FORKOPIMDA BATU LAKSANAKAN APEL GELAR PASUKAN OPS KETUPAT SEMERU 2021

FORKOPIMDA BATU LAKSANAKAN APEL GELAR PASUKAN OPS KETUPAT SEMERU 2021

FORKOPIMDA BATU LAKSANAKAN APEL GELAR PASUKAN OPS KETUPAT SEMERU 2021

Kepolisian Resor Batu melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2021 yang dilaksanakan di Alun alun kota Batu, Kamis pagi (5/5/2021) yang dipimpin oleh Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo, SIK, MH sekaligus membacakan amanat Kapolri Jendral Polisi Drs. Listiyo Sigit Prabowo, MSi

Kegiatan apel ini dihadiri oleh  Forkopimda antara lain Walikota Batu Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si , Wakil Walikota Batu Bpk. Punjul Santoso, Sekda Kota Batu Zadiem Efisiensi, Kajari Kota Bpk. Supriyanto, SH, MH, , Pabung Kodim 0818 Malang-Batu Kapten Czi Widagdo, PJU Polres Batu, Tokoh Lintas Agama Kota Batu dan para undangan yang ditandai dengan penyematan pita operasi kepada tiga personil perwakilan dari POLRI, TNI dan Dinas Perhubungan oleh Kapolres Batu.

Kapolres Batu menyebutkan, Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra kamtibmas lainnya.

“Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktifitas masyarakat khususnya menjelang akhir bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri,” jelas Kapolres Batu

Pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H. Ini merupakan tahun kedua Pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi Covid-19.

“Bapak Presiden  menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan, yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur Idul Fitri pada tahun 2020/1441 H,” tambahnya.

Lanjut Kapolres , keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik sulit untuk ditahan. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, apabila Pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang.

“Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 7% atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik. Oleh karena itu, kegiatan Operasi Ketupat-2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi,” lanjut dia.

Prioritaskan langkah-langkah preemtif dan preventif secara humanis, sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan. Laksanakan penegakan hukum sebagai upaya terakhir “ultimum remedium” secara tegas dan profesional terhadap pelanggar protokol kesehatan yang sudah berulang kali serta oknum-oknum masyarakat yang menimbulkan dampak negatif kesehatan secara luas dan menciptakan klaster baru Covid-19.

Di Akhir sambutanya , Kapolres Batu memberikan penekanan bahwa marilah kita laksanakan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab, sebagai ikhtiar kita agar wabah pandemi Virus Covid 19 ini segera berakhir dan marilah kita tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan Prokes dengan ketat. Semoga Allah SWT meridhoi langkah kita semua.

Forkopimda Jatim Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru 2021

Forkopimda Jatim Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru 2021

Forkopimda Jatim Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru 2021

SURABAYA,- Forkopimda Jawa Timur, Rabu (5/5/2021) pagi, menggelar Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru. Yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dan didampingi Pangdam V Brawijaya dan Sekdaprov Jatim.

Kapolda Jatim Irjen Nico menyebutkan, Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra kamtibmas lainnya.

“Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktifitas masyarakat khususnya menjelang akhir bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri,” jelas Kapolda Jatim saat berikan arahan, Rabu (5/5/2021) pagi.

Pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H. Ini merupakan tahun kedua Pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi Covid-19.

“Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan, yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur Idul Fitri pada tahun 2020/1441 H,” tambahnya.

Lanjut Kapolda, keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik sulit untuk ditahan. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, apabila Pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang.

“Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 7% atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik. Oleh karena itu, kegiatan Operasi Ketupat-2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi,” lanjut dia.

Prioritaskan langkah-langkah preemtif dan preventif secara humanis, sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan. Laksanakan penegakan hukum sebagai upaya terakhir “ultimum remedium” secara tegas dan profesional terhadap pelanggar protokol kesehatan yang sudah berulang kali serta oknum-oknum masyarakat yang menimbulkan dampak negatif kesehatan secara luas dan menciptakan klaster baru Covid-19.

“Tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya Covid-19. Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat-2021, jumlah personel yang terlibat sebanyak 155.005 pers gabungan terdiri atas 90.592 personel Polri, 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya seperti satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, pramuka, Jasa Raharja,” urai dia.

Personel tersebut akan ditempatkan pada 381 pos penyekatan untuk mengantisipasi masyarakat yang masih berniat dan akan melaksanakan mudik, 1.536 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas, serta 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata.

“Untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dalam negeri, segera maksimalkan kegiatan posko di terminal, bandar udara, pelabuhan, dan stasiun. Posko ini bukan hanya sekedar menjadi posko pengamanan dan pelayanan, namun juga berfungsi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, melalui,” jelasnya.

Dalam satu wilayah jangan berkunjung, kalau bisa di rumah saja. Karena penyebaran Covid-19 semakin berbahaya apabila berkumpul. Masyarakat bisa memanfaatkan teknologi dengan melakukan WA dengan Vidcall dengan keluarga maupun menlfon keluarga.

“Hati dan pikiran dari masyarakat harus tertanam bahwa Covid-19 ini bahaya. Sehingga kami memohon kepada masyarakat untuk betul-betul menjaga protokol kesehatan. Sehingga bisa menahan diri untuk tidak melakukan mudik lebaran,” harapnya.

Gerebek 3 Home Industry Petasan, Polisi Sita 70 Kg Peledak dan Ribuan Petasan Siap Edar

Gerebek 3 Home Industry Petasan, Polisi Sita 70 Kg Peledak dan Ribuan Petasan Siap Edar

Gerebek 3 Home Industry Petasan, Polisi Sita 70 Kg Peledak dan Ribuan Petasan Siap Edar

Mojokerto- Tim dari Polres Mojokerto menggerebek tiga industri rumahan (home industry) yang membuat bubuk peledak dan petasan berbagai ukuran. Polisi menyita 69,5 Kg bubuk peledak dan 2.237 petasan siap edar.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, penggerebekan pertama menyasar industri rumahan bubuk petasan di Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo pada Sabtu (24/4) sekitar pukul 21.30 WIB. Pihaknya meringkus Mulyadi (46), pemilik home industry tersebut.

“Tersangka Cak Mul (Mulyadi) meracik sendiri bahan-bahan menjadi bubuk petasan. Kemudian menjual bubuk petasan tersebut ke masyarakat seharga Rp 150 ribu per kilogram,” kata Dony saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Senin (3/5/2021).

Dalam penggerebekan tersebut, tim dari Satreskrim Polres Mojokerto menyita berbagai barang bukti dari rumah Mulyadi. Yaitu 6,5 Kg bubuk petasan siap jual yang sudah dikemas plastik masing-masing 0,5 Kg, 5 Kg bubuk petasan, 2 Kg belerang, 4 Kg potasium, 0,5 Kg bubuk sendawa, 1,5 Kg serbuk bronze, 16 lembar sumbu petasan, tepung kanji, arang, kompor gas, panci dan alat aduk.

“Pergelangan tangan kiri tersangka ini putus karena terkena ledakan petasan tahun 1997. Sejak saat itu dia beralih meracik bubuk petasan saja,” terang Dony.

Kepada polisi, Mulyadi mengaku membeli bahan untuk membuat bubuk petasan dari M Suwono (51), warga Desa Balongmacekan, Kecamatan Tarik, Sidoarjo seharga Rp 2,9 juta. Terdiri dari 25 Kg belerang, 25 Kg potasium, 2 Kg serbuk bronze, 100 lembar kertas sumbu, serta 1 kg bubuk sendawa. Malam itu juga tim dari Satreskrim Polres Mojokerto menggerebek rumah Suwono.

“Suwono mengaku membelikan bahan untuk Mulyadi ke Kaseran. Ternyata Suwono juga memproduksi petasan,” ungkap Dony.

Selain meringkus Suwono, polisi juga menggeledah tempat tinggalnya. Petugas menyita 9 Kg bubuk petasan dengan kemasan 1 Kg, 37,5 Kg bubuk petasan kemasan 0,5 Kg, 21 petasan berdiameter 9 cm, 5 dus petasan berdiameter 2 cm, 32 lembar sumbu petasan, 91 selongsong petasan, 24 rol kertas, serta berbagai peralatan untuk membuat petasan.

Suwono mengaku membeli bubuk petasan dari seorang pria berinisial PDK yang kini masih buron. Bahan peledak itu dia beli seharga Rp 170.000 per Kg.

“Tersangka memanfaatkan momen menjelang lebaran untuk membuat petasan dalam jumlah besar untuk diedarkan ke masyarakat,” ujar Dony.

Berbekal keterangan Suwono, lanjut Dony, pihaknya juga meringkus Kaseran (71) di rumahnya pada Selasa (27/4). Warga Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Sidoarjo ini mengaku memasok bahan untuk membuat bubuk petasan ke Mulyadi melalui Suwono.

“Kaseran mengaku membeli bahan-bahan untuk membuat bubuk petasan di Pasar Turi, Surabaya melalui seseorang berinisial Pur, masih dalam pencarian,” jelasnya.

Industri rumahan petasan ketiga di Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Mojokerto digerebek tim Unit Reskrim Polsek Sooko pada Minggu (2/5). Polisi meringkus Roib (46), pemilik rumah produksi petasan tersebut.

Petugas juga menyita 11 Kg bubuk mercon kemasan 2,5 Kg, 1,5 Kg bubuk petasan, 172 petasan berdiameter 9 cm, 195 petasan diameter 7 cm, 412 petasan diameter 4 cm, 7 rangkaian petasan masing-masing sepanjang 3 meter, 27 lembar sumbu petasan, serta berbagai peralatan untuk membuat mercon.

“Total yang kami sita 69,5 Kg bubuk petasan dan 2.237 petasan siap edar. Penggerebekan home industry petasan ini untuk mendukung Operasi Mesra (Mojokerto Sehat Tertib Ramadan). Mengantisipasi maraknya petasan yang mengganggu kenyaman masyarakat selama ibadah Ramadan dan juga menjamin keselamatan masyarakat,” cetus Dony.

Keempat tersangka dijerat dengan pasal 1 ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951. Hukuman penjara paling lama 20 tahun sudah menanti mereka.

Kapolres Berbagai Wilayah Di Jawa Timur Peduli Keluarga Korban KRI Nanggala 402

Kapolres Berbagai Wilayah Di Jawa Timur Peduli Keluarga Korban KRI Nanggala 402

Surabaya – Dalam rangka kegiatan peduli keluarga Korban KRI Nanggala 402 di Jawa Timur. Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menyampaikan duka mendalam atas peristiwa yang terjadi kepada para keluarga korban KRI Nanggala 402. Hal ini disampaikan melalui Kapolres Jajaran dengan melakukan Anjangsana ke rumah korban KRI Nanggala 402 di Jawa Timur Terkait ini, ada 11 Polres dan Polresta di wilayah Polda Jatim.

Hal ini disampaikan melalui Kapolres Jajaran, antara lain Polres Tulungagung, Polresta Sidoarjo, Polres Nganjuk, Polres Probolinggo, Polres Jombang, Polres Bangkalan, Polres Pasuruan, Polresta Pasuruan, Polres Blitar, Polres Lamongan dan Polres Bojonegoro. Selain doa bersama, semua Kapolres memberi tali asih kepada keluarga korban.

Kapolres Tulung Agung AKBP Handono Subianto, SH, SIK, MH bersama Dandim 0807 Tulung Agung Letkol Inf Mulyo Junaidi menuturkan, Adapun Keluarga korban adalah KLS Faqihudin M, di Pulutundo RT/RW 02/01 Kec Nguntut Kabupaten Tulung Agung dan Sertu Ardi Ardyansah di Jenon RT/RW 01/01 Desa Kromasan Ngunut Tulung Agung.

“KLS Faqihudin M memiliki anak yang sekarang berusia 1 tahun, berkeinginan nantinya bisa menjadi anggota Polri. Sedangkan, Istri Alm Sertu Ardi Ardyansah bel memiliki anak,” jelasnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji beserta PJU Polresta Sidoarjo menyampaikan, untuk keluarga korban, Kopda ETA (Anm) Destrian Andi Prasetya warga RT 10 RW 03 No. 19 Sepanjang Taman Sidoarjo. Serka EKL (Anm) Eki Rian Yogi Pratama di Perum Griya Samudera Asri Desa Keramat Jegu Kec. Taman Sidoarjo, dan Sertu (Anm) Wawan Hermanto di Desa Luwung RT 07 RW 02 Desa Sarirogo, Sidoarjo

“Anjangsana diterima oleh Istri Almarhum Ny. Ratih Andriana Eka Putri (Kopda ETA) dan Ny. Alma Hanaya Hamid (Serka EKL) dan Keluarga dan Ny. Cici Dwi Wijayanti dan Keluarga (Sertu Wawan). Hasil kunjungan, STNK yang terbawa oleh suami akan difasilitiasi untuk pencetakan STNK dan pembuatan surat kehilangan oleh Polresta Sidoarjo,” terangnya.

Kapolres Nganjuk AKBP Harviadi, SIK, MIK bersama Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat, S.SOS, MM, dan Dandim 0810 Nganjuk Letkol Inf Giorgius Luky Ariesta, SIP menjelaskan, Anjangsana ke keluarga koban Lettu (P) Adi Sonata di Dsn. Alastuwo RT 01 RW 01 Ds. Banaran Wetan Kec. Bagor Kab. Nganjuk. KLS Kepala ETA Roni Efendi di Dsn. Alastuwo RT 01 RW 01 Ds. Banaran Wetan Kec. Bagor Kab. Nganjuk dan Serda Lutfi Anang di Jl. Serayu lingkungan begadang Wetan RT 02 RW 05 Kel. Begadung Kec Nganjuk Kota

“Hasilnya, kami siap membantu semua keperluan dalam hal penerbitan dokumen STNK, SIM dan lainnya,” ungkapnya.

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan, SIK, M.Si bersama Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantrianasari, SE, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminudin, M.Si , kami Anjangsana ke rumah Serda (Anm) ETA Misnari. Kegiatan doa bersama berhasil kondusif dan diterima baik oleh keluarganya, ” paparnya.

Kapolres Jombang, Bupati Jombang dan Dandim 0814 Jombang menerangkan, kami Anjangsana ke rumah KLS (Nav) Deny Richi Sambudi,” terangnya.

Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto, SIK, bersama Forkopimda Kab. Bangkalan melaksanakan Anjangsana ke rumah keluarga korban KRI Nanggala 402 yaitu Serda KOM Eko Prasetyo di perumahan pondok halim 2 blok E3/4 Bangkalan,” ujarnya.

Kapolres Pasuruan bersama Forkopimda Pasuruan dan Kapolres Pasuruan Kota bersama Forkopimda Pasuruan Kota menuturkan, kami mengunjungi keluarga Lettu Imam Adi di Ds. Semare Kec. Kraton Wilkum Res Pasuruan Kota,” ujarnya.

Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M. Sinambela, SH, SIK, MH bersama PGS Dandim 0808 Blitar Letkol ARM M. Muslikh, SH, dan Danyonif 511/DY Letkol Inf A Wahid Setyawan, S.IP melaksanakan Anjangsana ke rumah keluarga Lettu Adi Sonata di lingkungan Glondhong RT 03/07 Kel. Santrean Kec. Kanigoro Kab. Blitar. Keluarga korban menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga besar TNI/Polri,” jelasnya.

Kapolres Lamongan bersama Forkopimda Lamongan mengungkapkan, kami mengunjungi Praka (ANM) Edi Siswanto Dsn. Semelo Rt 01 Rw 06 Ds. Sumberaji Kec. Sukodadi Kab. Lamongan. Hasilnya, selain doa bersama juga memberikan tali asih kepada keluarga korban,” ungkapnya.

Kapolres Bojonegoro AKBP E. G. Pandia, SIK, MM, MH., bersama Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Bambang Hariyanto melaksanakan Anjangsana ke rumah keluarga korban KRI Nanggala 402 Kopda MES Khoirul FAaizin di Ds. Ngraseh, Dander, Bojonegoro

“Istri Almarhum Ny. Alifatus Zuhria menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga besar TNI/POLRI yang telah peduli,” pungkasnya.

Forkopimda Saring Ketat PMI Masuk Jatim

Forkopimda Saring Ketat PMI Masuk Jatim

Forkopimda Saring Ketat PMI Masuk Jatim

Forkopimda Jawa Timur, melakukan peninjauan repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang masuk di wilayah Jawa Timur, pada Sabtu (1/5/2021), di Terminal 2 Bandara Juanda Sidoarjo. Selanjutnya para PMI dari berbagai ini dibawa ke Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya.

Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, dan Sekda Prov Jatim Heru Tjahjono, serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, secara langsung memastikan proses repatriasi dengan dilakukan screening di Bandara Juanda dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat memastikan para PMI dapat terjaring sebelum masuk wilayah Jawa Timur.

Personil yang terlibat dalam Subsatgas Bandara, Satgas Repatriasi PMI jatim, terdiri dari gabungan Personel KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan),  Imigrasi, Dinas kesehatan, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri.

Usai dilakukan proses screening terhadap para PMI, mereka langsung dibawa ke Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, untuk dilakukan proses karantina selama dua hari sebelum nantinya akan di pulangkan kerumahnya masing-masing.

Namun dalam proses screening ini nantinya juga akan di ketahui PMI yang sehat, maupun yang terpapar virus Covid-19. Untuk yang terpapar mereka langsung dibawa ke Rs. Lapangan, Indrapura, Surabaya.

Mekanisme dalam pelaksanaan penanganan PMI di Jatim antara lain setelah melaksanakan Test PCR, WNI diwajibkan melaksanakan karantina ditempat karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah selama 2 hari, dan untuk WNA diwajibkan karantina di Hotel atau Penginapan yang sudah disertifikasi penyelanggaraan akomodasi karantina Covid-19, oleh Kemenkes RI dengan biaya mandiri. Setelah hasilnya negatif akan diakomodir terkait akomodasi ke daerah asal.

Menurut Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto menjelaskan bahwa para PMI ini secara moril tidak ada masalah, karena semuanya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kemudian selama di sini (Asrama Haji), mereka mendapat makan, digelar dapur umum oleh Dinas sosial Pemerintah Provinsi Jatim, dibantu oleh Polda Jawa Timur, dan Kodam lima Brawijaya,” jelasnya.

Setelah dua hari di karantina di Asrama Haji, Surabaya, mereka nantinya juga akan di jemput oleh para bupati, Walikota, Dandim, dan Kapolres.

Setelah dua hari dikarantina di Asrama Haji, hari ketiga mereka dijemput oleh masing-masing kepala daerah, Bupati Dandim dan Kapolres, kemudian disana di tempat masing-masing masih dikarantina tiga hari. Di hari ketiga dilaksanakan swab sebelum mereka diperbolehkan bertemu dengan keluarganya.

“Kalau hasilnya negatif, di hari ke empat, di kabupaten kota mereka kembali ke rumahnya masing-masing. Artinya, karantinanya menjadi lima hari. Dua hari di sini terpusat kemudian tiga harinya ditersebar di kabupaten kota,” pungkas

Kapolri Tawarkan Anak Prajurit Awak Nanggala 402 Jadi Polisi

Kapolri Tawarkan Anak Prajurit Awak Nanggala 402 Jadi Polisi

Kapolri Tawarkan Anak Prajurit Awak Nanggala 402 Jadi Polisi

Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menggelar upacara penganugerahan tanda kehormatan dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) terhadap prajurit awak KRI Nanggala 402 di di Hanggar Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021).

Menhan selaku Inspektur Upacara, didampingi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah perwira tinggi TNI-Polri.

Usai upacara, Sigit menyempatkan diri untuk mendatangi satu per satu para keluarga atau perwakilan dari awak Nanggala 402. Hal itu dilakukan untuk memberikan kekuatan dan dukungan moril.

Sebagai bentuk penghormatan, Sigit menawarkan kepada anak-anak dari keluarga prajurit awak Nanggala 402 untuk bergabung menjadi aparat kepolisian.

“Kepada bapak dan ibu yang mempunyai putra-putri yang akan mengabdi dikepolisian, akan difasilitasi,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Sigit, seluruh keluarga awak Nanggala 402 merupakan bagian dari Polri. Sebab itu, diharapkan keluarga tidak perlu sungkan untuk menyampaikan hal-hal yang perlu dibantu oleh aparat kepolisian.

“Kalau ada permasalahan atau kesulitan berkaitan dengan surat-surat yang diperlukan akan dibantu, sampaikan saja saya dari keluarga besar Kapal Nanggala 402, seperti surat kehilangan, STNK, dan lainnya,” ujar Sigit.

Diketahui, kapal selam KRI Nanggala 402 yang membawa 53 awak kapal dinyatakan tenggelam di perairan utara Pulau Bali. Proses pencarian pun dilakukan maksimal oleh Pemerintah Indonesia, instansi terkait dan bantuan dari negara lain.

Ditpolairud Polda Jatim Turut Serta Dalam Pencarian KRI Nanggala-402 di Perairan Bali

Ditpolairud Polda Jatim Turut Serta Dalam Pencarian KRI Nanggala-402 di Perairan Bali

Ditpolairud Polda Jatim Turut Serta Dalam Pencarian KRI Nanggala-402 di Perairan Bali

BANYUWANGI,- Dirpolairud Polda Jawa Timur turut serta dalam pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak pada hari Rabu dini hari, tanggal 21 April 2021 di perairan Bali.

Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak terjadi saat sedang menggelar latihan penembakan senjata strategis di perairan Bali.

Dirpolairud Koorpolairud Baharkam Polri beserta team dan Dir polairud polda jatim beserta team melaksanakan pertemuan dengan KSAL di Kapal KRI dr Suharso 990 dengan beberapa agenda diantaranya.

Sebelum melakukan koordinasi, sebelumnya melaksanakan buka bersama diatas KRI dr Suharso 990. Yang kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan koordinasi dengan posko utama mengenai kegiatan lanjutan evakuasi pencarian titik terakhir daripada kapal selam KRI Nanggala-402.

“Mendapatkan arahan dari KSAL untuk mengetahui situasi saat akan melakukan rencana yang akan dilakukan kedepan,” kata Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jawa Timur Kombes Pol Arnapi, Jumat (23/4/2021) malam.

Ditambahkan Arnapi, yang didampingi oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara menyebutkan, setelah mendapatkan arahan dari KSAL. Dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin langsung oleh Dirpolair Baharkam Polri BJP Yassin.

“Memberikan arahan pada masing masing team (team SAR Koorpolairud baharkam Polri dan team SAR Ditpolairud Polda Jatim), sambil mengecek peralatan dan sarana prasarana yang akan digunakan,” tambahnya.

Dirpolairud Polda Jatim menekankan, kembali tentang tugas serta wewenang dan tanggung jawab masing-masing personel.

Bidang Humas Polda Jatim Siap Wujudkan WBK dan WBBM Satker di Polda Jatim

Bidang Humas Polda Jatim Siap Wujudkan WBK dan WBBM Satker di Polda Jatim

Bidang Humas Polda Jatim Siap Wujudkan WBK dan WBBM Satker di Polda Jatim

SURABAYA,- Pencanangan pembangunan zona integritas menuju WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokraei Bersih Melayani) Satuan Kerja (Satker) Bidang Humas Polda Jatim serta 12 Satker yang lain di Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gatot Repli Handoko,dalam sambutannya menyebutkan bahwa hari ini serentak satker – satker lain melakukan zona integritas.

“Dengan pembangunan zona integritas ini untuk mendukung pemerintah mewujudkan Good Goverment dalam mewujudkan pemerintah yang bersih dari KKN sebagai wujud perbaikan pelayanan publik,” jelas Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (23/4/21).

Diharapkan di tahun 2021 ini ada tambahan 20 Satker Polda Jatim mendapatkan Predikat WBK dari Menpan RB.

Untuk diketahui tahun 2020 lalu, Satker dan Satwil Polda Jatim sudah mendapatkan predikat WBK sebanyak 15 Satker,14 kewilayahan dan satu Direktorat Lalu Lintas.

Agar pembangunan zona integritas dapat berhasil dengan baik, maka perlu mempedomani beberapa hal diantaranya, melakukan tata kelola yang baik pada enam perubahan satker.

Managemen perubahan, managemen laksana, managemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, penguatan pengawasan dan penguatan kuwalitas layanan publik.

“Terus kembangkan inovasi yang berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan pelayanan dan penyelesaian permasalahan baik internal maupun kepada masyarakat yang ada di lingkup satker,”tutur Kombes Gatot.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur ini memberikan apresiasi atas komitmen upaya dan jerih payah para Kasubid bersama anggota dalam membangun kinerja institusinya kearah tujuan yang diingnkan pemerintah.

“Mari kita gelorakan semangat meningkatkan pengabdian melalui tata kelola organisasi yang efektif dan efisien, dengan terus berkomitmen untuk berinovasi melayani masyarakat, terutama dalam upaya penanggulangan pemyebaran Covid-19,” pungkas Kombes Gatot.

Sementara itu Kepala Kominfo Provinsi Jawa Timur menyampaikan, kominfo sudah menjadi mitra di bidang humas dari dulu.

“Kami mengapresiasi keinginan bapak Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, yang menginginkan bahwa Bidang Humas ini menjadi salah satu satker yang mewujudkan zona integritas,”

Pihaknya juga mendukung upaya – upaya Bidang Humas untuk mewujudkan WBK dan WBBM. (*)

Satgas Pangan Polda Jatim, Bersama Menteri Perdagangan Pantau Harga dan Stok Kebutuhan Bahan Pokok di Pasar Wonokromo

Satgas Pangan Polda Jatim, Bersama Menteri Perdagangan Pantau Harga dan Stok Kebutuhan Bahan Pokok di Pasar Wonokromo

Satgas Pangan Polda Jatim, Bersama Menteri Perdagangan Pantau Harga dan Stok Kebutuhan Bahan Pokok di Pasar Wonokromo

SURABAYA,- Satgas Pangan Polda Jawa Timur, Selasa (20/4/2021) pagi, bersama dengan Forkopimda Jatim dan Forkopimda Surabaya. Memantau stok dan harga kebutuhan bahan pokok di Pasar Tradisional Wonokromo, Surabaya.

Hal ini dilakukan sebagai langka antisipasi terjadinya kelonjakan harga kebutuhan bahan pokok di pasaran selama bulan suci ramadhan. Dan menyambut Idul Fitri 1422 H.

Selain dihadiri oleh Wakil Gubernur Jatim dan Wali Kota Surabaya, dalam kegiatan tersebut juga hadir, Menteri Perdagangan (Moh. Luthfi), Sekjen Kemendag (Suhanto), Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (Syailendra), Dirjen Perlindungan Konsumen dan  Tertib   Niaga ( Very Anggrijono), Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (Kasan), Dirreskrimsus Polda Jawa Timur (Kombes Pol Farman), Kepala Disperindag Provinsi Jawa Timur ( Darajat Irawan), Wakil Pimpinan Perum Bulog wilayah Jawa Timur, Ketua KPPU Jawa Timur (Dendy).

Setelah dilakukan peninjauan secara langsung, Menteri Perdagangan menyebutkan, bahwa harga kebutuhan bahan pokok di Jawa Timur masih terbilang stabil jika dibandingkan dengan daerah lain.

“Selain harga masih stabil, stok kebutuhan bahan pokok seperti di pasar wonokromo masih aman sampai lebaran nanti,” jelas Moh. Luthfi, Menteri Perdagangan usai melakukan peninjauan, Selasa (20/4/2021) pagi.

Berikut Harga Kebutuhan Bahan Pokok di Pasar Wonokromo Surabaya;

1. Harga Cabe Rawit
Rp. 50.000/kg

2. Harga Cabe Merah Besar
Rp. 40.000.-/Kg.

3. Harga Cabe rawit hijau
Rp. 25.000/kg

4. Harga Bawang merah
Rp. 32.000/kg.

5. Bawang Putih
Rp. 23.000/kg

6. Daging Ayam
Rp. 38.000/kg

7. Daging Sapi
Rp. 110.000/kg

8. Telur Ayam Boiler
Rp. 24.000/kg

9. Gula
Rp. 12.000/kg

10. Minyak Goreng Curah
Rp. 14.000/kg

Forkopimda Jatim Silaturahmi ke PW Muhammadiyah, Merawat Kebhinekaan Sekaligus Launching Buku

Forkopimda Jatim Silaturahmi ke PW Muhammadiyah, Merawat Kebhinekaan Sekaligus Launching Buku

Forkopimda Jatim Silaturahmi ke PW Muhammadiyah, Merawat Kebhinekaan Sekaligus Launching Buku

MALANG,- Forkopimda Jawa Timur diantaranya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Nico Afinta pada hari Sabtu tanggal 17 April 2021 pukul 12.30 WIB, melaksanakan Silaturahmi ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dalam rangka Penanganan Gempa, Merawat Kebhinekaan sekaligus Launching Buku yang diterbitkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur bertempat di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim mengucapkan terimakasih kepada Forkopimda Jatim yang telah bersedia bersilaturahmi ke kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur

Dalam kesempatan tersebut, Forkopimda Provinsi Jawa Timur bersama PW Muhammadiyah Jawa Timur Membahas terkait penanganan musibah Gempa sekaligus PW Muhammadiyah menitipkan bantuan berupa makanan kepada Forkopimda Jawa Timur untuk diserahkan kepada para korban gempa.

Selain itu juga Forkopimda Jawa Timur dan PW Muhammadiyah membahas terkait bagaimana Merawat Kebhinekaan yang ada di Jawa Timur sehingga terjalin Harmonisasi serta Toleransi antara satu dengan lainnya dan diharapkan akan menciptakan Situasi kamtibmas yang kondusif dan terkendali di wilayah Jawa Timur.

Kegiatan dilanjutkan dengan Launching Buku yang diterbitkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur antara lain:

1. Buku yang berjudul “Membangun Kepribadian” karangan Prof. Dr. Thohir Luth, M.A.

2. Buku yang berjudul “Jangan Tinggalkan Aku Sendiri” Karangan Nur Cholis Huda

3. Buku yang berjudul “Menyuarakan Kewarasan Publik dalam Politik” Karangan Zainudin Maliki.

Copyright © 2026 Website Kepolisian Resort Batu