal ini dilakukan agar rencana pengamanan yang disiapkan bisa berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

“Sehingga pelaksanaan presidensi G20 mulai daru persiapan, pada saat dan pasca bisa berjalan aman lancar dan tak ada gangguan,” ujarnya.

Terhadap rekayasa lalu lintas, jenderal bintang tiga ini menyampaika sudah disiapkan. Pihaknya akan terus menyosialisasikan masyarakat agar tidak menimbulkan kemacetan jika nantinya ada rombongan VVIP melintas.

“Ada edaran akan kita sosialisasikan sehingga masyarakat bisa memahami ketika rombongan lewat, ada alternatif jalan yang disiapkan sehingga tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas,” katanya.

Tak hanya pengamanan di Bali, Wakapolri juga menegaskan Polri tetap mengantisipasi potensi kerawanan di seluruh wilayah di Indonesia. Pengamanan dilakukan dengan bersinergi dan berkoordinasi dengan TNI dan stakeholders lainnya.

“Saya menyampaikan daerah lain untuk mengantisipasi potensi kerawanan. Contoh hari ini ada demo di Jakarta kita sudah siapkan pengamanannya. Kita tetap menjaga keamanan dalam negeri bersama TNI dan stakeholders terkait termasuk masyarakat,” katanya.

Dukung Wajib Belajar Pak Bhabin Polres Ponorogo Berbagi Buku Tulis

PONOROGO – Tanamlah kebaikan selagi kita masih diberikan hidup di dunia itulah yang dilakukan seorang Polisi Bhabinkamtibmas Polres Ponorogo.

Mendukung wajib belajar dan peduli terhadap anak sekolah, Bhabinkamtibmas Polres Ponorogo ini menanam kebaikan dengan membagikan buku tulis kepada anak sekolah Dasar (SD) di desa binaannya, Kamis (03/11/2022)

Dia adalah Bripka Suharsono dimana saat ini berdinas di Polsek Pulung menjadi Bhabinkamtibmas Desa Karangpatihan.

Bripka Suharsono dikenal oleh warga masyarakat Ds. Karangpatihan Kec. Pulung Kab. Ponorogo sebagai sosok Polisi Bahabinkamtibmas yang religius, baik, ramah dan bertanggung jawab.

Hal itu terlihat keaktifan Bripka Suharsono saat bersosial dengan masyarakat di desanya. Salah satunya menyambangi sebuah Sekolah Dasar Negeri 2 Karangpatihan untuk membagikan buku tulis kepada 73 murid pada sekolah tersebut

Hal tersebut bukan lagi menjadi hal yang spesial bagi para guru,. “Karena sepertinya kegiatan itu menjadi agenda rutin Bripka Suharsono, hampir setiap bulan dia menyambangi murid murid kami memberikan berbagai alat tulis,” kata Bu Wati salah seorang Guru di SD tersebut.

Wati mengungkapkan bahwa Bripka Suharsono adalah sosok Polisi yang baik, Sopan, ramah dan familiar.

Dia berharap apa yang dilakukan Bripka Suharsono ini bisa menjadi cermin bagi polisi polisi lain untuk peduli terhadap generasi penerus bangsa.

“Walaupun hanya buku tulis, kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pak Harsono ini, yang sudah peduli kepada murid murid kami,” ungkapnya

Sementara itu Bripka Suharsono mengaku bahwa pembagian buku tulis kepada anak sekolah dasar itu memang rutin dilaksanakan setiap bulannya. Buku Tulis tersebut dia beli dari uang pribadinya.

“Jika ada rejeki kami sisihkan sedikit, untuk bulan ini saya belikan buku tulis, kemudian buku tulis itu saya bagikan kepada adek adek sekolah dasar negeri 2 Karangpatihan,” katanya.

Sementara itu Kapolres Ponorogo AKBP Catur C. Wibowo, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Pulung Iptu Hariadi sangat mengapresiasi apa yang dilakukan anggotanya itu. Dia menjelaskan bahwa anggota harus bisa menanam kebaikan dimana pun dia bertugas.

“Hal tersebut sesuai dengan arahan pimpinan yaitu Bapak Kapolres dan apa yang dilakukan Bripka Suharsono Bhabinkamtibmas Ds. Karangpatihan ini patut kami berikan apresiasi,” pungkasnya

Polres Trenggalek Salurkan Bantuan Peduli Bencana dari Polda Jatim

TRENGGALEK – Kepolisian Resor Trenggalek menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang menjadi korban bencana alam di Kabupaten Trenggalek. Bantuan berupa ribuan kilogram beras ini didistribusikan melaui Polsek jajaran untuk selanjutnya diserahkan kepada warga yang berhak.

Seremonial penyerahan bantuan tersebut digelar dihalaman Mapolres Trenggalek yang diikuti oleh seluruh perwakilan Polsek yang ada di jajaran Polres Trenggalek lengkap dengan kendaraan dinas untuk mengangkut bantuan tersebut.

Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino melalui Wakapolres Kompol Haryanto, S.H., S.I.K., M.M. menuturkan, beras tersebut merupakan bantuan sosial dari Polda Jatim yang diberikan khusus kepada warga Kabupaten Trenggalek yang baru saja tertimpa benjana alam banjir dan tanah longsor.

“Iya betul. Ada 200 sak beras masing-masing 10 Kg yang serahkan kepada Polsek jajaran untuk dibagikan kepada warga yang tetimpa bencana alam baik banjir maupun tanah longsor,” ujar Kompol Haryanto.

Untuk memperlancar proses pendistribusian, lanjut Kompol Haryanto, pihaknya meminta agar Polsek jajaran melibatkan Bhabinkamtibmas yang mengetahui secara detail siapa saja warga yang memang layak dan berhak mendapat bantuan.

Sementara itu di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto membenarkan bahwa Polda Jawa Timur mengirimkan lebih kurang 200 sak beras dengan berat masing-masing 10 kilogram.

“Sudah didistribusikan ke Polres Trenggalek selanjutnya disalurkan ke warga Kabupaten Trenggalek yang beberapa waktu lalu terdampak banjir dan tanah longsor,”ujar Kombes Dirmanto di Balai Wartawan Bid Humas Polda Jatim,Jumat (4/11).

Kabid Humas Polda Jatim menyebutkan,informasi dari Polres Trenggalek berdasar data di lapangan bencana banjir dan tanah longsor dalam skala luas melanda Trenggalek pada Selasa (18/10) bulan lalu ada sedikitnya 30 desa di lima kecamatan yang terendam.

“Sementara longsor terjadi sporadis di 65 titik lokasi yang tersebar di 23 desa delapan kecamatan,ini informasi yang kami terima dari BPBD Kab Trenggalek,”ujar Kombes Dirmanto.

Mewujudkan kepedulian terhadap sesama, lanjut Kombes Dirmanto pihak Polda Jatim memberikan bantuan untuk warga yang terdampak bencana tersebut.

Bahkan dalam peristiwa bencana itu, Pemkab Trenggalek menetapkan status tanggap darurat bencana.

Untuk itu kata Kombes Dirmanto, Polda Jatim melalui satuan wilayahnya dalam hal ini Polres Trenggalek memastikan hadir di tengah masyarakat dengan kesiap siagaannya turut menangani terjadinya bencana tersebut.

“Ini adalah wujud kepedulian Polri kepada warga yang tertimpa musibah. Semoga bisa membantu meringankan beban.”pungkas Kabid Humas Polda Jatim. (**)

Kapolresta Sidoarjo Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan di Porong

SIDOARJO – Kamis pagi (3/11/2022) Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro mendatangi korban tragedi Kanjuruhan di Desa Kesambi, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Kedatangan Kapolresta Sidoarjo tersebut untuk melakukan anjangsana serta memberikan bantuan kepada korban tragedi Kanjuruhan Malang.

Disambut oleh keluarga Korban, Kapolresta Sidoarjo bersama Kasat Intel dan Kasidokkes Polresta Sidoarjo melihat kondisi korban yang tengah terbaring di ranjang tempat tidur. Tim Dokkes Polresta Sidoarjo juga melakukan pengecekan terhadap kondisi korban.

“Kesehatan kami ( Dokkes Polresta Sidoarjo) juga sudah mengecek bagaimana kondisinya, memang sekali lagi perlu waktu untuk pemulihan,” Terang Kapolresta Sidoarjo kepada awak media.

Kapolresta Sidoarjo juga memberikan santunan kepada keluarga dan korban untuk meringankan beban. Sementara itu, Pihak keluarga menyampaikan terimakasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Kapolresta Sidoarjo. “Kami berterima kasih kepada bapak Kapolres karena telah menyempatkan waktu untuk datang dan memberikan bantuan kepada putra kami,” Ujar orang tua korban.

Dikesempatan yang sama Kapolsek Porong Kompol Rochsulullah memberikan semangat kepada korban agar lekas sembuh dan sehat seperti sedia kala. Keluarga dan masyarakat setempat mengapresiasi kunjungan yang dilakukan Kapolresta Sidoarjo dan rombongan ke rumah korban.
(*)

Polres Situbondo Tingkatkan Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana Alam

SITUBONDO – , Memasuki musim penghujan, Polres Situbondo menyiapkan sarana prasarana untuk kegiatan penanggulangan bencana alam.

Selain itu menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu ini, personel dari beberapa satuan fungsi juga disiagakan untuk cepat tanggap terhadap kondisi alam yang sewaktu – waktu tidak bersahabat di musim penghujan.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Kapolres Situbondo AKBP Dr.Andi Sinjaya,S.H,S.I.K,M.H saat apel gabungan kesiapsiagaan penanggulangan bencana Hidrometeorologi beberapa waktu lalu.

Menindaklanjuti hal tersebut kali ini Satlantas Polres Situbondo kembali menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang dipimpin Kasat Lantas AKP Anindita Harcahyaningdyah, S.I.K., Kamis (3/11/2022).

Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Anindita Harcahyaningdyah, S.I.K. mengatakan bahwa apel kesiapsiagaan ini dilakukan untuk mengecek dan memastikan kembali kesiapan seluruh personel Satlantas, kendaraan pendukung operasional dan peralatan personil dalam pelaksanaan tugas evakuasi dilapangan.

“Menekankan bahwa memasuki musim hujan seluruh personel Satlantas lebih meningkatkan kewaspadaan guna monitoring situasi arus lalu lintas di jalur Pantura,”ungkap AKP Anindita.

Dia juga mengatakan bahwa jalur yang terbentang sepanjang 110 km di wilayah hukum Polres Situbondo ada beberapa titik lokasi yang rawan terjadi bencana seperti longsor, pohon tumbang ataupun banjir.

“Kesiapsiagaan anggota sangat penting guna memastikan jalur Pantura Situbondo tetap lancar mulai Banyuglugur hingga kawasan hutan Baluran Banyuputih,“pungkas AKP Anindita. (*)

Dukung KTT G20 Polresta Banyuwangi Ajak Para Pendekar Jaga Kondusifitas di Bumi Blambangan

BANYUWANGI : – Polresta Banyuwangi gencar melaksanakan konsolidasi dengan seluruh elemen masyarakat dalam rangka menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang pelaksanaannya tinggal menghitung hari.

Kali ini, Korps Bhayangkara ujung timur Pulau Jawa ini menggelar silaturahmi dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan pimpinan perguruan Pencak Silat se-Kabupaten Banyuwangi di Gedung Rupatama Wira Pratama Polresta Banyuwangi, Rabu (2/11/2022).

Dalam ajang silaturahmi tersebut, para pimpinan pendekar seantero Bumi Blambangan berikrar mendeklarasikan dukungannya untuk turut serta menyukseskan KTT G20 Bali.

Mereka bersepakat bersama-sama menjaga kondusifitas ditengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa mengatakan, dengan adanya rencana kegiatan KTT G 20 di Bali pada 15 -16 mendatang, diharapkan seluruh perguruan silat se-Kabupaten Banyuwangi dapat bersatu menjadi garda terdepan untuk ikut menjaga situasi yang aman dan kondusif.

“Banyaknya jumlah perguruan silat di Kabupaten Banyuwangi, kami yakin seluruh anggotanya (para pendekar) bisa membantu mengamankan jalannya KTT G20 Bali dengan menjaga kondusifitas di tengah masyarakat,” kata Kombes Deddy, Kamis (3/11/2022).

Dia juga berharap agar tidak ada lagi perselisihan antar perguruan silat di Banyuwangi. Wilayah yang kondusif, kata Agus, dapat menjadi magnet para investor untuk berinvestasi.

“Hidup bukan kompetisi namun sebagai komunikasi. Mari bersatu Jogo Banyuwangi, Jogo jatim, untuk Indonesia maju, NKRI harga mati,” ucap Kombes Deddy.

Diketahui dalam kegiatan tersebut Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa didampingi PJU Polresta Banyuwangi, Ketua Bidang Organisasi KONI Banyuwangi H M Nurrohim, Ketua Harian IPSI Banyuwangi Janoto, beserta Ketua dan pimpinan perguruan silat se Kabupaten Banyuwangi.

Mereka bersama-sama berikrar mendeklarasikan dukungan suksesnya KTT G20 Bali.

1. Menolak dan mengecam keras aksi anarkisme dan intoleransi berita hoax dan tindakan profokatif yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

2. Bersama sama segenap elemen masyarakat mengawal din mendukung penuh demi suksesnya pelaksanaan KTT G 20 tahun 2022 di Bali

3. Berkomitmen untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kab. Banyuwangi guna suksesnya KTTG 20 tahun 2022 di Bali

4. Berperan aktif dan konstruktif mensukseskan KTT G 20 tahun 2022 di Bali dari Banyuwangi untuk Indonesia Maju

5. Siap mendukung penuh kesuksesan KTT G 20 tahun 2022 di Bali guna meningkatkan kepercayaan dunia dan dapat menjaga dan menumbuhkan perekonomian Indonesia.

Jogo banyuwangi, Jogo Jatim, untuk Indonesia maju, NKRI harga mati, Merdeka. (**)

apolda Jatim Silaturahmi dan Diskusi Bersama Rektor se-Jatim Membahas Penanganan Narkoba dan Tragedi Kanjuruhan


SURABAYA,- Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Hermanto, bersama Waka Polda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, didampingi pejabat utama (PJU) polda jatim, Kamis (3/11/2022) siang, menggelar silaturahmi dengan Forum Rektor se Jawa Timur. Yang dilaksanakan di Lobby Lantai 2 Gedung Patuh, Mapolda Jatim.

Silaturahmi Kapolda Jatim bersama Forum Rektor se-Jawa Timur tersebut diikuti sebanyak 23 Rektor Universitas Se-Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut juga ada beberapa pembahasan.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas dan kerjasama serta untuk menyamakan persepsi antara Polda Jatim dengan Universitas Se-Jawa Timur.

Diharapkan para rektor dapat memberikan saran dan masukan kepada Polda Jatim dalam penanganan Narkoba dan Kasus di Stadion Kanjuruhan Malang, sehingga Polda Jatim dapat melaksanakan tugas Kepolisian dengan baik serta kepercayaan publik terhadap Polri dapat pulih kembali.

Selain silaturahim, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab terkait langkah yang akan diambil dan sebagai bahan masukan dalam menentukan kebijakan terkait pelaksanaan tugas Kepolisian yang bersumber dari para Akademisi.

Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Hermawan, saat memberikan sambutan menyampaikan, selaku warga baru di jawa timur, dan saya juga berharap bisa diterima di kalangan akademisi bapak dan ibu rektor. Dan kami yakinkan karena kami juga butuh akademisi.

Beberapa hal yang memang tentunya kenapa kami juga harus bersilaturahim. Satu sisi dalam hal memelihara Kantibmas, tentunya juga semua punya peran.

Ada beberapa hal yang akan saya sampaikan, pertama masalah narkoba. Bahwa narkoba identik dengan radikalisme atau terorisme dan korupsi.

“Secara menyeluruh kita harus perduli dengan ini ketimbang nanti seluruh keturunan kita terdampak masalah narkoba,” kata Kapolda Jatim, Irjen Toni Hermanto, dalam sambutannya.

Sebelum kami disini anak belasan tahun kita tangkap dan kita cek urine ternyata positif. Anak 12 – 14 tahun sudah konsumsi itu. Kemudian ini sudah bukan dikalangan menengah keatas dan konsumsi itu sabu.

“Tetapi justru di grass root ini realitas yang sungguh menyedihkan. Saya juga ingin memerankan bapak dan ibu rektor untuk bisa memerangi ini,” tambahnya.

Kami juga perlu mendapat masukan masukan terkait dengan ini, menghawatirkan terkait dengan narkoba. Benar tidak terlihat namun menghancurkan, inilah yang memang menjadi perhatian kita.

“Saya juga tidak pernah kompromi dengan anggota saya yang seperti ini. Sudah banyak ratusan anggota saya yang saya pecat,” tegas dia.

Kemudian terkait dengan Tragedi Kanjuruhan, kami sudah meminta maaf betul saat kami datang kami besuk. Pada saat dua minggu lalu saya datang disini langsung terbang ke malang keluarga korban, selaku pimpinan di jatim saya meminta maaf.

“Tetapi satu sisi yang juga perlu kami memohon bantuan andil dari bapak ibu rektor, ini terkait dengan masalah penuntutan penuntutan. Kami juga sadar beberapa permasalahan di tengah kepolisian mendegradasi betul tentang trast publik kepada kita,” bebernya.

“Satu sisi kita sudah betul betul masif untuk terus memperbaiki citra ini, masih banyak polisi yang baik. Jadi berita ini menuntut kebaikan kebaikan anggota polri yang masih punya dedikasi dan integritas,” pungkasnya

Polda Jatim Bongkar Sindikat Produsen dan Pengedar Uang Palsu


Polda Jatim bongkar sindikat produsen dan pengedar Uang Palsu (Upal) dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam pengungkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan 11 orang tersangka dan mengamankan lembaran kertas Upal siap edar sebanyak 808, 6 juta.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto bersama instansi terkait, merilis hasil pengungkapan tindak pidana Upal, pada Kamis (3/11/ 2022) di depan gedung Mahameru Mapolda Jatim.

Dalam ungkap tersebut Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto bersama Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim dan Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, serta dihadiri oleh Kepala Koordinator Wilayah (Korwil) BI Jawa Timur Budi Hanoto dan instansi lainnya dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Bea Cukai Jawa Timur.

Dalam pengungkapan tersebut, Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho menjelaskan. Para pelaku yang berhasil di tangkap ini telah beroprasi selama 1 bulan mulai Maret sampai dengan April 2022 dan berhasil mencetak uang palsu sebanyak 2 milyar, namun para pelaku sudah mengedarkan sebanyak 1,2 milyar, sisahnya sebanyak 800 juta telah diamankan Polisi sebagai barang bukti. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti mesin cetak beserta prangkatnya, yang digunakan pelaku untuk mencetak Upal.

“Kami pada 14 Oktober menerima laporan dari rekan-rekan BRI terkait temuan uang palsu, kurang lebih 4 juta, yang langsung kami tindaklanjuti sejak tanggal 14 sampai 1 November 2022,” paparnya AKBP Agung.

“Kita sudah mengamankan 11 tersangka, mulai dari pengedar uang palsu, manajer produksi uang palsu dan pendana. Dari 11 tersangka pembuat uang palsu, kita amankan di beberapa tempat, di Kediri lalu kami kembangkan kembali di wilayah Jawa Tengah, di Jakarta dan kita kembangkan lagi ternyata pabriknya di Cimahi, Jawa Barat,” ungkapnya Kapolres Kediri.

Sementara itu, Budi Hanoto, kepala perwakilan BI Jatim menyampaikan terimakasih kepada jajaran Polri, terutama Polda Jawa Timur, Polres Kediri, atas gerak cepat dan kerja keras dalam pemberantasan uang palsu ini.

Budi menjelaskan. Sesuai dengan UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, rupiah itu satu-satunya alat yang sah untuk transaksi pembayaran. Rupiah itu merupakan simbol kedaulatan negara, sebagaimana simbol-simbol yang lain.

“Oleh karena itu, kita wajib menghormati dan melindungi. Dengan adanya peredaran uang palsu, itu sama saja merendahkan kehormatan rupiah dan merupakan tindakan melawan hukum,” tutur Budi Hanoto.

“Kami siap mendukung Pak Kapolda dalam pemberantasan uang palsu ini. Nanti dalam prosesnya kami bersedia jadi saksi ahli dan juga untuk beberapa proses lain kita bisa bersinergi,” paparnya.

Lebih lanjut budi menjelaskan, Bank Indonesia ini sebetulnya telah menerbitkan, mengedarkan uang kertas dengan tahun edar yang baru, itu dilengkapi dengan keamanan-keamanan. Sehingga, sangat susah untuk dipalsukan.

“Ingat 3D ya, dilihat, diraba dan diterawang itu semua tanda-tandanya ada. Yang palsu ini tentu tidak memenuhi syarat itu, jadi kewaspadaan perlu ditingkatkan dengan sosialisasi yang baik, kita bisa menanggulangi dan mencegah praktek-praktek uang palsu,” pesannya.

“Bank Indonesia mengimbau kepada masyarakat, jangan pernah takut untuk melapor apabila menemukan uang palsu. Karena, sesuai dengan undang-undang malah kalau mendiamkan, itu bisa didakwa juga. Oleh karena itu laporkan, dan Bank Indonesia siap menerima keluhan masyarakat, ” pungkasnya Kepala Korwil BI Jatim.

Hadiri Peresmian RSMBS, Kapolri: Faskes yang Memadai Wujudkan Indonesia Maju 2045

Bandung— Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS) pada Kamis 3 November 2022.

Dalam sambutannya, Kapolri mengapresiasi Muhammadiyah yang terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan membangun rumah sakit. Sigit lalu mengutip perkataan mantan PM Inggris Winston Churchill, bahwa warga negara yang sehat adalah aset terbesar yang dimiliki setiap negara.

“Oleh karena itu tentunya kita berikan applause yang sangat luar biasa terhadap Muhammadiyah yang terus konsen, terus fokus untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Sigit dalam sambutannya.

Mantan Kabareskrim Polri itu menyampaikan, salah satu indikator negara maju, selain tingkat keamanan terjamin, angka pengangguran rendah serta sains dan teknologi ialah fasilitas kesehatan yang memadai. Penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai, kata dia merupakan upaya dalam rangka mewujudkan SDM unggul menuju visi Indonesia emas tahun 2045.

“Dan alhamdulillah Muhammadiyah sedang mengawal dan sedang berkontribusi untuk terus mendorong Indonesia agar bisa menjadi indonesia yang maju di tahun 2045,” ujarnya.

Lebih lanjut mantan Kapolda Banten itu mengungkapkan sebagaimana pendapat ahli bahwa Indonesia masih membutuhkan setidaknya 1.000 rumah sakit. Dengan begitu, Sigit berharap tingkat angka harapan hidup semakin tahun terus meningkat.

“Di 2017 kita berada di angka 72,9, di 2021 di angka 73,5, artinya ini adalah harapan masyarakat untuk bertahan hidup apabila fasilitas kesehatannya memadai dan ini tentunya menjadi harapan kita semua untuk bisa menciptakan hal-hal yang seperti itu,” harapnya.

Disisi lain, dengan pembangunan fasilitas kesehatan yang memadai setidaknya bisa menjawab arahan Presiden Joko Widodo terkait dengan masih banyaknya warga negara Indonesia yang berobat ke luar negeri, baik itu Singapura, Amerika Serikat, Jepang maupun negara lainnya.

“Terjadi capital out flow yang bergeser ke luar negeri dan setelah dihitung pertahun itu besarnya kurang lebih Rp 110 triliun. Jadi harapan kita ini, tentang fasilitas kesehatan internasional dan ke depan kita berdoa Muhammadiyah bisa membangun rumah sakit tingkat internasional,” tuturnya.

Disisi lain, Kapolri berterima kasih atas peran Muhammadiyah dalam membantu penanganan pandemi Covid-19, yang menempatkan Indonesia menjadi negara kelima di dunia yang mampu memberikan vaksin kepada 441 juta rakyatnya. Sehingga, aktivitas kehidupan masyarakat mulai normal serta angka pertumbuhan ekonomi tumbuh di angka 5 persen.

Lebih jauh Kapolri mengapresiasi upaya Muhammadiyah di bawah Ketua Umum Haedar Nasir yang terus menjaga dan mengawal hal-hal yang sifatnya moderasi beragama. Sebab, Kapolri menekankan Indonesia yang memiliki suku, agama serta berbagai macam adat istiadat harus tetap dirawat lantaran hal tersebut merupakan modal dan kekuatan bangsa Indonesia.

“Ini harus kita rawat, kita jaga jangan sampai ini kemudian ini menjadi terpecah, saya selalu sampaikan kemana-mana bahwa kita akan menghadapi tahun politik jangan sampai terjadi polarisasi, persatuan dan kesatuan harus selalu dijaga karena ini modal kita untuk mewujudkan indonesia maju,” bebernya.

Diakhir sambutannya, Kapolri kemudian mengutip hadist Imam Ahmad bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Oleh sebab itu, dengan pembangunan rumah sakit Muhammadiyah bisa menjadi amal jariah bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Ratusan Aktivis dan Pekerja Seni Datangi Polres Jombang Dukung Kinerja Polri

JOMBANG – Ratusan orang aktivis dan pekerja seni mendatangi Mapolres Jombangi, Rabu (2/11/2022). Kedatangan mereka ke kantor polisi di Jl KH Wahid Hasyim itu untuk memberikan dukungan kinerja.

Ratusan massa yang tergabung dalam FRMJ (Forum Rembug Masyarakat Jombang) itu datang dengan membawa pengeras suara sound sistem. Mereka melakukan orasi-orasi dukungan kepada korps bhayangkara. Tak hanya itu, kesenian jaranan dan reog juga tampil di depan Mapolres Jombang.

Setelahnya, masing-masing massa aksi baris berjejer di Jl KH Wahid Hasyim memegang tulisan tagar #Kami Masih Butuh Polisi. Aksi itupun menambah suasana menjadi haru.

Ketua FRMJ Kabupaten Jombang, Joko Fattah Rochim, mengatakan aksi yang dilakukan di Mapolres itu sebagai bentuk dukungan kepada institusi kepolisian di tengah terpaan sejumlah kasus yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian hingga berdampak menurunnya kepercayaan publik.

“Kita masih butuh polisi, karena kalau tidak ada polisi, kegiatan apapun tidak akan bisa berjalan lancar. Maling dan kejahatan bentuk apapun akan semakin merajalela,” kata Fattah.

Fattah menegaskan, organisasi yang ia pimpin akan mendukung semua langkah Kepolisian dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat.

“Kita akan terus mendukung tugas Kepolisian dalam penegakan hukum di Negara ini,” kata Fattah.

Beberapa bulan terakhir, institusi Kepolisian diterpa masalah hingga citranya menurun.

Fattah menilai, serangkaian peristiwa yang terjadi pada korps seragam coklat itu hanya dilakukan oleh oknum dan bukan institusi. Menurut Fattah, tidak semua Polisi seperti itu dan masih banyak Polisi yang baik.

“Saya percaya tidak semua polisi seperti itu. Masyarakat harus memahaminya, itu hanya segelintir oknum,” tegasnya.

Fattah juga memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah menindak tegas oknum polisi yang diduga melakukan pelanggaran kode etik maupun tindak pidana.

“Saya setuju dengan Kapolri yang menindak tegas oknum polisi yang merusak citra lembaga Kepolisian dengan memproses hukum,” ucapnya.

Fattah berharap, kasus-kasus serupa tidak terjadi di Jombang. Sejauh ini, Fatah menyebut situasi Kamtibmas di wilayah Jombang juga sangat kondusif dan tidak ada masalah.

“Selama ini (kepolisian) di Jombang tidak ada masalah, aman-aman saja. Jangan sampai terjadi di Jombang,” tandasnya.

Kapolres Jombang, AKBP Moh Nurhidayat mengucapkan terima kasih atas dukungan dari FRMJ tersebut. Namun demikian, pihaknya terus akan mengevaluasi kinerja anggota guna peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih. Kami akan mengoreksi dan mengevaluasi bahwa banyak masyarakat yang masih membutuhkan kehadiran Polri. Ini adalah amanah bagi kami untuk dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar alumni Akpol tahun 2002 ini. (*)

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu