Polres Kediri Kota Ringkus Pengedar Narkoba Berbagai Jenis dan 22 Ribu Pil Doble L

KEDIRI KOTA –  Komitmen  Polres Kediri Kota dalam memberantas peredaran natkotika dan obat keras terus dilakukan oleh Sat Res Narkoba Polres Kediri Kota. Petugas menangkap seorang pengedar Psikotropika,  obat keras serta menyita ribuan butir pil dobel L.

MS (25) Warga Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Kediri Kota. Hal ini lantaran MS mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu. Tidak hanya itu MS juga mengedarkan psikotropika dan obat keras jenis pil dobel L.

Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra, S.I.K., M.Si. melalui Kasat Naroba AKP Ipung Herianto, S.H., M.H. menjelaskan penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang diterima petugas Sat Res Narkoba Polres Kediri Kota. Mendapat aduan tersebut, petugas melakukan serangkaian penyelidikan dan mengumpulkan informasi apakah benar MS mengedarkan narkoba.

“Penangkapan tersangka MS ini bermula dari laporan yang diterima petugas Sat Res Narkoba Polres Kediri Kota,” ungkap Kasat Narkoba AKP Ipung.

Mendapatkan bukti jika MS merupakan pengedar, petugas langsung melakukan penangkapan. Saat itu tersangka MS berada di rumahnya di Kecamatan Grogol. Setelah digeledah ditemukan 3 klip plastik kecil narkotika jenis sabu sabu dengan berat kotor 2,52 gram beserta plastik pembungkus nya.

AKP Ipung juga mengatakan tidak hanya itu dari hasil penggeledahan juga ditemukan 10 butir narkotika jenis pil ekstasi. Petugas juga menyita dari tersangka MS 3,5 butir psikotropika jenis pil Alprazolam; 11 butir psikotropika jenis pil Rikloma dan 21.920 butir obat keras jenis pil dobel L yang disimpan di atas kasur dalam kotak kardus di kamar rumah tersangka.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan ke Mako Polres Kediri Kota guna proses penyidikan lebih lanjut. Saat ini petugas masih melakukan pengembangan terhadap jaringan narkoba yang dilakukan MS

AKP Ipung  menambahkan atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Pertama atas dugaan menyediakan narkotika golongan Ini bukan tanaman jenis sabu sabu dan jenis pil ekstasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Jeratan pasal ke dua adalah membawa , memiliki dan atau menyimpan psikotropika jenis pil Alprazolam dan Rikloma sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan jeratan padal ketiga mengedarkan sediaan farmasi berupa obat jenis pil dobel L.

“Pengedaran pil dobel L, sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” pungkas AKP Ipung.

Polres Probolinggo Gerebek Perjudian Sabung Ayam, Tindaklanjuti Keluhan Warga di Jumat Curhat

PROBOLINGGO – Menindaklanjuti keluhan warga saat digelar Jumat Curhat tentang adanya judi sabung ayam yang meresahkan warga, Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi memerintahkan anggota untuk segera menindaklanjuti.

Anggota unit Reskrim Polsek Gending pun segera melakukan penggerebekan tempat judi sabung ayam disebuah Pekarangan di Desa Pajurangan, Gending Kabupaten Probolinggo.

Kedatangan petugas membuat para pejudi sabung ayam kocar-kacir meninggalkan area lokasi judi.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus judi sabung ayam ini bermula dari adanya laporan masyarakat selain pada saat digelarnya Jumat Curhat, juga melalui program Halo Pak Kapolres pada nomor Whatsapp (085336338838) tentang adanya sabung ayam di Gending, Kabupaten Probolinggo pada Minggu (26/2/2023).

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti secara langsung oleh Kapolsek Gending Iptu Ludi Triono bersama anggota dengan mendatangi lokasi judi sabung ayam.

“Saat anggota tiba di lokasi, para pelaku judi langsung melarikan diri masing-masing dari lokasi judi. Adapun 2 orang sudah kita amankan, namun setelah kita periksa mereka hanya sebagai penonton,” kata Kapolres Probolinggo, Rabu (1/3/2023).

Lebih lanjut Kapolres Probolinggo menambahkan bahwa saat melarikan diri, para pejudi sabung ayam meninggalkan 10 unit motor, 6 ekor ayam, 6 buah tas ayam, 2 buah kurungan bambu, 2 buah ember, dan 15 sandal.

“Seluruh barang bukti telah kami amankan ke Mapolsek Gending. Para pelaku dapat mengambil kendaraannya di Polsek. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas informasinya sehingga kamtibmas diwilayah hukum Polres Probolinggo dapat terwujud,”pungkas Kapolres Probllimggo (*)

Polda Jatim Telah Perpanjang Red Notice Upaya Datangkan Pelaku Tipu Gelap Asal Australia

SURABAYA – Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, mengklarifikasi pemberitaan terkait kasus penipuan dan penggelapan ekspor barang-barang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), yang dilaporkan oleh Selfie wanita (41 tahun) warga Sidoarjo.

Selfie melaporkan dua orang, yakni Damian Thomas Jones Warga Negara Asing (WNA) Australia dan Christian Sunarwati, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Australia.

Keduanya dilaporkan ke Polda Jatim lantaran telah melakukan penipuan dan penggelapan. Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 1.825.800.000,-.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, yang membuat kasus tersebut lama lantaran pihak Kepolisian menunggu persetujuan dari otoritas Australia untuk melakukan upaya paksa terhadap tersangka, meski sudah terbit Red Notice.

“Untuk kasus tersebut sudah terbit Red Notice, yang membuat proses lama karena permohonan ekstradisi kita belum di setujui oleh otoritas Australia, sehingga para tersangka belum bisa dijemput (Dilakukan upaya paksa),” ungkapnya Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, pada Kamis (2/3/2023).

Dalam kasus ini lanjut Kombes Dirmanto salah satu tersangka adalah WNI, dimana Tersangka saat mau ajukan perpanjangan passport, dihold (tidak diterbitkan/ditahan) oleh KJRI Perth.

Kombes Pol Dirmanto menuturkan pihaknya sudah bekerja maksimal, bahkan hari Kamis 2 Maret 2023 pihaknya juga sudah melayangkan surat perpanjangan Red Notice kepada Hubinter.

Mengingat masa berlaku Red Notice sampai lima tahun, dari 20 Februari 2019 sampai dengan 20 Februari 2024.

“Kami sudah bekerja maksimal, kami juga sudah melayangkan surat perpanjangan Red Notice ke Hubiter dan SP2HP yang ke 30 juga sudah kami buat, kita tunggu respon dari pemerintah Australia,” lanjutnya.

Disamping itu Dirkrimum Polda Jatim KBP Totok Suharyanto kata Kombes Dirmanto juga sudah menyampaikan SP2HP kepada pelapor termasuk menyampaikan secara lisan perkembangan penanganan kasus tersebut.

“Sudah kita layang SP2HP kepada pelapor, termasuk secara lisan terkait perkembangan kasus tersebut,” pungkas Kombes Dirmanto.

Kasus penipuan dan penggelapan ini berawal dari tahun 2014. Saat itu Selfie baru saja mendirikan perusahaan di bidang ekspor barang-barang UMKM.

Awal perkenalan dirinya dengan tersangka Damian ketika Selfie masih bekerja di salah satu perusahaan di Jawa Timur.

Damian ingin membeli barang-barang yang dijual Selfie dengan jumlah besar.

Awalnya Selfie tidak percaya dengan pelaku. Namun, tersangka terus merayu Selfie dengan mengatakan bahwa, pihaknya sudah memiliki partner di Indonesia untuk men-support kebutuhannya di Australia.

Warga Australia itu bahkan menyebut bahwa perusahaannya di Australia Barat (Western Australia) adalah perusahaan besar dan memiliki jaringan yang luas. Ia adalah importir dari negara Kanguru.

Bahkan, ia menjelaskan memiliki perusahaan di Indonesia, yang bergerak di perdagangan lokal untuk barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang miring.

Harga yang ditawarkan pelaku sangat menggiurkan.

Selfie pun memutuskan untuk menyetujui permintaan tersebut.

Tersangka meminta kiriman barang kepada Selfie sebanyak empat kontainer dalam sekali kirim.

Namun, tersangka meminta agar pembayarannya diberikan setelah semua pesanannya terkirim.

Hingga batas waktu yang diberikan, tersangka Damian tidak kunjung membayar semua barang-barang tersebut. Total kerugian yang dialaminya mencapai Rp 1.825.800.000.

Merasa di tipu Selfie pun melaporkan kasus tersebut ke Polda Jatim dan sampai saat ini pihak kepolisian masih menunggu respon dari pemerintah Australia. (*)

Dampak Bencana, Jajaran Polres Batu bersama Warga dan Instansi Terkait Evakuasi Material Tanah Longsor

Polres Batu – Cuaca ekstrim yang melanda Kota Batu akhir-akhir ini, mengakibatkan bencana alam di beberapa titik di wilayah Polres Batu. Diantaranya adalah tanah longsor, banjir dan pohon tumbang yang tersebar di beberapa titik yaitu Desa Baru Kecamatan Bumiaji, Payung 2 Kota Batu, Desa Kedungrejo Kecamatan Pujon, Desa Boyak dan desa Kaweden Kecamatan Ngantang. Dengan adanya fenomena alam tersebut jajaran Polres Batu bersama dengan masyarakat dan instansi terkait meninjau TKP bencana alam di wilayah Polres Batu. Kamis (02/03/2022).

Pada hari Kamis sekitar pukul 16.00 WIB telah terjadi banjir bandang yang memuat material berupa lumpur, batu dan pohon tumbang di Desa Mulyorejo Kecamatan Ngantang. Mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas di Jalan Raya Mulyorejo Dusun Keweden Kecamatan Ngantang. Hal ini diduga akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Desa Mulyorejo sejak siang hari ditambah Jalan Raya Mulyorejo berada diarea perbukitan yang diapit oleh tebing dan jurang.

Kapolsek Ngantang AKP Hanis Siswanto menjelaskan bahwa kejadian merupakan hal yang mungkin terjadi selain dari curah hujan yang tinggi, letak Jalan Raya Mulyorejo yang berada di bawah tebing meningkatkan resiko terjadinya tanah longsor didaerah tersebut.

”Yah seperti yang kita ketahui untuk jalannya sendiri ini berada dibawah tebih jadi kalau terjadi curah hujan yang tinggi akan sangat beresiko terjadinya tanah longsor”, ujar Kapolsek Ngantang.

Sementara itu, anggota jajaran Polsek Ngantang bersama masyarakat dan instansi terkait tanggap meninjau lokasi bencana dan melakukan evakuasi. Selain bergotong royong untuk membersihakan area bencana, anggota juga menghimbau pengendara yang akan melintas agar waspada dan melakukan sistem buka tutup jalur untuk selama proses evakuasi jalur dilaksanakan.

Kapolsek Ngantang juga menuturkan tidak adanya korban jiwa dalam bencana ini dan menghimbau para pengendara jalan agar selalu berhati-hati dengan adanya curah hujan yang tinggi seperti sekarang.

”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, akan tetapi saya tetap menghimbau kepada seluruh pengendara dan pengguna jalan agar lebih berhati-hati dikawasan jalur Ngantang hingga Kota Batu mengingat area tersebut merupakan area rawan longsor dan pohon tumbang”, tutup AKP Hanis.(humasresbatu/ch01)

Polres Ngawi Bersama TNI Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir

NGAWI -Cuaca ekstrim yang tidak menentu membuat masyakarat harus selalu hati-hati dan waspada. Namun bila sudah terkena dampak bencana alam, misalnya rumahnya kebanjiran agar segera menghubungi Aparat Pemerintah terdekat.

Sepeti yang dilakukan 2 (dua) warga Dusun Sekarpurih RT 01 RW 02 Desa Sekarjati Kecamatan Karanganyar yakni Suparmin (37) dan Sumi (45) yang segera meminta bantuan ke Polsek Karanganyar, saat rumahnya kebanjiran.

Dengan gerak cepat, anggota Polsek Karanganyar Polres Ngawi Polda Jatim bersama dengan Koramil Karanganyar juga Perangkat Desa membantu evakuasi warga yang rumahnya terkena banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo, pada Kamis (02/03/2023)

Evakuasi kepada dua keluarga yang terdampak banjir tersebut dilakukan pada dini hari yakni pukul 02.00 WIB hingga pukul 03.30 WIB, sehingga tidak ada korban jiwa

Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera, S.H., S.I.K., M.H., melalui Plt Kasi Humas Iptu Dian menyatakan bahwa gerak cepat diberikan Polri dan TNI juga Perangkat Desa Karanganyar sehingga evakuasi warga dan barang berjalan lancar. Dua keluarga serta barang-barangnya bisa diselamatkan di tempat aman.

“Alhamdulillah, berkat kesigapan dan sinergitas dari TNI Polri juga Perangkat Desa, evakuasi berjalan lancar dan tidak ada korban jiwa,” tutur Iptu Dian ketika dikonfirmasi

Gabungan dari Polsek Karanganyar dan Koramil Karanganyar terus melaksanakan giat tanggap darurat antisipasi bencana banjir berupa pemantauan dan bantuan evakuasi warga yang terkena dampak luapan air Bengawan Solo.

“Selain mengevakuasi warga, kami juga terus memantau jalan umum dan persawahan selatan Jembatan Bareng Dusun Wonoboyo Desa Sriwedari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi yang sering terdampak banjir,” lanjut Iptu Dian

Koordinasi dengan stakeholder yang ada tetap dilakukan oleh Polres Ngawi demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Menurut keterangan Kapolsek Karanganyar AKP Supardi, S.H., petugas yang mengevakuasi warga dan barang di lokasi adalah Aiptu Totok, Aipda Andik, Briptu Yuda, Serma Sutikno, Pagianto (Kasun Sekarpurih), Jarwanto (Ketua RT 0101 Dusun Sekarpurih) dan Sigit (Ketua RT 05 Dusun Wonoboyo)

Polisi Terjunkan Personel Pengamanan Kunjungan Wisatawan Asal Amerika Serikat di Sumenep

SUMENEP – Polres Sumenep, Madura Jawa Timur, terjunkan 44 personel dalam pengamanan kunjungan wisatawan Mancanegara asal Negara Amerika Serikat ke Kota Keris. Rabu ( 01/02/2023 )

Kapolres Sumenep melalui Kasi Humas Polres Sumenep Akp Widiarti S.,S.H mengatakan bahwa dari 44 personel yang diterjunkan diantaranya Polwan, Polsek Saronggi, Polsek Sumenep Kota serta personel Satlantas Polres Sumenep.

“Personel diterjunkan dibeberapa titik yakni di pelabuhan Tanjung Saronggi, Musium, Keraton, Masjid Jamik dan Asta Tinggi, ” jelas Akp Widi

Menurut Akp Widi, wisatawan asing asal Amerika itu sebanyak 117 orang dan 8 crew pemandu.

Selain memberikan pengamanan dilokasi, personel juga memberikan pengawalan dari pelabuhan Tanjung menuju Keraton Sumenep.

Lebih lanjut AKP Widi menyampaikan kepada wisatawan asing asal Amerika Serikat untuk menikmati indahnya pemandangan obyek wisata dan religi yang ada di Kota Keris.

“Kami menempatkan personel untuk melaksanakan pengaturan arus lalu lintas baik di pelabuhan maupun di tempat tempat obyek wisata,” tambahnya.

Puluhan personel di terjunkan untuk memback up kegiatan pelaksanaan pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung wisatawan mancanegara,” pungkasnya (*)

Gotong Royong, Polisi Bersama TNI dan Warga Bersihkan Lumpur Pasca Longsor di Bawean

Gresik – Polsek Sangkapura Polres Gresik bergerak cepat gotong royong membersihkan lumpur dampak longsor di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Sangkapura AKP Sujai mengatakan,pada hari Kamis Tgl 2 Maret 2023, sekira pukul 01.30 Wib ada tujuh Desa terdampak banjir bandang dari luapan Sungai Gunung.

Dikarenakan hujan sangat deras dan sungai tidak dapat menampung debit air yang turun dan mengakibatkan luapan yang menggenangi sampai rumah pemukiman warga di Desa Sawahmulya, Desa Kotakusuma, Desa Patarselamat, Desa Lebak, Desa Bululanjang, Desa Sidogedungbatu Desa Daun

“Kami TNI-Polri gotong royong membersihkan puing-puing, lumpur dampak banjir bandang,” tegasnya.

Sebagai informasi, hujan dengan kapasitas hujan deras di wilayah pulau Bawean khususnya di Kecamatan Sangkapura Kab. Gresik.

Hujan berkapasitas hujan lebat sudah terjadi beberapa hari kebelakang. Namun pada hari Kamis Tgl 2 Maret 2023 Pkl 23.00 wib terjadi hujan lebat di sebagian wilayah Kecamatan Sangakpura.

Hujan berkapasitas lebat terjadi di daerah pegunungan dan pemukiman sehingga debit air semakin besar dan sungai-sungai daerah Gunung tidak bisa menampung banyaknya debit air sehingga luapan air sungai dari gunung meluap dan selanjutnya melaju ke pemukiman dan pada Pkl 01.30 Wib.

“Terjadi luapan sungai gunung yang mengakibatkan air gnung meluap di Desa yang terpantau ada beberapa Desa dan perkiraan kurang lebih 3 Jam dari luapan Sungai Gunung Air yang meluap di Desa Sudah mulai surut menuju ke laut,” tegasnya. (*)

Di Rakornas BNPB, Kapolri Bicara Langkah Konkret Manajemen Risiko Bencana

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal pentingnya untuk menguatkan manajemen risiko bencana alam di Indonesia, sebagaimana instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada TNI, Polri, dan seluruh stakeholder terkait lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolri saat menjadi salah satu Pemateri pada Rakornas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis, 2 Maret 2023.

“Harapan Pak Presiden Kita memiliki manajemen risiko yang baik pada saat tahapan pra, pada saat tanggap darurat dan pasca-bencana juga akan semakin baik. Pak Presiden juga sudah menyampaikan bagaimana masalah bencana akibat climate change (perubahan iklim),” kata Sigit di awal pemaparan materinya.

Manajemen risiko, kata Sigit, menjadi penting lantaran Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki historis bencana alam yang cukup besar. Seperti, tsunami Aceh, gempa bumi di Cianjur, bencana gunung merapi, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Faktor kerap terjadinya bencana alam di Indonesia juga salah satunya disebabkan terjadinya pergeseran sesar di wilayah tertentu seperti sesar Sumatera, sesar Palu-Koro, sesar Matano, sesar Cimandiri, sesar Opak, sesar Gorontalo, sesar Sorong, sesar Tarera Aiduna dan sesar Yapen.

 

Tak hanya itu, kondisi geografis Indonesia yang berada di lingkaran api menjadi salah satu faktor terjadinya bencana alam. Kemudian, pada tiap tahunnya juga kerap terjadi fenomena El Nino dan La Nina.

“Jadi ini adalah wilayah-wilayah di Indonesia yang tentunya kita harus memiliki kesiapan lebih. Karena yang namanya bencana terjadi sewaktu-waktu, namun yang paling penting bagaimana upaya kita melakukan persiapan. Sehingga pada saat terjadi, dampaknya bisa kita mitigasi seminimal mungkin,” ujar Sigit.

Dalam penanganan bencana alam, Sigit mengungkapkan bahwa, seluruh pihak terkait dapat mengadopsi rumus yang dikeluarkan oleh, UN Disaster Risk Reduction (UNDRR), untuk mengurangi dampak yang disebabkan dari bencana alam.

“Tentunya menjadi salah satu yang perlu kita pahami bahwa ada rumus terkait bagaimana kita bisa mengurangi potensi dampak bencana rumusnya itu risiko (Risk), sama dengan (=), Hazard atau ancaman bencana, dan disitu dikalikan (x) vulnerability atau kerentanan masyarakat, dibagi (÷) capacity atau kemampuan mengatasi bencana,” ucap Sigit.

“Artinya kalau kerentanan masyarakat bisa kita perkecil dan capacity bisa ditingkatkan maka risiko terjadi akibat dampak bencana bisa kita kurangi,” Sigit menambahkan.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan bahwa, dalam penanganan bencana alam, diperlukan penguatan sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, Basarnas dan stakeholder masyarakat lainnya.

“Yang paling utama adalah menguatkan sinergitas kolaborasi seluruh stakeholder, TNI, Polri, Pemerintah, BMKG, BNPB, Basarnas untuk menyatukan kemampuan dan kekuatan. Sehingga kita bisa mempersiapkan dan memperkuat apa yang menjadi kebijakan Pak Presiden terkait dengan kemampuan melakukan manajemen risiko, memiliki resiliensi yang kuat dalam menghadapi bencana,” papar Sigit.

Lebih dalam, ditegaskan Sigit, sejak awal Polri telah memasukan kebijakan penanganan bencana alam ke dalam strategi konsep transformasi menuju Polri yang Presisi, yang dituangkan dalam, transformasi operasional.

Dengan adanya hal tersebut, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk terus melakukan upaya-upaya manajemen risiko bencana alam mulai dari pencegahan, sosialisasi, penyuluhan, edukasi, memberikan panduan, Quick Response bersama stakeholder terkait.

Menurut Sigit, dengan kesiapan dan cepatnya respon jajaran Polri di wilayah bencana, itu merupakan bentuk representasi hadirnya negara di tengah masyarakat.

“Sehingga masyarakat merasakan negara hadir disitu. Ini harus dilakukan dan dipersiapkan khususnya di wilayah yang memang rentan terjadi bencana. Tolong dicek begitu ada peristiwa bagaimana rekan-rekan simulasi, melatih secepatnya bisa datang dan SOP yang disiapkan dan apa saja yang kita lakukan,” tutur Sigit.

Dalam penanganan bencana alam, Sigit menyatakan, personel kepolisian harus mampu berperan baik sebelum terjadinya bencana, ketika terjadi, dan setelah bencana terjadi. Ketika masa tanggap darurat, Polri harus menyiapkan personel terbaiknya untuk melakukan penyelamatan, evakuasi, identifikasi melalui DVI, membuat tenda darurat, dapur lapangan hingga menyiapkan sarana dan prasarana penunjang.

Kemudian, sambung Sigit, setelah pasca-bencana, jajaran Polri harus menyiapkan langkah konkret seperti psikologi sosial, trauma healing, layanan kesehatan, dan menggelar patroli di wilayah tersebut.

Untuk di tahap pra-bencana atau sebelum kejadian, Sigit mengatakan, harus dilakukan upaya edukasi, bisa melalui konten video, bekerjasama dengan media, dan penguatan peran Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat.

Disisi lain, Sigit menuturkan bahwa, pihaknya bersama stakeholder terkait juga harus memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (TI). Dalam hal ini, dikatakan Sigit, Polri telah membentuk 91 Command Center yang bisa diadopsi oleh seluruh Polda jajaran.

“Terkait dengan karhutla kembangkan terus aplikasi ASAP Digital Nasional. Karena ini menjadi penting didalamnya kita memiliki CCTV Live Auto Monitoring yang bisa memonitor jarak 8 kilo, berputar 360 derajat, ada sensor, bisa menampilkan suhu udara. Dan kita bisa dapatkan update titik api selama lima menit. Yang paling penting adalah posisi pergerakan personel dilapangan bisa termonitor,” kata Sigit.

Sebelum mengakhiri pemaparannya, Sigit menegaskan bahwa, seluruh stakeholder harus memiliki kesamaan visi dan misi terkait menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi soal melakukan manajemen risiko bencana alam. Sigit pun melantunkan pantun untuk mengakhiri paparannya.

“Hujan gerimis tiada henti, paling enak minum cokelat. Mari bersinergi untuk melindungi, menghadirkan negara di tengah rakyat,” tutup Sigit.

Kapolda Jatim Sampaikan Terimakasih Kepada Polres dan Warga Lamongan atas Kamtibmas yang Kondusif

LAMONGAN – Masih dalam rangka kunjungan kerja, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Toni Harmanto, M.H didampingi beberapa Pejabat Utama Polda Jatim kali ini mengunjungi Polres Lamongan.

Kedatangan Kapolda Jatim bersama rombongan di Polres Lamongan disambut oleh Kapolres LamonganAKBP Yakhob Silvana Delareskha, S.I.K,M.Si dan unsur Forkopimda Kabupaten Lamongan serta personel Polres Lamongan diiringi penampilan Hadrah anggota Polres Lamongan.

Kegiatan Kunjungan Kerja Kapolda Jawa Timur ini diawali dengan paparan oleh Kapolres Lamongan dan Laporan Kesatuan.

Dalam arahannya, Kapolda Jatim Irjen Toni Harmanto menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Lamongan beserta Jajaran dan warga masyarakat yang telah memelihara dan menjaga wilayah Kabupaten Lamongan.

“Sampai dengan saat ini belum ada kasus viral atau menonjol di Wilayah Kabupaten Lamongan, semua itu tidak lepas dari kerja keras Kapolres Lamongan dan Jajarannya.”sebut Irjen Toni Harmanto,Rabu (2/3).

Kapolda Jatim menegaskan bahwa kebijakan melalui penilaian kinerja untuk seluruh personel Polda Jatim dan jajarannya akan terus dilakukannya dengan evaluasi yang berkelanjutan.

“Semoga para pejabat dan seluruh personel termotivasi, dan silakan melakukan sentuhan -sentuhan terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan kita.”tegas Irjen Toni.

Terkait kinerja yang berdasarkan data dan menggunakan teknologi, lanjut Kapolda Jatim tidak lepas dari pentingnya mempunyai data base.

“Olah dan analisa data, dapat memberikan hasil keputusan yang akurat dan data bisa memberikan solusi masa kini dan memperbaiki masa depan,”tambah Irjen Toni.

Sementara itu terkait dengan E- Office, Kapolda Jatim menyebut bahwa tujuan penggunaan E- Office adalah merupakan upaya untuk tertib administrasi baik internal maupun eksternal.

“ Saya berpesan kepada semua anggota, jangan sampai ada permasalahan yang menggerogoti citra Polri. Iman adalah pondasi utama dalam kehidupan sehari-hari, Wujud rasa syukur atas anamah yang dititipkan kepada kita (Garis tangan, campur tangan, buah tangan, tanda tangan dan angkat tangan).”pungkas Irjen Toni.

Sebelum meninggalkan Mako Polres Lamongan, Kapolda Jatim terlebih dahulu memberikan santunan anak yatim dengan diiringi Hadrah Sholawat Nabi dari Polres Lamongan.

Kemudian dilanjutkan dengan Penanaman Pohon di Halaman Polres Lamongan kemudian diakhir Foto Bersama baik dari Rombongan Polda Jatim dan Forkopimda Kabupaten Lamongan.

Polres Ponorogo Salurkan Bantuan Sembako dan Terjunkan Tim Trauma Healing Untuk Korban Bencana Tanah Retak

PONOROGO – Polres Ponorogo Polda Jatim terjun ke pengungsian warga korban tanah retak di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo untuk menyalurkan bantuan sembako.

Selain menyalurkan bantuan sembako mereka juga menerjunkan tim trauma healing untuk membantu memulihkan psikologis korban tanah longsor.

“Trauma Healing ini sebagai upaya pengurangan beban stres pasca trauma yang dialami oleh masyarakat,” ujar Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo melalui Kabag Ren Polres Ponorogo, Kompol Edy Suyono, Selasa (28/02/2023).

Sedangankan untuk penyaluran bantuan sembako, di jelaskan Kompol Edy Suyono sebagai wujud kepedulian Polri terhadap sesama khususnya yang terkena musibah.

“Sembako ini dari bapak Kapolres, kami bagikan kepada korban tanah retak yaitu berupa mie instan, gula, beras, minyak goreng, teh dan kebutuhan pokok lainnya,” jelasnya

Sementara Kepala Desa Tumpuk, Imam Sulardi berterimakasih atas bantuan yang diberikan. Terutama adanya bantuan sembako dan dari tim trauma healing dari Polres Ponorogo.

“Sedikit banyak membantu mengatasi trauma. Ya bagaimana lagi, rumahbdalam sekejap habis,”’kata Imam.

Hasil pantauan dilokasi, Polres Ponorogo memberikan kesempatan meluapkan perasaan dan pengalaman selama dan setelah kejadian tanah retak.

Dalam kegiatan tersebut, ada sharing session untuk mendengarkan pengalaman dan perasaan selama dan setelah kejadian tanah retak.

Untuk sekedar diketahui, tanah retak menerjang Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo. Sedikitnya ada 43 KK atau 139 diungsikan di Balai Desa Tumpuk yang lama. (*)

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu